Anda di halaman 1dari 12

Pendidikan

Kewarganegaraan

Disusun oleh :
Ahmad Rifai /1910504047
Yunan Arkani Afwan Faishol /1910504048
Widi Setiawan /1910504049
Muhammad Taufik Nur Khasani /1910504051
Risqi Adani Hidayat /1910504052
Ada berapa budaya Indonesia yang di klaim Malaysia? Adakah
contoh lainnya?Sebutkan,apakah klaim tersebut dimungkinkan
terjadi lagi di kemudian hari?
1. Batik 
Kepemilikan batik sebagai warisan budaya tak berbenda menggelinding
setelah Malaysia mengklaim sebagai warisan nenek moyangnya. Untuk
mengakhiri polemik, Pemerintah Indonesia akhirnya mendaftarkan batik ke
UNESCO untuk mendapatkan pengakuan. 
3 September 2008 sebagai titik awal proses Nominasi Batik Indonesia ke
UNESCO. Namun baru diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari
2009. UNESCO kemudian melakukan pengujian tertutup di Parsi 11-14 Mei
2009. Hasilnya, 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik sebagai
warisan budaya Indonesia. Malaysia tak berhak lagi mengkalaimnya. 

2. Lagu Rasa Sayange


Polemik klaim lagu "Rasa Sayange" cepat berakhir. Pemerintah Malaysia
sendiri yang mengakhirinya. 11 November 2007,  Menteri Kebudayaan,
Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa
Sayange adalah milik Indonesia. 
Ada berapa budaya Indonesia yang di klaim Malaysia? Adakah contoh lainnya?Sebutkan,apakah klaim tersebut dimungkinkan terjadi lagi di kemudian hari?

3. Reog Ponorogo
Usai mengklaim Lagu Rasa Sayange, prilaku Malaysia yang suka
mengklaim budaya Indonesia berlanjut. Namun masalah ini tidak berlanjut
ke UNESCO karena Pemerintah Diraja Malaysia melakukan klarifikasi.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain
membantah bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog
Ponorogo. Reog Ponorogo sendiri kata dia bukan sebagai budaya asli
negaranya. 

4. Wayang Kulit 
Malaysia pernah mengklaim wayang kulit sebagai budayanya. Padahal
sudah jelas wayang kulit ini adalah budaya khas Jawa. Pertunjukan wayang
kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 27 November 2003, sebagai
karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi.
Ada berapa budaya Indonesia yang di klaim Malaysia? Adakah contoh lainnya?Sebutkan,apakah klaim tersebut dimungkinkan terjadi lagi di kemudian hari

5. Kuda Lumping 
Tarian ini berasal dari Jawa. Namun, orang-orang Jawa mewariskannya
kepada anak-anaknya yang sudah menetap di Malaysia sehingga diklaim
sebagai budaya warisan negeri Jiran. 

6. Keris 
Keris merupakan salah satu senjata para raja Majapahit. Wilayah yang
paling banyak memakai keris adalah Jawa, Madura, Nusa Tenggara,
Sumatera, Pesisir Kalimantan dan Sulawesi. Malaysia tak bisa mengklaimnya
karena sejarah membuktikan bahwa budaya Indonesia. Bukti keris merupakan
budaya Indonesia terdapat di Candi Borobudur. Dalam satu panel relief Candi
Borobudur (abad ke-9) yang memperlihatkan seseorang memegang benda
serupa keris.
Ada berapa budaya Indonesia yang di klaim Malaysia? Adakah
contoh lainnya?Sebutkan,apakah klaim tersebut dimungkinkan
terjadi lagi di kemudian hari

7. Angklung
Angklung adalah budaya khas dari masyarakat Sunda, Jawa Barat,
Indonesia. Warisan leluhur ini juga pernah diklaim oleh Malaysia. Polemik
klaim Malaysia berakhir setelah alat musik ini terdaftar sebagai Karya Agung
Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di UNESCO sejak November
2010.

8. Tari Pendet dan Tari Piring


Kedua jeni tari ini juga pernah diklaim Malaysia. Tari piring adalah salah
satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari Kota Solok, Provinsi
Sumatera Barat.Sementara Tari Pendet dari Bali. Namun yang paling menonjol
klaim Malaysia pada Tari Pendet. Sebab tari ini dijadikan sebagai iklan promosi
kunjungan ke Malasyia “Visit Malaysia Years”.
Apakah Klaim Tersebut Bisa Terjadi Di Kemudian Hari?

Bisa, karena jika ada


perpecahan budaya,suku dan
tidak kesatuan maka negara
lain akan memanfaatkan untuk
klaim dan budaya Indonesia
tidak terdaftar ke mahkamah
internasional, jika sudah
terdaftar maka suku budaya
akan tetap milik Indonesia dan
bersatu
Bolehkah sebuah negara mengklaim kebudayaan bangsa lain karena budaya
tersebut memang telah di jalankan oleh warga negaranya?

1. tidak benar atau tidak 2. kemungkinan klaim akan


diperbolehkan adalah diperbolehkan apabila tidak
mengklaim sebuah budaya terdapat paten hak yang diakui
yang bukan merupakan dan pada saat banding bukti
kebudayaan mereka sendiri. kuat dan mencukupi
Bolehkah bangsa Indonesia mengklaim budaya bangsa lain
sebagai bagian dari kebudayaan nasional karena budaya
tersebut memang telah disenangi dan di praktikkan oleh orang
Indonesia ?Misalnya,Budaya makan sambil berdiri (standing
party)

Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena bangsa Indonesia


telah memiliki banyak budaya,maka budaya asing tidaklah
100% dibenarkan untuk diklaim sebagai budaya Indonesia.
Karena bisa saja bangsa lainpun tidak terima kalau budayanya
diklaim oleh bangsa lain. Namun lain halnya seperti sikap dan
berpakaian,jika sikap dan cara berpakaian yang baik itu boleh
saja dijadikan kebudayaan namun jangan diklaim sebagai
budaya asli namun hanyalah meniru budaya lain.
Apa yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai
identitas nasional tidak di klaim oleh negara lain?

Dengan cara membudidayakan budaya kita


dan memperkenalkan budaya kita bahwa
kita punya atau memiliki budaya yang
indah. dan kita pun haruz mnghargai budaya
negara lain agar negara lain juga
menghargai budaya kita yaitu budaya
indonesia.
Apakah setiap orang Indonesia dapat mengajukan kebudayaan
daerahnya sebagai kebudayaan nasional/identitas nasional?
Jika dapat ,adakah syaratnya?

Kebudayaan daerah adalah modal utama untuk


mengembangkan kebudayaan nasional karena kebudayaan
nasional merupakan puncak kebudayaan daerah yang berada di
wilayah Indonesia.Kebudayaan daerah dapat menjadi
kebudayaan nasional harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
- pantas dan tepat diangkat sebagai budaya nasional
- harus memiliki unsur-unsur budaya yang mendapat pengakuan
dari semua bangsa kita, sehingga menjadi milik bangsa
- menunjukkan ciri atau identitas bangsa
- berkualitas tinggi dan dapat diterima oleh seluruh bangsa
Indonesia.
Kebudayaan sebagai kearifan lokal,dapatkah luntur? Mengapa
demikian? Jika ya, akankah identitas bangsa itu hilang?

Yang menentukan hilang atau tidaknya kearifan lokal di


negara ini adalah anak bangsa sendiri. mungkin kearifan lokal
tersebut mengalami asimilasi dengan kebudayaan lain yang
masuk kedalam suatu daerah sehingga menimbulkan budaya
yang baru. untuk itu, kitalah sebagai penerus bangsa harus dapat
melestarikan dan menjaga kearifan lokal agar identitas bangsa
tidak hilang dan menerima sebagian budaya yang "baik" dari luar
sebagai tambahan dan pelengkap bagi kebudyaan yang telah ada.
karena bagaimanapun kita harus dapat beradaptasi dengan
keadaan dunia yang selalu dinamis.