Anda di halaman 1dari 12

LINGKUNGAN ETIKA DAN

AKUNTANSI

By. 1 Emi Yulia Siska 01041881921002


2 Sari Mustika Widyastuti 01041881921002
PENDAHULUAN

• tujuan utama bisnis adalah memperoleh keuntungan.


• dalam bisnis yang modern saat ini, pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang yang
profesional di bidangnya.
• profesionalisme dapat diperlihatkan melalui kinerja tertentu. kinerja tidak hanya berfokus pada
aspek bisnis, manajerial, dan organisasi teknis murni, melainkan juga menyangkut aspek etis.
• kinerja yang menjadi prasyarat keberhasilan bisnis menyangkut komitmen moral, integritas moral,
disiplin, loyalitas, kesatuan visi moral, pelayanan, dan sikap mengutamakan mutu, penghargaan
terhadap hak dan kepentingan pihak-pihak terkait yang berkepentingan (stakeholder)
PENTINGNYA ETIKA DALAM PRAKTIK BISNIS
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip Otonomi :

Yaitu Kemampuan Mengambil Keputusan Dan Bertindak Berdasarkan Kesadaran Tentang Apa Yang Baik Untuk Dilakukan Dan Bertanggung Jawab Secara Moral Atas Keputusan
Yang Diambil.

2. Prinsip Kejujuran :

Bisnis Tidak Akan Bertahan Lama Apabila Tidak Berlandaskan Kejujuran Karena Kejujuran Merupakan Kunci Keberhasilan Suatu Bisnis (Misal Kejujuran Dalam Pelaksanaan
Kontrak, Kejujuran Terhadap Konsumen, Kejujuran Dalam Hubungan Kerja Dan Lain-lain).

3. Prinsip Keadilan :

Bahwa Tiap Orang Dalam Berbisnis Harus Mendapat Perlakuan Yang Sesuai Dengan Haknya Masing-masing, Artinya Tidak Ada Yang Boleh Dirugikan Haknya.

4. Prinsip Saling Menguntungkan :

Agar Semua Pihak Berusaha Untuk Saling Menguntungkan, Demikian Pula Untuk Berbisnis Yang Kompetitif.

5. Prinsip Integritas Moral :

Prinsip Ini Merupakan Dasar Dalam Berbisnis Dimana Para Pelaku Bisnis Dalam Menjalankan Usaha Bisnis Mereka Harus Menjaga Nama Baik Perusahaan Agar Tetap Dipercaya
Dan Merupakan Perusahaan Terbaik
PRAKTIK BISNIS YANG TIDAK BERETIKA
• Praktik Bisnis Yang Dijalankan Selama Ini Masih Cenderung Mengabaikan Etika, Rasa Keadilan
Dan Kerapkali Diwarnai Praktik-praktik Bisnis Tidak Terpuji Atau Moral Hazard
• Masalah Etika Dalam Bisnis Dapat Diklasifikasikan Ke Dalam Lima Kategori, Yaitu:
1. Suap (Bribery)
2. Paksaan (Coercion)
3. Penipuan (Deception)
4. Pencurian (Theft)
5. Diskriminasi Tidak Jelas (Unfair Discrimination)
TUNTUTAN MASYARAKAT TERHADAP BISNIS.
• KEMUNCULAN MODEL-MODEL TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS PEMANGKU KEPENTINGAN
Beberapa Tren Dikembangkan Sebagai Hasil Dari Tekanan Ekonomi Dan Kompetitif Serta Memiliki Efek
Pada Etika Bisnis Dan Akuntan Professional, Mencakup:
a. Memperluas Kewajiban Hukum Untuk Direktur Perusahaan.
b. Pernyataan Manajemen Kepada Pemegang Saham Atas Kecukupan Pengendalian Internal, Dan
c. Ketetapan Niat Untuk Mengelola Resiko Dan Melindungi Reputasi.
Akibat Dari Tren Dan Perubahan Tersebut, Bahwa Pendekatan Tradisional Perintah Dan Kendali (Atas-
bawah) Tidaklah Cukup, Dan Organisasi Menciptakan Lingkungan Yang Kondusif Untuk Mendorong Etika
Prilaku, Bukan Memaksakannya.
Manajemen Berdasarkan Nilai, Reputasi, Dan Risiko
4 Penentu Reputasi Sebuah Perusahaan,
1) Kredibilitas;
2) Keandalan;
3) Sifat Dapat Dipercaya; Dan
4) Tanggung Jawab.
• Manajemen Dan Auditor Sejak Tahun 1990-an Semakin Berorientasi Pada Manajemen Risiko.
Akuntabilias
Munculnya Interest Pemangku Kepentingan Dan Akuntabilitas, Serta Terjadinya Kasus Krisis Keuangan
Yang Menimpa Enron, Telah Meningkatkan Keinginan Untuk Membuat Laporan (Kinerja Perusahaan)
Yang Lebih Relevan.
Inisiatif Untuk Menciptakan Bisnis Yang Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Adalah Struktur Dan Proses Yang
Digunakan Dan Diterapkan Organ Perusahaan Untuk Meningkatkan Pencapaian Sasaran Hasil
Usaha Dan Mengoptimalkan Nilai Perusahaan Bagi Seluruh Pemangku Kepentingan, Secara
Akuntabel Dan Berlandaskan Peraturan Perundangan Serta Nilai-nilai Etika.
KONSEP DARI GCG
Konsep Ini Mencakup Beberapa Hal yaitu :
1. Hak-hak Para Pemegang Saham (Shareholders) Dan Perlindungannya,
2. Hak Dan Peran Para Karyawan Dan Pihak-pihak Yang Berkepentingan (Stakeholders) Lainnya,
3. Pengungkapan (Disclosure) Yang Akurat Dan Tepat Waktu,
4. Transparansi Terkait Dengan Struktur Dan Operasi Perusahaan
5. Tanggungjawab Dewan Komisaris Dan Direksi Terhadap Perusahaan, Kepada Para Pemegang
Saham Dan Pihak-pihak Lain Yang Berkepentingan.
Fraud Triangle Terdiri Dari 3 Hal:
1. Pressure (Tekanan Atau Motif) :
Karena Kebutuhan Keuangan Yang Sangat Mendesak, Adanya Keinginan Yang Tidak Atau Belum
Terpuaskan, Adanya Ketidakpuasan Terhadap Organisasi/Perusahaan/Manajemen, Serta Adanya
Tekanan Dari Pihak Lain Atau Atasan Pelaku Fraud.
2. Opportunity (Kesempatan):
Lemahnya Pengendalian Internal Dalam Sebuah Organisasi Membuka Peluang Fraud.
3. Rationalization (Pembenaran):
Pelaku Fraud Merasa Bahkan Meyakini Bahwa Tindakannya Bukan Merupakan Fraud.
KETIGA FAKTOR TERSEBUT ADALAH MERUPAKAN PRILAKU TIDAK ETIS YANG SANGAT
BERTENTANGAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PHILOSOFY YANG MEMBAHAYAKAN
TERHADAP BUSINESS GOING COCERN.
KASUS ENRON

• Enron Dan KAP Arthur Andersen Sudah Melanggar Kode Etik Yang Seharusnya Menjadi Pedoman
Dalam Melaksanakan Tugasnya. Pelanggaran Tersebut Awalnya Mendatangkan Keuntungan Bagi
Enron,
• Tetapi Akhirnya Dapat Menjatuhkan Kredibilitas Bahkan Menghancurkan Enron Dan KAP Arthur
Andersen. Integritas Adalah Suatu Elemen Karakter Yang Mendasari Timbulnya Pengakuan
Profesional. Integritas Merupakan Kualitas Yang Melandasi Kepercayaan Publik Dan Merupakan
Patokan (Benchmark) Bagi Anggota Dalam Menguji Semua Keputusan Yang Diambilnya.
• Dilihat Dari Sisi KAP Andersen, Tanggung-jawab Seorang Akuntan Tidak Semata-mata Untuk
Memenuhi Kebutuhan Klien Individual Atau Pemberi Kerja. Dalam Melaksanakan Tugasnya
Seorang Akuntan Harus Mengikuti Standar Profesi Yang Dititik-beratkan Pada Kepentingan Publik.
• Di Sisi Lain, Enron Telah Melakukan Berbagai Macam Pelanggaran Praktik Bisnis Yang Sehat Dan
Keluar Dari Prinsip Good Corporate Governance.
• KAP Andersen Sebagai Pihak Yang Seharusnya Menjungjung Tinggi Independensi, Dan
Profesionalisme Telah Melakukan Pelanggaran Kode Etik Profesi Dan Ingkar Dari Tanggung Jawab
Terhadap Profesi Maupun Masyarakat.
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai