Anda di halaman 1dari 36

DAILY CORTICOSTEROIDS REDUCE INFECTION-ASSOCIATED RELAPSES IN

FREQUENTLY RELAPSING NEPHROTIC SYNDROME: A RANDOMIZED CONTROLLED


TRIAL

Pembimbing :
dr. Shinta Riana Sp.A, M.kes

Diajukan Oleh:
Eka priatna S.ked
Luluk Yuniar Rizka S.Ked
Ratih Dewi Kusuma S.Ked

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
ABSTRAK

Desain : RCT
Objek : sindroma
nefrotik berulang Sampel : 100 pasien
SN

Hasil : kelompok
intervensi Kesimpulan : terdapat
menunjukkan hubungan yang
hubungan SN signifikan signifikan antara
dengan infeksi saluran pemakaian prednisolon
pernafasan (interval dg kekambuhan SN
kepercayaan 95%)
BAB I

•PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Sindroma nefrotik idiopatik 


merespon kortikosteroid
40-50 %  kambuh dan memiliki
faktor risiko
Kekambuhan sindrom nefrotik sering terjadi setelah
infeksi saluran pernapasan atau saluran pencernaan.

50 % - 70% pasien dinegara berkembang kambuuh


setelah infeksi saluran napas.
B. RUMUSAN MASALAH
 Apakah penggunaan kortikosteroids harian dapat
mengurangi untuk terjadinya kekambuuhan pada pasien
sindroma nefrotik ?
C. TUJUAN PENELITIAN

• Untuk mengetahui
apakah penggunaan
kortikosteroid
harian dapat
mengurangi
terjadinya
kekambuhan pada
pasien sindroma
nefrotik
BAB II

•METODE
PENELITIAN
A. Desain Penelitian B. Waktu dan Lokasi
• Jenis penelitian ini ialah Penelitian
Randomized Control Trial • Waktu penelitian akan
dengan pendekatan dilakukan pada tanggal
Prospektif September 2006 sampai
Desember 2009 di India

C. Populasi Penelitian
D. Sampel dan Teknik
• Pasien Sindroma Nefrotik Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini adalah RCT. Subjek yang
disertakan dalam penelitian ini bila
memenuhi kriteria retriksi
F. KTIRTERIA RESTRIKSI KASUS

Inklusi Ekslusi

•Usia 1 sampai 16 •Gangguan fungsi ginjal


tahun (serum creatinin >1.2
•Pasien yang baru mg/dl dikonfirmasi 2
didiagnosis sebagai minggu
sindrom nefrotik sering •Mendapatkan terapi
kambuh yang sedang imunosupresive selain
menjalani tappering off prednisolon dalam 6
•Kambuh minimal 2 kali bulan
dalam 6 bulan, atau 3 •Maksimal dosis steroid
kali dalam 12 bulan 1mg/kg Memiliki satu
atau lebih gejala
toksisitas steroid
Dosis harian
1. Prednisolon harian dengan dosis 1,5mg/kgBB
selama 4 minggu, diikuti dengan tapering
0,25mg/kgBB setiap 2 minggu sampai dosis 0,5-
0,75mg/kgBB.

2. pasien yang membutuhkan dosis prednisolon


>1mg/kgBB dikombinasi dengan levamisol
2mg/kgBB dengan dosis prednisolon sesuai
dengan dosis harian
 Intervensi
Pasien diberikan kortikosteroid dosis harian
dengan selang – seling baik dengan atau tanpa
levamisol
 Apabila terjadi infeksi pemberian di
kemabalikan ke dosis harian
 Kontrol
Pasien diberikan kortikosteroid dosis harian
dengan selang – seling dengan atau tanpa
levamisol
 Apabila terjadi infeksi pemberian tetap selang
seling / tidak dikembalikan ke dosis harian
Demam >38 derajat pada dua kali
Rhinorrhea atau batuk lebih dari 1
pengukuran suhu aksila dengan
hari
jarak minimal 1 jam

Infeksi Saluran
napas dan
gastrointestinal

Diare (3 kali atau lebih dalam 2 Prednisolon dosis harian selama 7


hari ) hari
Frekuensi  alergi, gigitan serangga, luka, imunisasi dan
penyakit lain yang dianggap menular

Suplemen kalsium carbonat (250mg/ hari untuk pasin


<6th, dan 500mg/hari > 6 th

Orang tua diminta untuk memeriksan urin pagi dengan


dipstick dan dicatat

Pasien  dikontrol melalui telpon setiap hari dan


kunjungan rumah sakit setiap satu minggu

kadar kreatinin, albumin dan kolesterol  pendaftaran,


6 bulan, dan 12 bulan
Pasien dengan infeksi serius ( infeksi saluran
pernapasan bawah, peritonitis dan selulitis)
dirawat dirumah sakit  prednisolon
0,5mg/KgBB peroral/hari atau hidrokortison IV
selama infeksi
Sindrom nefrotik dianggap kambuh apabila protuinuria +3
sampai 4 selama 3 hari berturut – turut setelah 7 hari terinfeksi

Prednisolon 2mg/kgBB/ hari sampai protein negatif selama


3 hari berturut - turut

1,5mg/kgBB/ hari selama 4 minggu  tepering off


Membandingkan tingkat kekambuhan terkait
infeksi

Hasil
studi

Frekuensi, tipe infeksi dan jumlah total dosis


prednisolon yang diterima kedua kelompok
257 pasien • 115 pasien tidak
termasuk dalam kriteria
inklusi
• 42 pasien menolak
100 pasien untuk ikut dalam
penelitian

Kelompok kasus Kelompok kontrol = 50


(intervensi) =50 orang orang

Infeksidosis selang -
Infeksidosis harian
seling

• Tidak difollow up 1
orang • Tidak difollow up 4
• Intervensi terputus 2 • Inetervensi terputus 4
orang

Jumlah 47 orang Jumlah 42 orang


J. TEKNIK ANALISIS DATA

Pengolahan dan analisis


Data di olah dengan
data hasil penelitian
program komputer Stata
dengan uji one-way
versi 9.1
ANOVA
HASIL PENELITIAN
TABEL 1
Karakteristik pasien Kelompok intervensi (n=50) Kelompok kontrol (n=50)

Usia (bulan) 78.5±35.6 81.7±38.7

Usia saat onset SN 68.7±21.2 71.2±30.7

Laki – laki 35 32

Berat badan 21.5±9.8 22.6±9.6

Panjang badan 113±34.2 113.8±38.6

Serum albumin (g/dL) 3.3±1.2 3.1±1.4

Serum colesterol (mg/dL) 209.0±98.2 262.0±96.2

Serum creatinin (mg/dL) 0.5±0.2 0.6±0.3

Kekambuhan/pasien/tahun 4.1±0.2 4.2±0.4


DISKUSI
Subjek pada penelitian ini adalah pasien sindroma
nefrotik yang baru didiagnosa sering kambuh

Terapi dengan kortikosteroid selang – seling


dengan atau tanpa levamisol

Selama infeksi pasien diberikan prednisolon


selama 7 hari dengan frekuensi lebih (kelompok
intervensi) dan melanjutkan dosis selang seling
(kontrol)
Peneilitian ini menunjukkan pengurangan
kekambuhan 50%

Penggunaan prednisolon selama infeksi


mengurangi tingkat kekambuhan hampir
setengah  1 dari 6 kambuh

70% pada kelompok intervensi dan 74 % pada


kelompok kontrol mengalami kekambuhan
setelah terinfeksi saluran pernafasan bagian
atas.
•Hasil penelitian •Pasien dengan
melaporkan bahwa kortikosteroid
penggunaan (prednisolon )
kortikosteroid (prednison) menunjukkan tingkat
harian menunjukkan kekambuhan lebih rendah
penurunan yang signifikan dibandingkan dengan
terhadap tingkat plasebo
kekambuhan (sampel 36)

Arab Sri
Saudi Langka
Kelompok intervensi secara signifikan menunjukkan risiko
lebih rendah untuk terjadinya kekambuhan (tingkat perbedaan
0,7 episode/pasien pertahun, interval kepercayaan (CI) 0,3)
dan tingkat kekambuhan total yang lebih rendah (0,9
episode/pasien pertahun CI 0,4) tanpa peningkatan tosisitas
steroid.
Pemberian prednisolon dosis harian
selama infeksi dapat mengurangi 59
% untuk terjadinya kekambuhan (OR
0,41, 95% CI 0,3).
Dari enam pasien yang mendappatkan
intervensi, satu menunjukkan
penurunan frekuensi kambuh dalam 3
tahun.
KESIMPULAN

Penggunaan prednisolon dosis harian


selama infeksi secara signifikan
mengurangi risiko tingkat kekambuhan
sindrom nefrotik
KELEMAHAN PENELITIAN

 Diagnosis infeksi hanya berdasarkan klinis,


tidak ada pemeriksaan virologi dan bekteriologi
 Penentuan alergi berdasarkan klinis, riwayat
dahulu dan riwayat keluarga
 Di negara maju lainnya dengan infeksi bukan
menjadi penyebab kekambuhan perlu
dilakukan evaluasi
 Penggunaan levamisol selama penelitian
TERIMA KASIH