Anda di halaman 1dari 56

PERENCANAAN PERAWATAN LUKA

WOUND BED PREPARATION

W ocare Center 2018


TUJUAN PEMBELAJARAN

TPU TPK
• Peserta mampu Peserta mampu:
memahami
• Menentukan perawatan luka
persiapan dasar dengan warna dasar hitam,
luka kuning, dan merah
• Menentukan perencanaan
perawatan luka: TIME
Management.

• Menentukan manajemen
perawatan luka (3M)
PERSIAPAN DASAR LUKA

Menghilangkan faktor
yang menghambat
penyembuhan luka

Mempersiapkan
dasar luka secara
maximal untuk dapat
menggunakan advanced
product
WBP : PERSIAPAN DASAR LUKA
(Wound Bed Preparation)

Menstimulasi
percepatan
PROSES
PENYEMBUHAN
LUKA

Case Study – 12
weeks
WARNA DASAR LUKA / RYB
(Red–Yellow–Black) – Merah-Kuning-Hitam

Kemudahan system yang diperkenalkan


adalah:

bersifat konsisten dan mudah


dimengerti, tepat guna dalam melakukan
tindakan perawatan dan menentukan ketepatan
dalam pemilihan balutan
Wound healing continuum
RED ( MERAH )
Warna Dasar luka
merah tua atau terang
tampak lembab

Merupakan luka bersih


bergranulasi, vaskularisasi
baik dan mudah berdarah.
Warna dasar luka merah
muda/ pucat merupakan
lapisan epitelisasi

EPITELISASI
merupakan fase akhir
proses penyembuhan.
TUJUAN PERAWATAN MERAH
mempertahankan
lingkungan luka pada
keadaan lembab

luka pada temperatur suhu


optimal dg balutan luka
yang menyerap eksudat

CEGAH terjadinya
TRAUMA pada
jaringan
granulasi/epitelisasi
YELLOW (
KUNING )
Dasar warna luka
kuning / kuning
kecoklatan /
kuning kehijauan /
kuning pucat,
Kondisi luka
terkontaminasi
dan atau
Terinfeksi
BLACK
( HITAM )

Warna dasar luka


hitam / hitam
kecoklatan / hitam
kehijauan
Merupakan
jaringan nekrosis,

Avaskularisasi
TUJUAN PERAWATAN YELLOW & BLACK

Meningkatkan suport
system autolisis
debridement
Absorb eksudat
Menghilangkan bau tidak
sedap

Mengurangi/menghinda
ri kejadian infeksi.
Kontaminasi belum tentu
terinfeksi
Principles of

TIME MANAGEMENT
PERENCANAAN PERSIAPAN
DASAR LUKA
PRINCIPLES = TIME
(Falanga, 2004)

FRAMEWORK APLICATION INTO


TERMS PRACTICE

T Tissue management Removal of nonviable


tissue

I Inflammation and Control of bacterial load /


infection control burden

M Moisture balance Management and control


of exudates

E Epithelial Promotion of a healthy


advancement / edge wound edge
Tissue management
MEMBUANG JARINGAN MATI
TIME CONCEPT
T : TISSUE
MANAGEMENT WBP clinical actions

Debridement Autolytic,
CSWD, enzymatic,
HYDROPRESSURE, mechanical or
Biological agents

DASAR LUKA MERAH


CARA DEBRIDEMENT (CERTIFIED COMPETENCY )

• ENZYMATIC
• MECHANICAL
• GAUZE
• HYDROPRESSURE

• AUTOLYSIS
DEBRIDEMEN
T
• CSWD
RECOMMENDATION -
Responsibility
• A good knowledge of the relevant anatomy
• Ability to identify viable tissue

• Access to adequate equipment, lighting and


assistance

• Ability to explain the procedure and obtain


informed consent
• Manage pain and discomfort both before,
during and after the procedure

• Be able to deal with complications such as


bleeding

• Recognize your skill limitations and those of the


technique

• Plan secondary debridement technique, if


necessary, after the sharp debridement
SAFE DEBRIDMENT

CSWD : MECHANICAL :
CONSERVATIVE HYDROPRESSUR
SHARP WOUND E
DEBRIDMENT

AUTOLYSIS BIOLOGICAL
DEBRIDMENT : MAGGOT
NECROTIC
WOUND
AUTOLISIS DEBRIDEMANG

Merupakan proses
alami tubuh
(NATURAL) dalam
melakukan
debridemang

Proteolytic enzymes
from cells
Selective / hanya
jaringan nekrosis
Membutuhkan
lingkungan yang
lembab
CSWD is the removal of clearly identifiable, devitalized
tissue to above the level of viable tissue using sharp instruments, including
but not limited to scalpels, scissors, and curettes

(Gray et al., 2011; Harris, 2009; Lucas & King, 2010; Nenna, 2011; Rodd-Nielsen et al., 2013;
Spear, 2010).

CSWD
MEKANIKAL DEBRIDEMANG

DENGAN PINSET DENGAN KASA KERING


BIOKEMIKAL / MAGOTS
T = SAFE DEBRIDMENT SAMPAI KETEMU
DASAR MERAH
T = SAFE DEBRIDMENT SAMPAI KETEMU
DASAR MERAH
T = SAFE DEBRIDMENT SAMPAI KETEMU
DASAR MERAH
Inflammation and
infection control

CONTROL OF BACTERIAL LOAD


TIME CONCEPT

I : Inflamation and WBP clinical actions


Infection Control
Atasi penyebab Infeksi
Topical/systemic:
Antimicrobials
Anti-inflammatories
Protease inhibition

Bacterial balance and


reduced inflammation
I= kontrol inflamasi dan infeksi pada BIOFILM
BIOBURDEN • Adanya kuman diluka
meningkatkan beban
(burden) dari lukanya
sehingga menghambat
penyembuhan luka

• Klasifikasi:
• Kontaminasi
• Kolonisasi
• Kritikal kolonisasi
• Infeksi
Polymicrobial biofilm formation
Luka dg Kontaminasi
• Luka yang memiliki
organisme tapi belum
bereplikasi dan
tidak terlihat
• Biasanya dari flora
normal, lingkungan,
sekitar luka (periwound)
• Manajemen:
• Pencucian adekuat
Luka dg Kolonisasi
• Mikroorganisme
sudah
bereplikasi
tetapi Belum
tanda infeksi
• Manajemen:
• Adequate Cleansing
• SAFE DEBRIDMENT
Luka dg Kritikal Kolonisasi

• Mikroorganisme sudah
bereplikasi
• Warna dasar merah pucat
• Ada tanda infeksi

• Manajemen:
– Adequate Cleansing
– Mechanical Debridement
– Topical ANTIMICROBIAL
Luka dg Infeksi
• Mikroorganisme sudah
bereplikasi > 105
per gram jaringan
(kultur lab)
• Leukositosis
• Sangat Exudatif dan Ada
tanda infeksi
• Manajemen:
• Adequate Cleansing
• Mechanical Debridement
• topical Anti Microbial
• Systemic AB
Moisture balance
Management and control of exudates
TIME CONCEPT

M : Moisture Balance WBP clinical actions

1. Management and control of


exudates

1. Apply moisture-balancing
dressings.
M = PROSES PROLIFERASI MEMERLUKAN
SUASANA LEMBAB YG SEIMBANG
E=Epithelial advancement /
Epithelial edge

Promotion of a healthy wound edge


TIME CONCEPT
E : Epithelial advancement WBP clinical actions
/ Epithelial edge

Re-assess cause or
consider corrective
therapies:

Debridement,
Skin grafts.
Hati2 menggunakan
dressing yg merekat kuat.
Adjunctive therapies
E = PEMBENTUKAN EPITELISASI MEMERLUKAN
SUASANA LEMBAB YG SEIMBANG
IMPLEMENTASI

PERAWATAN LUKA
IMPLEMENTASI

PERAWATAN LUKA 3M
SAAT INI MANAGEMENT
PERAWATAN luka AKUT DAN
luka KRONIK dikenal dengan
sebutan : ( 3 M )

Mencuci Luka
Membuang Jaringan
Nekrotik, ATAU BENDA ASING
pada Luka
Memilih topikal therapy tepat
guna

( wocare clinic, 2007 )


MENCUCI LUKA
 MENINGKATKAN,
MEMPERBAIKI DAN
MEMPERCEPAT PROSES
PENYEMBUHAN LUKA

• MENGHINDARI TERJADINYA
INFEKSI

• MEMBUANG JARINGAN
NEKROSIS, CAIRAN LUKA
DAN SISA BALUTAN
TEHNIK MENCUCI LUKA

SWABBING / MENGGOSOK
LUKA harus GENTLE,
STOP menggosok jaringan
granulasiatau sampai
BERDARAH
IRIGASI - Hati-hati
terhadap tekanan tinggi
Gunakan jarum no 18
CAIRAN PENCUCI
Bahan yang sering dipakai :
•Cairan non toksik
•NORMAL SALINE
•Cairan antiseptik

HATI – HATI :
• Hydrogen Peroxide
• Chlorine
• Cholrexidine
• Povidone Iodine
• Benzoic, Malic and
• Salicylic Acid
Chlorine
Hypochlorite solutions - EUSOL; Milton; Dakin’s

In vitro activity

Gram positive Gram negative Acid fast

Rapidly inactivated by organic matter, is extremely toxic to granulation tissue


and may bleach the surrounding skin. There is evidence to show that chlorine based
solutions destroy the micro-circulation of the wound and slow down the healing
process.
Hydrogen peroxide

No evidence of antimicrobial activity

Gram positive Gram negative Acid fast

Toxic to granulation tissue and should not be used on a routine basis.


Iodine

Under anaerobic conditions

Gram positive Gram negative Acid fast

Aktivitas iodine akan menurun pada udara terbuka. Korosif dan merusak
jaringan granulasi. is an effective antiseptic, its use is limited by the
possibility of sensitivity to iodine and of systemic absorption during
prolonged use.
Alcohols
Ethyl alcohol; isopropyl alcohol

Gram positive Gram negative Acid fast

Mudah menguap – efeknya sangat cepat


GENTLE ANTISEPTIC
PHMB
polyhexamethylene biguanide

Merupakan cairan antimicrobial yang bersahabat dengan


proliferasi dan Mulai digunakan pada saat kondisi luka
colonisasi atau menunjukan tanda-tanda munculnya biofilm.
MEMBUANG
JARINGAN MATI

Necrosis:
Kematian sel yang
disebabkan oleh penurunan
proses enzymatic tubuh

Debridement /
Debridemang :
Membuang jaringan
nekrosis dari permukaan
MEMILIH
TOPIKAL THERAPY

Modern wound care


Evidence based on wound
management

Old wound care


Traditional wound care Case study DFU – 12 weeks
KESIMPULAN
• Merawat luka merupakan hal yang mudah
apabila memahami manajemen perawatan
luka, yaitu: TIME management.

• Cara perawatan dengan


IMPLEMENTASI 3M (Mencuci,
Membuang, Memilih topikal therapy/Membalut)

• Penggunaan gentle antiseptic dan


bukan antiseptik dapat menjaga jaringan
sehat (granulasi) bertumbuh.
References

• Bryant, R (2016). Acute and Chronic Wounds. (3nd ed.).


St Louis : Mosby Year Book

• Carvile, K. (2012). Wound Care Manual. (6th ed.).


Perth, WA : Silver Chain Foundation.

• Doughty, Beckley D, McNichol, Lauwerie L (2016).


Wound, Ostomy and Continence Nurse Society core
curriculum. Wound management. Philaedelphia :
Wolters Kluwe
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai