Anda di halaman 1dari 28

TERAPI MODALITAS

PADA GANGGUAN
SISTEM
MUSKULOSKELETAL

Ns. Yeni Devita, S.Kep


Pendahuluan
 Sistem muskuloskeletal meliputi =>
tulang, persendian, otot, tendon, dan
bursa
 Tendon => tali jaringan fibrus yg
menghubungkan otot ke tulang
 Bursa => kantung berisi cairan yg
ditemukan pd jaringan ikat terutama
didaerah persendian
Pendahuluan
 Masalah yg berhubungan dengan sistem
muskuloskeletal ini sangat sering terjadi
dan mengenai semua kelompok usia.
 Masalah muskuloskeletal biasanya tidak
mengancam jiwa, namun mempunyai
dampak yang bermakna terhadap
aktivitas dan produktivitas penderita =>
dibutuhkan terapi farmakologis dan no
farmakologis
 Terapi nonfarmakologis => terapi
modalitas
Terapi modalitas???
Merupakan suatu kegiatan
dalam memberikan asuhan
keperawatan baik di institusi
pelayanan maupun di
masyarakat yang bermanfaat
bagi kesehatan dan
berdampak terapeutik
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Gips
Gips adalah alat imobilisasi eksternal yg kaku
yg dicetak sesuai kontur tubuh dimana gips
ini dipasang.
Tujuan pemakaian gips adalah untuk
mengibolisasi bagian tubuh dlm posisi
tertentu dan memberikan tekanan yg merata
pada jaringan lunak yg terletak didalamnya
Gips memungkinkan mobilisasi pasien
sementara membatasi gerakan pada bagian
tubuh tertentu.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Short Wave Diathermy
Merupakan terapi panas dengan menggunakan
gelombang elektromagnetik
Tujuan pemberian terapi ini adalah untuk
memperlancar peredaran darah dengan efek
vasodilatasi, mengurangi rasa sakit, mengurangi
spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan
jaringan lunak serta mempercepat penyembuhan
peradangan.
Pemanasan dengan alat ini bisa digunakan untuk
kondisi yang memerlukan pengurangan rasa nyeri
yang disertai ketegangan otot, juga sebagai tindakan
persiapan untuk relaksasi otot sebelum dilakukan
terapi latihan maupun traksi
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Infra merah
Prinsip alat ini menggunakan manfaat
sinar infra merah untuk dapat digunakan
dalam pengurangan nyeri serta relaksasi
otot pada kondisi musculoskeletal yang
memerlukan latihan.
Tindakan pemanasan dipakai hanya untuk
tindakan awal sebelum dilakukan latihan
efek sedative dari sinar ini cukup bisa
membantu memberikan efek nyaman
pada penderita rematik.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Ultra Sound
Terapi dengan menggunakan gelombang suara
tinggi dengan frekwensi 1 atau 3 MHZ.
Prinsip alat ini adalah menggunakan energi
mekanik, dalam hal ini energi gelombang suara 
untuk membuat peradangan baru di sekitar jaringan
yang mengalami peradangan, sehingga tubuh
terstimulasi secara fisiologis memperbaiki sendiri
jaringan yang mengalami kerusakan. 
Alat ini dapat digunakan untuk kondisi peradangan
pada  jaringan lunak (tendon, ligament, bursa
maupun fascia), myalgia maupun spasme otot lokal.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Electrical Stimulation
Peralatan ini menggunakan energi listrik yang
mempunyai frekwensi tertentu sehingga dapat
merangsang otot yang mengalami kelemahan atau
paralysis.
Peralatan ini digunakan untuk kelainan syaraf tepi
yang disertai kelemahan otot ( bell's palsy, drop
hand).
Stimulasi listrik yang sering disebut faradisasi ini
digunakan untuk menggerakkan otot perpoint
melalui titik penggerak di suatu otot (motor point),
sehingga kondisi otot dapat dijaga kekuatannya
selain itu otot juga tidak mengalami atropi.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Transcutaneus Electrical nerve stimulation
(TENS)
merupakan suatu cara penggunaan energi listrik guna
merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan
terbukti efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri.
Prinsip alat ini adalah blokade nyeri baik di tingkat
spinal maupun pusat dengan memberikan rangsangan
listrik, sehingga tubuh mampu mengeluarkan zat-zat
endorphine untuk pengurangan nyeri.
Tujuan pemberian TENS memelihara fisiologis otot dan
mencegah atrofi otot, re-edukasi fungsi otot, modulasi
nyeri tingkat sensorik, spinal dan supraspinal,
menambah Range Of Motion (ROM) / mengulur
tendon, memperlancar peredaran darah dan
memperlancar resorbsi oedema
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Eccentric Strengthening Exercise
Merupakan fisioterapi untuk menambah
kekuatan otot
tujuan dari pemberian eccentric
strengthening exercise antara lain:
1. mempertahankan elastisitas fisiologis
dan kontraktilitas otot,
2. Menambah kekuatan otot,
3. mengembangkan koordinasi dan
keterampilan motorik
4. untuk aktivitas fungsional
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Static Contraction Exercise
Static contraction adalah bentuk statis
latihan dengan kontraksi otot yang
menghasilkan kekuatan tanpa adanya
perubahan berarti dalam panjang otot dan
tanpa adanya gerakan sendi yang terlihat
Tujuan dari static contraction yaitu untuk :
 melancarkan sirkulasi darah sehingga
dapat membantu
 mengurangi nyeri, mencegah atropi.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Pumping Exercise
Pumpingexercise adalah gerakan secara
aktif yang dihasilkan pada kontraksi otot
yaitu berupa gerakan kearah
dorsalflexion, plantar flexion, dan
circumduction pada ankle secara rutin
setiap hari dengan posisi terlentang.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Resisted Active Exercise
Merupakan gerakan aktif dengan tahanan
dari luar terhadap gerakan yang dilakukan
pasien.
Tahanan dapat berasal dari terapis, pegas
maupun daripasien sendiri.
Beban tahanan diberikan secara bertahap
agar bertujuan meningkatkan kekuatan
otot dan daya tahan otot.
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 Terapi Yoga
Merupakan sebuah konsep yang berasal dari
India yang mengendalikan keseimbangan
antara tubuh, pikiran dan jiwa.
Berlatih yoga secara rutin dan benar
memiliki kemampuan berdiri lebih baik,
berjalan lebih lama, berlari lebih kencang
tanpa meninggalkan rasa nyeri setelah
melakukannya. Yoga mampu mengatasi
masalah yang berkaitan dengan fungsi
anatomi tubuh
Terapi modalitas pada gangguan
sistem muskuloskeletal
 ROM

ROM ( Range of Motion ) Adalah latihan


gerakan sendi yang memungkinkan
terjadinya kontraksi dan pergerakan otot,
dimana klien menggerakan masing-
masing persendiannya sesuai gerakan
normal baik secara aktif ataupun pasif.
Ada dua jenis ROM, yaitu ROM aktif dan
ROM pasif.