Anda di halaman 1dari 17

DIARE

OLEH :

PEMBIMBING :
dr. Riama Margaretha, Sp. A

BAGIAN ILMU PENYAKIT ANAK


RSUD SOLOK SUMATERA BARAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG
2018
DEFINISI

Diare adalah buang air besar dengan


konsistensi tinja yang cair dengan
frekuensi > 3x sehari dengan kandungan
air dalam tinja melebihi normal
(10ml/kg/BB).
Diare

Akut kronik

<14 >14
hari hari
ETILOGI
Penyebab Diare pada umumnya Infeksi oleh Mikro
Organisme :
1. Rota Virus (penyebab terbanyak pada umur < 2
tahun) menempati hampir 25% kasus.
2. E. coli (Normal Enterik komensal)
3. Salmonella bukan tifoid (Normal Enterik Komensal)
4. Shigella (Patogen)
5. Vibrio (Patogen)
6. Campilobakter jejuni (Normal Enterik Komensal)
7. Parasit Amuba, Giardia, Kandida (Patogen)
ETIOLOGI
Penyebab diare yang lain :
1. Alergi makanan : alergi susu sapi, protein
kedelai,
2. Malabsorpsi : karbohidrat (intoleransi
laktosa),lemak, protein.
3. Keracunan makanan.
4. Obat-obatan
Klasifikasi Diare Pada Anak Berdasarkan Derajat Dehidrasi
Diagnosis
Anamnesis
1. Deskripsi diare (frekuensi, lama diare, warna,
konsistensi tinja, adanya ledir/darah dalam
tinja, adanya muntah.)
2. Tanda dehidrasi (rasa haus, anak
rewel/lemah, BAK terakhir.)
3. Jumlah cairan yang masuk (riwayat makan
dan minum.)
4. Demam, kejang
5. Gejala invaginasi (tangisan keras, bayi
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan keadaan umum, kesadaran, tanda
vital, dan berat badan.
2. Tanda-tanda dehidrasi: rewel/gelisah,
latergis/kesadaran berkurang, mata cekung, turgor
kulit menurun, haus/minum lahap, malas/tidak
dapat minum, ubun-ubun cekung, air mata
berkurang/tidak ada, keadaan mukosa mulut.
3. Tanda-tanda ketidakseimbangan asam basa dan
elektrolit, kembung akibat hipokalemia, kejang,
akibat gangguan natrium, nafas cepat akibat
asidosis metabolik.
Pemeriksaan Penunjang

Darah perifer lengkap,


Analisis gas darah
Pemeriksaan toksin
Analisis feses.
Penatalaksanaan

Prinsip penatalaksanaan diare menurut WHO:


1. Rehidrasi oralit osmolalitas rendah
2. Pemberian zink
3. Dukungan nutrisi
4. Pemberian antibiotik sesuai indikasi
5. Edukasi orang tua
RENCANA PENGOBATAN A :
Dilaksanakan di Rumah untuk diare akut tanpa
dehidrasi dengan minum ORALIT > dari biasa
setiap
BAB encer:
Ö Umur 1 bl- <1 th minum  ¼ gelas (50-100 ml)
Ö Umur 1 – 5 th minum  ½ gelas (100-200 ml)
Ö Umur > 5 th minum  1 gelas (200-300 ml)
Ö Sekiranya ASI masih ada tetap diteruskan.
Terapi cara A dikatakan tidak menolong jika :
* Anak tidak mau minum , BAB banyak
* Timbul kejang
* Panas tinggi/ anak letih
* BAB bercampur darah.
RENCANA PENGOBATAN B UNTUK DEHIDRASI RINGAN SEDANG,
DILAKSANAKAN DI POJOK URO (USAHA REHIDRASI ORAL ) :
Ö Ibu diajarkan cara melarutkan dan meminumkan oralit
Ö Minum oralit  75 ml / kgBB atau sesuai umur setiap berak encer
(lihat tabel):

Ö Nilai kembali apakah sudah rehidrasi atau belum


Ö Kalau sudah rehidrasi anak dipulangkan dilanjutkan minum oralit
di rumah, bila tidak menolong anak jatuh ke dehidrasi berat
harus di rawat di Rumah Sakit untuk pemberian cairan intra vena.
RENCANA PENGOBATAN C , UNTUK DEHIDRASI
BERAT :
¨ Harus dirawat di Rumah Sakit / Puskesmas
¨ Segera berikan cairan RL intra vena sbb:

Umur Pemberian pertama Pemberian


selanjutnya
Bayi – 1 tahun 1 jam pertama 30 70ml / kgBB untuk 5 jam
ml/kgBB selanjutnya
> 1 tahun ½ jam pertama 30 70 ml / kgBB untuk 2,5
ml/kgBB jam selanjutnya
Sambil diberikan cairan IV, anak tetap diberikan
orali peroral selagi anak mau minum sebanyak 5 ml
/ kgBB.
Nilai kembali setelah 3 atau 6 jam apakah sudah
atau belum rehidrasi.
ANTIBIOTIKA
TIDAK SEMUA DIARE AKUT DIBERIKAN ANTIBIOTIKA
Hanya diberikan atas indikasi penyebab yg
jelas yaitu :
1. Diare berdarah (disentri) oleh :
* Kuman Shigella (Disentri basiler)
* Amuba (Disentri Amuba)
2. Diare oleh kuman Vibrio cholera
3. Diare oleh parasit Giardia
4. Diare oleh Candida
ZINK
Pemberian preparat Zinc dapat mempercepat
penyembuhan diare karena dapat
meningkatkan imunitas tubuh membunuh dan
mencegah berkembang biaknya
mikroorganisme penyebab diare.

Dosis : Umur < 6 bulan 10 mg selama 10 hari


Umur > 6 bulan 20 mg selama 10 hari
PENCEGAHAN
1. Memberikan asi sampai umur 2 tahun.
2. Menjaga kebersihan makanan.
3. Mencuci tangan sebelum makan.
4. Menggunakan air bersih.
5. Mengunakan jamban.
6. Menjaga kebersihan lingkunan.