Anda di halaman 1dari 32

TENNIS ELBOW

Pembimbing: dr. Margareta Dewi Dwi Wulandari, Sp.KFR


Departemen Rehabilitasi Medik
Anggota

1 Mia Esta Poetr Afdal Faisal, S.Ked

2 Retrisia Rachmadina, S.Ked

Rulitia Nairiza, S.Ked


Outline

1 Pendahuluan
2 Status Pasien
3 Tinjauan Pustaka

4 Analisa Kasus
Pendahuluan
Insert the title of your subtitle Here
Pendahuluan

Tennis Elbow Ditandai nyeri


Sekitar 1%–3%
merupakan epicondylus
orang dewasa Diakibatkan
gangguan lateral yang
(45–54 tahun) overuse dan
pada tendon menjalar ke
dan 50% strain repititif
yang distal maupun
pemain tenis  degenerasi
menyebabkan proksimal dan
mengalami simptomatik
penurunan meningkat
epikondilitis dari tendon otot
fungsi anggota dengan
lateral atau ekstensor
gerak yang pergerakan
Tennis elbow
terkena sendi
Status Pasien
Insert the title of your subtitle Here
INDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. DS
• Umur : 43 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Alamat : Palembang
• Status Perkawinan : Menikah
• Tanggal Periksa : 29 November 2018

7
Anamnesis
(dilakukan autoanamnesis dengan pasien pada 29 November 2018)

Keluhan Utama
• Nyeri pada siku kanan sejak 10 bulan lalu

Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat Penyakit Sekarang


± 4 bulan SMRS, keluhan nyeri dirasakan
• ± 10 bulan SMRS pasien merasakan semakin memberat dan dirasakan terus-
nyeri pada siku kanan. Pasien menerus, terutama saat pasien
menunjukkan nyeri dirasakan pada mengerakan siku. Pasien mengeluh
anterolateral siku yang menjalar ke kelemahan saat memegang barang
lengan bawah dan lengan atas. Nyeri terutama saat posisi lengan lurus (ekstensi)
pasien merasakan nyeri dan sering
dirasakan semakin lama memberat menjatuhkan benda, seperti handphone,
terutama saat bekerja dalam waktu piring, atau gelas. Nyeri dikatakan
yang lama. Saat keluhan muncul, pasien berkurang bila pasien melipat siku ke arah
mengoleskan balsam untuk mengurangi bahu berlawanan. Pasien lalu
memeriksakan diri ke RSUP Dr.
nyeri dan istirahat. Mohammad Hoesin Palembang.
Anamnesis
Riwayat Penyakit Dahulu
• -

Riwayat Kebiasaan
• Sering mengangkat berat (seperti ember yang berisi air), pasien sering melakukan aktivitas seperti mencuci pakaian
secara konvesional.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga


• Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
• Keadaan umum : Tampak sakit ringan
• Kesadaran : Kompos mentis
• Tekanan darah : 110/70 mmHg
• Nadi : 80 x/menit, irama reguler, isi dan tegangan cukup.
• Pernapasan : 18 x/menit, regular
• Suhu aksila : 36,3ºC
• Berat badan : 54 kg
• Tinggi badan : 163 cm
• IMT : 20,32 kg/m2
• Status gizi : Normoweight
• VAS :5
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
• Kepala
Normosefali, simetris, warna rambut putih (uban), tidak mudah dicabut, alopesia (-), distribusi
merata.
• Mata
Edema palpebra (-), konjungtiva palpebra pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor, RC
(+/+)
• Leher
JVP (5-2) cmH2O, pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid (-).
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis Thoraks
• Paru
Inspeksi : Statis simetris kiri = kanan, dinamis tidak ada bagian dinding dada yang
tertinggal
Palpasi : Stem fremitus simetris kanan = kiri
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-)
• Jantung
Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus cordis tidak teraba
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : HR = 80 x/menit, reguler, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan Fisik (cont’d)
• Abdomen
Inspeksi : Datar, venektasi (-), caput medusae (-), striae (-), umbilicus tidak menonjol
Palpasi : Lemas, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
Perkusi` : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal

• Ekstremitas : Akral hangat (+), edema (-), ROM aktif pasif baik
Manual muscle testing : Penurunan kekuatan otot ekstensor pergelangan tangan kanan (4)
Pemeriksaan khusus : Coven test (+); Motion stress test (+)

Regio Elbow Dextra


Inspeksi : edema (-), merah (-), luka (-), deformitas (-)
Palpasi : nyeri tekan (+), spasme (+)
PEMERIKSAAN FISIK
Status Neurologis
• Kesadaran : kompos mentis, GCS E4V5M6
• Fungsi luhur : dalam batas normal
• Fungsi vegetatif : dalam batas normal
• Fungsi sensorik : dalam batas normal
• Fungsi motorik : dalam batas normal
• Fungsi nervus cranialis : dalam batas normal

14
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Tidak dilakukan

15
ASSESSMENT
No Level ICF Kondisi saat ini Sasaran
1 Struktur dan fungsi tubuh Nyeri pada siku kanan Mengurangi nyeri

2 Aktivitas Gangguan aktivitas sehari-hari seperti menyapu, Dapat melakukan pekerjaan sehari-
mengepel, mencuci, dan memasak hari seperti biasa dengan nyaman

3 Partisipasi Pasien tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan Dapat beraktivitas dan berpartisipasi
sosialnya secara nyaman tanpa merasa nyeri pa dalam kegiatan sosial dengan nyama
da bagian siku n tanpa masalah

16
DAFTAR MASALAH DAN DIAGNOSIS
• Masalah Medis :Nyeri sendi siku kanan
• Masalah Rehabilitasi Medik
Fisioterapi : Pasien merasa tidak nyaman karena nyeri pada kedua siku tangan terutama
sebelah kanan
Okupasi Terapi : gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) karena kesulitan untuk
bergerak bebas.
Sosiomedik : nyeri pada siku tangan, memerlukan bantuan untuk mengangkat benda berat

• DIAGNOSIS: Epikondilitis Lateral (Tennis Elbow) Dekstra

17
Tatalaksana
Terapi Medikamentosa
• Natrium diklofenak 2x50 mg

Terapi non-Medikamentosa
• Fisioterapi:
Trancutaneous electricity nerve stimulation (TENS) untuk mengurangi nyeri
• Occupational therapy
Strengthening exercise (latihan penguatan) untuk sistem muskular, serta berlatih dalam melakukan kegiatan sehari-
hari
• Sosiomedik
Mengevaluasi kegiatan sehari-hari pasien agar tidak memaksakan mengangkat benda yang berat karena dapat
memperberat nyeri.
• Psikoterapi
Memberikan support mental dan psikoterapi pada pasien, karena pengobatan bertahap, dan nyeri yang dapat timbul
berulang.
Tinjauan Pustaka
TENNIS ELBOW

• Tennis elbow atau epikondilitis lateral merupa


kan nyeri siku bagian lateral. Kelainan ini dialami
sekitar 50% pemain tenis, walupun kurang dari
10% pasien merupakan pemain tenis.
• Tennis elbow dihubungkan dengan degenerasi
dari origo m. extensor carpi radialis brevis (ECRB)
pada epicondylus lateral.
• Tendon ekstensor, termasuk supinator, extensor
carpi radialis longus dan extensor digitorum 
terlibat

20
Epidemiologi

1-3% populasi umum; Your Text Here


Insiden

50% dari pemain tenis ↑ pada >35 tahun


. (30-50 tahun)
.

Laki-laki = perempuan  perempuan = derajat kelemahan nampak lebih tinggi dan proses penyembuhan lebih lama
Lebih umum mengenai orang kulit putih dan pada lengan dominan
Pekerjaan yang membutuhkan aktivitas repetitif ekstremitas atas seperti mengangkat barang berat; pronasi dan supinasi
lengan yang kurang tepat; dan vibrasi berulang.
Prognosis yang baik  sembuh spontan dalam 1–2 tahun pada 80–90% pasien
ETIOLOGI
• Gerakan repetitif kontraksi eksentrik dari ekstensor carpi radialis brevis (ECRB)
• Mekanisme yang tidak tepat pada tendon ekstensor atau supinator.
– Pemain tenis  backhand yang salah, ukuran genggaman yang tidak tepat, dan keketatan
senar raket

22
PATOFISIOLOGI

• Gerakan repititif  Mikrotrauma  Proses degeneratif


• Proses degeneratif ditandai dengan hiperplasia angifibroblastik + tidak ditemukan sel inflamasi =
Tendinosis
• Pada tahapan awal  Inflamasi dapat terjadi  Memburuk  Kalsifikasi
• Serabut sensoris yang mengandung substansi P dan CGRP (calcitonine gene-related peptide)-like
lebih aktif pada origo extensor carpi radialis brevis = sensasi nyeri

23
MANIFESTASI KLINIS
NYERI
• Lokasi nyeri  origo tendon ekstensor lengan bawah pada epikondilus lateral.
• Nyeri menjalar ke lengan atas atau lengan bawah
• Onset bertahap
• Memberat saat aktivitas  backhand, bersalaman, bercukur, mengangkat cangkir,
menggunakan obeng, atau mengangkat barang dengan siku ekstensi
• Penurunan kekuatan dan fleksibilitas otot ekstensor pergelangan tangan

24
PEMERIKSAAN FISIK
• Nyeri pada epicondylus lateral yang berkurang saat istirahat atau gerakan pasif
• Bengkak dan ekimosis (jarang)
• Deformitas (-)
• ROM baik, Neurologis baik
• Pemeriksaan khusus:
– Tes Cozen
– Thes Chair
– Tes Bowen
– Tes Thomson
– Tes Mill
– Tes Motion Stress
– Tes Maudsley

25
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus.
• Radiologis  Kalsifikasi ringan pada tendon
• Untuk menyingkirkan diagnosis banding

26
TATALAKSANA

• Modifikasi Aktivitas, Istirahat, Es,


dan Pembidaian
• Exercise
• Intervensi Elektroterapi  Ultraso
und, Shock wave therapy, Laser
• Injeksi Steroid
• Pembedahan

Bisset, LM; Vicenzino, B. 2015. Physiotherapy Management of Lateral Epicondylalgia. Journal of Physioth
erapy. (61): 174–181.
27
28
Analisa Kasus
Nyeri di anterolateral siku
menjalar ke lengan atas dan
lengan bawah
Nyeri siku kanan
Nyeri memberat saat aktivitas
dan mengangkat beban dengan
lengan ekstensi
Mencuci secara
Gerakan ekstensi dan fleksi
Ny. DS, 43 konvensional dan
elbow dan wrist berulang
tahun mengangkat berat
ROM baik  nyeri saat
bergerak
Neurologis baik

Kelemahan otto ekstensor


Pemeriksaan fisik
pergelangan tangan

Tes coven (+)


Dx: Tennis Elbow/ Epikondilitis
Tes mostion stress (+)
Lateral Dextra 30
Kesimpulan

Epidemiologis  Lokasi nyeri  anterolat Tatalaksana


termasuk usia puncak eral siku  origo otot ek OAINS : Natrium diklofenak
(30–50 tahun); mengenai stenso pergelangan tang TENS  ↓ nyeri siku
lengan dominan an di epicondylus lateral Latihan

Gerakan repititif (+) ektensi-fleksi Kelemahan otot


pergelangan tangan dan pronasi- ekstensor (+)
supinasi Mikrotrauma 
Proses degeneratif (Inflamasi
dan fibrosis)