Anda di halaman 1dari 23

PROGRAM PASCASARJANA

MAGISTER MANAJEMEN PERKEBUNAN (MMP)


INSTIPER YOGYAKARTA

MANAJEMEN PRODUKSI
TANAMAN PERKEBUNAN
BAB I
PENDAHULUAN

Oleh : Prof. Dr. Kadarwati Budihardjo,SU


BAB 1

A. Pengertian Manajemen Produksi


B. Ruang Lingkup Manajemen
Produksi
C. Fungsi Manajemen
D. Peran Manajemen Produksi
A. PENGERTIAN
MANAJEMEN PRODUKSI

Menurut Para Ahli

Menurut ANDA????
MANAJEMEN
 Manajemen merupakan suatu aktivitas, sedangkan manajer adalah
orang yang melaksanakan manajemen.
 Seorang manajer adalah seorang ilmuwan sekaligus seorang
seniman.
 Tidak semua permasalahan yang dihadapi dapat dipecahkan dengan
ilmu manajemen. Dalam kasus-kasus tertentu manajer harus
mengandalkan diri pada seni – firasat – keyakinan – motivasi -
kreativitas – inovasi – koordinasi - dengan penerapan yang baik.
 Setiap perusahaan memiliki manajemen yang berbeda, namun yang
selalu ada yaitu memindahkan (transportasi), menyimpan,
memeriksa, dan meminjamkan
MANAJEMEN PRODUKSI TANAMAN
 Manajemen
 Rangkaian dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
menggunakan/mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang
lain.
 Produksi
 Barang dan/jasa yang dihasilkan dari proses pengalihan
(transformasi) masukan (input) berupa sumber daya
(resources) menjadi keluaran (output) atau produk
perusahaan (Handoko, 2000).
 Tanaman
 Tumbuhan yang dipelihara manusia dengan sengaja agar
dapat memberikan manfaat (Nasoetion, 2007).
 Pertanian (Perkebunan)
 Suatu usaha untuk mengadakan suatu ekosistem buatan
yang bertugas menyediakan bahan makanan bagi
manusia (Nasoetion, 2007)
MANAJEMEN PRODUKSI
TANAMAN PERKEBUNAN
“Seluruh usaha manusia untuk
merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, dan mengendalikan
atau mengawasi segala kegiatan
yang menggunakan faktor-faktor
produksi dengan efektif dan efisien
sehingga dapat memberikan
produksi tanaman semaksimal
mungkin“
B. RUANG LINGKUP
MANAJEMEN
PRODUKSI

PERENCANAAN SISTEM SISTEM PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI


PRODUKSI PRODUK PRODUK
 Produk  Proses Produksi  Struktur Organisasi
 Lokasi Pabrik  Bahan Baku  Berproduksi atas dasar
 Letak Fasilitas Produksi  Tenaga Kerja pesanan
 Lingkungan Kerja  Biaya Produksi  Produksi untuk pasar
 Standar Produksi  Kualitas  Analisa Pasar dan Issue
 Pemeliharaan global

PROSES PRODUKSI

 Perencanaan (Planning)
 Pengorganisasian
(Organizing)
 Pengarah (Directing)
 Pengkoordinasian
(Coordinating)
 Pengendalian
(Controlling)
C. FUNGSI MANAJEMEN

P O A C E
Pl Or Ac Co Ev
an ga tu n al
n in ni at tro ua
g zin in l lin tin
g g g g

Aplikasinya dalam perkebunan???

Terapkan 5W + 1H !!
PLANNING
What • Apa yang dilakukan

Who • Siapa yang melakukan

When • Kapan dilakukan

Where • Dimana dilakukan

Why • Kenapa dilakukan

How • Bagaimana caranya

Hasil akhir dari kegiatan “Planning” berupa??


ORGANIZING
What ●
Apa yang dilakukan

Who ●
Siapa yang melakukan

When ●
Kapan dilakukan

Where ●
Dimana dilakukan

Why ●
Kenapa dilakukan

How ●
Bagaimana caranya

Hasil akhir dari kegiatan “Organizing” berupa??


ACTUATING
What ●
Apa yang dilakukan

Who ●
Siapa yang melakukan

When ●
Kapan dilakukan

Where ●
Dimana dilakukan

Why ●
Kenapa dilakukan

How ●
Bagaimana caranya

Hasil akhir dari kegiatan “Actuating” berupa??


CONTROLLING
What ●
Apa yang dilakukan

Who ●
Siapa yang melakukan

When ●
Kapan dilakukan

Where ●
Dimana dilakukan

Why ●
Kenapa dilakukan

How ●
Bagaimana caranya

Hasil akhir dari kegiatan “Controlling” berupa??


EVALUATING
What ●
Apa yang dilakukan

Who ●
Siapa yang melakukan

When ●
Kapan dilakukan

Where ●
Dimana dilakukan

Why ●
Kenapa dilakukan

How ●
Bagaimana caranya

Hasil akhir dari kegiatan “Evaluating” berupa??


Dalam melaksanakan aktivitas manajemen sangat
berguna menerapkan konsep pengintegrasian P.I.R.O

an
ng

a
n

ju
ay
ra

sa

Tu
/O

rd
a

n/
ag

be
ia

ra
G
us

sa
m
e/
an

Sa
Su
Id
M
People
Ideas
Resources
Objectives
D. PERANAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen Produksi menawarkan kesempatan profesi sebagai contoh : direktur
operasi, direktur pabrik, manajer operasi, manajer pengawasan produk, manajer
lapang, asisten manajer, dan lain sebagainya. Beberapa tugas yang harus
dilakukan oleh Manajer Operasi adalah :
• Menentukan dan mengatur letak lahan pertanian dengan letak pabrik
penanganan pasca panen
• Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien
agar tidak menyita waktu dalam gerakan
• Melakukan pemeliharaan peralatan di lahan pertanian dan pabrik agar
menjamin keandalan dan kontinuitas operasi
• Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk
menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah
• Menentukan input yang akan dibuat atau dibeli
• Menentukan atau memperbaiki jadwal kegiatan usahatani atau kegiatan proses
produksi pasca panen
• Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di
lapang maupun di kantor
• Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan
• Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses dll
 
 PERAN MANAJEMEN
PRODUKSI

Gambar 2. Peran manajemen produksi


PERENCANAAN PROSES PRODUKSI
Di dalam sistem operasional dikenal ada 4 strategi proses (Tampubolon, 2004) yaitu :

1. Proses produksi yang terputus-putus (intermitten process)


Merupakan kegiatan operasional yang mempergunakan peralatan produksi yang
disusun/diatur sedemikian rupa yang dimanfaatkan secara fleksibel (multipurpose)
untuk menghasilkan berbagai produk atau jasa. Contoh : di bidang pelayanan yaitu
: Restoran Chinesse Foods menyiapakan makanan sesuai pesanan pelanggan yang
dikerjakan oleh juru masak. Umumnya proses intermitten merupakan sistem
operasional yang tidak terstandarisir, hanya berdasarkan keinginan pelanggan
pada saat dilakukan pemesanan.
2. Proses produksi yang kontinu (continous process)
Merupakan proses produksi yang mempergunakan peralatan produksi yang disusun
dan diatur dengan memperhatikan urutan kegiatan dalam menghasilkan produk
atau jasa, serta arus bahan di dalam proses telah terstandarisasi. Contoh :
minuman Teh Botol merupakan produk yang terstandarisasi.
3. Proses produksi yang berulang-ulang (repetitive process)
Merupakan proses produksi yang menggabungkan fungsi intermitten process dan
continous process. Tetapi proses ini mempergunakan bagian dan bahan komponen
yang berbagai jenis diantara proses yang kontinu. Contoh : dalam usaha jasa,
restoran besar melayani banyak pelanggan dengan beragam menu.
4. Produksi massa (mass customization)
Merupakan proses produksi yang menggabungkan fungsi intermitten process,
continous process serta repetitive process yang menggunakan berbagai komponen
bahan, teknik skedul produksi dan mengutamakan kecepatan pelayanan.
CONTOH :
Berikut merupakan cara manajemen seorang manajer di sebuah perkebunan kelapa
sawit swasta PT. Asfesabes Jaya dimulai dari teknik penanaman.
a) Penentuan Pola Tanam Pola penanaman kelapa sawit yang diterapkan adalah
monokultur , dengan tanaman penutup tanah adalah LCC (Legume Cover Crop)
karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah
erosi, mempertahankan kelembapan dll.
b) Pengajiran (jarak tanam) ) Sistem jarak penanaman yang digunakan adalah
segitiga sama sisi, dengan jarak 9x9x9 m. Dengan sistem segi tiga sama sisi ini,
pada arah Utara–Selatan tanaman berjarak 8,82 m dan jarak untuk setiap
tanaman adalah 9 m, jumlah tanaman 143 pohon/ha.
c) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum
menanam. Ukurannya adalah 50x40x40 cm. Pada waktu menggali lubang, tanah
bagian atas dan bawah dipisahkan, masing- masing di sebelah Utara dan
Selatan lubang
d) Pemeliharaan Tanaman  Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman
yang mati atau tumbuh kurang baik. Penyulaman yang baik dilakukan pada
musim hujan. Bibit yang digunakan harus seumur dengan tanaman yang
disulam
. yaitu berkisar 10-14 bulan. Banyaknya sulaman sekitar 3-5% setiap
hektarnya. Penanaman Tanaman Kacang-Kacangan Penutup Tanah (LCC) pada
areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-
sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi dan mempertahankan
kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma.
e) Membentuk Piringan (Bokoran) Piringan di sekitar tanaman kelapa sawit harus
tetap bersih. Oleh karena itu tanah di sekitar pokok dengan jari-jari 1-2 m dari
tanaman harus selalu bersih dan gulma yang tumbuh harus dibabat atau
disemprot dengan herbisida
f) Pemupukan Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk N, P, K, Mg dan B (Urea,
TSP,
KCl, Kiserit dan Borax). Pemupukan tambahan dengan pupuk Borax pada
tanaman
muda sangat
Dosis pupukpenting, karena kekurangan
yang digunakan Borax
disesuaikan (Boron
dengan deficiency)
umur tanamanyang
atauberat
sesuai
dapat mematikan tanaman kelapa sawit.
dengan anjuran Balai Penelitian Kelapa Sawit.
 Pupuk N ditaburkan merata mulai jarak 50 cm dari pokok sampai di pinggir
luar piringan. Pupuk P, K dan Mg harus ditaburkan merata pada jarak 1-3 m
dari pokok. Pupuk B ditaburkan merata pada jarak 30-50 cm dari pokok.
Waktu pemberian pupuk sebaiknya dilaksanakan pada awal musim hujan
(September-Oktober), untuk pemupukan yang pertama dan pada akhir
musim hujan (Maret-April) untuk pemupukan yang kedua. Untuk tanaman
yang belum menghasilkan, yang berumur 0-3 tahun, dosis pemupukan per
pohon per tahunnya disajikan pada tabel berikut.
 Pupuk N, P, K, Mg, B ditaburkan merata dalam piringan mulai jarak 20 cm
dari pokok sampai ujung tajuk daun. Waktu pemupukan sebaiknya
dilaksanakan pada awal musim hujan (September-Oktober), untuk
pemupukan yang pertama dan pada akhir musim hujan (Maret-April) untuk
pemupukan yang kedua
g) Pemangkasan Daun Pemangkasan daun bertujuan untuk memperoleh pohon
yang
bersih dengan jumlah daun yang optimal dalam satu pohon serta memudahkan
pamanenan. Memangkas daun dilaksanakan sesuai dengan umur/tingkat
pertumbuhan tanaman.
 TEKNIK PROSES
PRODUKSI

Ekstrakti • Mengambil bahan – bahan langsung dari alam.


Proses eksraktif ini terdapat dalam industri proses

f produktif dasar

Analitik
• Proses pemisahan dari suatu bahan menjadi
beberapa macam barang yang hampir
menyerupai bentuk/jenis aslinya

• Proses yang mengubah suatu bahan menjadi

Pabrikasi beberapa bentuk. Pengubahan bentuk tersebut


dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai
macam mesin

• Pengkombinasian beberapa bahan ke dalam suatu bentuk

Sintetik
produk. Dalam pengolaha baja, gelas/kaca, produk
akhirnya sangat berbeda dengan jenis aslinya karena ada
perubahan fisik atau kimia. Misalnya : sepatu, meubel dan
sebagainya.
 SUMBER DAYA
PRODUKSI
• Segala sesuatu di alam semesta yang dapat

Alam dimanfaatkan
kebutuhannya
manusia
(tanah,
untuk
hewan,
memenuhi
udara, bahan
tambang)

• Barang/hasil produk yang digunakan untuk


Modal menghasilkan produk
(peralatan, bahan, kering)
lebih lanjut

• Segala kegiatan manusia baik


Tenaga Kerja jasmani/rohani
proses
yang
produksi
dicurahkan
untuk
dalam
menghasilkan
barang/jasa (terdidik/terlatih)

Teknologi • Faktor produksi yang membawa pengaruh besar


terhadap kelangsungan usaha

• Data/fakta yang merupakan kenyataan yang


Informasi menggambarkan
kesatuan nyata
suatu kejadian-kejadian dan

• Pengusaha berperan mengatur dan

Pengusaha mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam


rangka meningkatkan kegunaan barang/jasa secara
efektif dan efisien
 BENTUK PROSES
PRODUKSI
Industri Proses Sistem produksi yang proses produksinya
(Proses Kimia) menggunakan sifat kimia berupa proses-
proses kimia (perusahaan minyak kelapa
sawit)
Industri Ditandai dengan adanya perubahan dari
Manufaktur input menjadi output (industri kursi)

Industri Menggabungkan komponen-komponen


Perakitan menjadi produk akhir (industri otomotif)

Industri Proses produksi yang lebih mengarah pada


Transportasi penciptaan perpindahan barang/jasa (PT.
TIKI)
Industri Jasa Produk dan layanan yang disediakan tidak
dalam bentuk nyata melainkan suatu yang
abstrak (rumah sakit)
 PENUTUP

 Melalui pendekatan sistem berusaha untuk


mengkombinasikan faktor –faktor produksi (5M) sehingga
dapat diproduksi barang-barang produk secara efektif dan
efisien
 Manajemen produksi lebih fokus pada proses menghasilkan
produk barang (bukan jasa)
 Sistem produksi menitikberatkan pada perencanaan
perusahaan untuk mengadakan kegiatan proses produksi