Anda di halaman 1dari 34

Ketel Dan Turbin Uap

Marfizal, ST,MT
Ketel Uap (Boiler)
Uap (steam) dimaksudkan uap air yaitu gas yang timbul
akibat perubahan fase air (Cair) menjadi uap (Gas) dengan
cara pendidihan (Boiling). Untuk melakukan proses
pendidihan diperlukan energi panas, yang diperoleh dari
sumber panas, misalnya dari pembakaran bahan bakar
(padat, cair, dan gas), tenaga listrik dan gas panas sebagai
sisa proses kimia serta tenaga nuklir
Ketel uap (boiler) adalah sebuah alat yang memiliki fungsi
untuk menghasilkan uap, yang mana memiliki dua bagian
yang penting yaitu dapur pemanasan, yang mana
pemanasan didapat dari pembakaran bahan bakar, dan
boiler proper yaitu sebuah alat yang mengubah air
menjadi uap
Sejarah Ketel Uap (Boiler)

Perkembangan terpenting dalam Revolusi Industri, mesin


uap memfasilitasi kemajuan besar di bidang
pertambangan, manufaktur, pertanian dan transportasi.
Meskipun terdapat beberapa tokoh terkemuka abad 18 dan
19 pengembangan mesin uap, sebenarnya sejarah mesin
uap hadir 2.000 tahun sebelum Revolusi Industri.
Awal abad pertama Masehi, seorang penemu Yunani
bernama Hero of Alexandria, merancang turbin uap
aeolipile pertama di dunia. Alat tersebut terdiri dari bola
berongga pada sepasang tabung.
Sejarah Ketel Uap (Boiler)
Tahun 1606 Giovanni Battista Della Porta seorang sarjana Italia
merencanakan dua buah laboratorium percobaan yang
memperlihatkan tenaga uap dan sistem kondensasi. Ketel sangat
diperlukan di semua industri, baik industri kimia, tekstil maupun
industri mekanik lainnya, serta merupakan alat utama pada
pembangkit tenaga listrik (PLTU) juga merupakan kebutuhan di
rumah-rumah sakit, perhotelan, dan dikalangan transportasi laut
(pada kapal laut).

Tahun 1641 Galileo (Itali), seorang saintis besar terkenal dengan


teleskopnya, pendulum dan percobaan dengan grafitasi, menyatakan
bahwa air hanya dapat dipompa dari kedalamam 28 kaki (8,5344
m), tetapi dia meninggal di tahun berikutnya.
Sejarah Ketel Uap (Boiler)
Tahun 1643, Evangelista Torrieelli fisikawan Italia, salah seorang
murid Galileo, setelah dia wafat, meneruskan percobaan Galileo.
Dia menemukan bahwa tekanan atmosfir dapat menahan kolom air
setinggi 32 kaki (9,7536 m) bila di atas permukaan air tersebut
keadaan vakum. Dia melakukan juga percobaan dengan air raksa;
ternyata tekanan atmosfir dapat menahan 76 cm air raksa bila di
atas permukaan air tersebut keadaan vakum, kalau dipakai kolom
air maka dengan 10,336 m.

Tahun 1698, Thomas Savery (Inggris) memperoleh hak paten dari


sebuah mesin pompa yang dengan sistem vakum, dengan memakai
ketel uap dan pesawat kondensor. Boiler menghasilkan uap, uap
dialirkan ke kondensor, air dalam tangki disiram kedalam
kondensor
Sejarah Ketel Uap (Boiler)

Tahun 1712 Thomas Newcomen dan John Calley (Inggris),


membuat mesin Uap yang pertama dengan sukses. Uap yang
dihasilkan boiler dialirkan ke dalam mesin uap yang dapat
mengangkat piston

Tahun 1769 James Watt (Kelahiran Scotlandia) mendapatkan Hak


paten dari mesin uap ciptaannya. Menurut teori James Watt, uap
adalah suatu media yang elastic, dapat mengembang hingga vakum.
James Watt merancang mesin uap dengan silinder (tabung)
dan sebuah piston.
Proses Pembentukan Uap
Proses pembentukkan uap secara skematis dilukiskan dalam suatu diagram temperatur
Vs entropy (T-S diagram) sebagai berikut :

Keterangan :
1. Air dingin yang sudah bebas kesadahan
2. Air masuk feed waterheater dan kemudian
ke ekonomiser dan evaporator
3. Titik didih air (saturated liquid)
4. Uap jenuh (saturated steam)
5. Uap panas lanjut (superheated steam)
6. Uap keluar dari turbin, masuk kondensor
7. Air keluar dari kondensor
Proses Pembentukan Uap

Proses 1-2 : pemanasan awal air umpan ketel


uap (feed water) atau air kondensat pada
suatu alat yang disebut feed water heater.
Biasanya kenaikan temperatur adalah 70 0 C
(1500 F ) menjadi 1100 C (2300F). bahan
pemanas feed water heater adalah uap jenuh.

Proses 2-3 : pemanasan air sampai mencapai titik didihnya dilakukan pada ekonomiser
dengan bahan pemanas gas asap yang suhunya sudah turun (kurang efektif untuk
pendidikan) dilanjukan proses mendidih di evaporator.
Proses 3-4 : poses pembentukkan uap di evaporator. Disini suhu air tidak bertambah
walaupun mendapat pemanasan. Hasil proses ini adalah uap jenuh (saturated steam).
Proses 4-5 : proses pembentukkan uap panas lanjut (super heater steam). Disini terjadi
kenaikan suhu dari titik didih air sampai suhu kerja uap yang diinginkan. Proses 4-5 ini
terjadi pada superheater dengan bahan pemanas gas hasil pembakaran yang masih bersuhu
sangat tinggi.
KLASIFIKASI KETEL UAP
Berdasarkan kontruksinya :
1. Ketel uap lorong api : corn wall, lanchashire, pipa-pipa silang
2. Ketel uap pipa-pipa api (fire tube boiler) : schot, lokomobil, lokomotif
3. Ketel uap pipa-pipa air (water tube boiler) : pipa air lurus, pipa air
lengkung
Berdasarkan tekanan kerjanya :
1. Ketel uap tekanan rendah : <20 atm
2. Ketel uap tekanan sedang : 20-50 atm
3. Ketel uap tekanan tinggi : 50-140 atm
4. Ketel uap tekanan sangat tinggi : > 140 atm

Berdasarkan kapasitasnya :
1. Ketel uap kapasitas kecil : <10 ton/ jam
2. Ketel uap kapasitas sedang : 10-100 ton / jam
3. Ketel uap kapasitas besar : >100 ton/jam
KLASIFIKASI KETEL UAP
Berdasarkan kedudukan ketel :
1. Ketel uap vertical (vertical boiler)
2. Ketel uap horizontal (horizontal boiler)
3. Ketel uap miring (inclined boiler)

Berdasarkan tempat pemakaian :


1. Ketel uap darat (land Boiler)
2. Ketel uap laut (marine boiler)

Berdasarkan penggunaan ketel :


1. Stationer boiler
2. Portable boiler
KLASIFIKASI KETEL UAP
Berdasarkan sumber kalornya :
1. ketel uap dengan fuel combustion
2. ketel uap dengan sumber kalor gas reaksi kimia
3. ketel uap dengan sumber kalor energi listrik
4. ketel uap dengan sumber kalor dari energi nuklir

Berdasarkan posisi / letak dapur


1. Internally fired furnace boiler
2. Externally fired funace boiler
Klasifikasi Ketel Uap
1. Berdasarkan Fluida yang mengalir dalam pipa, maka ketel
diklasifikasikan sebagai :
a. Ketel pipa api (fire tube boiler).
Pada ketel pipa api, fluida yang mengalir dalam pipa adalah gas nyala (hasil
pembakaran), yang membawa energi panas (thermal energy), yang segera
mentransfer ke air ketel melalui bidang pemanas (heating surface). Tujuan pipa-
pipa api ini adalah untuk memudahkan distribusi panas (kalori) kepada air ketel.
Jenis–Jenis Ketel Uap

Ketel Pipa Api (Fire Tube Boiler); gas asap


untuk memanaskan air akan melalui silinder api,
lorong–lorong api dan pipa–pipa ataupun tabung
api yang dibagian luarnya terdapat air. Produksi
uap maksimum 10 kg uap/jam dengan tekanan
maksimum 24 kgf/cm2. (Cornwall dan ketel
Lancashire, Schots, Kombinasi,Lokomotif dan
Lokomobil,Ketel Tegak, ketel Cochran dan
variannya)
Ketel Pipa Api
Klasifikasi Ketel Uap
b. Ketel pipa air (water tube boiler).
Pada ketel pipa air, fluida yang mengalir dalam pipa adalah air, sedangkan di luar
pipa adalah gas nyala (hasil pembakaran), yang membawa energi panas (thermal
energy), yang segera mentransfer ke air ketel melalui bidang pemanas (heating
surface).
Jenis–Jenis Ketel Uap
Ketel Pipa Air (Water Tube Boiler) air di
dalam pipa–pipa dipanaskan oleh api atau asap
dibagian luarnya, bertekanan sedang, antara
45 kgf/cm2 sampai 140 kgf/cm2, produksi uap
1000 ton uap/jam.

Contohnya: Ketel Seksi, Ketel Yarrow, Ketel


Babcock dan Wilcock,Ketel Pancaran.
Jenis–Jenis Ketel Uap

Ketel Yarrow
Jenis–Jenis Ketel Uap
Ketel Pipa Air dengan Perencanaan Khusus
direncanakan dengan berbagai maksud antara lain;
- tekanan kerja tinggi dan tekanan kerja superkritis,
melebihi 225 kg/cm2.
- dapat menggunakan bahan bakar nuklir.
-dapat menggunakan air dengan kualitas agak rendah
a.Contoh: Ketel Siklus Ganda dengan variannya reaktor
nuklir, Ketel tekanan kerja superkritis, yaitu ketel
Benson, ketel Sulzer, ketel Universal pressure boiler,
Ketel Loffler atau siklus uap (circulating steam boiler).
d. Ketel Velox dan ketel dengan tungku bertekanan.
Klasifikasi Ketel Uap
2. Berdasakan pemakaiannya, ketel dapat diklasfikasikan
sebagai :
a. Ketel stasioner (stationary boiler) atau ketel tetap.
Yang termasuk stasioner ialah ketel–ketel yang didudukkan
di atas pondasi yang tetap, seperti boiler untuk pembangkit
tenaga, untuk industry dan lain- lain yang sepertinya.

b. Ketel Mobil (Mobile Boiler), ketel pindah atau portable


boiler.
Yang termasuk ketel mobil, ialah ketel yang dipasang pada
pondasi yang berpindah-pindah (mobile), seperti boiler
lokomotif, loko mobil dan ketel panjang serta lainnya yang
sepertinya termasuk juga ketel kapal (marine boiler).
Klasifikasi Ketel Uap
3. Berdasarkan letak dapur (furnace positition), ketel uap
diklasifikasikan menjadi :
a. Ketel dengan pembakaran di dalam (internally fired steam
boiler)
Dalam hal ini dapur berada (pembakaran terjadi) di bagian
dalam ketel. Kebanyakkan ketel pipa api memakai system ini.
b. Ketel dengan pembakar di luar (outternally fired steam
boiler)
Dalam hal ini dapur berada ( pembakaran terjadi) di bagian
luar ketel, kebanyakkan ketel pipa air memakai system ini.
Bagian-Bagian Ketel Uap

Ruang Bakar Pipa-Pipa Penguap


Ekonomizer Superheater
Air Preheater Dust Collector
Cerobong dan Ventilator
Ruang Bakar

FUNGSI: tempat berlangsungnya pembakaran


Konstruksi dinding tungku, a.l :
Dinding Bailey
Dinding selapis pipa air
Dinding berupa pipa air yang bersirip
Dinding berupa pipa air yang berduri dan
disemen batu tahan api
Pipa-pipa Penguap
FUNGSI: tempat berlangsungnya penguapan
Klasifikasi:
pipa pipa aliran naik (riser)
Pipa-pipa aliran turun (down comer)
Pipa penguap pancaran
Pipa penguap konveksi
Pipa penyalur uap
Pipa penampung uap
Superheater
FUNGSI : untuk memanaskan uap jenuh menjadi
uap panas lanjut.
Berdasarkan proses perpindahan panasnya
Superheater Konveksi
Superheater Pancaran atau Radiant Superheater.
Superheater Kombinasi.
Ekonomizer
FUNGSI : memanfaatkan gas panas yang
meninggalkan superheater yang masih cukup tinggi
temperaturnya sekitar 500oC hingga 800oC
Keuntungannya : 
1Biaya perawatan lebih murah.
Efisiensi thermis meningkat.
Biaya operasi menjadi lebih hemat.
Air Preheater
FUNGSI : memanfaatkan gas panas yang keluar dari
ekonomiser untuk memanaskan udara sebelum
dimasukkan ke dalam tungku atau ruang bakar.
3 jenis Air Preheater : Plat,
Regenerasi, dan Pipa
Air Preheater: Pipa
Dust Collector
FUNGSI: membersihkan gas asap yang keluar
melalui cerobong agar tidak menimbulkan
polusi udara terhadap lingkungan sekitarnya

Jenis-jenis (dust collector):


Sistem mekanis kering : siklon, multisiklon
Sistem mekanis basah : sistem hujan buatan,
sistem adhesi.
Sistem elektrostatis.
 
Cerobong
FUNGSI : menghasilkan isapan alamiah untuk
mengalirkan gas asap ke luar dari mesin uap dengan
kecepatan tertentu, mengatasi kerugian gesekan
aliran gas asap yang terjadi, mulai dari rangka bakar
atau pembakar (burner), hingga ke luar dari
cerobong, diharapkan setinggi mungkin sehingga
tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.

Tarikan paksa diperlukan jika ketinggian maksimum


cerobong tidak mampu mengalirkan gas asap atau
cerobong memang tidak terlalu tinggi
Ventilator
FUNGSI : menciptakan isapan paksa

Tiga jenis sistem tarikan paksa, yaitu;


•sistem tarikan tekan; fan dipasang sebelum
ruang bakar.
•sistem tarikan isap; fan dipasang sebelum
cerobong
•sistem tarikan kombinasi; 2 fan dipasang
sebelum ruang bakar dan sebelum cerobong.
Alat perlengkapan

Sesuai undang-undang alat perlengkapan a,l:


Keran pembersih dan sorong pembersih
Keran pengisi air dan keran penutup
Gelas penduga
Peluit bahaya
Manometer
Keran penutup uap induk
Alat perlengkapan
Gelas penduga
Alat perlengkapan

Manometer
Sekian
Terimakasih