Anda di halaman 1dari 18

Kimia unsur transisi

golongan VII B
Teksenium (Tc)
A. Sejarah
Semula diduga unsur bernomor 43 adalah dasar dari tabel
periodik. Hal ini baru diketahui salah pada tahun 1925. Saat itu,
teknesium dikenal sebagai masurium. Unsur ini sebenarnya ditemukan
oleh Perrier dan Segre(1937) di Itali. Teknesium juga ditemukan
bersamaan dalam sampel molibdenum yang dikirim oleh E. Lawrence,
yang ditembak dengan deutron dalam siklotron Berkeley. Teknesium
adalah unsur pertama yang dihasilkan secara buatan. Akhirnya pada
tahun 1962, Teknesium – 99 diisolasi dan diidentifikasi dari bijih kaya
uranium Afrika, hanya dalam hitungan menit, sebagai hasil reaksi fisi
spontan Uranium-238 oleh B.T Kenna dan P.K Kuroda. Jika
teknesium benar-benar ada, maka konsentrasinya sangat kecil.
Teknesium ditemukan dalam spektrum bintang tipe S, M, dan N,
dan keberadaannya dalam spektrum bintang mengarah pada teori
baru yakni, produksi unsure berat di bintang-bintang.
B. Isotop
• Ada 22 isotop teknesium, dengan massa 90 – 111 dan semua isotop teknesium bersifat
radioaktif.
• Tedapat tiga isotop dengan masa paruh waktu radioaktif yang cukup panjang yaitu: Tc (T1/2
= 2.6 x 10 tahun), Tc (T1/2 = 4.2 x 10 tahun) dan Tc (T1/2 = 2.1 x 10 tahun).
• Kegunaan Isotop Tc antara lain dalam keadaaan meta (meluruh) dengan paruh waktu (T1/2
= 61 hari) digunakan dalam dunia penyelidikan (forensik). Namun, isotop Tc yang paling
berguna adalah Tc yang berada dalam kondisi meta state (T1/2 = 6.01
jam).digunakan dalam dunia medis
C. Keberadaan
Logam dan senyawa teknesium jarang ditemukan di alam. Kebanyakan diperoleh
dari radiasi kosmik yang sangat kuat dari Mo (molybdenum), Nb (niobium), Ru
(Ruthenium) atau melalui pemecahan spontan dari uranium. Sekarang, technetium
sudah tersedia secara komersil di bawah izin O.R.N.L (Oak Ridge National Laboratory,
yayasan milik Departemen Energi Amerika Serikat) dengan harga $60/gram.
d.Sifat-sifat
Teknesium adalah logam abu-abu keperak-perakan yang dapat menjadi kusam
perlahan -lahan dalam udara lembab. Bilangan oksidasi Teknesium adalah +7, +5,
dan +4.
a. Sifat fisika
Fase Padat

Massa jenis (suhu kamar) 11 g/c m3

Titik lebur 2430 K

Titik didih 4538 K

Kalor peleburan 33.29 kJ/mol

Kalor penguapan 585.2 kJ/mol

Kapasitas kalor 24.27 J/mol K

elektronegativitas 1.9

Energy ionisasi 703 kJ/mol

Jari-jari atom 135 pm

Avinitas eletron -53 kJ/mol


b. Sifat kimia
• Reaksi dengan air
Taknesium tidak bereaksi dengan air
• Reaksi dengan udara
Taknesium dalam bentuk bubuk dan sponge lebih reaktif. Ketika dibakar dengan
oksigen menghasilkan taknesium (VII) oksida sesuai reaksi:
4Tc(s) + 7O2(g)  2Tc2O7(s)
• Reaksi dengan halogen
Taknesium direaksikan dengan fluorin menghasilkan campuran taknesium (VI) fluoride,
sesuai reaksi:
Tc(s) + F2(g)  2TcF7(s)
• Reaksi dengan asam
Teknesium tidak larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam hidroflourik (HF).
Teknesium dapat larut dalam asam nitrit (HNO 3) atau H2SO4, dimana dalam keduanya
akan teroksidasi untuk membentuk larutan asam perteknetik (HTcO 4), yang memiliki
bilangan oksidasi stabil +7.
e. Pembuatan
Teknesium dibuat pertama kali dengan menembakkan molybdenum dengan
deuteron (hydrogen berat) di siklotron dan merupakan elemen buatan pertama. Di
bumi teknesium diproduksi melalui peluruhan uranium 235 di reactor nuklir.
Teknesium juga dideteksi pada spektra bintang dan matahari.
f. Kegunaan
• Teknesium dapat mencegah korosi dan stabil dalam melawan aktivitas
neutron, sehingga dapat digunakan untuk membangun reactor nuklir.
• Isotop Tc-99m digunakan untuk memberikan sumber radiasi/terapi dengan
memancarkan sinar gamma murni dalam pengobatan karena dapat
mendeteksi tumor di organ hati, otak, tiroid dan limpa.
• Campuran antara Tc-99m dan senyawa timah dapat menjepit sel darah merah
yang selanjutnya dapat digunakan untuk memetakkan gangguan sirkulatori.
• Isotop teknesium-99m digunakan untuk kalibrasi peralatan.
g. Bahaya
99Tc membahayakan lingkungan hidup dan harus ditangani dengan
kemasan boks bersarung tangan.
Renium (Re)
Renium adalah suatu unsur kimia dengan simbol dan Re nomor atom 75.
Ini adalah putih keperakan, berat, baris ketiga logam transisi dalam
kelompok 7 dari tabel periodik. Dengan konsentrasi rata-rata dari 1 bagian per
miliar (ppb).
• Sejarah
Renium adalah elemen terakhir yang ditemukan memiliki isotop stabil
(lainnya unsur-unsur radioaktif baru telah ditemukan di alam sejak saat itu,
seperti neptunium dan plutonium). Walter Noddack, Ida Tacke, dan Otto Berg
(1925) di Jerman melaporkan bahwa mereka mendeteksi unsur dalam bijih
platina dan di kolumbit mineral. Mereka juga menemukan renium di
gadolinit dan molibdenit.
Pada tahun 1908, kimiawan Jepang Masataka Ogawa menemukan unsur
ke-43 dan menamakannya nipponium (Np) setelah Jepang (Nippon yang
dalam bahasa Jepang). Namun, kemudian analisis menunjukkan adanya renium
(elemen 75), bukan elemen 43 .Para Np simbol kemudian digunakan untuk
neptunium elemen.
a. Isotop
Renium memiliki isotop stabil, renium-185, yang tetap terjadi dalam
kelimpahan minoritas, situasi hanya ditemukan pada satu elemen lain
(indium). Renium alami terjadi adalah 185Re 37,4%, yang stabil, dan 187Re 62,6%,
yang tidak stabil namun memiliki sangat panjang paruh (~ 1010 tahun).
b. Keberadaan
Renium tidak terdapat di alam atau sebagai senyawa dalam mineral teertentu.
Tetapi, renium tersebar di kerak bumi dengan jumlah 0.001 ppm. Selain itu,
sejumlah molibden mengandung renium sebanyak 0.002% hingga 0.2% dan
Renium dapat ditemukan dalam sejumlah kecil gadolinite dan molybdenite. Renium
sering disuplai dalam bentuk bubuk atau sponge dan dalam bentuk ini renium lebih
reaktif
d. Sifat-sifat
Renium adalah logam perak-putih dengan salah satu titik leleh tertinggi dari
semua elemen, hanya dilampaui oleh tungsten dan karbon.
• Sifat fisika
Fase Padat

Massa jenis (suhu kamar) 21.02 g/c m3

Titik lebur 3459 K

Titik didih 5869 K

Kalor peleburan 60.43 kJ/mol

Kalor penguapan 704 kJ/mol

Kapasitas kalor 25.48 J/mol K

elektronegativitas 1.9

Energy ionisasi 760 kJ/mol

Jari-jari atom 135 pm


2. Sifat kimia
• Reaksi dengan air
Renium tidak bereaksi dengan air
• Reaksi dengan udara
Renium bereaksi dengan oksigen membentuk renium (VII) oksida sesuai reaksi 4Re (s)
+ 7O2(g)  2Re2O7
• Reaksi dengan halogen
Renium bereaksi dengan fluorin menghasilkan senyawa renium (VI) fluoride dan
renium (VII) fluoride, reaksi:
Re(s) + 3F2(g)  ReF(6)(s)
2Re(s) + 7F2(g)  2ReF7(s)
• Reaksi dengan asam
Renium tidak dapat larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam hidroflorik (HF),
tetapi dapat larut dalam asam nitrit (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) dimana dalam
keduanya renium akan teroksidasi membentuk larutan perrhenic (HReO4) yang
memiliki bilangan oksidasi yang stabil +7.
e. Pembuatan
Renium dapat dibuat dengan mereaksikan NH4ReO4 dalam streamatau aliran
hidrogen melalui reaksi:
2NH4ReO4 + 4H2  2Re + N2 + 8H2O
f. Kegunaan
• Digunakan secara luas sebagai filamen dalam spektrograf massa dan gauge ion.
• Renium juga digunakan seagai bahan kontak listrik karena tahan lama dan tahan
terhadap korosi akibat percikan api.
• Termokopel yang terbuat dari renium-tungsten digunakan untuk mengukur suhu
hingga 2200 C.
• kawat renium digunakan dalam lampu kilat fotografi.
• Renium digunakan untuk proses hidrogenasi senyawa kimia tertentu.
• Kegunaan lain:
• Isotop Re-186 dan Re-188 disamping memancarkan sinar gamma juga
memancarkan sinar beta dengan energi sesuai yang digunakan untuk
kepentingan terapi.
• Untuk campuran dalam tungsten dan molybdenum yang digunakan untuk
pembuatan komponen misil, filament elektronik, kontak listrik, elektroda dan
filament oven.
• Digunakan untuk pembuatan bohlam, permata, pelat atau logam elektrolisis.
f. Perbedaan renium dan teksenium
Secara kinetik kimia, senyawa renium dalam berbagai kasus lebih sulit disintesis
daripada teknesium. Hal ini disebabkan senyawa renium yang lebih lembam,
potensial reduksi lebih rendah dan sifatnya yang paling stabil pada tingkat oksidasi
yang lebih tinggi. Karena perbedaan kinetik kimia ini, maka metode sintesis
senyawa Re dan Te umumnya berbeda.
g. Bahaya
Sangat sedikit informasi yang didapatkan mengenai toksisitas renium. Meski
demikian, tetap diperlukan penanganan hati-hati hingga tersedia data terbaru.
Bohrium (Bh)
  Bohrium merupakan suatu unsur kimia dalam tabel periodic yang
memiliki lambang Bh dan nomer atom 107. bohrium berwujud padat pada
suhu 298 K dan kemungkinan berwarna putih silver atau keabu-abuan.
a. Sejarah
Pada tahun 1976, seorang ahli Soviet di Dubna mengumumkan bahwa
mereka telah membuat unsur 107 dengan menembak 209Bi dengan inti
atom berat 54Cr.

+ → +n
Pada tahun 1989, tim GSI berhasil mengulangi reaksi selama upaya
mereka untuk mengukur fungsi eksitasi . Selama percobaan, Bh juga
diidentifikasi dalam saluran penguapan 2n dan itu menegaskan bahwa Bh
ada sebagai dua negara - keadaan dasar dan isomerik negara. IUPAC / IUPAP
Transfermium Kelompok Kerja melaporkan pada tahun 1992 resmi diakui tim
GSI sebagai penemu bohrium.
b. Isotop
Seperti semua elemen buatan, bohrium tidak memiliki isotop stabil. Yang
pertama isotop dapat disintesis adalah 262Bh pada tahun 1981. Ada 12 isotop
dikenal mulai dari 267Bh sampai 278Bh. Isotop berumur terpanjang adalah 270Bh
dengan waktu paruh sebesar 1 menit.
c. Keberadaan
Bohrium adalah elemen sintetis yang tidak terdapat dialam sama sekali.
Bohrium bersifat radioaktif. Sumbernya berasal dari penembakan Bi-209 dengan
nuclei Cr-54.
d. Sifat-sifat
Informasi tentang kegunaan bohrium, sifat fisika, dan sifat kimia yang lain
sampai saat ini belum diketahui karena waktu paruhnya sangat singkat. Namun ada
beberapa sifat fisik yang bisa diprediksi dari unsur ini.

Nomor atom 107

Berat atom 276

Fase pada suhu kamar Padat (prediksi)

Periode 7

Golongan VII B

Kepadatan 37,1 g/cm3


E. Bahaya
Karena sangat tidak stabil, setiap jumlah terbentuk akan terurai menjadi
unsur-unsur lain begitu cepat bahwa tidak ada alasan untuk mempelajari
dampaknya pada kesehatan manusia.Dampak lingkungan bohrium yaitu karena
sangat pendek paruh-nya (17 detik), tidak ada alasan untuk mempertimbangkan
efek dari bohrium di lingkungan.
Kesimpulan
• Golongan VII B disebut juga golongan Mangan. Golongan VII B mempunyai 4 unsur anggota
yaitu mangan, teknesium, renium dan bohrium.
• Sifat Fisika Golongan VII B:
Jari-jari atom: Dari mangan sampai taknesium jari-jari atom semakin kecil, sedangkan renium
mempunyai jari- jari atom yang sama dengan taknesium
Titik didih: Dari atas ke bawah kecenderungan titik didih semakin besar
Titik leleh: Dari atas ke bawah titik leleh juga semakin besar
Keelektronegatifan: Dari mangan sampai taknesium keelektronegatifannya semakin besar,
sedangkan renium mempunyai keelektronegatifan yang sama
Energi ionisasi: Dari atas ke bawah energy ionisasi menunjukkan ketidakaturan
Aktivitas kimia: Dari atas ke bawah aktivitas kimia semakin kecil
• Manfaat unsur Golongan VII B sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari. Mangan sangat
penting untuk produksi besi dan baja. Teknesium dapat mencegah korosi. Renium untuk
kepentingan terapi. Namun, bahaya dari keempat unsure-unsur tersebut juga harus
diperhatikan. Mangan adalah salah satu dari tiga elemen penting beracun. 99Tc
membahayakan lingkungan hidup. Sangat sedikit informasi mengenai toksisitas renium,
namum diperlukan penanganan hati-hati hingga tersedia data baru. Dampak lingkungan
Bohrium yaitu karena sangat pendek paruh- nya (17 detik), tidak ada alasan untuk
mempertimbangkan efek dari Bohrium di lingkungan.