Anda di halaman 1dari 45

FLOWCHART PEK.

TIANG PANCANG BAJA


START

PEKERJAAN TIANG PANCANG BAJA Ø600mm

PEMANCANGAN DI DARAT : alat kerja


Persetujuan Material Persetujuan Shop Drawing
1) 2 unit Crane 60 ton
2) 2 unit Crane Service 25 ton
3) 2 unit Pile Driving Machine Pemesanan Persetujuan Metode Pelaksanaan

Fabrikasi Persiapan Peralatan Pancang


TIDAK

Test ! Penentuan titik Pancang

YA TIDAK
Pengiriman ke workshop proyek Check !

Splicing & Install Sepatu YA


utk Pipa Baja

TIDAK
Test !
YA
Pengiriman ke lokasi proyek

Pemancangan
Pekerjaan Kepala Pancang
dikerjakan di Fabrikasi Yard
Test !

Finish
PROSEDUR BAJA TIANG PANCANG BAJA DIA 600mm
MUTU PEKERJAAN

 Setiap tiang pancang yang rusak akibat cacat dalam (internal) atau pemancangan tidak sebagaimana
mestinya, dipancang keluar dari lokasi yang semestinya atau dipancang di bawah elevasi yang ditun-
jukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan, harus diperbaiki atas biaya Penyedia
Jasa.
 Pekerjaan perbaikan, seperti yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan dan dikerjakan atas biaya
Penyedia Jasa, akan mencakup, tetapi tidak perlu dibatasi berikut ini :
 Penarikan kembali tiang pancang yang rusak dan penggantian dengan tiang pancang baru atau
lebih panjang, sesuai dengan yang diperlukan
 Pemancangan tiang pancang kedua sepanjang nisi tiang pancang yang
cacat atau pendek. Perpanjangan tiang pancang dengan cara penyambungan, seperti yang telah
disyaratkan di bagian lain dari Seksi ini, untuk memungkinkan penempatan kepala tiang pancang
yang sebagaimana mestinya dalam pur (pile cap)

 Pipa baja yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari ASTM A252 Grade 2. Pelat penutup untuk
menutup ujung tiang pancang harus memenuhi ketentuan dari SNI 03­6764-2002 (ASTM A36).

 Pipa baja harus mempunyai garis tengah sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. Kecuali
ditunjukkan lain dalam Gambar.
 Pelat penutup dan las penyambung tidak boleh menonjol ke luar dari keliling ujung tiang pancang.
 Sepatu dan sambungan tiang pancang harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau
sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan
PEKERJAAN TIANG PANCANG BAJA DIA. 600mm

Stock Yard
Pipa Baja

Steel Pipe of launching

Steel Pipe launching

 Sebelum pemancangan, kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan topi pemancang
(driving cap) harus dipasang untuk mempertahankan sumbu tiang pancang segaris dengan sumbu palu. Setelah
pemancangan, pelat topi, batang baja atau pantek harus ditambatkan pada pur, atau tiang pancang dengan panjang
yang cukup harus ditanamkan ke dalam pur (pile cap).

 Bilamana tiang pancang akan dipancang di tanah keras, maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan pelat baja
tuang atau dengan mengelaskan pelat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja. Tiang pancang pipa atau kotak
dapat juga dipancang tanpa sepatu, tetapi bilamana ujung dasar tertutup diperlukan, maka penutup ini dapat dikerjakan
dengan cara mengelaskan pelat datar, atau sepatu yang telah dibentuk dari besi tuang, baja tuang atau baja fabrikasi.
METODE JEMBATAN BRANTAS BOX GIRDER
PEMBAGIAN ZONA KERJA JEMBATAN BRANTAS BOX GIRDER

ZONA-1 ZONA-2

 DALAM PELAKSANAANNYA PEK. JEMBATAN BOX GIRDER DIBAGI MENJADI 2 ZONA KERJA SEPERTI
TAMPAK DIATAS, UNTUK MEMPERMUDAH DAN MEMPERCEPAT WAKTU PELAKSANAAN JEMBATAN
 LANGKAH AWAL ADALAH PEKERJAAN TIMBUNAN SEBAGAI JALAN AKSES MELEWATI TANGGUL
UNTUK LEWAT ALAT BERAT MENUJU KE LOKASI PIER. PEK. TIMBUNAN INI KHUSUSNYA DI SISI A2
MEMERLUKAN TRAFFIC MANAGEMENT KARENA BERDEKATAN DENGAN JALAN UMUM EXISTING
 SETELAH AKSES MASUK KE AREA PIER SELESAI, DILANJUTKAN DENGAN PEKERJAAN PONDASI TIANG
PANCANG BAJA PIER P1 DAN P2
PEK. TITIK PANCANG BAJA PADA JEMBATAN BOX GIRDER

ZONA-1 ZONA-2
JEMBATAN-2
JEMBATAN-2
5 4
3 2 1 2
1
JEMBATAN-1
JEMBATAN-1
DENAH
DENAH TITIK
TITIK PANCANG
PANCANG BAJA
BAJA PADA
PADA JEMBATAN
JEMBATAN BOX
BOX GIRDER
GIRDER

ZONA-1 ZONA-2
KETERANGAN :
A1 P1 P2 P3 A2
 Dalam pelaksanaannya jembatan Brantas
Jembatan-2 66 titik 63 titik - - -
dibagi menjadi 2 zona kerja: zona-1 meliputi
Jembatan-1 66 titik 63 titik 108 titik 108 titik 66 titik abument A1, Pier P1 dan Pier P2, sedangkan
zona-2 meliputi abutment A2 dan pier P3
Panjang (L) pancang L=30 meter L=30 meter  Untuk pekerjaan tiang pancang menggunakan
kapasitas produksi alat pancang berjumlah 2 buah (1alat=1 zona)
4 titik/hari/alat 4 titik/hari/alat
Alat pancang  Pemancangan tiang baja zona-1 direncanakan
Jumlah Alat pancang Alat pancang #1 Alat pancang #2 selesai dalam 93 hari, sedangkan zona-2
Durasi waktu (hari) 17x2 16x2 27x1 27x1 17x1 dalam 44 hari kerja
SAMBUNGAN TIANG PANCANG BAJA
Penyambungan antara potongan tiang baja
memerlukan pengelasan standar tinggi dan harus
dilakukan oleh tukang las yang bersertifikat.
See Welding Pengelasan harus dikerjakan sedemikian rupa
Work

Piles to be
hingga kekuatan penampang baja semula dapat

jointed
ditingkatkan. Sambungan harus dirancang dan
Backing dilaksanakan dengan cara sedemikian hingga
dapat menjaga alinyemen dan posisi yang benar
pada ruas-ruas tiang pancang. Pengelasan harus
diuji secara visual dan dengan cara non
destructive.

Biasanya perlu memotong 300 mm hingga 500


mm dari puncak bagian tiang dipancang untuk
meratakan ujungnya dan untuk membuang
bagian baja keras yang sukar dilas.Sambungan
yang dilas harus mampu meneruskan momen
penuh dalam tiang (dan untuk pipa baja)
biasanya merupakan las ujung penetrasi penuh
di sekeliling permukaan pipa.
PEKERJAAN TIANG PANCANG BAJA

PEK.
PEK. TIMBUNAN
TIMBUNAN
UNTUK
UNTUK JALAN
JALANAKSES
AKSES
MELEWATI
MELEWATI TANGGUL
TANGGUL

TANGGUL
EXISTING
SUNGAI
TANAH ASLI BRANTAS

Sebagian
Sebagian besar
besar pekerjaan
pekerjaan tiang
tiang pancang
pancang padapada proyek
proyek jembatan
jembatan adalah
adalah pipa
pipa baja
baja yang
yang dipancang
dipancang didalam
didalam tanah
tanah dan
dan
kemudian diisi dengan beton. Suatu jalinan penulangan (reinforcing cage) ditempatkan di dalam
kemudian diisi dengan beton. Suatu jalinan penulangan (reinforcing cage) ditempatkan di dalam pipa sebelum pipa sebelum
pengecoran.
pengecoran. Batang-batang
Batang-batang penulangan
penulangan akanakan keluar
keluar didi atas
atas permukaan
permukaan pemotongan
pemotongan tiang
tiang dan
dan berfungsi
berfungsi untuk
untuk mengikat
mengikat
tiang
tiang pada
pada kepala
kepala jembatan
jembatan atau
atau pilecape
pilecape
Beton
Beton pada bagian atas setinggi 2 atau
pada bagian atas setinggi 2 atau 33 meter
meter dari
dari puncak
puncak harus
harus dipadatkan
dipadatkan dengan
dengan menggunakan
menggunakan caracara penggetaran
penggetaran
yang
yang biasa
biasa dilakukan.Penulangan
dilakukan.Penulangan harus
harus diletakan
diletakan di
di tengah
tengah pipa
pipa dengan
dengan selimut
selimut yang
yang disyaratkan.
disyaratkan.
PDA (PILE DRIVING ANALYSIS) TEST

Pile
Driving

Diessel
Hammer

Plywood Hasil
tumbukan
terecord pd
alat PDA
2D

Strain Tranducer
dan
Accelerometer

Pengujian untuk mengetahui kemampuan daya dukung tiang dilakukan dengan pengujian dinamis
PDLT test dan PDA test.
PDA test merupakan suatu pengujian untuk mengetahui kemampuan daya dukung tiang yang
dilakukan dengan pengujian dinamis. Pengujian dinamis ini didasarkan pada interpretasi gelombang
satu dimensi (one dimentional wave) yang menjalar pada tiang pondasi akibat tumbukan (impact)
yang diterima oleh tiang
PDA (PILE DRIVING ANALYSIS) TEST
PDA (PILE DRIVING ANALYSIS) TEST

I. PROSEDUR INI BERLAKU UNTUK


A. Tujuan  pengujian  tiang  dengan  Pile  Driving Analyzer 
1.    Daya  dukung  aksial  tiang.
2.    Keutuhan  /  integritas  tiang.
3.    Efisiensi  enerji  yang  ditransfer.

B. Peralatan untuk  pengujian  ‘PDA’  terdiri  dari  :


1.   Pile Driving  Analyzer   ( PDA ), 3.    Dua  (2)  accelerometer
2.    Dua  (2)  strain  transducer. 4.    Kabel  Penghubung.

II. PROSEDUR  PENGUJIAN PDA TEST


A. Persiapan  Pengujian PDA TEST
Persiapan  pengujian  terdiri  dari  :
1.    Penggalian tanah permukaan  sekeliling  kepala  tiang,  apabila  kepala  tiang sama  rata 
permukaan  tanah.
2.    Pengeboran  lubang  kecil  pada  tiang  untuk  pemasangan  strain  transducer  dan  accelerometer.
3.    Pemasangan  instrument.

B. Informasi  yang  diperlukan dalam PDA test.


1. Gambar  yang  menunjukan  lokasi  dan  identifikasi  tiang. 3.    Panjang  tiang  dan  luas  penampang tiang.
2.    Tanggal  pemancangan. 4.    Panjang  tiang  tertanam.

C. Pedoman Pengujian
Pengujian  ‘PDA’  dilaksanakan  berdasarkan  prosedur  yang  tercantum  dalam ASTMD-4945-1996.

D. Waktu Pengujian PDA test


Pengujian ‘PDA’  dapat  dilakukan  selama  pemancangan  untuk  memonitori perkembangan daya dukung
tiang  sejalan  dengan  tiang  masuk  makin  dalam, kenerja  dari  sistem   pemancangan  atau  memonitor 
memonitor  tegangan  pada  saat pemancangan yang  ekstrim.

Tetapi  umumnya  ‘PDA’  digunakan  untuk  menentukan  daya  dukung jangka  panjang  tiang  fondasi. 
Untuk  tujuan  ini,  pengujian  ‘PDA’  sebaiknya  dilakukan  beberapa  hari  setelah  pemancangan,  setelah 
gaya  lengketan  tanah  mulai  bekerja.
METODE PEKERJAAN TIANG PANCANG BAJA Ø600mm

Kebutuhan Peralatan, Tenaga dan Material Tiang Pancang


Alat & Bahan : Baja Dia. 600mm
• 2 Pile Driving Machine 4,5 Ton
• 2 service Crane 25 Ton
• Pipa Baja Ø 600mm, tebal=12mm

Pemakaian Tenaga Kerja:


1. Pekerja : 12 orang
2. Mandor : 2 orang
3. Tukang : 6 orang

Waktu penyelesaian pekerjaan:


 Perkiraan kuantitas : 17.262 m1
 Kapasitas produksi : 186 m1/hari
 Durasi pekerjaan : 93 hari
C. METODE PEKERJAAN
PILECAP JEMBATAN
PEKERJAAN ABUTMENT
PILE CAP UNTUK KONSTRUKSI
ABUTMENT ABUTMENT

A. Setelah dilakukan pemancangan


tiang pancang baja dia 600mm
A B dilakukan Pekerjaan penggalian
struktur.
B. pemotongan tiang pancang sesuai
dengan elevasi gambar
C. Pengecoran beton pada ujung atas
B pancang baja dengan perkuatan
pembesian sebelumnya
D. Pembuatan lantai kerja &
C D E Pemasangan bekisting abutmen
dan besi tulangan nya.
D. Lakukan pengecoran dengan
concrete pump dan pemadatan
menggunakan concrete vibrator.
E. Pekerjaan curing beton
D. METODE PEKERJAAN
PILAR PIER & ABUTMENT
TAHAPAN PELAKSANAAN KOLOM ABUTMENT
2,699m

2,751m

Pekerjaan
Pilecap Abutment
5,250m
Pek : Pancang
Dan Lantai Kerja
1,800m

2,699m

2,751m

Tahap – 01
5,250m

1,800m KOLOM
KOLOM ABUTMENT
ABUTMENT
DIKERJAKAN
DIKERJAKAN
DALAM
DALAM 44 TAHAP
TAHAP PENGECORAN
PENGECORAN
TAHAPAN PELAKSANAAN KOLOM ABUTMENT
2,699m
2,699m

2,751m
2,751m

Tahap – 02 Tahap – 03
5,250m
5,250m

1,800m
1,800m

2,699m
2,699m

2,751m
2,751m

Pemasangan
Tahap – 04 Pod Bearing
5,250m
5,250m

1,800m
1,800m
PEKERJAAN KOLOM PIER
URUTAN PEKERJAAN:

1. Pemasangan Bekisting dan support


TAHAP-1 untuk pengecoran tahap pertama
PENGECORAN 2. Pembesian kolom sesuai dengan
gambar rencana
3. Pasang formwork kolom pier
4. Pengecoran Stage pertama
5. Pembongkaran Bekisting dan
support
6. Pengecoran Stage kedua dan
Potongan Memanjang berikutnya dengan urutan kerja
seperti di atas (no 1 – 4)

TAHAP-2
PENGECORAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN:
 Concrete Batching Plant 40 m3/jam
 Concrete Pump 60 m3/jam
 Truck mixer 5 m3
 Concrete Vibrator

Potongan Memanjang
PEKERJAAN HAMMER HEAD JEMBATAN
PEKERJAAN PENGECORAN KOLOM PIER
1. Perencanaan Bekisting =
 Perencanaan Pola panel yang baik Quality
Quality Target
Target Beton
Beton   Expose
Expose
 Pemilihan bahan panel bekisting, dipilih multipelx phenolfilm
 Pembuatan sambungan antarpanel yang menutup sempurna
2. Sifat Bekisting =
 Kekakuan (stiffness)  susunan pengaku panel
 Daya serap (absorbency)  bahan panel seragam
 Kekedapan air (watertighness)  penggunaan panel di batasi
3. Minyak Bekisting =
 Menggunakan minyak bekisting, bukan solar/oli
 Pelapisan secara merata menggunakan alat yang bersih
4. Beton =
 Menggunakan beton dengan slump rendah dan kandungan semen tinggi
 Aggregat maksimum beton kecil (< 20 mm)
 Tipe semen dan additif yang digunakan seragam
 Pasir dari sumber yang sama
 Air harus bersih
5. Pelaksanaan =
 Kecepatan pengecoran yang tepat
 Pemadatan dengan vibrator internal dan eksternal dengan jumlah alat yang proporsional
 Pengeocoran dilakukan dengan layer seragam, tidak disebar menggunakan vibrator
 Penambahan additif untuk menambah workabilitas beton meskipun slumpnya rendah dan untuk mengatur setting time
6. Curing beton =
 Beton harus dirawat agar kekuatannya tercapai
 Hati-hati dalam pembongkaran bekisting
 Metode curing yang tepat, agar tidak merusak warna misal dengan curing compond
 Penutupan lubang formtie dengan campuran yang tepat sebelum beton kering agar tercapai warna seragam
E. METODE PEKERJAAN
BETON MUTU TINGGI, fc’ 40 Mpa DENGAN TRAVELER
(BOX GIRDER & HAMMER HEAD)
METODE PEKERJAAN

Beton Mutu Tinggi, fc’ 40MPa (Box Girder & Hammer Head)

Lingkup pekerjaan Beton Mutu Tinggi, fc’ 40 Mpa dengan Traveller (Box Girder & Hammer Head):

 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan konstruksi jembatan box girder serta hammer head menggunakan alat
traveller form, heavy shoring, pekerjaan bekisting, pekerjaan pengecoran.

 Mengingat lokasi pekerjaan dekat dengan lokasi pemukiman warga dan jalan umum dengan lalu lintas yang
cukup padat maka diperlukan traffic management dan pagar pengaman proyek. Sehingga diharapkan lalu
lintas di sekitar lokasi proyek tidak terganggu dan kegiatan proyek dapat berlangsung aman.

 Beton mutu fc’ = 40 MPa dipakai untuk konstruksi box girder dan Hammer head pada struktur pekerjaan
jembatan Brantas
LINGKUP PEKERJAAN
DATA
DATATEKNIS
TEKNIS KONSTRUKSI
KONSTRUKSI JEMBATAN
JEMBATAN BOX
BOX GIDER
GIDER

POTONGAN MEMANJANG JEMBATAN BOX GIRDER

DATA TEKNIS JEMBATAN BOX GIRDER

Panjang bentang jembatan : 340 meter


Lebar jembatan : 16,3 meter
Jenis Struktur :
- Pondasi Tiang pancang Baja = Ø600mm, L=30m, fc'=30MPa
- Pilecap Pier P2,P2',P3,P3' = (18,3x13,8x3m), mutu beton fc'=30MPa
- Pilecap Pier P1,P1' = (10,8x13,8x3m), mutu beton fc'=30MPa
- Pilecap Abutment A1,A1' = (9,3x13,8x3m), mutu beton fc'=30MPa
- Kolom = Dia.5,5m, (P1=tinggi 10mm; P2=tinggi 11,5m,P3=7,5m,A2=8,3m), fc'=40MPa POTONGAN A-A MELINTANG BOX GIRDER
- Struktur atas = Box girder dan hammer head mutu beton fc'=40MPa
METODE BOX GIRDER
METODE PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER (fc’=40MPa)
BALANCED
BALANCED
P1
P1 P2
P2 CANTILEVER P3
P3 A2
A2
CANTILEVER
299 m
77 m 145 m 77 m
LOKASI
LOKASI
LOKASI
LOKASI PEKERJAAN
PEKERJAAN
PEKERJAAN Install Box Girder 2 arah Install Box Girder 2 arah
PEKERJAAN SHORING
SHORING
SHORING bersamaan dengan Traveller bersamaan dengan Traveller
SHORING

SUNGAI

ZONA-1
BRANTAS
ZONA-2

 Pada saat pier mengerjakan segmen ke-8, maka pada Pier sisi (P1) memulai pekerjaan beton
box girder segmen-1. Berbeda dengan beton box girder bentang tengah (P2 - P3) yang
menggunakan sistem balanced cantilever form, Box girder sisi abutment A2 & P1 dikerjakan
dengan support perancah heavy shoring pada bagian bawahnya. Tetapi keduanya sama-sama
menggunakan beton mutu fc’= 40 MPa dengan metode pengecoran insitu
METODE BETON MUTU TINGGI fc’=40 MPa
FLOWCHART PEKERJAAN
Box girder mutu tinggi fc’=40 Mpa
BALANCE CANTILEVER BRIDGE
 Pada paket pembangunan Jembatan Sungai Brantas Install Form Traveller
dan jalan pendekat ini, kami menggunakan metode
“Balanced Cantilever Bridge” dengan menggunakan
Traveller.
Setting Form Traveller
 Metode ini cukup efektif dan efisien karena dalam satu
pier mampu mengerjakan 2 sisi segmen box girder Install Pembesian
secara bersamaan serta tidak membutuhkan perancah
dalam pengerjaan segmen-segmen box girdernya.
Sehingga dapat menyingkat waktu pelaksanaan serta Install Ducting
lebih hemat biaya

 Metode ini menggunakan traveller form yang mampu Pengecoran


berjalan ke tengah bentang dengan sistem
keseimbangan pier.
Stressing
 Dalam 1 segmen beton box girder cycle timenya seperti
yang dijelaskan pada flowchart disamping. Sehingga
estimasi waktu 1 segmen box girder mutu beton K-600 Launching Form Traveller
bisa diselesaikan dalam waktu 11 hari kerja

Closure
PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER

URUTAN KERJA PEKERJAAN BALANCE CANTILEVER BRIDGE


METODE CAST IN SITU DENGAN FORM TRAVELLER
PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER
TAHAPAN PEKERJAAN BALANCE CANTILEVER BRIDGE
1. Installlasi Form Traveller (estimasi waktu: 30 hari kerja)
PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER
TAHAPAN PEKERJAAN BALANCE CANTILEVER BRIDGE
2. Setting Form Traveller

2. Install Pembesian
PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER
TAHAPAN PEKERJAAN BALANCE CANTILEVER BRIDGE

4. Installasi Ducting

5. Pengecoran
PEKERJAAN JEMBATAN BOX GIRDER
TAHAPAN PEKERJAAN BALANCE CANTILEVER BRIDGE

6. Stressing

7. Launching Form Traveller


Visualisasi Balanced Cantilever menggunakan Traveller
VISUALISASI
VISUALISASI METODE
METODE BALANCED
BALANCED CANTILEVER
CANTILEVER BRIDGE
BRIDGE
Visualisasi Balanced Cantilever menggunakan Traveller

VISUALISASI
VISUALISASI METODE
METODE BALANCED
BALANCED CANTILEVER
CANTILEVER BRIDGE
BRIDGE
METODE BETON MUTU TINGGI fc’=40 MPa
CYCLE TIME PEKERJAAN 1 SEGMEN BOX GIRDER
DENGAN METODE BALANCE CANTILEVER
CANTILEVER CONSTRUCTION DEVICE
LAUNCHING SEQUENCE 6200

(2) (2)
1. ASSEMBLE LEFT DEVICE AND RIGHT WITH
“ Z “ SHAPED CONNECTION
2. ANCHOR THE AUXILIARY TIE DOWN (2)
3. CASTING A SECTION WITH 4000 mm FOR
CL PIER
BOTH SIDES SIMULTANEOUSLY

F1 F1

STEP 1 S5
4000
S3 S4
3500 3500
S4 S3
4000
S5

2 1

1. SET UP THE LAUNCHING- RAIL WITH TIE DOWN 7


2. INSTALL AUXILIARY SUPPORT FOR BOTH DEVICES.
3. DISMANTLE THE “ Z “ SHAPED CONNECTION .
4. INSTALL THE TAIL PART OF RIGHT DEVICE FOR (2)
LAUNCHING CONDITION.
5. AFTER INSTALLATION REMOVE THE AUXILARY 1
SUPPORT OF RIGHT DEVICE.
CL PIER
AUXILIARY SUPPORT
AUXILIARY SUPPORT
F1 F1
STEP 2 S5
7 7

S5
S3 S4 S4 S3
4000 4000 3500 3500 4000 4000
2 1 1 2

1. FORWARD MOVEMENT OF RIGHT DEVICE BY


2600 4500
4000 mm INTO NEXT CASTING POSITION WITHOUT
MOVING LONG. GIRDER F1.
2. ROLL-OFF BEARING S3 IS NEWLY ANCHORED .
3. REAR ROLLER SUSPENSION S4 IS PUT FORWARD
AND ANCHORED. CL PIER
4. FOLLOW THE PROCEDURE AS SOME AS
THE RIGHT DEVICE TO LAUNCHING THE LEFT
DEVICE
5. BOTH DEVICES ARE IN NEXT CASTING POSITION

F1 F1
STEP 3 S4
7

S3
7

S4 S3
S5 S5
4000 4000 3500 3500 4000 4000
2 1 1 2
CANTILEVER CONSTRUCTION DEVICE
LAUNCHING SEQUENCE
4500 4500

CL PIER

F1 7 7
F1

S5 S4 S3 S4 S3 S5
4000 4000 4000 3500 3500 4000 4000 4000
3 2 1 1 2 3

1 CASTING A SECTION WITH 4000mm FOR BOTH SIDES, SET UP LAUNCHING-RAIL WITH TIE DOWN 7.
2. MOVING FORWARD BOTH DEVICES BY 1000mm WITHOUT LONG F1.
STEP 4 3. FORWARD MOVEMENT OF BOTH DEVICES AND LONG, GIRDER F1 BY 3000 mm INTO NEXT CASTING POSITION
4. ROLL-OFF BEARING S3 IS NEWLY ANCHORED, THEN REAR - ROLLER S4 IS PUT FORWARD AND ANCHORED

4500 4500

CL PIER

F1 7 7
F1

S5 S4 S3 S4 S3 S5
4000 4000 4000 4000 3500 3500 4000 4000 4000 4000
4 3 2 1 1 2 3 4

1. CASTING A SECTION WITH 4000mm FOR BOTH SIDES, MOVING FORWARD THE LAUNCHING-RAIL WITH TIE
DOWN 7 & 2
STEP 5 2. MOVING FORWARD BOTH DEVICES AND LONG. GIRDER F1, INTO NEXT CASTING POSITION.
3. ROLL-OFF BEARING S3 IS NEWLY ANCHORED , THEN REAR-ROLLER S4 IS PUT FORWARD AND ANCHORED
METODE BETON MUTU TINGGI fc’=40 MPa

pekerjaan stressing span ini dapat dilakukan bila umur


beton sudah mencapai 80% dari kuat tekan rencana.
METODE BETON MUTU TINGGI fc’=40 MPa

Closure adalah sebagian span box


girder yang di pending
pengerjaan-nya untuk
mempermudah stres-sing tendon
span sebelumnya dan
pemasangan coupler tendon.
Penggunaan closure pada box
girder adalah bagian metode kerja
untuk percepatan pekerjaan box
girder.
Pada closur bentang tengah
sepanjang 2 meter, closur sisi
abutment A2 sepanjang 2 meter
dan closur sisi abutment A1
sepanjang 1 meter.
METODE BETON MUTU TINGGI fc’=40 MPa
ILUSTRASI PEKERJAAN
Beton Mutu Tinggi, fc’ 40MPa (Box Girder & Hammer Head) CLOSURE SISI ABUTMENT :
Pekerjaan
Pekerjaan segmen
segmen closure
closure dengan
dengan panjang
panjang segmen
segmen sebesar
sebesar (2(2 meter
meter untuk
untuk bentang
bentang tengah
tengah dan
dan sisi
sisi A2)
A2) atau
atau
(1meter untuk Pier sisi P1). Oleh karena itu pekerjaan ini hanya dilakukan satu kali tahap pengecoran
(1meter untuk Pier sisi P1). Oleh karena itu pekerjaan ini hanya dilakukan satu kali tahap pengecoran

Pemasangan
Pemasangan Coupler
Coupler Tendon
Tendon Di
Di Lokasi
Lokasi Closure
Closure
METODE BOX GIRDER DENGAN SHORING SUPPORT

Pekerjaan Balok Box Girder dengan Shoring Support (Sisi Abutment)


Titik Beban
Detail Shoring yang digunakan Jack Head Plate
Steel
Angle Screw
Beam
Clamp

SWL Max:18
A jack

Ton
Screw Jack
. Assembly
Collar
(4 ukuran)
Packer
Plate
Packer

Top
Column

Detail A

Column
Precast PILE
CAPs

Shoring
PENGONTROLAN DEFLEKSI BETON MUTU TINGGI fc’ 40 MPa

Pengontrolan defleksi (Deflection Control)


 Jembatan Balance Cantilever terdiri atas segmen-segmen beton dan pekerjaan stressing yang waktu
pelaksanaannya berbeda. Untuk itu perlu keakuratan informasi schedule pelaksanaan struktur atas dan
cycle time yang akurat, disamping data teknis yang berhubungan dengan berat traveller, beton
segmental dan elemen lainnya yang dikerjakan pada main span.
 Data tersebut diperlukan untuk menghitung defleksi dari sistem cantilever selama waktu pelaksanaan
sehingga nilai awal “camber” yang akan diberikan pada traveller. Selama pelaksanaan “ Statis Tertentu”
deflection disebabkan oleh:
 1.Berat sendiri segmen ( beton + besi dll )
 2.Berat traveller + Form work 
 3.Prestressing
 Keakuratan pengontrolan defleksi sangat menentukan dalam pemberian gaya prategang untuk segmen
berikutnya. Hal ini untuk memperhitungkan defleksi akhir jembatan pada saat jembatan akan
disambung. Ketidakakuratan pengukuranakan mengakibatkan penyambungan akhir jembatan akan
meleset dari perencanaan.
 Sebagai contoh pada Pengukuran defleksi di proyek Jembatan Perawang dilakukan dengan
menggunakan waterpass yang dilakukan pada Pier 7 pada sisi perawang danPier 8 pada sisi meredan
PROSEDUR PELAKSANAAN BAHAN BETON fc’ 40 MPa
 Ketentuan Mutu Agregat, seperti pada tabel 7.2.1.(1) Spesifikasi Teknis Umum Bina Marga 20120 Revisi.
 Pengecoran beton harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan konstmksi (construction joint) yang telah
disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai.
 Beton harus dicor sedemikian rupa hingga terhindar dari segregasi partikel kasar
 dan halus dari campuran. Beton hams dicor dalam cetakan sedekat mungkin dengan yang dapat dicapai pada posisi
akhir beton untuk mencegah pengaliran yang tidak boleh melampaui satu meter dari tempat awal pengecoran.
 Beton tidak boleh jatuh bebas ke dalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm. Beton tidak boleh dicor langsung
dalam air.
 Air tidak boleh dialirkan di atas atau dinaikkan ke permukaan pekerjaan beton dalam waktu 24 jam setelah pengecoran.
 Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis dari dalam atau dari luar yang telah disetujui.
 Seluruh beton yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi kuat tekan yang disyaratkan dalam Tabel 7.1.6.(1) atau
yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
PROSEDUR PELAKSANAAN BAHAN BETON fc’ 40 MPa
PROSEDUR PENGECORAN

 Penyedia Jasa harus memberitahukan Direksi Pekerjaan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
memulai pengecoran beton, atau meneruskan pengecoran beton bilamana pengecoran beton telah
ditunda lebih dari 24 jam. Pemberitahuan hams meliputi lokasi, kondisi pekerjaan, mutu beton dan
tanggal serta waktu pencampuran beton.
 Segera sebelum pengecoran beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak di sisi
dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas
 Tidak ada campuran beton yang boleh digunakan bilamana beton tidak dicor sampai posisi akhir dalam
cetakan dalam waktu 1 jam setelah pencampuran, atau dalam waktu yang lebih pendek sebagaimana
yang dapat diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan berdasarkan pengamatan karakteristik waktu
pengerasan (setting time) semen yang digunakan, kecuali diberikan bahan tambahan (aditif) untuk
memperlambat proses pengerasan (retarder) yang disetujui oleh Direksi
 Pengecoran beton harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan konstmksi (construction
joint) yang telah disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai.
 Bilamana beton dicor ke dalam acuan struktur yang memiliki bentuk yang rumit dan penulangan yang
rapat, maka beton hams dicor dalam lapisan-lapisan horisontal dengan tebal tidak melampuai 15 cm.
Untuk dinding beton, tinggi pengecoran dapat 30 cm menerus sepanjang seluruh keliling struktur.
 Beton tidak boleh jatuh bebas ke dalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm. Beton tidak boleh
dicor langsung dalam air.
 Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis dari dalam atau dari luar yang telah disetujui. Bila-
mana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Direksi Pekerjaan, penggetaran hams disertai penusukan
secara manual dengan alat yang cocok untuk menjamin pemadatan yang tepat dan memadai. Peng-getar
tidak boleh digunakan untuk memindahkan campuran beton dari satu titik ke titik lain di dalam cetakan.
PROSEDUR PELAKSANAAN BAHAN BETON fc’ 40 MPa

PENGERJAAN AKHIR

 Acuan tidak boleh dibongkar dari bidang vertikal, dinding, kolom yang tipis dan struktur yang sejenis lebih awal 30
jam setelah pengecoran beton. Cetakan yang ditopang oleh perancah di bawah pelat, balok, gelegar, atau struktur
busur, tidak boleh dibongkar hingga pengujian menunjukkan bahwa paling sedikit 85 % dari kekuatan rancangan
beton telah dicapai.
 Untuk memungkinkan pengerjaan akhir, acuan yang digunakan untuk pekerjaan
ornamen, sandaran (railing), dinding pemisah (parapet), dan permukaan vertikal yang terekspos hams dibongkar
dalam waktu paling sedikit 9 jam setelah pengecoran dan tidak lebih dari 30 jam, tergantung pada keadaan cuaca
 Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini, tempe­ratur yang terlalu panas, dan
gangguan mekanis. Beton harus dijaga agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan diperoleh
temperatur yang relatif tetap dalam waktu yang ditentukan untuk menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya
pada semen dan pengerasan beton.
 Direksi Pekerjaan hams memeriksa permukaan beton segera setelah pembongkaran acuan dan dapat
memerintahkan penambalan atas kekurangsempurnaan minor yang tidak akan mempengaruhi struktur atau
fungsi lain dari pekerjaan beton.
 Beton hams dirawat, sesegera mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan menyelimutinya dengan bahan
yang dapat menyerap air. Lembaran bahan penyerap air ini yang hams dibuat jenuh dalam waktu paling sedikit 3
hari. Semua bahan perawat atau lembaran bahan penyerap air hams dibebani atau diikat ke bawah untuk
mencegah permukaan yang terekspos dan aliran udara
PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN (BETON fc’ 40 MPa)
PENERIMAAN BAHAN
o Bahan yang diterima (air, semen, agregat dan bahan tambahan bila diperlukan) hams diperiksa oleh
pengawas penerimaan bahan dengan mengecek/memeriksa bukti tertulis yang menunjukkan bahwa
bahan-bahan tersebut telah sesuai dengan ketentuan persyaratan bahan pada Pasal 7.1.2.
o Apabila bahan-bahan yang dibutuhkan jumlahnya cukup banyak dengan pengiriman yang terus
menerus, maka dengan perintah Direksi Pekerjaan, untuk agregat kasar dan agregat halus Penyedia
Jasa harus melakukan pengujian bahan secara berkala selama pelaksanaan dengan interval
maksimum 1000 m3 untuk gradasi dan maksimum 5000 m3 untuk abrasi, sedangkan untuk bahan
semen dengan interval setiap maksimum pengiriman 300 ton.

PENGUJIAN UNTUK KELECAKAN (Workability)


 Satu pengujian "slump", atau lebih sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, harus
dilaksanakan pada setiap adukan beton yang dihasilkan dan dilakukan sesaat sebelum pengecoran,
dan pengujian hams dianggap belum dikerjakan terkecuali disaksikan oleh Direksi Pekerjaan atau
wakilnya. Campuran beton yang tidak memenuhi ketentuan kelecakan seperti yang diusulkan tidak
boleh digunakan pada pekerjaan, terkecuali bila Direksi Pekerjaan dalam beberapa hal menyetujui
penggunaannya secara terbatas dan secara teknis mutu beton tetap bisa dijaga

PENGUJIAN KUAT TEKAN


Penyedia Jasa hammer mendapatkan sejumlah hasil pengujian kuat tekan benda uji beton dari pekerjaan
beton yang dilaksanakan. Setiap hasil adalah nilai rata-rata dari dua nilai kuat tekan benda uji dalam satu
set benda uji (1 set = 3 buah benda uji ), yang selisih nilai antara keduanya 5% untuk satu umur, untuk
setiap kuat tekan beton dan untuk setiap jenis komponen struktur yang dicor terpisah pada tiap hari
pengecoran.
PROJECT DOCUMENTATION
METODE MUTU TINGGI, fc’ 40 MPa (Box Gider & Hammer Head)

Kebutuhan Peralatan, Tenaga dan Material Beton Mutu Tinggi, fc’ 40MPa
Alat: (Box Girder & Hammer Head)
• 4 Set Alat Traveller Cantilever Form
• Shoring untuk perancah
• 2 Concrete Batching Plant 40 m3/jam
• 2 Concrete Pump 60 m3/jam Waktu penyelesaian pekerjaan:
• 4 Concrete Vibrator  Perkiraan kuantitas : 5.064,97 m3
• 1 Wheel loader 1,6m3  Kapasitas produksi : 18 m3/hari
• 8 Agitator truk 5m3  Durasi pekerjaan : 270 hari
• 1 Set Peralatan Laboratorium
• Kayu Bekisting
• Phenolite 18mm

Pemakaian Tenaga Kerja:


1. Pekerja : 30 orang
2. Mandor : 3 orang
3. Tukang : 15 orang