Anda di halaman 1dari 66

Sample 6

INFEKSI HIV PADA


KEHAMILAN.

PEMBIMBING :
dr. John Abas Kaput,
Sp.OG.
POIN PEMBAHASAN

01 LAPORAN KASUS

02 TINJAUAN PUSTAKA

03 DISKUSI KASUS

04 PENUTUP
Sample 3

LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Ny. M
Umur : 25 Tahun
BB : 62 Kg
Alamat : Pasangkayu
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SMP
Tanggal Masuk : 2 September 2019
Ruangan : Poli Kulit dan Kelamin
ANAMNESIS
Keluhan Utama
Sample 4 Nyeri Perut Tembus Belakang

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien Masuk Rumah Sakit dengan keluhan nyeri perut bagian bawah
tembus belakang sejak 10 Jam Sebelum Masuk Rumah Sakit, nyeri
perut dirasakan hilang timbul. Keluar cairan berwarna putih (-) lender (-)
darah (-) dari jalan lahir, mual(-), muntah (-),nyeri ulu hati (-), nyeri
kepala (-), pusing (-), demam(-), BAK(+) biasa, BAB (+) lancar.

Riwayat pemeriksaan kehamilan


Pasien rutin dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, Pasien
memeriksakan kehamilan di Puskesmas Randomayang sebanyak 5 kali
 
Riwayat menstruasi
Haid pertama kali pada umur 13 tahun, lama 5 hari, siklus haid 28 hari,
teratur, banyaknya 2-3 pembalut perhari, tidak pernah merasakan nyeri
yang hebat selama haid. Hari Pertama Haid Terakhir yaitu pada 15
September 2018

Riwayat menikah
Pasien mengaku menikah satu kali dan usia pernikahan 7.
Sample 4
Riwayat kehamilan dan persalinan: G5P3A1
- Hamil pertama : Anak laki-laki, 6 tahun, aterm, spontan LBK, lahir
normal ditolong bidan di puskesmas, tahun 2013.
- Hamil kedua : Anak laki-laki, 5 tahun, aterm, spontan LBK, lahir
normal ditolong bidan di puskesmas, tahun 2014.
- Hamil ketiga : Anak perempuan, 3 tahun, aterm, spontan LBK, lahir
normal ditolong bidan di puskesmas, tahun 2016.
- Hamil keempat: Abortus, tahun 2016.
- Hamil kelima : Hamil sekarang.
 
Riwayat KB
Tidak menggunakan KB

Riwayat penyakit dahulu


Tekanan darah tinggi (-), DM (-), Jantung (-), Asma (-), HIV (-).

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga.

Riwayat Kebiasaan
Pasien tidak merokok. Tidak minum alkohol dan penggunaan
obat-obatan.

Riwayat Psikososial
Kehamilan pasien ini merupakan kehamilan dengan suami pertama.
Pasien tidak mengetahui dirinya menderita HIV sejak setelah menikah.
Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Sakit Sedang


GCS : E4 V4 M6 (Composmentis)
BB : 62 Kg
TB : 155 Cm
Status Gizi : Gizi Baik
Penilaian Tanda Vital
- Tekanan Darah : 120/80 mmHg
- Nadi : 72 X/Menit (Pulsus Normal)
- Frekuensi Nafas : 24 X/Menit
- Suhu Axilla : 37,0 ⁰C
Pemeriksaan Fisik

Wajah : Simetris (+) KGB : Pembesaran (-/-)


Bentuk : Normochepal, Tiroid : Pembesaran (-/-)
Hidung : Rhinorea (-/-) JVP : Peningkatan (-) Massa Lain
Telinga : Otorrhea (-/-) : Massa abnormal (-/-)

Konjunctiva : Anemis (-/-), edema (-/-)


Mulut : Bibir Sianosis (-)
Sklera : Ikterik (-/-), Vasa rekta (-/-)
Lidah : Lidah kotor (-)
Pupil : Ishokor (+), Refleks (+/+)
Tonsil : Hiperemis (-/-)
Pemeriksaan Fisik

Inspeksi : Simetris (+), Retraksi SIC (-)


Palpasi : Simetris (+), VF ka = ki
Perkusi : Sonor (+) Lapangan paru
Auskultasi : Vesikuler (+/+),Rh (-/-). Wh
(-/-)
Inspeksi : Simetris (+). Distensi (-),
Tampak Datar.
Auskultasi : Peristaltis (+) Kesan Normal
Perkusi : Nyeri ketuk (-)
Inspeksi : Ictus Cordis terlihat (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-), Pembesaran organ
Palpasi : Ictus Cordis Teraba (+)
(-)
Perkusi : Batas normal
Auskultasi : BJ 1 dan BJ 2 (+) Murni
regular, Mur-mur (-)
Pemeriksaan Fisik

Ekstremitas Atas
Akral Hangat (+/+)
Edema (-/-)

Ekstremitas Bawah
Akral Hangat (+/+)
Edema (-/-)
STATUS OBSTETRI

Abdomen :
Inspeksi : Tampak perut cembung (+)
Palpasi :
Leopold I : TFU 3 jari di bawah prosesus xhipoideus
Leopold II : Teraba punggung dibagian dextra
Leopold III : Teraba bagian terbawah janin bulat keras
Leopold IV : Bagian terbawah janin sudah masuk pap.
BJF : 148 x/menit TFU : 24 Cm TBJ : 2015 gram
STATUS OBSTETRI

Genitalia :
Pemeriksaan Dalam (VT) :
Vulva : Tidak ada kelainan Bagian terdepan : -
Vagina : Tidak ada kelainan Penurunan : Sudah Turun
Portio :-
Pembukaan : 10 cm Pintu panggul : Kesan cukup
Ketuban : Jernih Pelepasan : lendir (+), darah (-)
HIS : 3x (40” 45”) Gerakan janin : Aktif
Pemeriksaan Penunjang
RESUME
Pasien perempuan G5P3A1 Masuk Rumah Sakit dengan keluhan nyeri abdomen tembu belakang
sejak 10 jam SMRS, nyeri abdomen dirasakan hilang timbul, pelepasan melalui vagina (-), BAK
(+) biasa, BAB (+) lancar.
Pada pemeriksaan fisik, TD:120/80 mmHg, N:72 x/menit, RR:24 x/m, S: 37,0 0C.Pada
pemeriksaan obstetrik: pada Palpasi, Leopold I : TFU 3 jari di bawah prosesus xhypoideus,
Leopold II : Teraba punggung dibagian dextra, Leopold III : Teraba bagian terbawah janin bulat
keras, Leopold IV : Bagian terbawah janin sudah masuk PAP. Pada vaginal toucher didapatkan
pembukaan lengkap, hodge 4, kepala sudah masuk pintu atas panggul, Pelepasan Darah (-), ketuban
jernih. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan RBC : 4.87 x 10 6, Hb 9.8 g/dl, HCT 31,9 %, PLT
130 x 103/mm3, Wbc 10,59 x 103/mm3. Uji Rapid Anti-HIV (+) reaktif.
DIAGNOSIS
G5P3A1 Gravid Aterm Inpartu Kala I Fase Aktif + B20
 
PENATALAKSANAAN
1. Pemasangan O2 4 liter/menit
2. IVFD Ringer Laktat 20 tpm
3. Drips Metronidazole 500mg/8 jam/IV
4. Inj. Ceftriaxone 1g Per 12 jam/IV
5. Inj. Ranitidine 50 mg/2 ml per 12 jam/IV
6. Inj. Ketorolac 30 mg/ml per 12 jam/IV
Persiapan Terapi ARV.
LAPORAN PERSALINAN NORMAL
- 00.45 Wita  Melakukan Pemeriksaan Dalam, ditemukan pembukaan lengkap,
Ketuban pecah warna jernih, kepala Hodge IV. Kala II : Mulai memimpin persalinan,
ibu mengedan dan kepala maju dengan baik.
- 00.50 Wita  Lahir bayi laki laki dengan partus Spontan letak belakang kepala. Berat
Badan Lahir : 3100 gram; Panjang Badan : 47 cm; Apga Score : 8/9; Anus (+),
Palatum (+). Lanjut melakukan injeksi Oxytocin 10 IU/IM Pada anterolateral region
femur sinistra.
- 00.55 Wita  Plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan (+) kurang lebih 250 cc,
kontraksi (+) Baik, Plasenta lahir lengkap dengan selaputnya, robekan porsio (-),
robekan perineum (-). Pemberian Misoprostol tablet 200 mcg /Rectal 3 Tablet.
Sample 3

TINJAUAN PUSTAKA
Apa itu “H I V” ?

Human Immunodeficiency Virus


(HIV) adalah virus yang
menyerang Limfosit di dalam
tubuh yang
mengakibatkan Turunnya
Kekebalan Tubuh Manusia
sehingga menyebabkan Acquired
Immunodeficiency Syndrome
(AIDS).

Acquired Immuno Deficiency


Syndrome (AIDS) :
Sumber : Pedoman Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. KementerianKesehatanRepublik Indonesia. 30 Mei 2013.
nd
EPIDEMIOL
OGI
Dari 43.264 ibu
hamil yang
menjalani tes HIV,
1.329
(3,04%) positif
terinfeksi.

Di Indonesia pada
tahun 2016
Sumber : Ditjen PP & PL Kementrian Kesehatan. Laporan Perkembangan Situasi HIV & AIDS di Indonesia Triwulan
sebanyak 41,250
ETIOLOGI
PERKEMBANGAN

(1) (2) (3)

LAV HTLV III (Human T HIV


(Lymphadenopathy cell Lymphotropic (Human
Associated Virus) Virus III) Immunodeficiency
Virus)
“Gallo, 1984”
“Montagnier, 1983” “Komisi Taksonomi,
1986”
Sumber : Pedoman Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. KementerianKesehatanRepublik Indonesia. 30 Mei 2013.
nd
PATOFISIOLO
GI
MANIFESTASI
KLINIS
STADIUM I
Asimptomatik - -
Limphadenopati generalisata persisten Pembesaran KGB > 1 cm, tidak nyeri pada 1 atau 2 tempat Histology
dengan sebab yang tidak diketahui dan persisten selama 3 bulan
atau lebih

STADIUM II
BB turun <10% BB sebelumnya BB turun tanpa sebab yang jelas, atau BB tidak bertambah pada BB turun < 10% terdokumentasi
kehamilan

URTI rekuren (>1x selama 6 bulan) Sinusitis LAB


Otitis Media
Tonsilopharyngitis

Herpes Zoster Vesicular rash, nyeri , distribusi dermatomal, tidak melewati Diagnosis klinik
midline tubuh.

Angular cheilitis Pecah2 pada sudut bibir yang bukan diakibatkan oleh def fe, Diagnosis klinik
biasanya berespon dengan pemberian terapi antijamur

Ulserasi oral rekuren ( ≥2 x selama 6 bulan Aphthous, nyeri, dan pseudomembran kuning abu-abu Diagnosis klinik
terakhir)

Papular preuritic eruption Lesi popular Diagnosis klinik

Seborrhoic dermatitis Kulit gatal, bersisik, terutama pada daerah berambut Diagnosis klinik

Infeksi jamur pada kuku Paronikia Kultur jamur


Onycholisis
Stadium III  

BB turun > 10 % BB sebelumnya BB turun tanpa sebab yang jelas. Tampak kurus, BMI < 18,5 BB turun > 10% terdokumentasi
kg/m2atau BB turun pada kehamilan

Diare kronik lebih dari 1 bulan Diare kronik lebih dari 1 bulan yang tidak dapat dijelaskan Pem feses
penyebabnya
Demam persisten Demam persisten lebih dari 1 bulan Suhu > 37.50, dengan kultur darah negative, ziehl-nelsen negative,
apusan darah malaria negative, foto thorax normal, dan tidak ada
focus infeksi
Kandidiasis oral persisten Berupa pseudomembraneus berwarna putih atau Diagnosis klinik
erythematous form
Oral hairy leukoplakia Diagnosis klinik
TB ( berulang) Gejala kronik : batuk, batuk darah, sesak, nyeri dada, BB BTA sputum +, kultur positif
turun, keringat malam, demam. Dengan sputum BTA + atau
sputum BTA – dengan gambaran radiologis yang mendukung.

Infeksi bakteri berat (pneumonia, Demam disertai gejala dan tanda spesifik, dan merespon Isolasi bakteri
meningitis, empiema, pyomiositis, infeksi terhadap pemberian antibiotic.
tulang dan sendi, septicemia, PID)

Acute necrotizing ulcerative gingivitis Papilla gingival ulserasi, sangat nyeri, gigi tanggal, Diagnosis klinik
atau necrotizing perdarahan, bau mulut tidak sedap, dll.
ulcerative periodontitis.

Anemia ( (8 gr%) - Lab


Neutropenia (<0,5×109/L)
Trombositopenia (<50×109/L) kronik
Stadium IV
HIV wasting sindrom BB turun > 10% , wasting, BMI < 18.5 kg/m2
Disertai salah satu :
Diare kronik > 1 bulan tanpa sebab yang jelas
Atau
Demam > 1 bulan tanpa sebab yang jelas
Pneumocystis pneumonia Dispnoe on exertion atau batuk tidak produktif, takipneu, dan demam. Dan Cytology, imunofloresent mikroskopi.
CXR : infiltrate difus bilateral Dan Tidak ada bukti infeksi pneumonia
bacterial, krepitasi bilateral, dan auskultasi dengan atau tanpa obs jalan
nafas.
Pneumonia bacterial rekuren ≥ 2x selama 6 bulan terakhir, onset akut (<2 minggu), dengan gejala berat Kultur
( demam, batuk sesak, nyeri dada) Dan konsolodasi pada pemeriksaan foto  
thorax atau pemeriksaan fisik. Antigen test
Herpes simplek kronik (orolabial, genital, anorectal) Herpes simplek kronik (orolabial, genital, anorectal) lebih dari 1 bulan Kultur, DNA herpes simplek virus, citologi, histology.
Oesofagial candidiasis Nyeri retrosternal, disfagi, disertai oral candidiasis Endoskopi, bronkoskopi, mikroskopi, histology.
TB ekstraparu Pleural, pericardia, peritoneal involvement, meningitis, mediastinal atau Isolasi M.TB, CXR
abdominal lymphadenopathy atau ostetis.
Sarcoma kaposi Typical gross appearance in skin or oropharynx of persistent, initially flat, Endoskopi, bronkoskopi, histology
patches with a pink or violaceous colour, skin lesions that usually develop
into plaques or nodules.
CMV disease (selain hati, limfa, dan KGB) Retinitis Kultur, DNA, histologi
CNS toxoplasmosis Kelainan neurologis, penurunan kesadaran, dan respon terhadap terapi Antibodi toxoplasma (+) dan satu atau lebih masa intracranial pada
spesifik pemeriksaan CT scan atau MRI
HIV encephalopati Gangguan kognitif / motorik progressive yang tidak disebabkan oleh sebab Neuroimaging
lain
Criptococcosis ekstrapulmonal (termasuk Demam, sakit kepala, meningism, bingung, perubahan tingkah laku, respon Isolasi criptococus neoformans atau antigen test
meningitis) terhadap criptococcal terapi
Pemeriksaan
Laboratorium
a. Pemeriksaan Antibodi anti-
HIV dan deteksi virus
- Rapid Test,
- Enzime Linked Sorbent Assay
(ELISA),
Stadium klinis Jumlah Limfosit T (/mm ) 3
Jumlah CD4 (/mm3)
- Western Blot
Tanpa Gejala >2500 501-600
Gejala Minor 1001-2500 351-500
b.
Gejala Mayor dan
Pemeriksaan
infeksi 501-1000
Status
200-300
oportunistik
AIDS
imunologi <500 <200

Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom, KD. Penyakit menular seksual. Dalam: Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ,
50-75 %
(AVERT, 2011)

5-10 % 10-20 % 30-45 %

Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom, KD. Penyakit menular seksual. Dalam: Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ,
FAKTOR
RESIKO
FAKTOR IBU
- Jumlah Virus
- Jumlah CD4
- Gizi
- Infeksi

FAKTOR BAYI
- Usia Bayi & Berat Badan Bayi
- ASI
- Luka

FAKTOR OBSTETRI
- Jenis Persalinan
- Lama Persalinan
- KPD
- Luka/Episiotomi
PENATALAKS
ANAAN
Terdiri atas 3 , yaitu :
1. Penanganan Antepartum ( Kons
eling + ARV ) `

2. Penanganan Intrapartum ( PPN


or SC ? )
3. Penanganan Postpartum (Bayi ?
Ibu ? )
ANTIRETROVIRAL
Tujuan utama, yakni :
1. Menekan perkembangan virus,
2. Memperbaiki fungsi imunologis,
3. Memperbaiki kualitas hidup,
4. Mengurangi morbiditas dan mortalitas
penyakit yang menyertai HIV.
World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Departement of HIV/AIDS, WHO. 2013.
ANTIRETROVIRAL
Protease inhibitors
Nucleoside and nucleotide analogue reverse transcriptase inhibitors
Antiretroviral therapy FDA pregnancy category
Antiretroviral therapy FDA pregnancy category Atazanavir (ATV) B

Abacavir (ABC) C Darunavir (DRV) C

Fosamprenavir (f-APV) C
Didanosine (ddI) B
Indinavir (IDV) C
Emtricitabine (FTC) B Lopinavir/ritonavir (LPV/r) C

Lamivudine (3TC) C Nelfinavir (NFV) B

Ritonavir (RTV) B
Stavudine (d4T) C
Saquinavir (SQV) B

Tenofovir DF (TDF) B Tipranavir (TPV) C

Fusion inhibitor
Zidovudine (ZDV) C
Antiretroviral therapy FDA pregnancy category
Nonnucleoside reverse transcriptase inhibitors Enfuvirtide (T-20) B

Antiretroviral therapy FDA pregnancy category Cellular chemokine receptor (CCR5) antagonist

Antiretroviral therapy FDA pregnancy category


Delavirdine (DLV) C
Maraviroc (MVC) B
Efavirenz (EFV) D Integrase inhibitor

Antiretroviral therapy FDA pregnancy category


Etravirine (ETR) B
Raltegravir (RAL) C
Nevirapine (NVP) B
Elvitegravir (EVG) B

Rilpivirine (RPV) B Dolutegravir (DTG) B

World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Departement of HIV/AIDS, WHO. 2013.
Pemberian Antiretroviral pada Ibu Hamil dengan Berbagai Situasi Klinis
NO Situasi klinis Rekomendasi pengobatan 4 ODHA hamil dengan jumlah CD4 Segera Mulai Terapi ARV
(paduan untuk ibu)
< 350/mm3 atau dalam stadium
1 ODHA dengan indikasi Terapi ARV dan  AZT + 3TC + NVP atau klinis 2, 3 atau 4
kemungkinan hamil atau sedang hamil  TDF + 3TC(atau FTC) + NVP
Hindari EFV pada trimester pertama 5 ODHA hamil dengan Tuberkulosis OAT yang sesuai tetap
 AZT + 3TC + EVF* atau aktif diberikan
 TDF + 3TC (atau FTC) + EFV*
Paduan untuk ibu, bila
pengobatan mulai trimester
II dan III:
 AZT (TDF) + 3TC +
EFV

6 Ibu hamil dalam masa persalinan  Tawarkan tes dalam


2 ODHA sedang menggunakan Terapi ARV dan  Lanjutkan paduan (ganti dan tidak diketahui status HIV masa persalinan;
kemudian hamil dengan NVP atau golongan PI
atau tes setelah
jika sedang menggunakan
EFV pada trimester I) persalinan.
 Lanjutkan dengan ARV yang  Jika hasil tes reaktif
sama selama dan sesudah
maka dapat
persalinan
diberikan paduan
pada butir 1

3 ODHA hamil dengan jumlah CD4 >350/mm3 atau ARV mulai pada minggu ke 14 7 ODHA datang pada masa Paduan pada butir 1
dalam stadium klinis 1. kehamilan
persalinan dan belum mendapat
Paduan sesuai dengan butir 1
Terapi ARV
Keterangan:
Efavirenz tidak boleh diberikan pada ODHA hamil trimester pertama
Terdiri atas 3 , yaitu :
1. Penanganan Antepartum ( Kons
eling + ARV )
2. Penanganan Intrapartum ( PPN
`

or SC ? )
3. Penanganan Postpartum (Bayi ?
Ibu ?)
SYARAT PERSALINAN
Persalinan Persalinan per
pervaginam abdomen
Syarat : Syarat :
 Pemberian ARV  Ada indikasi
mulai pada ≤ obstetrik; dan
14 minggu (ART >  VL > 1000 kopi/µL
6 bulan); atau atau
PERSALINAN
- Terapi ARV dimulai saat UK <14 Minggu  segera mulai terapi ,
persiapan elektif SC saat UK 38 Minggu
- HIV Terdeteksi saat Trimester 3 atau terapi ARV dimulai saat
trimester 3 maka  SC saat UK 38 Minggu

Ket. :
Selama SC  Berikan Zidovudin IV yang diMULAI 3 JAM SEBELUMNYA,
dan bayi mendapat zidovudin sirup selama 6 minggu. Keputusan akan
meneruskan antiretrovirus setelah melahirkan atau tidak tergantung
pada hasil pemeriksaan kadar virus dan CD4.

PENTING !!!
Terdiri atas 3 , yaitu :
1. Penanganan Antepartum ( Kons
eling + ARV )
2. Penanganan Intrapartum ( PPN
or SC ? ) `

3. Penanganan Postpartum (Bayi ?


Ibu ?)
BAYI
Regimen ARV Usia Bayi Dosis
AZT
(rekomendasi hanya pada
Sampai Usia 6 minggu
2000-2499 gram
 
10 mg, 2x sehari
1. OBAT
bayi dengan makanan
pengganti)
≥ 2500 gram 15 mg, 2x sehari
2. ASI
NVP Sampai Usia 6 minggu  
2000-2499 gram 10 mg, 1x sehari
≥ 2500 gram 15 mg, 1x sehari
>6 minggu – 6 bulan 20 mg, 1x sehari
>6bulan – 9 bulan 30 mg, 1x sehari
>9 bulan – berakhirnya periode 40 mg, 1x sehari
menyusui  

Ket. :
A. Bayi (-) HIV SANGAT TIDAK dianjurkan pemberian ASI
B. Bayi (+) HIV Dianjurkan Pemberian ASI Ekslusif selama 6 Bulan + ASI Campuran
hingga 24 Bulan.
AVERT. Preventing Mother to Child Transmision of HIV (PMTCT). [online] 2011. [cited 2
nd
August 2019]. Avalaible from:
IBU
1. OBAT  Tergantung Kadar VL dan
CD4.
2. KONTRASEPSI  Menunda atau
Menghentikan Kehamilan
Sample 3

DISKUSI KASUS
Pemeriksaan
Laboratorium
a. Pemeriksaan Antibodi anti-
HIV dan deteksi virus
- Rapid Test,
- Enzime Linked Sorbent Assay
(ELISA),
Stadium klinis Jumlah Limfosit T (/mm ) 3
Jumlah CD4 (/mm3)
- Western Blot
Tanpa Gejala >2500 501-600
Gejala Minor 1001-2500 351-500
b.
Gejala Mayor dan
Pemeriksaan
infeksi 501-1000
Status
200-300
oportunistik
AIDS
imunologi <500 <200

Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom, KD. Penyakit menular seksual. Dalam: Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ,
STADIUM I
Asimptomatik - -
Limphadenopati generalisata persisten Pembesaran KGB > 1 cm, tidak nyeri pada 1 atau 2 tempat Histology
dengan sebab yang tidak diketahui dan persisten selama 3 bulan
atau lebih

STADIUM II
BB turun <10% BB sebelumnya BB turun tanpa sebab yang jelas, atau BB tidak bertambah pada BB turun < 10% terdokumentasi
kehamilan

URTI rekuren (>1x selama 6 bulan) Sinusitis LAB


Otitis Media
Tonsilopharyngitis

Herpes Zoster Vesicular rash, nyeri , distribusi dermatomal, tidak melewati Diagnosis klinik
midline tubuh.

Angular cheilitis Pecah2 pada sudut bibir yang bukan diakibatkan oleh def fe, Diagnosis klinik
biasanya berespon dengan pemberian terapi antijamur

Ulserasi oral rekuren ( ≥2 x selama 6 bulan Aphthous, nyeri, dan pseudomembran kuning abu-abu Diagnosis klinik
terakhir)

Papular preuritic eruption Lesi popular Diagnosis klinik

Seborrhoic dermatitis Kulit gatal, bersisik, terutama pada daerah berambut Diagnosis klinik

Infeksi jamur pada kuku Paronikia Kultur jamur


Onycholisis
50-75 %
(AVERT, 2011)

5-10 % 10-20 % 30-45 %

Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom, KD. Penyakit menular seksual. Dalam: Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ,
Terdiri atas 3 , yaitu :
1. Penanganan Antepartum ( Kons
eling + ARV )
2. Penanganan Intrapartum ( PPN
`

or SC ? )
3. Penanganan Postpartum (Bayi ?
Ibu ? )
PERSALINAN
- Terapi ARV dimulai saat UK <14 Minggu  segera mulai terapi ,
persiapan elektif SC saat UK 38 Minggu
- HIV Terdeteksi saat Trimester 3 atau terapi ARV dimulai saat
trimester 3 maka  SC saat UK 38 Minggu

Ket. :
Selama SC  Berikan Zidovudin IV yang diMULAI 3 JAM SEBELUMNYA,
dan bayi mendapat zidovudin sirup selama 6 minggu. Keputusan akan
meneruskan antiretrovirus setelah melahirkan atau tidak tergantung
pada hasil pemeriksaan kadar virus dan CD4.

PENTING !!!
BAYI
Regimen ARV Usia Bayi Dosis
AZT
(rekomendasi hanya pada
Sampai Usia 6 minggu
2000-2499 gram
 
10 mg, 2x sehari
1. OBAT
bayi dengan makanan
pengganti)
≥ 2500 gram 15 m, 2x sehari
2. ASI
NVP Sampai Usia 6 minggu  
2000-2499 gram 10 mg, 1x sehari
≥ 2500 gram 15 m, 1x sehari
>6 minggu – 6 bulan 20 mg, 1x sehari
>6bulan – 9 bulan 30 mg, 1x sehari
>9 bulan – berakhirnya periode 40 mg, 1x sehari
menyusui  

Ket. :
A. Bayi (-) HIV SANGAT TIDAK dianjurkan pemberian ASI
B. Bayi (+) HIV Dianjurkan Pemberian ASI Ekslusif selama 6 Bulan + ASI Campuran
hingga 24 Bulan.
AVERT. Preventing Mother to Child Transmision of HIV (PMTCT). [online] 2011. [cited 2
nd
August 2019]. Avalaible from:
IBU
1. OBAT  Tergantung Kadar VL dan
CD4.
2. KONTRASEPSI  Menunda atau
Menghentikan Kehamilan
Sample 8

BE A GOOD DOCTOR

Terima Kasih