Anda di halaman 1dari 19

PESERTA DIDIK

Disusun oleh : 1. Atika Salma C 19312241001


2. Malinda Puspitasari 19312241006
3. Ariesta DamayantI 19312241007
4. Sekar Dewi L 19312241011
Pengertian Peserta Didik

 Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha


mengembangkan potensi diri melalui proses pendidikan.
 Contohnya, seorang siswa (anak didik), seorang santri, dan seorang
anak.
Ciri khas peserta didik menurut Umar
Tirtarahardja
1. Peserta didik merupakan individu yang memiliki potensi fisik dan psikis
yang kuat.
2. Peserta didik merupakan individu yang sedang berkembang.
3. Peserta didik merupakan individu yang membutuhkan bimbingan dan
perlakuan manusia.
4. Peserta didik merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk
mandiri.
Pertumbuhan dan Perkembangan
Peserta Didik
 Pertumbuhan pada peserta didik diartikan sebagai bertambahnya
fungsi tubuh, berat badan, tinggi badan, semakin efektifnya fungsi-
fungsi otot, panca indera, kekekaran tubuh, dan lain-lain.
 Perkembangan pada peserta didik diartikan sebagai semakin optimalnya
kemampuan cipta, rasa, karsa, karya, kematangan pribadi,
pengendalian emosi, kepekaan spiritual, keimanan dan ketaqwaan.
Teori Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta
Didik

1. Teori Nativisme
Teori ini menyatakan bahwa bayi manusia sejak lahir sudah dikaruniai bekal
bakat dan potensi baik buruk.
2. Teori Empirisme

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung dari


pengalamannya.
3. Teori Naturalisme
Teori ini menyatakan bahwa anak sejak lahir sudah membawa potensi, adapun
ia menjadi jahat disebabkan oleh pengaruh-pengaruh lingkungannya.
4. Teori Konvergensi
Teori ini dibawa sejak lahir juga dipengaruhi oleh pengalaman.
Teori Pengembangan Fisik Peserta Didik

 Berat Badan,Tinggi Badan,dan Perkembangan Motorik


Perkembangan Motorik terdapat 8 pola umum :
a. keberlanjutan/continuity
Perkembangan sederhana menjadi lebih kompleks.
b. Kesamaan Tahapan/Uniform Sequenc
Perkembangan yang memiliki tahapan sama
c. Kematangan/Maturity
perkembangan yang dipengaruhi oleh sel saraf
d. Proses Umum ke Khusus
perkembangan dari umum ke khusus.
e. Dari gerak reflek bawaan ke arah terkoordinasi
dari gerak reflek bawaan yang dibawa sejak lahir
f. Chepalo-Caudal direction.
Suatu perkembangan yang ditandai dengan bagian yang mendekati kepala
berkembang lebih cepat daripada bagian yang mendekati ekor.
g. Proxio-distal, yaitu perkembangan yang ditandai dengan bagian yang
mendekati sumbu tubuh berkembang lebih dulu
h. From bilateral to crosslateral, yakni suatu perkembangan yang dimulai dari
koordinasi organ sama berkembang sebelum melakukan organ bersilangan.
Teori perkembangan biologis pesera
didik
 Perkembangan peserta didik menurut Sigmund Freud:
- sejak lahir- 5thn : fase terdiferensi, secara dinamik
- 12-13thn : masa stabil yaitu laten.
- masa pubertas-20thn : masa kematangan
Teori perkembangan Intelektual
 Menurut Jean Pieget, melalui empat tahap
1. Tahap sensor motor : dari umur 0 sampai 2thn. Baru mulai dari pergerakan atau
perbuatan (contoh: keinginan menyentuh, memegang, dan menangis)
2. Tahap pra-operasional : dari umur 2-7thn. Kemampuan skema kognitif ( meniru perilaku
orang lain, berbicara mampu enggunakan kalimat pendek secara efekif)
3. Tahap operasional kongrit : umur 7-9thn. Mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi
(mampu berpikir sistematis)
4. Tahap operasional Formal : umur 11-14 thn. Mampu memecahkan masalah dengan
anggapan dasar.
 Tiga dalil, menurut Ruseffendi (1988):
1. tahap intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan
yang sama.
2. Didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental.
3. Dilengkapi oleh keseimbangan,proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi
antar pengalaman
Teori Perkembangan Sosial Peserta
Didik
Tokoh Psikolog Erik Erikson adalah tokoh yang merumuskan teori
perkembangan social peserta didik. Erikson mengembangkan teori dari
Freud yang lebih menekankan pada dorongan-dorongan seksual dengan
menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial. Dia
mengembangkan teori yang disebut teori perkembangan psikososial
(theory of Psychosocial Development) dimana ia membagi tahap-tahap
perkembangan manusia menjadi 8 tahap.
Teori Perkembangan sosial menurut Erik Erikson
yang tergambar pada tahap perkembangan
anak
Umur (Tahun) Fase Perkembangan Perubahan Perilaku

0-1 Trust vs Mitrust Tahap pengembangan rasa


percaya diri kepada orang lain.
2-3 Autonomy vs Shame Tahap sebagai masa
pemberontakan anak/ masa
‘nakal’. Tahap ini anak sedang
mengembangkan kemampuan
motorik(fisik) dan
mental(kognitif)
4-5 Inisiative vs Guilt Tahap ini anak-anak banyak
bertanya dalam segala
hal,sehingga berkesan cerewet.
Mereka juga mengalami
pengembang
inisiatif/ide,samapi pada hal-hal
yang berbau fantasi
6-11 Industry vs Inferiority Tahap ini mereka sudah
bisa mengerjakan tugas
sekolah dan termotivasi
untuk belajar.
12-18/20 Ego-identity vs Role on Tahap ini manusia ingin
fashion mencari identitas dirinya.
Anak sudah beranjak
menjadi remaja.
18/19-30 Intimacy vs Isolation Manusia sudah muali siap
menjalani hubungan yang
intim dengan orang lain.
31-60 Generativity vs Stagnation Tahap ini ditandai dengan
munculnya kepedulian
yang tulus terhadap
sesame. Tahap ini terjadi
saat seseorang telah
memasuki usia dewasa
60 ke atas Ego Integrity vs Putus asa Masa ini dimuali pada usia
60-an,dimana manusia
mulai mengembangkan
integritas dirinya.
Teori Perkembangan Mental Peserta
Didik
Vygotsky berpendapat,bahwa siswa membentuk pengetahuan,yaitu
apa yang diketahui siswa bukanlah hasil kopi dari apa yang mereka
temukan di dalam lingkungan,tetapi sebagai hasil dari pikiran dan kegiatan
siswa sendiri melalui bahasa.
Vygotsky yakin bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau
menangani tugas yang belum dipelajari namun tugas itu berada dalam
jangkauan kemampuannya.
Teori Pengembangan Moral Peserta Didik
Teori ini dikemukakan oleh John Dewey dikembangkan oleh Jean Peaget dan Lawrence
Kohlberg.
John Dewey membagi perkembangan anak menjadi 3 tahap tingkatan, yaitu :
1. Tahap Premoral
2. Tahap Preconventional
3. Tahap Conventional
Peaget juga membagi kedalam 3 tahap yaitu :
4. Tahap Non-morality
5. Tahap Heteronomous
6. Tahap Autonomous Morality
Lawrence Kohlberg juga membagi dalam 3 tahap,yaitu :
7. Pre-conventional
8. Conventional
9. Post-conventional
Tipologi Kepribadian Peserta Didik
Henry A. Murray berpendapat bahwa kepribadian akan dapat lebih nudah dipahami
dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang. Murray kemudian membagi
tipe kepribadian peserta didik khususnya anak usia dini menjadi beberapa macam,yaitu:
1. Autonomy
2. Affiliation
3. Succurance
4. Nurturrance
5. Agression
6. Dominance
7. Achievement
Kecerdasan Ganda Peserta Didik
1. Kecerdasan matematik
kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan angka angka secara efektif dan berpikir secara nalar.
2. Kecerdasan lingual
kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan kata kata secara efektif baik secara lisan maupun dalam
bentuk tulisan.
3. Kecerdasan musical
kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan, mendiskriminasikan, mengubah dan
mengespresikan bentuk musik.
4. Kecerdasan visual-spasial
kemampuan peserta didik untuk menangkap dunia ruang-visual secara akurat
5. Kecerdasan kinestetik
kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menggunakan seluruh tubuhnya untuk mengekspresikan ide
dan perasaan.
6. Kecerdasan interpersonal
kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan dan menangkap perbedaan perbedaan
mood,tujuan,motivasi.
5. Kecerdasan kinestetik
kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menggunakan seluruh tubuhnya untuk
mengekspresikan ide dan perasaan.
6. Kecerdasan interpersonal
kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan dan menangkap
perbedaan perbedaan mood,tujuan,motivasi.
7. Kecerdasan intrapersonal
kemampuan menyadari diri dan mewujudkan keseimbangan mental emosional dalam diri
untuk beradaptasi sesuai dasar dari pengetahuan yang dimiliki.
8. Kecerdasan natural
kemampuan peserta didik untuk peka terhadap lingkungan alam
Peserta didik berbakat
 Setiap diri peserta didik memiliki bakat dan minat. Bakat adalah suatu kelebihan yang
dimiliki peserta didik yang mengarah pada aneka kemampuan. Minat adalah
keinginan yang berasal dari dalam diri peserta didik terhadap obyek atau aktivitas
tertentu.

Pendidik
 Pendidik adalah setiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi.
TERIMA KASIH