Anda di halaman 1dari 14

PENGERTIAN DAN SEJARAH

SEMANTIK
PENGERTIAN
• Para ahli bahasa memberikan pengertian
semantik mempelajari hubungan antara
tanda-tanda linguistik atau tanda-tanda
lingual dengan hal-hal yang ditandainya
(makna).
• Lehrer (1974:1) mengatakan bahwa semantik adalah
studi tentang makna
• Charles Morrist, Semantik menelaah “hubungan-
hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang
merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut”.
Semantic membicarakan apa yang ditandai.
• J.W.M Verhaar (1981:9) semantik = teori makna atau
teori arti, yakni cabang sistematik bahasa yang
menyelidiki makna atau arti.
• Kambartel mengasumsikan bahwa bahasa terdiri atas
struktur yang menampakan makna apabila
dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia
manusia
• Mansoer Pateda, Semantik adalah subdisiplin
linguistik yang membicarakan makna
• Abdul Chaer, Semantik adalah ilmu tentang makna
atau tentang arti. Makna menjadi bagian dari
bahasa, maka semantic merupakan bagian dari
linguistik.
• Kata semantik berasal dari bahasa Yunani. Yaitu sema
(kata benda) yang berarti “menandai” atau
“lambang”. Kata kerjanya adalah semaino yang
berarti “menandai” atau “melambangkan”.
Kemudian semantic disepakati sebagai istilah yang
digunakan dalam bidang linguistik untuk memelajari
hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan
sesuatu yang ditandainya.
SEJARAH SEMANTIK
• Istilah semantik baru muncul pada tahun 1984 yang dikenal
melalui American Philological Association dalam sebuah
artikel yang berjudul Reflected Meanings: A point in
Semantics.
• Istilah semantik sudah ada sejak abad ke-17 (semantics
philosophy). Sejarah semantik dapat dibaca di dalam artikel
“An Account of the Word Semantics (Word, No.4 th 1948: 78-
9).
• artikel berjudul “Le Lois Intellectuelles du Language”
mengungkapkan semantik sebagai bidang baru dalm
keilmuan, di dalam bahasa Prancis istilah sebagai ilmu murni
historis (historical semantics).
MASA PERKEMBANGAN SEMANTIK
1. Masa pertama, meliputi setengah abad disebut
Ullman sebagai ‘Undergound’ period.
2. Masa Kedua, yakni semantik sebagai ilmu murni
historis, adanya pandangan historical semantics,
dengan munculnya karya klasik Breal(1883)
3. Masa perkembangan ketiga, studi makna ditandai
dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern
(1931) yang berjudul “Meaning and Change of
Meaning With Special Reference to the English
Language Stern melakukan kajian makna secara
empiris
• Semantik dinyatakan dengan tegas sebagai ilmu
makna, baru pada tahun 1990-an dengan munculnya
Essai de semantikue dari Breal, yang kemudian pada
periode berikutnya disusul oleh karya Stern.
• Sebelum kelahiran karya stern, di Jenewa telah
diterbitkan bahan, kumpulan kuliah dari seorang
pengajar bahasa yang sangat menentukan
perkembangan linguistik berikutnya, yakni Ferdinand
de Saussure, yang berjudul Cours de Linguistikue
General.
• Pandangan Saussure itu menjadi pandangan
aliran strukturalisme. Menurut pandangan
strukturalisme de Saussure, bahasa
merupakan satu sistem yang terdiri atas
unsur-unsur yang saling berhubungan dan
merupakan satu kesatuan (the whole unified).
Perbedaan pandangan de Saussure dgn ahli
sebelumnya.
1. Pandangan historis mulai ditinggalkan
2. Perhatian mulai ditinggalkan pada struktur di
dalam kosa kata
3. Semantik mulai dipengaruhi stilistika
4. Studi semantik terarah pada bahasa tertentu
(tidak bersifat umum lagi)
5. Hubungan antara bahasa dan pikiran mulai
dipelajari, karena bahasa merupakan kekuatan
yang menetukan dan mengarahkan pikiran
(SapirWhorf, 1956).
6. Semantik telah melepaskan diri dari filsafat,
tetapi tidak berarti filsafat tidak membantu
perkembangan semantik (perhatikan pula akan
adanya semantik filosofis yang merupakan
cabang logika simbolis).
• Pada 1923 muncul buku The Meaning of
Meaning karya Ogden & Richards = dasar
pendekatan analitis/referensial makna
• Reference, referent, symbol
Hubungan Semantik dg Ilmu lain
• Semantic Behavior = Psikologi
• Filsafat Linguistic = Semantik dan Filsafat