Anda di halaman 1dari 38

Asuhan Pada BBL

Usia 2 Jam Pertama


Objekftif Perilaku Siswa

Setelah mengikuti pokok bahasan ini


mahasiswa mampu :
• Menjelaskan pemberian vitamin K1
• Menjelaskan Pencegahan Infeksi Mata
• Menguraikan Pemeriksaan Fisik BBL
• Menguraikan mengenai Pemberian Imunisasi
BBL
• Menguraikan pencegahan kehilangan panas
• Menjelaskan pemantauan tanda bahaya BBL
SUMBER PUSTAKA

• Saifuddin, Abdul Bari. 2001. Buku Acuan Nasional


Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :
YBP-SP.
• PUSDIKNAKES-WHO-JHPIEGO. 2003. Panduan
Pengajaran Asuhan Kebidanan (Buku 5 Asuhan Bayi Baru
Lahir). Jakarta.
• JPN-KR. 2002. Buku Acuan APN. USAID. .Jakarta.
• Varney.1997.Varney’s Midwifery. New York.
• Depkes, R.I. 1999. Asuhan Bayi Baru Lahir Standar
Pelayanan Kebidana. Jakarta : Depkes, R.I.
1. Pemberian Vitamin K1

Vitamin larut dalam lemak “K” diambil dari kata


“koagulations” (German)
Macam - macam Vit K:
a. Vitamin K1
b. Vitamin K2
c. Vitamin K3
Peran Vit. K bagi manusia :
-Proses pembekuan darah
-Mineralisasi tulang
-Perkembangan dan pematangan sistem persarafan
 Dosis yang diberikan untuk semua
bayi baru lahir adalah:
IM : 1 mg dosis tunggal
Oral : 2 mg, diberikan pada waktu bayi
baru lahir, usia 3 – 7 hari, dan pada saat
bayi berumur 1-2 bln

Untuk bayi yang lahir ditolong oleh dukun


maka diwajibkan pemberian profilaksis
vitamin K1 secara oral
(Rekomendasi C)
2. Pencegahan Infeksi Mata
 Membersihkan mata segera setelah lahir
 Mengoleskan salef atau tetes mata tetracycline atau
eritromysin dalam jam pertama setelah kelahiran
 Penyebab yang umum dari kegagalan prophylaxis
 Memberi prophylaxis setelah jam pertama

 Pembilasan mata setelah pemakaian obat tetes mata


3. PEMBERIAN IMUNISASI PADA
BBL 2 JAM PERTAMA
Vaksinasi Hepatitis B
Indikasi  u/ pemberian kekebalan aktif thp infeksi yd disebabkab
HB
Cara  Sebelum digunakan dikocok terlebih dahulu agar suspensi
menjadi homogen
 Dosis I usia 0-7 hr, dosis berikutnya interval min 4 mgg

Efek samping
 reaksi lokal : rasa sakit, kemerahan, pembengkakan lokasi
suntikan, hilang stlh 2 hr.
4. PEMERIKSAAN FISIK
BAYI BARU LAHIR

• Pemeriksaan Fisik adalah proses


berkelanjutan yang di mulai selama
wawancara, terutama dengan menggunakan
inspeksi atau observasi, palpasi dan
auskultasi
TUJUAN PEMFIS BBL . ....
• Tujuan dari pemeriksaan fisik bayi
baru lahir adalah untuk
menemukan kelainan yang
memerlukan pertolongan dan
sebagai dasar untuk pemeriksaan
selanjutnya.
• Sebelum memulai pengkajian /
melakukan pemeriksaan fisik,
bidan harus meninjau catatan
pranatal ibu, persalinan dan
transisi bayi baru lahir
Pemeriksaan Fisik BBL
• Pengukuran antropometri
– Berat Badan
– Panjang Badan
– Lingkar Kepala
– Lingkar Dada
• Pemeriksaan Fisik
– Pemeriksaan Head to toe
Pengukuran Antropometri dan
pemeriksaan fisik

• BERAT BADAN
– Merupakan ukuran antropometrik terpenting,
dipakai pada setiap kesempatan pemeriksaan
fisik. Berat badan merupakan hasil
peningkatan/penurunan semua jaringan yang
ada pada tubuh, antara lain tulang, otot, lemak,
cairan tubuh dan lain-lain.
– Kisaran normal untuk bayi cukup bulan ialah
2,5 – 4,0 kg
• PANJANG BADAN
– Merupakan ukuran antropometrik kedua terpenting
– Peningkatan panjang badan merupakan indikator
peningkatan kesejahteraan. Ukuran panjang badan
normal adalah 45-53 cm.
• LINGKAR KEPALA
– Lingkaran kepala mencerminkan volume
intrakranial. Di pakai untuk menaksir pertumbuhan
otak.
– Lingkar kepala normal adalah 33-35cm.
• LINGKAR DADA
– Lingkar dada normal adalah 30-33 cm,
apabila diameter kepala lebih besar
3 cm dari lingkar dada maka bayi
mengalami hidrosefalus
• KEPALA
– Raba sepanjang garis sutura dan
fontanel, apakah ukuran dan
tampilannya normal
– Periksa adanya trauma kelahiran
– Perhatikan adanya kelainan kongenital
Lanjutan. . . . .

• MATA
– Jumlah, letak dan posisi, tanda –tanda infeksi
– Ketidakmampuan mengikuti objek / cahaya
– Katarak kongenital, strabismus, sekret pada mata
• HIDUNG DAN MULUT
– Bibir dan langit-langit
– Periksa adanya sumbing
– Reflek hisap, dinilai dengan mengamati bayi pada saat
menyusu
• TELINGA
– Jumlah, bentuk, letak dan pendengaran
Lanjutan . . . . .
• LEHER
– Pembengkakan dan benjolan
• DADA
– Bentuk, putting, bunyi nafas dan bunyi jantung
• BAHU, LENGAN DAN TANGAN
– Gerakan normal dan jumlah jari
• ABDOMEN
– Bentuk, penonjolan sekitar tali pusat pada saat
menangis
– Perdarahan tali pusat dan benjolan
Lanjutan….

• GENETALIA
– Laki – laki : Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm
dan lebar 1-1,3 cm.Periksa posisi lubang uretra dan
kelengkapan jumlah testis
– Perempuan : Pada bayi perempuan cukup bulan labia
mayora menutupi labia minora, lubang uretra terpisah
dengan lubang vagina, terkadang tampak adanya sekret
yang berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh
pengaruh hormon ibu (withdrawl bledding)
• TUNGKAI DAN KAKI
– Nilai pergerakan , kesimetrisan dan jumlah jari
Lanjutan……….

• PUNGGUNG DAN ANUS


– Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi, cari
adanya tanda-tanda abnormalitas seperti spina bifida,
pembengkakan atau lesung yang dapat menunjukkan
adanya abnormalitas medula spinalis atau kolumna
vertebra dan lihat adanya lubang anus
• KULIT
– Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda lahir,
pembengkakan dan verniks kaseosa / lanugo
Refleks
 gerakan naluriah untuk
melindungi bayi.
 Refleks pada 24-36 jam
pertama post partum :

Refleks glabellar
 Ketuk daerah pangkal
hidung secara pelan
dengan menggunakan
jari telunjuk. Bayi akan
mengedipkan mata pada
4 sampai 5 ketukan
pertama.
Refleks hisap
Refleks hisap
• Benda menyentuh bibir
 disertai refleks
menelan.
• Tekanan pada mulut bayi
pada langit bagian dalam
gusi atas timbul isapan
yang kuat dan cepat.
• Dilihat pada waktu bayi
menyusu.
Refleks genggam
• Dengan meletakkan jari
telunjuk pada palmar,
tekanan dengan gentle,
normalnya bayi akan
menggenggam dengan
kuat
• Jika telapak tangan bayi
ditekan  bayi
mengepalkan tinjunya
Refleks mencari
Refleks mencari (rooting)
(rooting)
• Bayi menoleh ke arah
benda yang menyentuh
pipi.
• Misalnya : mengusap
pipi bayi dengan
lembut  bayi
menolehkan kepalanya
ke arah jari kita dan
membuka mulutnya.
Refleks babinsky
• Gores telapak kaki ,
dimulai dari tumit, gores
sisi lateral telapak kaki ke
arah atas kemudian
gerakkan jari sepanjang
telapak kaki. Bayi akan
menunjukkan respon
berupa semua jari kaki
hyperekstensi dengan ibu
jari dorsifleksi
Refleks Moro
• Timbulnya pergerakan
tangan yang simetris
apabila kepala tiba-tiba
digerakkan atau
dikejutkan dengan cara
bertepuk tangan.
• Fungsi : menguji
kondisi umum bayi
serta kenormalan
system saraf pusatnya.
Refleks berjalan
Refleks berjalan
Bayi menggerak-
gerakkan tungkainya
dalam suatu gerakan
berjalan atau melangkah
jika diberikan dengan
cara memegang
lengannya sedangkan
kakinya dibiarkan
menyentuh permukaan
yang keras.
Refleksmerangkak
Refleks merangkak
 Jika
 Jikaditengkurapkan,
ditengkurapkan,karena
karenatungkainya
tungkainyamasih
masihbergulung.
bergulung.

Refleksmuntah
Refleks muntah
 Refleks
 Refleksyang
yanglangsung
langsungmuncul
munculjika
jikaterlalu
terlalubanyak
banyakcairan
cairan
yangtertelan.
yang tertelan.Lendir
Lendiratau
ataumukus
mukusakan
akandikeluarkan
dikeluarkanuntuk
untuk
membersihkansaluran
membersihkan salurannafas..
nafas..
 Menunjukkan
 Menunjukkanfungsi
fungsineurology
neurologyglosofaringeal
glosofaringealdan
dansyaraf
syaraf
fagusnormal
fagus normal

Refleksmengeluarkan
Refleks mengeluarkanlidah
lidah
 Apabila
 Apabiladiletakkan
diletakkanbenda-benda
benda-bendadi
didalam
dalammulut,
mulut,yang
yang
seringdikira
sering dikirabayi
bayimenolak
menolakmakanan
makananatau
atauminuman.
minuman.
C. Pencegahan Kehilangan
Panas
 Keringkan bayi secara seksama
 Selimuti bayi dengan selimut atau kain
bersih, kering dan hangat
 Tutup bagian kepala bayi
 Anjurkan ibu untuk memeluk dan
menyusukan bayinya.
 Jangan segera menimbang atau
memandikan bayi baru lahir
 Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat
4 MEKANISME
KEHILANGAN PANAS
1. Konduksi
Panas dihantarkan dari tubuh bayi ke
benda sekitarnya yang kontak
langsung dengan tubuh bayi
(Pemindahan panas dari tubuh bayi ke
objek lain melalui kontak langsung).
2. Konveksi

Panas hilang dari tubuh bayi ke udara


sekitarnya yang sedang bergerak
(jumlah panas yang hilang tergantung
kepada kecepatan dan suhu udara).
3. Radiasi

Panas di pancarkan dari BBL, keluar


tubuhnya ke lingkungan yang lebih
dingin (Pemindahan panas antara 2
objek yang mempunyai suhu berbeda).
4. Evaporasi
Panas hilang melalui proses penguapan
tergantung kepada kecepatan dan
kelembaban udara (Perpindahan panas
dengan cara merubah cairan menjadi
uap).
Evaporasi dipengaruhi oleh :
- Jumlah panas yang dipakai
- Tingkat kelembaban udara
- Aliran udara yang melewati
6. Pemantauan Tanda Bahaya
BBL

 Pernafasan  sulit atau lebih dari 60 kali permenit.


 Kehangatan terlalu panas  > 38° c atau terlalu dingin 
< 36ºc
 Warna kuning  terutama pada 24 jam pertama, biru atau
pucat, memar.
 Pemberian makan  hisapan lemah , mengantuk
berlebihan, banyak muntah.
 Tali pusat  merah, bengkak, keluar cairan (nanah), bau
busuk, berdarah.
 Infeksi  suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan
atau nanah, bau busuk, pernafasan sulit.
PENANGANAN
• Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling
sedikit setiap 4 jam) mulai dari hari pertama.
• Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu.
• Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan
mengambil popok dan selimut sesuai denagn keperluan.
Pastikan bayi tidak terlalu panas dan terlalu dingin ( dapat
menyebabkan dehidrasi, ingat bahwa kemampuan
pengaturan suhu bayi masih dalam perkembangan). Apa
saja yang dimasukkan kedalam mulut bayi harus bersih.
 Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan
kering.
 Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan
bersama bayi.
 Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan
minta bantuan jika perlu.
 Jaga keamanan bayi terhadap traumadan
penyakit atau infeksi.
 Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau
menyusu kurang baik.
Penyuluhan sebelum
Penyuluhan sebelum bayi
bayi pulang
pulang

 Perawatan tali pusat


 Pemberian ASI
 Jaga Kehangatan Bayi
 Tanda – tanda bahaya
 Imunisasi
 Perawatan harian atau rutin
 Pencegahan infeksi dan kecelakaan

Anda mungkin juga menyukai