Anda di halaman 1dari 6

CIRI KEBAHASAAN KARYA ILMIAH

KELOMPOK 4
MOH.WAHYUDI AP
ALDIN
ERNA S
ASNI RUSDANG
CIRI KEBAHASAAN KARYA ILMIAH
• 1. Menggunakan bahasa baku atau standar.
• bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang
menjadi standar. Contoh : Kiriman dari ayah sudah saya terima.
• 2. Tidak Ambigu ( Tidak bermakna Ganda atau Multitafsir )
• Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang
dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Contoh : Istri pegawai yang gemuk itu berasal dari
Surabaya. kalimat itu memang mengandung dua makna:
• pertama, yang gemuk adalah pegawai; atau
• kedua. yang gemuk adalah isteri pegawai.
• 3. Singkat, Jelas, Lugas, dan Lengkap.
• Artinya, kata dan kalimat yang digunakan sederhana, tanpa basa-basi, tidak mengandung
makna ganda, dan tidak memberi kemungkinan salah tafsir.
• Lugas berarti bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsir ganda. Bentuk dan pilihan
kata serta susunan kalimatnya hanya memungkinkan satu pilihan tafsiran, yaitu tafsiran
yang sesuai dengan maksud penulis. Contoh : Awan terlihat mendung sejak tadi pagi.
• 4. Menggunakan istilah bidang keilmuwan tertentu.
• Adalah istilah yang menyangkut bidang keilmuwan tertentu . Contoh : Didalam Geografi
terdapat Istilah Evaporasi yang memiliki arti penguapan .
• 5. Reproduktif.
• Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh
pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa
langsung memahami konten dari karya ilmiah. Contoh : Komunikasi ilmiah harus bersifat
reproduktif, artinya bila si pengirim komunikasi menyampaikan suatu informasi yang
katakanlah berupa x, maka si penerima komunikasi harus menerima informasi yang
berupa x pula.
• 6. Tidak Emotif.
• Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab,
karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian,
bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya. Contoh : Ayo, wahai pemuda harapan
bangsa, kita songsong masa depan yang lebih cerah untuk nusa dan bangsa kita! Ini
merupakan contoh kalimat emotif.
• 7. Bersifat Dekoratif.
• Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu
makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan
kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa
menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa
membingungkan. Contoh : Saya terlambat ke Sekolah tadi pagi.Maman tidak suka
daging kelinci.
• 8. Terdapat Kohesi.
• Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan
bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah
karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling
bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin
disampaikan. Contoh : Pak Andi mengajar bahasa indonesia dan prakarya. Pelajaran
tersebut merupakan pelajaran yang dikuasainya dan mampu diajarkannya dengan baik.
• 9. Bersifat Objektif.
• Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak
dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta
dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.
• Contoh : Indonesia merupakan bekas jajahan Belanda dan Jepang.
• 10. Menggunakan kalimat Efektif.
• penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan
semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca
tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan
kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung. Contoh : Karena tidak
diundang , dia tidak datang ke tempat itu .
TERIMA KASIH