Anda di halaman 1dari 30

PENILAIAN KEMBALI (REVALUASI) ASET TETA

P
KELOMPOK 6
SATYA FAUZIAH
01 160422608319

SHERLY APRIAN NURCAHYA


02 160422600666

SRI ALIYAH
03 160422608264

SYAHBAN MAULANA
04 160422608289

UMI KULSUM
05 160422608270
Pengertian revaluasi
Insert the title of your subtitle Here
Revaluasi Aset Tetap adalah penilaian kembali
aset tetap perusahaan, yang diakibatkan
adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut
di pasaran atau karena rendahnya nilai
aset tetap dalam laporan keuangan
perusahaan yang disebabkan oleh
devaluasi atau sebab lain
FUNGSI REVALUASI

Pembayaran Pph atas


selisih lebih penilaian
Perhitungan harga pokok
Meningkatkan struktur kembali aset tetap sebesar
akan menghasilkan nilai
modal sendiri 20 persen yang bersifat final
yang mendekati harga
apakah cukup menarik bagi
pokok yang wajar.
perusahaan untuk
melakukan revaluasi.
Revaluasi Aset Tetap
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Revaluasi aset tetap menurut Menurut PSAK 16 revisi 2007,
ketentuan PSAK 16 tahun 1994 revaluasi merupakan salah satu
menyebutkan bahwa metode penilaian aset tetap. Jika
“revaluasi aktiva tetap tidak entitas memilih menggunakan
diperkenankan karena penilaian metode revaluasi maka harus
dengan menggunakan harga diterapkan secara konsisten oleh
perolehan, namun penyimpangan perusahaan. Penerapan metode
dari ketentuan ini mungkin revaluasi dilakukan untuk aset
dilakukan berdasarkan ketentuan tetap dalam kelompok yang
pemerintah”. sama.

Dalam hal ini, laporan keuangan harus menjelaskan mengenai penyimpangan


dari konsep harga perolehan di dalam penyajian aset tetap serta pengaruh
penyimpangan tersebut terhadap gambaran keuangan perusahaan. Selisih
revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat) aset tetap dibukukan dalam akun
modal dengan nama
“selisih penilaian kembali aset tetap”.
Revaluasi Aset Tetap
berdasarkan Undang-Undang Pajak
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 384/KMK.04/1998 Tanggal 14 Agustus 1998 dan
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor 29/Pj.42/1998,
menjelaskan hal-hal sebagai
berikut.

Wajib pajak yang dapat melakukan revaluasi adalah

50% 35%
wajib pajak badan   dalam negeri yang terletak atau
berada di indonesia

25% Telah memenuhi semua kewajiban pajaknya sampai


dengan masa pajak terakhir sebelum masa pajak
15% dilakukannya penilaian kembali. Kewajiban pajak yang
dimaksud terdiri atas:
• Pajak Penghasilan (PPh)
• Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)
• Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
• Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan
Gimana sih aset tetap yang dapat
direvaluasi?
1. Aset tetap berwujud dalam bentuk tanah kelompok bangunan, dan bukan bangunan yang tidak dimaksudka
n untuk dialihkan atau dijual.
2. Aset tersebut terletak atau berada di wilayah Indonesia.
3. Penilaian kembali dapat dilakukan terhadap seluruh aset tetap (revaluasi total) atau terhadap sebagian aset
tetap (revaluasi parsial) yang dimiliki perusahaan.
4. Penilaian kembali aset tetap dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aset tetap pada saat penilai
an dilakukan, yang ditetapkan oleh perusahaan penilai atau penilai yang diakui oleh pemerintah.
5. Dalam hal nilai pasar atau nilai wajar yang diterapkan oleh perusahaan penilai atau penilai yang telah diaku
i oleh pemerintah ternyata kemudian tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya, maka Dirjen Pajak ak
an menetapkan kembali nilai pasar atau nilai wajar yang bersangkutan.
Selisih antara nilai pasar atau nilai wajar dengan nilai buku fiskal aset tetap
06 yang dinilai kemballi wajib dikompensasikan terlebih dahulu dengan
kerugian fiskal tahun berjalan dan sisa kerugian fiskal tahun-tahun
sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan.

07 Selisih lebih karena penilaian kembali setelah dilakukan kompensasi


kerugian dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final, sebesar
10%.
Bagi Wajib Pajak yang melakukan penggabungan usaha, Pajak
08 Penghasilan yang terutang sebesar 10% di atas dapat dibayar dalam
jangka waktu paling lama 5 tahun terhitung sejak dilakukannya penilaian
kembali aset tetap perusahaan.

09 Pajak Penghasilan yang harus dilunasi untuk setiap tahun paling sedikit
sebesar 20% dari jumlah pajak yang terutang, kecuali pelunasan untuk
tahun terakhir.

10
Apabila Wajib Pajak melakukan penilaian kembali aset tetap sebelum
akhir tahun pajak, maka kerugian fiskal pada buku yang bersangkutan
diperhitungkan sampai dengan dilakukannya revaluasi aset tetap
tersebut.
Nilai pasar atau nilai wajar merupakan dasar penyusunan aset mulai
11 tahun pajak dilakukannya penilaiannya kembali aset tetap tersebut.
Penyusutan dilakukan sesuai dengan Pasal 11 Undang-Undang Pajak
Penghasilan.

Aset tetap yang telah dilakukan penilaian kembali dan telah dikenakan
12 Pajak Penghasilan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain sebelum
lewat jangka waktu 5 tahun setlah dilakukannya penilaian kembali.

Apabila wajib pajak mengalihkan aset tetap tersebut sebelum lewat jangka
13 waktu 5 tahun, maka atas selisih penilaian aset tetap tersebut tetap
dikenakan PPh yang terutang sebesar 10% dan tambahan PPh yang
bersifat final sebesar 15%.

Dikecualikan dari jangka waktu 5 tahun jika aset tetap tersebut


14 dialihkan kepada pemerintah atau dialihkan dalam rangka
penggabungan, peleburan, atau pemekaran usaha.
Persyaratan administasi setelah direvaluasi gimana yah?

1 Laporan penilaian dari perusahaan penilai/penilai profesional yang


diakui oleh pemerintah.

Neraca penyesuaian yang telah diaudit oleh akuntan publik yang


2 secara jelas terlihat nilai aset sebelum dan sesudah
dilakukannya revaluasi aset tetap.

13 Perhitungan selisih lebih akibat revaluasi aset tetap dan perhitungan


besarnya PPh terutang.

14 Surat Setoran Pajak (SSP).


Tarif Perlakuan Khusus

Khusus wajib pajak yang melakukan penggabungan usaha, PPh final dapat
dibayarkan dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun
fiskal dilakukannya revaluasi aset tetap, sepanjang PPh yang dibayarkan/dilunasi
setiap tahunnya tidak boleh kurang dari 20 persen (dua puluh persen) jumlah PPh
terutang, kecuali pelunasan untuk tahun terakhir. Dari regulasi tersebut, khusus bagi
wajib pajakyang melaksanakan penggabungan usaha dapat mencicil PPh final yang
terutang tersebut.
Kapan sih jangka waktu
Pengambilan Keputusan
Oleh Otoritas Pajak??

Paling lama 1 (satu) bulan setelah tanggal


pemberitahuan Wajib Pajak diterima secara
lengkap Dirjen Pajak cq. Ka.
Teknis Akuntansi dan Selisih Lebih Akibat Revaluasi Aset Tetap

Selisih lebih akibat revaluasi aset tetap setelah diperhitungkan dengan


kompensasi kerugian dibukukan dalam perkiraan (rekening/akun) tersendiri yang
diberi nama ‘Selisih Penilaian Kembali Aset’ dan termasuk dalam kelompok
perkiraan modal.
n s i
f i sie
a n E
ij ak
Keb va lu a si as
et
ka re m
rang u ),
lam um KA P
ai a n da eriksaan Publik (
su m n i
c a penye kukan pe or Akunta perlu lag )
t t
Nera telah dila leh Kan but tidak cial audi
o e e
tetap ral audit) aian ters usus (sp
e u h
(gen nyes an k
r a c a pe emeriksa
ne p .
i la k ukan ebaliknya
d s
juga
dan
Prosedur Pengajuan Permohonan Penilaian
Kembali Aktiva Tetap
Permohonan penilaian kembali aktiva tetap yang sebelumnya telah dilakukan oleh kantor jasa
penilaian publik untuk tujuan perpajakan yang diajukan dengan menggunakan hasil penilaian
kembali aktiva tetap berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aktiva tetap harus melampirkan : :

01 Surat Setoran Pajak bukti pelunasan Pajak Penghasilan atas penilaian


kembali aktiva tetap.

02 Daftar aktiva tetap hasil penilaian kembali.

Fotokopi surat izin usaha kantor jasa penilai publik atau ahli penilai, yang
03 memperoleh izin dari Pemerintah yang dilegalisir oleh instansi Pemerintah
yang berwenang menerbitkan surat izin usaha tersebut.

04 Laporan penilaian aktiva tetap oleh kantor jasa penilai publik atau ahli
penilai yang memperoleh izin dari Pemerintah.

05 Laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum penilaian kembali


aktiva tetap.
Permohonan penilaian kembali aktiva tetap bagi Wajib Pajak yang belum melakukan
penilaian kembali aktiva tetap diajukan dengan menggunakan perkiraan nilai pasar atau nilai
wajar aktiva tetap menurut Wajib Pajak harus melampirkan :

01 Surat Setoran Pajak bukti pelunasan Pajak Penghasilan atas penilaian


kembali aktiva tetap.

02 Daftar aktiva tetap yang akan dinilai kembali beserta perkiraan


nilainya.
Bagi Wajib Pajak yang belum melakukan penilaian kembali aktiva tetap, Wajib Pajak juga
harus melengkapi

01 Surat Setoran Pajak bukti pelunasan Pajak Penghasilan atas penilaian


kembali aktiva tetap dalam hal terjadi kekurangan pembayaran pajak
terutang.

02 Daftar aktiva tetap hasil penilaian kembali.

Fotokopi surat izin usaha KJPP atau ahli penilai, yang memperoleh izin
03 dari Pemerintah yang dilegalisir oleh instansi Pemerintah yang berwenang
menerbitkan surat izin usaha tersebut.

04 Laporan penilaian aktiva tetap oleh KJPP atau ahli penilai yang
memperoleh izin dari Pemerintah

05 Laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum penilaian kembali


aktiva tetap.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dala
m melakukan revaluasi
Insert the title of your subtitle Here
Revaluasi parsial
Objek dari revaluasi adalah aset Revaluasi parsial merupakan saat
berwujud yang dapat berbentuk
tanah, kelompok bangunan dan PPh 10% dimana perusahaan hanya
melakukan revaluasi atas
bukan bangunan yang tidak sebagian aset tetap yang ada
dimaksudkan untuk dialihkan atau sesuai dengan pertimbangan
dijual perusahaan.

Bagi beberapa perusahaan, contohnya perusahaan perkebunan, revaluasi atas tanah tidak akan
terlalu menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan adanya pembayaran PPh sebesar 10% atas selisih
lebih penilaian kembali aset. Dengan demikian perusahaan dapat melakukan revaluasi parsial
sepanjang yang tidak direvaluasikan adalah aset tetap berupa tanah yang tidak disusutkan.
Your Picture Here Your Picture Here

Pembayaran
PPh 10% yang
bersifat final Your Picture Here Your Picture Here

Adanya biaya penyusutan akan


memberi dampak pengurangan
penghasilan kena pajak. Jangka
waktu penyusutan dilakukan sesuai
dengan kelompok aset, walaupun
aset sudah digunakan lebih dari
separuh umur.
Pembayaran pajak selama 5 tahun

Perusahaan yang melakukan penggabungan usaha, PPh 10% dapat


dibayar selama 5 tahun. Di samping itu, apabila perusahaan yang
melakukan gabungan usaha tersebut tidak melaksanakan kewajiban
kekurangan PPh final yang terutang, akan berakibat pada tahun-tahun
berikutnya yang akan menyulitkan administrasi dan penagihan
pajaknya karena badan yang bergabung tersebut sudah bubar atau
dilikuidasi, sehingga untuk mengejar penanggung pajaknya tidak
mudah.
Kapan suatu perusahaan sebaiknya
melakukan revaluasi?

1 2
Jika laba, berapa? Apa
Kondisi perusahaan
sudah mencapai lapisan
dalam keadaan laba atau
kena pajak dengan tarif
rugi
tertinggi?

3Jika rugi, kapan terjadi?


4
Bagaimana dampak
revaluasi terhadap beban
pajak?
CONTOH SOAL
PT Melati pada tahun 2010 membeli aset tetap berupa mesin dengan harga
perolehan Rp400.000.000. Mesin tersebut masuk ke dalam aset Kelompok 2
dan selama ini perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus.
Pada awal tahun 2013 berdasarkan penilaian dari perusahaan jasa penilai
yang diakui oleh pemerintah, nilai wajar dari mesin sebesar Rp600.000.000.
Apakah perusahaan sebaiknya melakukan revaluasi?

Jika kondisi perusahaan diasumsikan sebagai berikut.

1. Perusahaan tidak mempunyai rugi fiskal

2. Tahun 2008 perusahaan mengalami rugi fiskal sebesar Rp1.000.000.000 dan


sampai tahun 2012 baru sebesar Rp500.000.000 yang telah dikompensasi dan
laba tahun berjalan diprediksi Rp200.000.000.
CONTOH SOAL
Perusahaan Tidak Mempunyai Rugi Fiskal

Jika dilakukan revaluasi:


Harga perolehan mesin Rp400.000.000
Akumulasi penyusutan Rp150.000.000
Nilai buku mesin Rp250.000.000
Nilai revaluasi Rp600.000.000
Selisih lebih revaluasi Rp350.000.000*
*selisih lebih merupakan objek Pph yang dikenakan tarif 10 persen final
CONTOH SOAL
Perusahaan Tidak Mempunyai Rugi Fiskal

Revaluasi Tidak Revaluasi


Laba Rp 200.000.000 Rp 200.000.000
Penyusutan Mesin Rp 75.000.000* Rp 50.000.000**
Penghasilan Kena Pajak Rp 125.000.000 Rp 150.000.000
PPh Badan 25% Rp 31.250.000 Rp 37.500.000

*Rp 600.000.000 x 12,5% = Rp 75.000.000


**Rp 400.000.000 x 12,5% = Rp 50.000.000
CONTOH SOAL
Perusahaan Tidak Mempunyai Rugi Fiskal

Pph final 10% PPh Badan 25%


Revaluasi Rp 35.000.000
Tidak Revaluasi Rp 37.500.000
Perusahaan Mempunyai Rugi Fiskal

Rugi Tahun 2008 Rp 1.000.000.000


TIDAK
Baru dikompensasi (Rp 500.000.000) REVALUASI
Sisa Rugi Fiskal (Rp 500.000.000)
Laba Tahun Berjalan 2013 Rp 200.000.000
Sisa Rugi Fiskal (Rp 300.000.000) HANGUS !!

Selisih Lebih Revaluasi Rp 350.000.000


Dikompensasi dengan rugi fiskal (Rp 500.000.000)
REVALUASI
Sisa Rugi Fiskal (Rp 150.000.000)
Laba tahun berjalan Rp 200.000.000 Laba Kena
Pajak Rp 50.000.000
Revaluasi Aset Tetap 2015
2008 2015
Penilaian Kembali
Kebijakan Revaluasi
Aktiva Tetap
Aset Tetap
Perusahaan
PMK 191/2015 PMK 191/2015

Objek yang dapat diajukan permohonan revaluasi asset tetap:

1. Sebagian/seluruh asset tetap berada di Indonesia


2. Dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan yang merupakan objek pajak
Tarif Insentif Perpajakan

01 02
3% Permohonan s/d 31 Des 2015
Penilaian kembali selesai paling 3% 4%
lambat 31 Desember 2016

4% Permohonan 1 Jan 2016 – 30 Jun 2016


Penilaian kembali selesai paling
lambat 30 Juni 2017 03

6% Permohonan 1 Juli 2016 – 31 Des 2016


Penilaian kembali selesai paling 6%
lambat 31 Desember 2017