Anda di halaman 1dari 11

ISU STRATEGIS KONTEMPORER

PENCULIKAN DAN PENJUALAN


ANAK DIBAWAH UMUR

KELOMPOK 6
KELAS B
LATSAR GOL III ANGKATAN XII TAHUN 2020
Mory Umar Ali Tuakia (09)
Fadli Rizki Fauzi (19)
Stasya C. Rinsampessy (07)
Elia Saleky (42)
Yuli Latu (23)
Dewi La Salo (11)
LATAR BELAKANG

Penculikan dan penjualan anak dibawah umur yang


terjadi perlu dikaji, alasan bagaimana terjadinya, hal
ini terjadi karena :
Tingginya tingkat kemiskinan dan kesulitan hidup
Tidak tersedianya lapangan kerja
Tingkat pendidikan dan keamanan yang rendah
Belum maksimalnya peran dan kerjasama semua
pihak
TUJUAN

Yang mana tindakan kriminal tersebut bertujuan


antara lain :
Untuk praktek adopsi illegal
Untuk pemerasan
Eksploitasi anak
Untuk dipekerjakan menjadi PSK
Untuk penjualan organ tubuh
Adapun modus dari penculikan dan penjualan
manusia lebih khusus pada anak dibawah umur,
antara lain :
Bertamu ke rumah di saat kondisi rumah tidak
dalam pengwasan orang tua
Memberikan permen/jajanan atau uang
Menjemput anak pulang sekolah dengan alasan
kerabat atau tukang ojek pesanan orang tua
Berpura-pura meminta tolong
Memanfaatkan akun jejaring sosial
Dampak yang ditimbulkan dari tindak penculikan
dan penjualan anak dibawah umur yakni dapat
merusak fisik dan mental anak sebagai korban,
sehingga anak cenderung lebih tertutup dengan
lingkungan sekitar, depresi, disamping itu
menimbulkan trauma yang bisa saja menghancurkan
masa depan terlebih lagi mengakhiri hidupnya.
Pemerintah Indonesia sendiri berupaya dalam
menanggulangi permasalahan penculikan dan
penjualan anak dibawah umur, salah satu bentuk
produk hukum yang terdapat dalam Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana
perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak
Pasal 15

yang mengatur setiap anak berhak untuk memperoleh


perlindungan :
Penyalahgunaan dalam kegiatan politik
Pelibatan dalam sengketa bersenjata
Pelibatan kerusuhan sosial
Pelibatan dalam peristiwa yang mengandung
kekerasan
Pelibatan peperangan
Kejahatan seksual
Pasal 26

Menjelaskan mengenai peran orang tua terkait


kewajiban dan tanggung jawab :
Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi
anak
Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan
kemampuan, bakat dan minat.
Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak
Memberikan pendidikan karakter dan penanaman
nilai budi pekerti
Solusi/pemecahan

Mengajarkan dan mengingatkan anak untuk tidak mudah


terpengaruh dengan orang yang tidak dikenal
Mengajarkan anak untuk menolak ajakan orang yang tidak dikenal
Melindungi dan mengawasi anak ketika bermain diluar
rumah/lingkungan
Jauhkan anak dari penggunaan barang-barang mewah yang
mencolok
Biasakan anak untuk tidak memberikan informasi penting tentang
identitas diri
Jika berada di tempat yang ramai, ingatkan anak untuk tidak
memisahkan diri dari orang tua atau keluarga
Memperhatikan privasi anak, terutama dalam bermedia sosial
Langkah kongkret ASN

Sosialisasi tentang pentingnya peranan orang tua


dalam melakukan pendidikan dan pengawasan
kepada anak (dalam hal ini Dinas Pemberdayaan
Masyarakat, Perlindungan Anak dan Perempuan)
Menjadi penetral di lingkungan masyarakat bila ada
isu penculikan dan penjualan anak dibawah umur,
agar tidak timbul kabar burung (hoax)
Laporkan pada pihak yang berwajib jika ada hal-hal
yang mencurigakan terkait dengan tindak kriminal
tersebut.