Anda di halaman 1dari 26

BEA METERAI

DASAR HUKUM
BEA METERAI

Nomor 13 Tahun 1985


UU
ttg Bea Meterai

Nomor 24 Tahun 2000


PP ttg Pelaksaan UU BM

No. 133/KMK.04/2000
KMK No. 133a/KMK.04/2000
No. 133b/KMK.04/2000
No. 133c/kmk.04/2000

No. 122a/PJ./2000 Tgl. 1-5-2000


KEP. DJP No. 122b/PJ./2000 Tgl. 1-5-2000
No. 122c/PJ./2000 Tgl. 1-5-2000
No. 122d/PJ./2000 Tgl. 1-5-2000
PENGERTIAN UMUM TENTANG
BEA METERAI

BEA METERAI ADALAH PAJAK


ATAS DOKUMEN-DOKUMEN
TERTENTU YANG DISEBUTKAN
DALAM PASAL 2 UNDANG-
UNDANG BEA METERAI YANG
DIPAKAI OLEH MASYARAKAT
DALAM LALU LINTAS HUKUM
PENGERTIAN-PENGERTIAN

DOKUMEN ADALAH KERTAS YG BERISIKAN


TULISAN YG MENGANDUNG ARTI & MAKSUD
TENTANG : PERBUATAN ; KEADAAN, ATAU
KENYATAAN BAGI SESEORANG DAN ATAU PIHAK-
PIHAK YG BERKEPENTINGAN

BENDA METERAI ADALAH METERAI TEMPEL &


KERTAS METERAI YG DIKELUARKAN OLEH
PEMERINTAH RI

TANDA TANGAN ADALAH TANDA TANGAN


SEBAGAIMANA LAZIMNYA DIPERGUNAKAN,
TERMASUK : PARAP; TERAAN ATAU CAP TANDA
TANGAN /CAP PARAP; TERAAN CAP NAMA ATAU
TANDA LAINNYA SEBAGAI PENGGANTI TANDA
TANGAN

PEMETERAIAN KEMUDIAN ADALAH SUATU CARA


PELUNASAN BEA METERAI YG DILAKUKAN OLEH
PEJABAT POS ATAS PERMINTAAN PEMEGANG
DOKUMEN YG BEA METERAINYA BELUM
DILUNASI SEBAGAIMANA MESTINYA
OBJEK BEA METERAI

1. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan
sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan/ keadaan yang bersifat
perdata (a.l. Surat Kuasa, Surat Hibah, Surat Pernyataan)

2. Akta-akta Notaris termasuk salinannya


3. Akta-akta yang dibuat oleh PPAT termasuk rangkap-rangkapnya
4. Surat yang memuat jumlah uang :
1) yg menyebutkan penerimaan uang
2) yg menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dlm rekening
di Bank
3) yg berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank
4) yg berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau sebagian telah
dilunasi atau diperhitungkan
5. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep
6. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun
7. Sekumpulan Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam
surat kolektif
8. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan
1) surat-surat biasa dan surat kerumah tanggaan
2) surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya,
jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, lain dari maksud
semula
TARIF BEA METERAI

BERDASARKAN PERATURAN
PEMERINTAH NO. 24 TAHUN 2000
TARIF BEA METERAI DITETAPKAN
Rp 3.000,00 DAN Rp 6.000,00
BERLAKU MULAI 1 MEI 2000
DOKUMEN YANG TERUTANG BEA
METERAI DENGAN TARIF Rp 6.000,00

OBJEK
BEA METERAI
( BENTUK DOKUMEN)
1. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya (a.l. Surat Kuasa, Surat
Hibah, Surat Pernyataan) yg dibuat dg tujuan untuk digunakan Rp 6.000,00
sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau
keadaan yg bersifat perdata
2. Akta notaris termasuk salinannya Rp 6.000,00
3. Akta yang dibuat ole PPAT termasuk rangkap-rangkapnya Rp 6.000,00
4. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga nominal
lebih dari Rp 1.000.000,00 (atau dalam mata uang asing dengan
jumlah nominal yang sama)
1) yg menyebutkan penerimaan uang
2) yg menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang Rp 6.000,00
dalam rekening di Bank
3) yg berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank
4) yg berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau sebagian
telah dilunasi atau diperhitungkan
5. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep yang mempunyai harga
Rp 6.000,00
nominal lebih dari Rp 1.000.000,00
6. Efek / Sekumpulan Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun
Rp 6.000,00
yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,00
7. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka
Rp 6.000,00
pengadilan seperti surat-surat biasa, surat kerumah tanggaan, dan
surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai
DOKUMEN YANG TERUTANG BEA
METERAI DENGAN TARIF Rp 3.000,00

OBJEK
BEA METERAI
( BENTUK DOKUMEN)
1. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga
nominal lebih dari Rp 250.000,00 sampai dengan
Rp1.000.000,00
1) yang menyebutkan penerimaan uang
2) yang menyatakan pembukuan uang atau
penyimpanan uang dalam rekening di Bank Rp 3.000,00
3) yang berisi pemberitahuan saldo rekening di
Bank, atau
4) yang berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya
atau sebagiannya telah dilunasi atau
diperhitungkan

2. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep yang


mempunyai harga nominal lebih dari Rp 250.000,00 Rp 3.000,00
sampai dengan Rp1.000.000,00

3. Efek / Sekumpulan Efek dengan nama dan dalam


bentuk apapun yang mempunyai harga nominal Rp 3.000,00
sampai dengan Rp 1.000.000,00

4. Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan besarnya Rp 3.000,00


harga nominal
DOKUMEN YANG TIDAK TERUTANG
BEA METERAI

OBJEK
BEA METERAI
( BENTUK DOKUMEN)

1. Surat yang memuat jumlah uang yang


mempunyai harga nominal sampai dengan
Rp 250.000,00 :
1) yang menyebutkan penerimaan uang
2) yang menyatakan pembukuan uang atau
penyimpanan uang dalam rekening di -
Bank
3) yang berisi pemberitahuan saldo rekening
di Bank, atau
4) yang berisi pengakuan bahwa utang uang
seluruhnya atau sebagiannya telah
dilunasi atau diperhitungkan

2. Surat berharga seperti wesel, promes,


aksep yang mempunyai harga nominal -
sampai dengan Rp 250.000,00
DOKUMEN YANG TIDAK
DIKENAKAN BEA METERAI

a. DOKUMEN BERUPA :
1) SURAT PENYIMPANAN BARANG;
2) KONOSEMEN;
3) SURAT ANGKUTAN PENUMPANG & BARANG;
4) KETERANGAN PEMINDAHAN YG DITULISKAN DI ATAS
DOKUMEN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM ANGKA 1),
ANGKA 2) & ANGKA 3);
5) BUKTI UNTUK PENGIRIMAN & PENERIMAAN BARANG;
6) SURAT PENGIRIMAN BARANG UNTUK DIJUAL ATAS
TANGGUNGAN PENGIRIM
7) SURAT-SURAT LAINNYA YG DAPAT DISAMAKAN DGN
SURAT- SURAT SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM
ANGKA 1) SAMPAI ANGKA 6)

b. SEGALA BENTUK IJAZAH;

c. TANDA TERIMA GAJI, UANG TUNGGU, PENSIUN,


UANG TUNJANGAN, & PEMBAYARAN LAINNYA
YG KAITANNYA DGN HUBUNGAN KERJA SERTA
SURAT-SURAT YG DISERAHKAN UNTUK
MENDAPATKAN PEMBAYARAN ITU;

d. TANDA BUKTI PENERIMAAN UANG NEGARA DARI


KAS NEGARA & KAS PEMERINTAH DAERAH
DOKUMEN YANG TIDAK
DIKENAKAN BEA METERAI

e. KUITANSI UNTUK SEMUA JENIS PAJAK & UNTUK


PENERIMAAN LAINNYA YG DAPAT DISAMAKAN
DGN ITU DARI KAS NEGARA, KAS PEMERINTAH
DAERAH & BANK;

f. TANDA PENERIMAAN UANG YG DIBUAT UNTUK


KEPERLUAN INTERN ORGANISASI;

g. DOKUMEN YG MENYEBUTKAN TABUNGAN,


PEMBAYARAN UANG TABUNGAN KEPADA
PENABUNG OLEH BANK, KOPERASI & BADAN-
BADAN LAINNYA YG BERGERAK DI BIDANG TSB.;

h. SURAT GADAI YG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN


UMUM PEGADAIAN;

i. TANDA PEMBAGIAN KEUNTUNGAN ATAU BUNGA


DARI EFEK, DGN NAMA & DLM BENTUK APAPUN.
SAAT TERUTANGNYA BEA
METERAI

SAAT TERUTANGNYA BEA METERAI


DITENTUKAN OLEH KEADAAN
SEBAGAI BERIKUT :

a. DOKUMEN YG DIBUAT OLEH SATU PIHAK

TERUTANGNYA BEA METERAI ADALAH PADA


SAAT DOKUMEN DISERAHKAN DAN
DITERIMA OLEH PIHAK UNTUK SIAPA
DOKUMEN ITU DIBUAT;

b. DOKUMEN YG DIBUAT OLEH LEBIH DARI SATU


PIHAK
TERUTANGNYA BEA METERAI ADALAH PADA
SAAT SELESAINYA DOKUMEN DIBUAT YANG
DITUTUP DENGAN PEMBUBUHAN TANDA TANGAN
DARI YANG BERSANGKUTAN;

c. DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI :

TERUTANGNYA BEA METERAI ADALAH PADA SAAT


DOKUMEN ITU AKAN DIGUNAKAN DI
INDONESIA.
PIHAK YANG TERUTANG
BEA METERAI

BEA METERAI TERUTANG OLEH PIHAK


YANG MENERIMA ATAU PIHAK YANG
MENDAPAT MANFAAT DARI DOKUMEN
KECUALI PIHAK-PIHAK YANG
BERSANGKUTAN MENENTUKAN LAIN

DOKUMEN YANG DIBUAT SEPIHAK, BEA METERAI


TERUTANG OLEH PIHAK YANG MENERIMA
DOKUMEN
CONTOH : KUITANSI

DOKUMEN YANG DIBUAT OLEH DUA PIHAK, BEA


METERAI TERUTANG OLEH MASING-MASING PIHAK
CONTOH : SURAT PERJANJIAN DIBAWAH TANGAN

UNTUK AKTA NOTARIS, BEA METERAI TERUTANG


OLEH PIHAK YANG MENDAPAT MANFAAT DARI
AKTA TERSEBUT
CARA PELUNASAN
BEA METERAI

DGN CARA LAIN YG


DGN BENDA METERAI
DITETAPKAN MENKEU

Ó MESIN TERAAN
Ò METERAI TEMPEL METERAI

Ò KERTAS METERAI Ó TEKNOLOGI


PERCETAKAN

Ó SISTEM
KOMPUTERISASI
CARA PELUNASAN BEA METERAI
DGN METERAI TEMPEL

1. METERAI TEMPEL DIREKATKAN SELURUHNYA


DENGAN UTUH DAN TIDAK RUSAK DI ATAS DOKUMEN
YANG DIKENAKAN BEA METERAI;
2. METERAI TEMPEL DIREKATKAN DI TEMPAT DIMANA
TANDA TANGAN AKAN DIBUBUHKAN;
3. PEMBUBUHAN TANDA TANGAN DISERTAI DGN
PENCANTUMAN TGL, BULAN, DAN THN, DILAKUKAN
DGN TINTA ATAU YANG SEJENIS DGN ITU, SEHINGGA
SEBAGIAN TANDA TANGAN ADA DI ATAS KERTAS
DAN SEBAGIAN LAGI DI ATAS METERAI TEMPEL;
4. JIKA DIGUNAKAN LEBIH DARI SATU METERAI
TEMPEL, TANDA TANGAN HARUS DIBUBUHKAN
SEBAGIAN DI ATAS SEMUA METERAI TEMPEL DAN
SEBAGIAN DI ATAS KERTAS;
CARA PELUNASAN BEA METERAI
DGN KERTAS METERAI

1. KERTAS METERAI HANYA DAPAT DIGUNAKAN


UNTUK SEKALI PEMAKAIAN, MESKIPUN HANYA
DIGUNAKAN SEBAGAIAN

2. KERTAS METERAI YANG SUDAH DIGUNAKAN


TIDAK BOLEH DIGUNAKAN LAGI;

3. JIKA ISI DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA


METERAI TERLALU PANJANG UNTUK DIMUAT
SELURUHNYA DI ATAS KERTAS METERAI
YANG DIGUNAKAN

MAKA

UNTUK BAGIAN ISI YANG MASIH


TERTINGGAL DAPAT DIGUNAKAN KERTAS
TIDAK BERMETERAI

BILA KETENTUAN PENGGUNAAN DAN CARA


PELUNASAN BEA METERAI TIDAK DIPENUHI,
DOKUMEN YBS DIANGGAP TIDAK BERMETERAI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN
PELUNASAN BEA METERAI
DGN MESIN TERAAN METERAI

1. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN


PERMOHONAN IJIN SECARA TERTULIS KEPADA KEPALA
KPP SETEMPAT DENGAN MENCANTUMKAN JENIS, MEREK,
TAHUN PEMBUATAN MESIN TERAAN METERAI YANG
DIMINTAKAN IJIN PENGGUNAAN
2. MELAMPIRKAN SURAT PERNYATAAN TTG JUMLAH RATA-
RATA DOKUMEN YANG HARUS DILUNASI BEA METERAI-
NYA SETIAP HARI
3. MENYETOR DI MUKA BEA METERAI MINIMAL SEBESAR
Rp. 15.000.000,-- DGN SSP
4. MELAMPIRKAN SURAT KETERANGAN LAIK PAKAI ATAS
MESIN TERAAN METERAI YANG DIMINTAKAN IJIN
5. IJIN PENGGUNAAN MESIN TERAAN METERAI DITERBITKAN
OLEH KEPALA KPP YANG BERLAKU SELAMA JANGKA
WAKTU 2 (DUA) TAHUN
6. SEBELUM MESIN TERAAN METERAI DIGUNAKAN,
DILAKUKAN PENGISIAN DEPOSIT SEBESAR JUMLAH BEA
METERAI YANG DISETOR DI MUKA DAN PEMASANGAN
SEGEL PADA MESIN TERAAN METERAI TSB. OLEH KPP
SETEMPAT
7. DIBUATKAN BERITA ACARA PEMASANGAN SEGEL UNTUK
PEMAKAIAN YANG PERTAMA KALI, DAN BERITA ACARA
PEMBUKAAN DAN PEMASANGAN SEGEL UNTUK
PERPANJANGAN PEMAKAIAN MESIN TERAAN METERAI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN
PELUNASAN BEA METERAI
DGN TEKNOLOGI PERCETAKAN

PELUNASAN BEA METERAI DGN TEKNOLOGI


PERCETAKAN HANYA UNTUK CEK,
BILYET GIRO DAN EFEK

1. PENERBIT DOKUMEN MENYETOR DI MUKA BEA


METERAI KE KAS NEGARA SEBESAR JUMLAH
DOKUMEN YG HARUS DILUNASI BEA METERAINYA
2. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN
PERMOHONAN IJIN SECARA TERTULIS KEPADA
DIREKTUR JENDERAL PAJAK DENGAN
MENCANTUMKAN JENIS DOKUMEN YG AKAN DILUNASI
BEA METERAINYA DAN JLH BM YANG TELAH DIBAYAR
3. APABILA PERMOHONAN IJIN YANG DIAJUKAN OLEH
PENERBIT DOKUMNEN TELAH MEMENUHI SYARAT,
DIREKTUR JENDERAL PAJAK MENERBITKAN SURAT
IJIN PENCETAKAN TANDA LUNAS BEA METERAI
4. PELAKSANAAN PENCETAKAN TANDA LUNAS BEA
METERAI HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH PERUM
PERURI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN
PELUNASAN BEA METERAI
DGN SISTEM KOMPUTERISASI

PELUNASAN BM DGN SISTEM KOMPUTERISASI HANYA


ATAS DOKUMEN YG BERBENTUK SURAT YANG MEMUAT
JUMLAH UANG DGN JUMLAH RATA-RATA PEMETERAIAN
100 DOKUMEN SETIAP HARI

1. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN


PERMOHONAN IJIN SECARA TERTULIS KEPADA
DIREKTUR JENDERAL PAJAK DENGAN
MENCANTUMKAN JENIS DOKUMEN DAN PERKIRAAN
JUMLAH ARATA-RATA DOKUMEN YG AKAN DILUNASI
BEA METERAINYA
2. MENYETOR DI MUKA BEA METERAI SEBESAR
PERKIRAAN JUMLAH DOKUMEN YG HARUS DILUNASI
BEA METERAINYA SETIAP BULAN
3. DIREKTUR JENDERAL PAJAK MENERBITKAN IJIN
PELUNASAN BEA METERAI DGN MEMBUBUHKAN
TANDA BEA METERAI LUNAS DENGAN SISTEM
KOMPUTERISASI, APABILA PERMOHONAN PENERBIT
DOKUMEN TELAH MEMENUHI PERSYARATAN.
4. IJIN DARI DIREKTUR JENDERAL PAJAK, BERLAKU
SELAMA SALDO BEA METERAI YANG TELAH DISETOR
DI MUKA MASIH MENCUKUPI KEBUTUHAN
PEMETERAIAN 1 BULAN BERIKUTNYA
PEMETERAIAN KEMUDIAN

DILAKUKAN THD.

1. DOKUMEN YG AKAN DIGUNAKAN


SEBAGAI ALAT PEMBUKTIAN DI MUKA
PENGADILAN

2. DOKUMEN YG BEA METERAINYA TIDAK


ATAU KURANG DILUNASI DITAMBAH
DENGAN DENDA 200% DARI BEA METERAI
YANG KURANG ATAU TIDAK DIBAYAR

3. DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI


DAN AKAN DIGUNAKAN DI INDONESIA
TANPA DIKENAKAN DENDA
(APABILA DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR
NEGERI, DIMETERAIKAN SESUDAH
DIGUNAKAN, DIKENAKAN DENDA 200%
DARI BEA METERAI YANG TIDAK ATAU
KURANG DIBAYAR)
BEA METERAI ATAS DOKUMEN YG
DIBUAT DI LUAR NEGERI

DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI

SAAT DIGUNAKAN DI INDONESIA

HARUS DILUNASI BEA METERAINYA


DENGAN CARA
PEMETERAIAN KEMUDIAN
DENDA ADMINSTRASI

1. DOKUMEN YG TERUTANG BEA METERAI


TETAPI BEA METERAINYA TIDAK ATAU
KURANG DILUNASI SEBAGAIMANA
MESTINYA DIKENAKAN DENDA SEBESAR
200 % DARI BEA METERAI YG TIDAK ATAU
KURANG DIBAYAR

2. CARA PELUNASAN BEA METERAI YG


TERUTANG BERIKUT DENDANYA
DILAKUKAN DGN CARA PEMETERAIAN
KEMUDIAN
KETENTUAN KHUSUS

PEJABAT PEMERINTAH, HAKIM, PANITERA, JURU SITA,


NOTARIS DAN PEJABAT UMUM LAINNYA, MASING-
MASING DLM TUGAS DAN JABATANNYA

TDK
DIBENARKAN

1. MENERIMA MEMPERTIMBANGKAN ATAU MENYIMPAN


DOKUMEN YG BEA METERAINYA TIDAK/KURANG DIBAYAR;
2. MELEKATKAN DOKUMEN YG BEA METERAINYA
TIDAK/KURANG DIBAYAR SESUAI DGN TARIFNYA PADA
DOKUMEN LAIN YG BERKAITAN;
3. MEMBUAT SALINAN, TEMBUSAN, RANGKAPAN ATAU
PETIKAN DARI DOKUMEN YG BEA METERAINYA
TIDAK/KURANG DIBAYAR;
4. MEMBERIKAN KETERANGAN ATAU CATATAN PADA
DOKUMEN YG TIDAK/KURANG DIBAYAR SESUAI DGN TARIF
BEA METERAINYA.
AYAT (1)

PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN INI, DIKENAKAN


SANKSI ADMINISTRATIF SESUAI DENGAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU
AYAT (2)
DALUWARSA BEA METERAI

KEWAJIBAN PEMENUHAN BEA METERAI DAN DENDA


ADMINISTRASI YG TERUTANG MENURUT UNDANG-
UNDANG BEA METERAI

DALUARSA

SETELAH LAMPAU WAKTU 5 TAHUN

SEJAK

TANGGAL DOKUMEN DIBUAT


KETENTUAN PIDANA

DIPIDANA DGN KETENTUAN DLM KUHP

BARANGSIAPA

1. MENIRU ATAU MEMALSUKAN METERAI TEMPEL, KERTAS


METERAI ATAU MENIRU DAN MEMALSUKAN TANDA TANGAN
YG PERLU UNTUK MENSAHKAN METERAI;

2. DGN SENGAJA MENYIMPAN DGN MAKSUD UNTUK


DIEDARKAN ATAU MEMASUKKAN KE NEGARA INDONESIA
METERAI PALSU, YG DIPALSUKAN ATAU YG DIBUAT DGN
MELAWAN HAK;

3. YG SENGAJA MENGGUNAKAN, MENJUAL, MENAWARKAN,


MENYERAHKAN, MENYEDIAKAN UNTUK DIJUAL ATAU
DIMASUKKAN KE NEGARA INDONESIA METERAI YG
MEREKNYA, CAPNYA, TANDATANGANNYA, TANDA SAHNYA
ATAU TANDA WAKTUNYA MEMPERGUNAKAN TELAH
DIHILANGKAN SEOLAH-OLAH METERAI ITU BELUM DIPAKAI
DAN ATAU MENYURUH ORANG LAIN MENGGUNAKANNYA
DGN MELAWAN HAK;

4. MENYIMPAN BAHAN-BAHAN ATAU PERKAKAS-PERKAKAS YG


DIKETAHUINYA DIGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN SALAH
SATU KEJAHATAN UNTUK MENIRU DAN MEMALSUKAN
BENDA METERAI
KETENTUAN PIDANA

DIPIDANA DGN PIDANA PENJARA


SELAMA-LAMANYA 7 TAHUN
(TINDAK PIDANA KEJAHATAN)

BARANGSIAPA

DENGAN SENGAJA MENGGUNAKAN CARA


LAIN PELUNASAN BEA METERAI ATAS
DOKUMEN

TANPA IZIN MENTERI KEUANGAN


End of
Presentation

Thank You