Anda di halaman 1dari 19

Kaidah Dasar Bioetik Non-

Maleficence
Skenario A

Seorang perempuan 21 tahun dengan radang usus


buntu dibawa ke unit gawat darurat di sebuah rumah
sakit. Kondisi pasien dalam keadaan sakit parah dan
membutuhkan segera yang intensif. Setibanya di unit
gawat darurat perawat yang menerima pasien terkesan
biasa-biasa saja, lamban, dan tidak mengacuhkan.
Dokter pun baru datang memeriksa pasien setelah 1 jam
kemudian,setelah memeriksa pasien dokter mengatakan
bahwa pasien harus dioperasi. Pelaksanaan operasinya
tidak bisa segera, karena dokter tersebut masih banyak
jadwal operasi yang lain. Keadaan pasien bertambah
buruk dan jiwanya tidak tertolong lagi.
Istilah yang tidak diketahui
• Tidak ada
MASALAH
• Perempuan 21 tahun menderita radang usus
buntu dalam keadaan darurat membutuhkan
pertolongan medis segera
• Dokter tidak menangani pasien dengan segera
PEREMPUA
N 21 TAHUN
DENGAN
RADANG
USUS
BUNTU

PROFESIO
SUMPAH
KDB KODEKI NALISME
DOKTER
DOKTER

NON-
MALEFICEN
CE
HIPOTESIS
• DOKTER MELANGGAR KDB NON-
MALEFICENCE
NON-MALEFICENCE
• Prinsip non-maleficence yaitu ketika kondisi
pasien (berubah atau dalam keadaan) gawat
darurat dimana diperlukan suatu intervensi
medik dengan segera dalam rangka
penyelamatan nyawa pasien.
BENTUK INFORMED CONSENT

1.Dengan pernyataan (express)

2.Dianggap diberikan, tersirat (Implied or tacit


consent)
INFORMED CONSENT
pasien dalam keadaan gawat darurat (emergency) jadi
dokter harus menyelamatkan jiwa pasien dengan
menganggap diberikan informed consent yang tersirat
(implied or tacit consent).
• dalam skenario A, dokter tidak melakukan
operasi dengan segera maka dokter akan
dituntut berdasarkan kelalaian (negligence)
EUTHANASIA
• euthanasia adalah perbuatan mengakhiri
kehidupan seseorang untuk menghentikan
penderitaannya.
MACAM EUTHANASIA

• Euthanasia positif, yaitu tindakan terapi dengan


harapan dapat mempercepat kematian pasien.
• Euthanasia negatif, yaitu perbuatan yang
membiarkan pasien meninggal.
EUTHANASIA
• dalam skenario A dokter telah melakukan
euthanasia negatif karena dokter telah
menunda operasi sehingga
mengakibatkan pasien meninggal
Kode Etik Kedokteran Indonesia
• dokter melanggar KODEKI pasal 10 dan 13
SUMPAH DOKTER
• Dalam skenario dokter tidak mengamalkan
Sumpah Dokter yang berurutan pada nomor 3,4,7
dan 8
• 3. Saya akan menjalankan tugas saya dengan
cara yang terhormat dan bersusila, sesuai
dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.
• 4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan
mengutamakan kepentingan masyarakat.
• 7. Saya akan menghormati setiap hidup insani
mulai dari saat pembuahan
• 8. Saya akan senantiasa mengutamakan
kesehatan pasien.
PROFESIONALISME DOKTER
Seorang profesional adalah seseorang yang
menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan
protokol dan peraturan dalam bidang yang
dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah
atas jasanya
KESIMPULAN
Dokter telah melanggar KDB non-maleficence
dikarenakan dokter tidak segera menangani
pasien gawat darurat dengan segera. Dokter
melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia
pasal 10 dan pasal 13, sumpah dokter yang
tidak di amalkan, dan tidak bekerja secara
profesionalisme dibidang profesinya. Dan dokter
melakukan Euthanasia negatif