Anda di halaman 1dari 32

PIODERMA

ROBERTO ALEXI
406181026
Definisi
Merupakan infeksi kulit yang bersifat piogenik.

Staphylococcus Streptococcus
Etiologi aureus B hemolyticus
Penyebab utama

Faktor Predisposisi
Higiene yang Menurunnya daya tahan Telah ada penyakit lain
kurang tubuh di kulit
Klasifikasi

Streptoderma
Berdasarkan etiologi Stafiloderma

Berdasarkan Pioderma profunda


Pioderma superfisialis
lokalisasi

Berdasarkan Pioderma primer Pioderma sekunder


patogenesis
Bentuk Pioderma

Impetigo
Folikulitis

Furunkel dan Karbunkel

Ektima

Paronychia

Erisipelas dan Selulitis

Staphylococcal Scalded Skin Syndrome


Impetigo
Definisi
Pioderma superfisialis (terbatas pada epidermis)

Klasifikasi
✤ Impetigo non bulosa (krustosa)
✤ Impetigo bulosa

Etiologi
Infeksi dan kolonisasi pada kulit yang mengalami diskontinuitas
jaringan
Perbandingan Non Bulosa Bulosa
Staphylococcus aureus Staphylococcus aureus
Etiologi Streptococcus B hemolyticus

Eritema dan vesikel yang cepat memecah dengan Bula hipopion dengan dasar eritema
krusta berwarna kekuningan seperti madu
Gambaran Klinis

Muka (lubang hidung dan mulut) Aksila, dada, punggung


Predileksi

Pemeriksaan
Pewarnaan Gram
penunjang

• Ektima • Matofitosis, Dermatofitosis,


DD varisela, pemfugus

• Bersihkan krusta • Bula dipecahkan  Oleskan


• Oleskan antibiotik topikal : salep atau krim antibiotik topikal : salep atau krim
mupirocin 2%  Jika banyak  Antibiotik mupirocin  Jika banyak 
Terapi sistemik scr oral (dicloxacillin, cephalexin) Antibitok sistemik scr oral
(dicloxacillin, cephalexin)
Staphylococcus aureus: impetigo krustosa. Eritema dan krusta
berwarna madu pada daerah hidung dan bibir atas (A), yang dapat
menyebar melibatkan seluruh daerah sentrofasial (B).
Impetigo bulosa. Multipel vesikel dengan isi jernih
dan keruh (A) yang menyatu dengan cepat
membentuk flaccid bullae (B).
Ektima

Definisi Etiologi
Ulkus superfisial yang meluas lebih dalam, Staphylococcus aureus dan atau dengan GAS
menembus epidermis
dan menghasilkan borok yang “Punched-out” dan
kotor
bisa jadi kerak kuning keabu-abuan dan bahan
purulent dapat
didebridement
Gambaran Klinis Predileksi
Tampak krusta multipel, tebal, coklat kehitaman, sangat Ecthyma paling umum terjadi di ekstremitas bawah
lekat  Bila diangkat tampak ulkus dangkal, tepi khususnya anak-anak, pasien lanjut usia yang terabaikan,
meninggi, dengan radang akut. dan juga pasien dengan diabetes

Faktor predisposisi Diagnosis banding


Hygiene dan neglect impetigo krustosa

Pemeriksaan penunjang Terapi


pewarnaan gram Jika lesi sedikit  krusta diangkat  olesi dgn salep
antibiotik
Jika lesi banyak  dikombinasi dgn antibiotik sistemik
Folikulitis
Definisi
Peradangan pada folikel rambut

Klasifikasi
❀ Folikulitis superfisialis / Impetigo Bockhart
❀ Folikulitis profunda

12
Folikulitis

Definisi Peradangan pada folikel rambut

Staphylococcus aureus
Etiologi

Pustula kecil bentuk domeshape pada pembukaan atau ostium folikel rambut
Gambaran Klinis

Tungkai bawah, axillae, ekstremitas, and bokong pada orang dewasa


Predileksi

❀ Antibiotik sistemik : Kloksasilin 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari


Sefadroksil 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari
❀ Antibiotik topikal : Salep Basitrasin dan neomisin
Terapi
Salep asam fusidat atau mupirosin
❀ Pada Ulkus & lesi masih eksudatif  dilakukan kompres terbuka dengan larutan
rivanol 0,1% atau povidine iodine 5%-10%

14
Gambar 2.3 Staphylococcus aureus:
folikulitis superfisial. Multipel pustul
terbatas pada area janggut.
16
Furunkel dan Karbunkel
Definisi & Etiologi

Furunkel : Nodul inflamasi yang berkembang di sekitar folikel rambut, biasanya berasal dari folikulitis yang
lebih dangkal dan berubah menjadi abses.

Karbunkel : Lebih luas, Lebih dalam, dan menyatu,

Etiology : S. Aureus

17
Gambaran Klinis
• Furunkel : dimulai sebagai nodul folikulosentrik keras, lunak, merahpada
kulit yang memiliki rambut yang membesar dan menjadi nyeri dan
berfluktuasi setelah beberapa hari

• Karbunkel : Karbunkel secara khas muncul sebagai lesi yang sangat nyeri
pada tengkuk, leher, punggung, atau paha
• Demam dan malaise
• Area yang terlibat berwarna merah, dan ada multiple pustula
• Lesi berwarna “yellow-gray irregular” tidak teratur di tengah, yang
kemudian dapat sembuh perlahan menjadi jaringan granulasi
Perbandingan Furunkel Furunkulosis Karbunkel

Gambaran Klinis

Antibiotik sistemik : Kloksasilin 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari


Cefadroxil 2x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari
Antibiotik topikal : Inflamasi akut  kompres hangat
Terapi Bila telah terbentuk abses  insisi & drainase  kompres dgn rivanol 0,1% / larutan povidon
iodine 7,5% dilarutkan
Bila lesi kering  salep yg mengandung asam fusidat / mupirosin / neomisin-basitrasin
Staphylococcal Paronichia
Definisi: adalah infeksi pada jaringan
disekitar kuku
Etiologi:
S.Aureus adalah penyebab infeksi
utama paronikia akut, biasanya di
sekitar kuku,sering berasal dari kulit
yang pecah, seperti “Hangnail”
Gejala klinis :
‐ Biasanya didahului trauma
‐ Infeksi pd lipat kuku, tanda radang
(+)  menjalar ke matriks &
lempeng kuku (nail plate)  dpt
terbentuk abses subungual
‐ Pd keadaan akut disertai nyeri yg
hebat
Perbandingan Erisipelas Selulitis

Streptococcus B hemolyticus
Etiologi

Eritema yang berwarna merah cerah,


berbatas tegas dan pinggirannya meninggi Selulitis klasik timbul secara akut
dengan penyebaran, eritema dan
Gambaran Klinis edema yang tidak jelas, terasa
hangat dan nyeri

Ekstremitas bawah adalah tempat yang paling umum pada orang dewasa, tetapi ekstremitas atas,
Predileksi trunk, dan kepala serta leher mungkin terlibat

Selulitis Erisipelas, flegmon


DD
Hidradenitis
Definisi Etiologi
Infeksi kelenjar apokrin Staphylococcus aureus

Gambaran Klinis Predileksi


Biasanya didahului oleh trauma/microtrauma, misalnya: aksila, selangkangan dan daerah perianal
banyak keringat, pemakaian deodorant atau rambut
aksila digunting
Dimulai dengan munculnya pustule dengan inflamasi,
lesi nodulosistik yang rupture dan kemudian membentuk
sinus tract

Faktor predisposisi Diagnosis banding


Obesitas Skrofuloderma
Terapi
Edukasi:
Weight lose
Memakai baju longgar

Farmakologi:
Antibiotik sistemik broad spectrum 
cephalosporins/trimethoprim sulfamethoxazole
Kortikosteroid intralesi  single inj 0.1-0.2ml
triamnicinolone acetonide

Surgical  eksisi atau insisi kel apokrin


Staphylococcal Scalded Skin Syndrome
Etiologi Diagnosis Banding
Staphylococcus aureus grup II faga 52, 55, TEN  histopatologi frozen section
dan atau faga 71 Terapi
Epidemiologi Sistemik:
Anak dibawah 5 tahun Penisilin (Kloksasilin 3 x 250 mg, 3 x 50 mg)
Pria > wanita Klindamisin
Gambaran Klinis
Sefalosporin gen I
Terdapat demam dan ISPA
Vancomycin (tidak berespon dengan nafcillin)
Awalnya eritema mendadak pada muka, leher,
Topikal:
ketiak dan lipat paha kemudian menyeluruh
dalam waktu 24 jam. Sofratulle/ krim antibiotic
Dalam 1-2 hari  muncul bula-bula berdinding Perhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit
kendur, tanda nikolsky positif
Dalam 2-3 hari  pengeriputan spontan disertai
pengelupasan lembaran-lembaran kulit 
daerah erosif.
Akibat epidermolisis tersebut gambarannya
mirip dengan kambustio
THANK YOU !