Anda di halaman 1dari 3

• Tarif PPN Barang dan Jasa, Tarif PPn atas

• Pengertian PPN Barang Mewah


Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang Tarif Pajak Pertambahan Nilai merupakan tarif
dikenakan pada jalur produksi dan distribusi tunggal, artinya hanya ada satu tarif saja. Tidak
Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. Ruang seperti tarif Pajak Penghasilan yang ada
lingkup Pemungutan PPN sesuai UU No.18 Tahun bermacam-macam. Untuk Tarif PPN Barang
2000 adalah sektor industri, perdagangan pada Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak adalah 10%
tingkat distributor utama, pedagang besar, (sepuluh persen), Tarif PPN atas ekspor BKP
pedagang eceran, kegiatan membangun sendiri adalah 0% (nol persen). Sedangkan untuk Tarif
oleh orang pribadi atau badan hukum dan PPn atas Barang Mewah dikelompokkan
penyerahan pemborong bangunan. menjadi beberapakelompok yaitu kelompok
• Pengertian PPnBM 10%, 20%, 25% dan 35%.
Pajak Penjualan atas Barang Mewah merupakan • Cara Pengenaan Pajak
pajak yang dikenakan atas konsumsi barang yang Sebelum menghitung PPN dan atau PPn.BM
tergolong Barang Mewah. Pajak Penjualan atas yang terutang maka suatu badan usaha harus
Barang Mewah dikenakan atas :a. Penyerahan mengetahui terlebih dahulu cara pengenaan
BKP yang tergolong Barang Mewah pajaknya. Dalam cara pengenaan pajak terha-
yangdilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan dap Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak
BKP yang tergolong Barang Mewah tersebut di baik untuk PPN mupun PPn.BM ada dua hal
dalam Daerah Pabean dalam lingkungan yang perlu dipahami terlebih dahulu yaitu : (1)
perusahaan atau pekerjaannya.b. Impor BKP yang Dasar Pengenaan Pajak dan (2) Mekanisme
tergolong Barang Mewah.PPn.BM dikenakan Tatacara Pengenaan Pajak.
hanya satu kali pada waktu penyerahan BKP yang
tergolong Barang Mewah oleh Pengusaha yang • Dasar Pengenaan Pajak
menghasilkan atau pada waktu impor. 1. Harga Jual 4. Nilai Ekspor
2. Penggantian 5. Nilai Impor
3. Nilai Lain yang ditetapkan oleh MENKEU
• Mekanisme Tatacara Pengenaan Pajak e. Jasa Kena Pajak (JKP) adalah setiap
a. Pajak dikenakan oleh PKP karena kegiatan pelayanan berdasarkan suatu
penyerahan BKP terhadap pihak yang perikatan atau perbuatan hukum yang
menerima penyerahan. Dasar Pengenaan menyebabkan suatu barang dan fasilitas atau
Pajak (Tax Base) adalah jumlah harga jual, kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai,
penggantian, nilai impor, atau nilai ekspor. yang dikenakan pajakberdasarkan ketentuan
b. PKP atau Direktorat Jenderal Bea dan perundang-undangan PPN dan PPn.BM.
Cukai membuat Faktur Pajak sebagai Termasuk pengertian Jasa Kena Pajak ini,
bukti pemungutan pajaka pada saat adalah jasa yang dilakukan untuk
penyerahan BKP atau JKP atau pada saat menghasilkan barang karena permintaan
impor BKP. dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
c. PKP Wajib menyetorkan PPN yang telah f. PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
dipungutnya itu setelah memperhtiungkan Diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat
antara PPN yang telah dibayar dengan usaha dengan syarat :
PPN yang telah dipungut. (1) syarat membangun sendiri
d. Barang Kena Pajak (BKP) adalah barang (2) luas bangunan 400 m2 atau lebih
berwujud yang menurut sifat atau (3) bangunan bersifat permanen
hukumnya dapat berupa barang bergerak (4) PPN yang terutang per bulan ditetapkan
atau barang tidak bergerak maupun barang sebagai berikut :=10% x 40% x Jumlah
tidak berwujud yang dikenakan pajak pengeluaran per bulan
berdasarkan ketentuan perudang-undangan
PPN dan PPn.BM.
 Faktur Pajak Contoh:
PT NASIONAL selaku importir memasukkan 1000 unit AC/
Adalah bukti pungutan PPN yang sah untuk dengan Harga Impor (CIF) USD 500,000.00. Atas kegiatan
pajak masukan dan pajak keluaran dan impor ini terutang Bea Masuk 50%, PPN 10% dan PPnBM 20%.
merupakan sarana dalam mekanisme kredit Diketahui Nilai Kurs USD 1 = Rp2.000,00 berdasar Keputusan
pajak. Penerbitan faktur pajak yaitu Menteri Keuangan. PPN dan PPnBM yang terutang dihitung
sebagai berikut:
a. Pada saat Penyerahan BKP/JKP Dasar Pengenaan Pajak imtuk menghitung PPN dan PPnBM
b. Pada akhir bulan berikutnya, setelah pembayaran atas Impor adalah:
Nilai Impor = Harga Impor (CIF) + Bea Masuk
BKP/JKP
Harga Impor (CIF) = 500.000 x Rp2.000,00
c. Pada saat penerimaan pembayaran uang muka = Rp 1.000.000.000,00
atau pada saat pembayaran terminj untuk jasa BeaMasuk 50% Rp500.000.000,00
pemborong bangunan/barang tidak bergerak Nilai Impor Rpl.500.000.000,00
PPN=10%xRpl.500.000.000,00 =Rp 150.000. 000, 00
PPnBM = 20% x Rpl.500.000.000,00 = Rp 300. 000. 000,00
 Cara Menghitung PPN dan PPnBM lumlah yang dibayar oleh Importir Rp l.950.000.000
Untuk menghitung PPN dan PPn BM yang terutang Sedangkan harga perolehan atas Impor 1000 unit AC adalah
sama dengan Nilai lmpor sebesar Rpl.500.000.000
atas penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong
Apabila kemudian Importir menyerahkan AC tersebut kepada
Mewah,perlu diperhatikan tiga faktor sesuai distributor dengan harga per-unit AC adalah Rp2.800.000.00,
karakteristiknya, yaitu : maka Distributor akan membayar atas penyerahan AC per-unit
termasuk PPN dengan perhitungan sebagai berikut:
a.PPn Bm hanya dipungut satu kali
Harga per unit AC Rp 2.800.000,00Dikurangi unsur PPnBM
b.PPn Bm tidak dapat dikreditkan sehingga dapat yang terkandung di dalamnya
dibebankan sebagai biaya =1/1000 xRp300.000.000,00 = Rp 300.000,00
c.PPN tidak menghendaki terjadi pungutan pajak Dasar Pengenaan PPN Rp 2.500.000,00
PPN yang terutang = 10% x Rp 2.500.000,-
berganda.
= Rp 250.000
Mendasarkan pada faktor-faktor tersebut, maka : Untuk penyerahan per unit AC yang diterima oleh Distributor, ia
PPN=Tarif PPN x (Harga Barang –PPnBM) hams membayar:
Harga per unit AC = Rp 2.800.000,00 PPN = Rp
250.000,00Jumlah = Rp3.050.000,00