Anda di halaman 1dari 8

METODE KOMUNIKASI

PADA LANSIA
KELOMPOK 4
FANNY ZARANI
FINI AFRILIA
NADIA ABDE PERTIWI
RAHMA PUTRI RH
SINTA YULIA
TRIVANNY FAZMEGO
WIDYA RAHMA SYARI
 
Pengertian Komunikasi dan Lanjut Usia
Komunikasi adalah elemen Lansia adalah periode
dasar dari interaksi manusia dimana organisme telah
yang memungkinkan seseorang
mencapai kemasakan dalam
untuk menetapkan,
mempertahankan, dan ukuran dan fungsi dan juga
meningkatkan kontak dengan telah menunjukkan
orang lain. (Potter & Perry, kemunduran sejalan dengan
2005 : 301) komunikasi yang waktu. Ada beberapa
biasa dilakukan pada lansia pendapat mengenai “usia
bukan hanya sebatas tukar- kemunduran” yaitu ada
menukar perilaku, perasaan,
pikiran dan pengalaman dan
yang menetapkan 60 tahun,
hubungan intim yang terapeutik. 65 tahun dan 70 tahun
Komunikasi pada lansia

Dalam komunikasi dengan lansia harus


diperhatikan faktor fisik, psikologi,
lingkungan ketrampilan komunikasi yang tepat
juga perlu memperhatikan waktu yang tepat.
1. Keterampilan komunikasi
2. Teknik komunikasi dengan lansia
3. Lingkungan wawancara
Kendala-Kendala dan Hambatan dalam
Berkomunikasi dengan Lansia

1. Gangguan neurology
2. Penurunan daya pikir
3. Perawat sering memanggil dengan “nenek”, “sayang”, dan lain-lain
4. Dianjurkan menegur dan mendengarkan dengan penuh perhatian
5. Perbedaan budaya
6. Gangguan sensoris
7. Gangguan penglihatan
8. Overload” dari sensoris
9. Gangguan fisik
10.Hambatan pada pribadi
11.Hambatan dalam suasana/lingkungan tempat wawancara
Teknik Pendekatan dalam Perawatan Lansia pada
Konteks Komunikasi dan Reaksi Penolakan

Teknik pendekatan Teknik pendekatan dalam


dalam perawatan lansia perawatan lansia pada
pada konteks reaksi penolakan
komunikasi  Penolakan segera reaksi
penolakan klien
 Pendekatan Fisik
 Orientasikan klien lansia
 Pendekatan Psikologis pada pelaksanaan
 Pendekatan Sosial perawatan sendiri
 Pendekatan Spiritual  Libatkan keluarga atau
pihak terdekat dengan tepat
Keterampilan Komunikasi Terapeutik pada Lansia

Keterampilan komunikasi terapeutik, dapat melalui: Prinsip gerontologis untuk berkomunikasi


1. Perawat membuka wawancara 1. Menjaga agar tingkat kebisingan minimum.
2. Berikan waktu yang cukup kepada pasien 2. Menjadi pendengar yang setia, sediakan waktu
3. Gunakan kata-kata yang tidak asing bagi klien untuk mengobrol.
4. Gunakan pertanyaan yang pendek dan jelas 3. Menjamin alat bantu dengar yang berfungsi
5. Perawat dapat memperlihatkan dukungan dan dengan baik.
perhatian 4. Yakinkan bahwa kacamata bersih dan pas.
6. Perawat harus cermat dalam mengidentifikasi tanda- 5. Jangan berbicara dengan keras/berteriak, bicara
tanda kepribadian pasien dan distress yang ada
langsung dengan telinga yang dapat mendengar
7. Perawat tidak boleh berasumsi bahwa pasien dengan lebih baik.
memahami tujuan dari wawancara pengkajian.
6. Berdiri di depan klien.
8. Perawat harus memperhatikan respon pasien
7. Pertahankan penggunaan kalimat yang pendek dan
9. Tempat mewawancarai diharuskan tidak pada tempat
yang baru dan asing bagi pasien.
sederhana.
10. Lingkungan harus dibuat nyaman dan kursi harus 8. Beri kesempatan bagi klien untuk berfikir.
dibuat senyaman mungkin. 9. Mendorong keikutsertaan dalam aktivitas sosial
11. Lingkungan harus dimodifikasi sesuai dengan kondisi seperti perkumpulan orang tua, kegiatan rohani.
12. Perawat harus mengkonsultasikan hasil wawancara 10. Berbicara pada tingkat pemahaman klien.
13. Memperhatikan kondisi fisik pasien pada waktu 11. Selalu menanyakan respons, terutama ketika
wawancara. mengajarkan suatu tugas atau keahlian.
Prinsip-Prinsip Etik Pelayanan
Kesehatan pada Lansia
Empati

Yang Harus
Keadilan Dan “Jangan”

Otonomi