Anda di halaman 1dari 8

LARUTAN

Ismul Musyawirah (L011191003)


Risnawati Azis (L011191004)
Nur Asfiah Fahirah. T (L011191005)
Muhamad Mahdar (L011191006)
1. Berikan penjelasan singkat disertai dengan contoh dari istilah: laju (rate), persamaan laju (rate
equation), hukum laju (rate law), orde reaksi, konstanta laju, energy aktivasi, sifat-sifat yang
mempengaruhi laju reaksi, katalis.

• Laju reaksi adalah perubahan jumlah pereaksi dan hasil reaksi per satuan waktu. Contoh =
• Laju reaksinya dinyatakan dalam persamaan berikut :
  Laju = - d (a - x)
dt
• persamaan laju reaksi : v = k [A]m[B]n
• Hukum laju reaksi menyatakan hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi dari reaktan
dipangkatkan bilangan tertentu. Dimana nilai pangkat tersebut ditentukan berdasarkan hasil
eksperimen, bukan berdasarkan koefisien persamaan reaksi setara.
• ordo reaksi adalah bilangan pangkat yang menyatakan naiknya laju reaksi akibat naiknya
konsentrasi.
• Konstanta kelajuan reaksi

• energi aktivasi adalah

• Sifat- sifat yang mempengaruhi laju reaksi diantaranya,


sifat dan konsentrasi pereaksi, semakin besar konsentrasi maka laju reaksi akan semakin cepat
berlangsung
suhu, semakin tinggi suhu suatu larutan maka semakin cepat pula suatu reaksi itu berlangsung.
ukuran partikel (pada reaksi heterogen), semakin luas permukaan bidang sentuh suatu zat maka
semakin cepat reaksi itu berlangsung.
katalisator, mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan energy aktivasi reaksi sehingga laju
reaksi pembentukan produk menjadi lebih cepat tercapai.
• katalis merupakan suatu zat yang apabila ditambahkan maka akan mempercepat laju reaksi suatu
2. Reaksi pembakaran metana CH4 : CH4(g) 3. Perhatikan reaksi: H2O2(aq)  H2O(l) + ½
+ 2 O2(g) → CO2 (g) + 2 H2O(g). jika metana O2(g) . Jika disosiasi 3M hydrogen
terbakar dengan laju 0,25 mol L-1 s-1, peroksida pada reaksi itu memiliki tetapan
hitung laju pembentukan CO2 dan H2O. laju reaksi 7x10-4 det-1, maka tentukanlah:
konsentrasi yang terurai, konsentrasi yang
Dik : tersisa, waktu paruh dan konsentrasi
metana terbakar dg laju 0,25 mol L-1 s-1. hydrogen peroksida yang dibutuhkan agar
tersisa 0,75M setelah 3,5 menit.
Dit: Dik :
hitung laju pembentukan CO2 dan H2O. [A0] =3M
k = 7x10-4 det-1
Penyelesaian: t=3,5 menit=210 detik
Laju Pembentukan CO2 = Laju penguraian [A]= 0,75 M
CH4 Dit :
= 0,25 mol L-1 s-1. konsentrasi yang terurai, konsentrasi yang
Laju pembentukan H2O = ½ x Laju tersisa, waktu paruh dan konsentrasi
penguraian CH4 hydrogen peroksida yang dibutuhkan agar
tersisa 0,75M setelah 3,5 menit.
= ½ x 0,25 mol L-1 s-1.
= 0, 125 mol L-1 s-1.
Penyelesaian :
log A = log Ao – kt/2,303 Waktu paruh
0,693
7 x10 4 det 1 x 210 det t1/ 2 
log A  log 3  k
2,303 0,693
t1/ 2 
log A  0,477  0,064  0,413 7x10 -4
A  100, 413  2,59 Molar 0,693
t1/ 2   990 s
7x10 -4
4. Jika reaksi pada soal No. 3 berlangsung pada suhu 45oC, ternyata kecepatan reaksi
peruraiannya memiliki kemiringan grafik -0,25. Berdasarkan data tersebut tentukanlah
energy aktivasi reaksi dan tetapan Arrhenius dari reaksi itu.
Dik :
T= 45oC
k= -0,25.
Dit :
energy aktivasi reaksi dan tetapan Arrhenius dari reaksi itu.!
Penyelesaian
5. Data eksperimen untuk reaksi: aA + bB  cC adalah sbb, 6. Dari soal No. 5 diatas, maka tetapan laju reaksi(k) adalah:
maka Tentukan orde reaksinya …………. M2/menit;
Percobaan [A], M [B], M Laju, M/menit
Penyelesaian
1 0,2 0,1 8x10-3
2 0,2 0,2 3,2x10 -2
v = k [A]a [B]b
v 1,6 x10 2
3 0,1 0,2 1,6x10-2 k 
[ A]a [ B ]b [0,1]1[0,2]2
Penyelesaian:
1,6 x10  2
v = k [A]a [B]b k  4 M / menit
0,004
nilai b =
8,0 x10 3 k[0,2]a [0,1]b
2
 a b
 0, 25  ( 0,5) b
b2
3,2 x10 k[0,2] [0,2]

nilai a =
3,2 x102 k[0,2]a [0,2]b
2
 a b
 2  ( 2) a  a  1
1,6 x10 k[0,1] [0,2]
7. Pada reaksi disosiasi N2O5 diperoleh grafik antara log
N2O5 terhadap waktu merupakan garis lurus dengan 8. Pada reaksi dekomposisi hipotetik, A → 2 B + C,
tentukanlah waktu paruh reaksi tersebut jika konsentrasi
kemiringan grafik 0,0054. Jika mula-mula terdapat N 2O5 awal A adalah 2,00 M, dan tetapan laju k = 0,12 mol -
sebanyak 2 M, maka setelah 3 menit akan tersisa 1
.L.menit-1.
sebanyak:……….. M. Dik :
[Ao]= 2 M
Dik : k = 0,12 mol-1.L.menit-1
[Ao]= 2M
t= 3 menit= 180 detik Dit:
kemiringan grafik (k) = 0,0054 Waktu paruh(t ½ ).....?

Dit: Penyelesaian:
A...? Berdasarkan dimensi k, maka reaksi tersebut
adalah orde dua dengan waktu paruh:
Penyelesaian: 1 1
t1/ 2   1 1 1
 4,17 menit
soal tersebut mengikuti persamaan reaksi k . A0 0,12mol .L.menit x 2mol.L
orde satu, :

log A = log Ao – kt/2,303


3 1
5,4 x10 det x180 det
log A  log 2 
2,303
log A  0,301  0,422  0,121
A  10 0,121  0,757 Molar
7. Pada reaksi disosiasi N2O5 diperoleh grafik antara log
N2O5 terhadap waktu merupakan garis lurus dengan
kemiringan grafik 0,0054. Jika mula-mula terdapat N 2O5
sebanyak 2 M, maka setelah 3 menit akan tersisa
sebanyak:……….. M.

Dik :
[Ao]= 2M
t= 3 menit= 180 detik
kemiringan grafik (k) = 0,0054

Dit:
A...?

Penyelesaian:
soal tersebut mengikuti persamaan reaksi
orde nol, :

[A]=[Ao]-kt
[A] = 2 M- 0,0054x180 det
= 2-0,972
= 1,028 M