Anda di halaman 1dari 11

PERUBAHAN ANATOMI DAN

FISIOLOGIS SEIRING DENGAN


PERKEMBANGAN USIA PADA SISTEM

CARDIOVASCULER
Pengertian

Sistem kardiovaskular sangat erat kaitannya dengan
jantung dan pembuluh darah dimana jantung dan pembuluh
darah merupakan satu kesatuan integrasi yang mampu
memberikan oksigen dan nutrient bagi setiap sel hidup untuk
bertahan hidup.
Perubahan Anatomi Jantung pada Lansia


Kekakuan arteri terjadi seiring penuaan akibat penebalan
tunika media, fibrosis intima, penurunan sel otot polos,
peningkatan deposit kalsium, peningkatan kolagen, dan
penurunan serat elastis. Perubahan pada arteri yang menjadi kaku
dan menebal dapat menyebabkan ateriosklerosis (Lewis &
Bottomley, 1994).

lanjutan

Perubahan kekakuan pada arteri meningkatkan resistansi
pembuluh darah perifer (hambatan aliran darah dalam
perifer), yang meningkatkan beban kerja jantung dan
menurunkan aliran darah ke berbagai organ, terutama ginjal.
Aorta dan arteri yang mengalami dilatasi menerima lebih
banyak volume darah sebagai mekanisme kompensasi
(Gerber, 1990).

lanjutan

Irama jantung yang tidak sesuai dalam mengoordinasi
aliran listrik yang mengendalikan siklus jantung
menyebabkan disritmik seiring dengan bertambahnya usia.
Selain itu terjadi peningkatan lemak, kolagen, dan penebalan
pada serat elastis terjadi pada daerah nodus sinoatrial (SA)
(Morgan, 1993).
Perubahan Anatomi
Implikasi Klinis
Jantung pada Lansia
Penebalan dinding Penurunan kekuatan kontraksi
ventrikel kiri

Penebalan 
katup Gangguan aliran darah melalui katub
jantung
Jumlah sel pacemaker Terjadi disritmia
menurun

Arteri menjadi kaku dan Penumpulan respon baroreseptor


tidak lurus pada kondisi Penumpulan respon terhadap panas dan dingin
dilatasi

Vena mengalami dilatasi, Edema pada ekstremitas bawah dengan


katup-katup tidak penumpukan darah
compete
Perubahan Fisiologis Jantung dan
Pembuluh Darah pada Lansia

1. Perubahan Miokardium
Perubahan meliputi amyloid deposits, akumulasi
lipofuscin, degenerasi basofilik, atrofi miokard atau
hipertropi, katup kaku dan menebal, serta jumlah
jaringan ikat meningkat (Miller, 2012).

2. Perubahan Mekanisme Neuro-conduction
Di mana miokardium menjadi semakin mudah irritable
dan kurang responsif terhadap impuls dari sistem saraf
simpatik (Miller, 2012). Perubahan yang berkaitan dengan
usia menyebabkan konsekuensi fungsional, terutama
melibatkan elektrofisiologi jantung (sistem
neuroconduction). Perubahan yang terjadi dalam sistem
neuroconduction yaitu penurunan jumlah sel alat pacu
jantung (pacemaker cells) dan ketidakteraturan dalam
bentuk sel-sel alat pacu jantung meningkat.

3. Perubahan Pembuluh Darah
Perubahan yang paling signifikan pada kulit
adalah penurunan elastisitas, sama dengan
pembuluh darah juga mengalami penurunan
elastisitas yang memungkinkan darah bersirkulasi
(Touhy & Jett, 2014). Kehilangan elastisitas
mengganggu aliran koroner dan dapat
menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Perubahan Fisiologis Sistem
Kardiovaskular Pada Lansia

1. Jantung
Perubahan Fisiologis
Miokardium mengalami hipertrofi yang dapat
mengubah dinding ventrikel kiri dan septum
ventrikel perlahan menebal
Efek/Dampak
Menyebabkan gagal jantung

2. Pembuluh darah
Perubahan Fisiologis
Peningkatan resistensi pembuluh darah kapiler
Efek/Dampak
Darah sulit untuk kembali ke jantung dan paru-
paru