Anda di halaman 1dari 110

PENYULUHAN JABATAN

PENYULUHAN JABATAN

Penyuluhan Jabatan adalah suatu


proses penyampaian informasi secara
sistematis, obyektif,dan dinamis,
tentang jabatan/ pekerjaan dan dunia
kerja sehingga masyarakat luas dan
pencari kerja memiliki gambaran
yang obyektif tentang peluang
kesempatan kerja dan menyadari
realitas potensi dirinya (bakat,
minat, dan kepribadian) masing-
masing dan akhirnya mampu
menentukan pilihan kariernya secara
tepat dan berdaya guna.
MANFAAT PENYULUHAN
JABATAN
 Membantu pencari kerja dalam mempersiapkan
dan mengembangkan dirinya sesuai
persyaratan kerja yang ada

 Membantu pencari kerja untuk


memilih/mengikuti program pelatihan kerja,
memilih bidang pekerjaan yang sesuai

 Membantu siswa-siswi SLTP dan SLTA dalam


memilih program studi / bidang pekerjaan yang
sesuai dengan potensinya
 Membantu masyarakat dalam
mengetahui informasi tentang hal-hal
yang terkait dengan dunia kerja sehingga
dapat mempersiapkan sejak dini dengan
merencanakan karirnya ( pilihan
pendidikan, pelatihan dll )

 Mendukung keberhasilan dalam


melaksanakan pekerjaan sehingga
sukses dalam karirnya
Penyuluhan Jabatan

Memahami
potensi diri

Memilih Pekerjaan
Potensi Diri

KELEBIHAN

DIKEMBANGKAN UNTUK
MEMILIH
PEKERJAAN
DIPERBAIKI
KELEMAHAN
KARYAWAN
SWASTA
PEKERJA
PABRIK

PNS
WIRAUSAHAWAN

Bekerja BERDAGANG
SASARAN PENYULUHAN JABATAN

PEKERJA &
YG AKAN PURNA TUGAS

ORGANISASI
PENCARI KERJA
KEMASYARAKATAN

PENYULUHAN PONDOK
MAHASISWA
JABATAN PESANTREN

SISWA SLTA MASYARAKAT UMUM

SISWA SLTP
Siswa Sekolah

 Siswa SMP

- Informasi ttg pemilihan studi lanjut


- Bagaimana mengenali diri sendiri
- Orientasi/pengenalan dunia kerja
Siswa Sekolah
 Siswa SMA
- Pemahaman perlunya perencanaan
karier dari awal
- Pertimbangan ttg penjurusan
- Bagamana mengenali diri sendiri
- Informasi ttg pasar kerja/jabatan yg ada
- Jenis dan jenjang pendidikan. tinggi
- Jenis2 pelatihan yang diperlukan
- Usaha2 mandiri yg berprospek
Mahasiswa

 Pemahaman perlunya perencanaan


karier untuk masa depan
 Bagamana mengenali diri sendiri
 Bagamana memperoleh informasi ttg
jabatan2 yg sesuai dg dirinya
 Informasi ttg ke Tenaga Kerjaan
 Informasi Pasar Kerja
SASARAN PENCARI
KERJA
 Informasi jabatan2 yg ada dgn segala
persyaratannya
 Bagamana mengenali diri sendiri
 Bagamana cara dan dimana bisa
mengakses lowongan kerja
 Jenis2 latihan yang ada/diperlukan
 Alternatif usaha mandiri
 Bimbingan usaha mandiri
SASARAN PENCARI
KERJA
Untuk memberikan informasi tentang
jenis jabatan yang dapat dipilih sesuai
dengan kondisi pencari kerja.
Dimana dan bagaimana cara mengakses
informasi tentang lowongan kerja yang
ada baik di dalam negeri maupun di luar
negeri,
Tentang peraturan ketenagakerjaan,
jenis dan jenjang pelatihan yang ada,
kemungkinan usaha mandiri, dll
Karyawan
 peraturan ketenagakerjaan,
 cara meningkatkan kualitas diri untuk meniti karir
lebih lanjut,
 cara mengatasi masalah yang dihadapi dalam
pekerjaan,
 informasi jabatan yang ada,
 persiapan menghadapi masa pensiun,
 kemungkinan usaha mandiri,
 sumber informasi untuk bimbingan usaha
mandiri dan lain-lain yang dapat berkembang
sesuai keadaan.
Organisasi
kemasyarakatan
 Sebagai key person untuk membangun
opini dan bisa menyampaikan lagi pada
masyarakat sekitarnya
 Misalnya:
- PKK
- Karang taruna
Pondok Pesantren

 Penyuluhan jabatan di pondok


pesantren dilakukan dalam rangka
memberikan informasi kepada santri-
santri di pondok pesantren tersebut
sehingga mereka memiliki wawasan
dan pemahaman mengenai dunia
kerja.
Karyawan Purna Tugas

 informasi mengenai peluang-peluang


usaha mandiri yang dapat mereka
lakukan setelah mereka memasuki masa
pensiun.
Masyarakat Umum
 membentuk opini/pendapat masyarakat
terhadap pentingnya penyuluhan jabatan.
 meningkatkan peranan masing-masing
kelompok masyarakat untuk mendukung
keberhasilan program PBJ,
 untuk mengetahui peraturan ke Tenaga
Kerjaan, prospek pasar kerja,
 dan lain-lain
3 langkah Penyuluhan

B - Beritahukan ( judulnya )
U - Uraikan ( isi pesannya )
S - Simpulkan ( pokok-
pokoknya )
PELAKSANAAN PENYULUHAN JABATAN

 PERSIAPAN
- Susun rencana pelaksanaan
- Inventarisasi & menyiapkan sarana penyuluhan
- Menyusun materi penyuluhan

 PELAKSANAAN
- Sampaikan materi penyuluhan dengan
memperhatikan suasana peserta penyuluhan

 PELAPORAN & EVALUASI


- Buat laporan tertulis pelaksanaan penyuluhan
sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan
yg akan datang.
1. Persiapan
PENYULUHAN
 Apa masalahnya ? ( mengapa melakukan
Penyuluhan ) ?
 Siapa yg dihadapi ?
 Hasil apa yg diharapkan ?
 Berapa lama ? Di mana ?
 Media yg diperlukan ?
 Perlu pendukung/penguat pesan ? Dasar
hukum, tokoh dll
SARANA & MEDIA
PENYULUHAN
 Perangkat elektronik audio-visual (TV,
Infocus, Video, Sound System )
 Media cetak dalam bentuk Poster, leaflet
jabatan, booklet jabatan, Buku Penuntun
Jabatan
 Ruangan/ aula yang memadai
 dll
MANA YG TERSEDIA ?
MANA YG COCOK ?
2. PELAKSANAAN
 Ucapkan salam sebagai pembuka.
 Perkenalkan diri: nama, tugas.
 Beritahukan, apa yang mau
dibicarakan
 Sesuaikan isi yang diuraikan dengan
waktu, tempat, jumlah peserta.
 Selama penyuluhan diberikan peserta
harus merasa senang mengikutinya.
 Segera hentikan kalau peserta merasa jenuh dan
lelah sehingga tidak senang lagi mengikuti
penyuluhan.

 Kalau cukup waktu, berikan kesempatan untuk


bertanya atau menyampaikan pendapat atau
mengemukakan pengalamannya.

 Jawab pertanyaannya. Kalau ada yang tidak bisa


dijawab, terus terang saja. Jangan memaksa diri
untuk menjawabnya.

 Simpulkan materi yang telah disampaikan

 Ucapkan terima kasih atas perhatian peserta


selama mengikuti penyuluhan
3. PELAPORAN/ EVALUASI

Dalam laporan minimal mencakup


tentang respon peserta dan
pertanyaan-pertanyaan yang muncul
sehingga dapat digunakan sebagai
bahan evaluasi dan perbaikan
pelaksanaan penyuluhan dimasa
yang akan datang
Ruang Lingkup

Materi penyuluhan jabatan yang


diberikan tergantung kepada:
 Tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai,
 Jenis target group: tingkat
pendidikan, profesi, pekerjaan/jabatan
 Ketersediaan waktu, sarana dan
prasarana yang tersedia
Lanjutan Ruang lingkup

 Untuk merencanakan karir, dimulai dari memilih


pendidikan, memilih pelatihan, dan persiapan lain
yang diperlukan (kondisi fisik/kesehatan, finansial,
dll).
 Seseorang yang bekerja pada jabatan yang
sesuai/cocok dengan kondisi potensi dirinya dan
diawali persiapan yang matang hampir dapat
dipastikan, mereka akan dapat memberikan
prestasi yang optimal, yang pada akhirnya akan
memberikan manfaat bagi perusahaan tempatnya
bekerja.
MATERI PENYULUHAN
 Manfaat mengikuti penyuluhan
 Informasi Pasar Kerja
 Syarat / kualifikasi untuk menempati
lowongan pekerjaan yang ada
 Informasi tempat dan jenis pelatihan
ketrampilan
 Strategi mengajukan lamaran pekerjaan
 Strategi mengikuti wawancara
 Prosedur Penempatan Tenaga Kerja Luar
Negeri
 Peraturan Ketenagakerjaan
METODA PENYULUHAN JABATAN

1. Ceramah dan Tanya Jawab


2. Diskusi
3. Simulasi
4. Permainan/Games
5.Role playing
6. Visualisasi / Demonstrasi
7. Dll yg sesuai
METODE PERKULIAHAN/
CERAMAH (LECTURE)
 Penyajian bahan baru;
 Kelompok besar;
 Memperkenalkan metode instruksional
lain;
 Penyajian dengan waktu terbatas;
 Menyimpulkan materi yang dibawakan
oleh instruktur lain; dan
 Pertimbangan ekonomis.
METODE DISKUSI
KELOMPOK
 Merangsang individu untuk
berpikir dengan aktif.
 Sangat tepat bila digunakan
untuk membahas/memperdalam
masalah/ topik setelah adanya
ceramah/ kuliah, maupun setelah
adanya peragaan audio-visual.
Hal Penting dalam
Metode Diskusi Kelompok
 Waktu lebih lama.
 Metode ini hanya sesuai untuk kelompok
kecil.
 Peran fasilitator tidak boleh terlalu
mencolok.
 Fasilitator sebaiknya mempunyai latar
belakang mengenai topik yang dibicarakan.
 Fasilitator sebaiknya memiliki keterampilan
mengajukan pertanyaan dengan baik.
STUDI KASUS
 Bila peserta perlu dilatih dalam
mengidentifikasikan dan menganalisis
masalah yang kompleks maupun untuk
membuat keputusan.
 Bila peserta perlu diperkenalkan
dengan berbagai pendekatan,
interprestasi, dan kepribadian.
 Bila diperlukan adanya tantangan bagi
individu.
Hal Penting dalam
Studi Kasus
Kurang sesuai untuk diberikan
pada individu yang kurang matang,
atau adanya kondisi-kondisi lain
yang dapat menjadikan orang
enggan utk menyatakan dan
mengeluarkan ide dan
pendapatnya secara bebas.
PERMAINAN (GAMES)

 Peserta menjadi sangat terlibat


dan motivasi untuk belajar
tinggi;
 Permainan bersifat dinamis.
 Peserta memperoleh umpan-
balik.
 Kreativitas peserta dapat
dikembangkan.
Faktor Penting dalam
Permainan (Games)
 Beberapa jenis permainan
memerlukan fasilitator
terlatih.
 Memerlukan perencanaan
lebih lama.
 Memerlukan waktu yang lebih
lama daripada metode lainnya.
BERMAIN PERAN
(ROLE PLAY)
Tujuan/kelebihan metode ini:
 Dapat meningkatkan empati
seseorang terhadap orang lain.
 Dapat meningkatkan
kesadaran atas perilaku yang
ditampilkannya kepada orang
lain.
HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM
BERMAIN PERAN (ROLE PLAY)

 Perlu adanya suasana keakraban


antar peserta pelatihan.
 Fasilitator diharapkan telah
mengenal dan menguasai teknik
bermain peran ini.
 Fasilitator harus ahli dalam
menangani diskusi, maupun
memperlakukan setiap individu.
Kelebihan Penggunaan Alat
Bantu Audio-Visual
 Membuat pelatihan
menjadi menarik.
 Adanya contoh konkret.
Hal Penting dalam Penggunaan Alat
Bantu Audio-Visual

 Bila digunakan secara


berlebihan tanpa adanya
kombinasi dengan teknik
lain, maka kesempatan
bagi peserta untuk
berpartisipasi sangat kecil.
Manfaat Alat Bantu (1)

 Menarik perhatian peserta


 Sebagai penguat gagasan utama
 Pendukung kata-kata yang diucapkan
 Mengurangi kesalah pahaman
 Menambah apa yang ada di pikiran
dengan sesuatu yang nyata
Manfaat alat bantu (2)

 Menyingkat waktu dan uang


 Membantu pengaturan apa
yang ada di pikiran
 Mendukung inti pembahasan
 Membangun kepercayaan diri
Flipchart
 Paling umum digunakan, efektif dan
murah
 Kegunaan :
 Mendorong partisipasi peserta
 Mengarahkan diskusi terbuka
 Menciptakan suasana spontan
 Meminta kelompok untuk menuliskan gagasan
 Menggali gagasan dan pikiran kelompok
 Memperoleh pemikiran peserta
White Board & Chalk Board

 Ada yang mudah dipindahkan


dan tidak dapat dipindahkan
 Penggunaan sama dengan
flipchart namun dapat dihapus
 Whiteboard : spidol
 Chalk board : kapur
YANG DIANJURKAN
DALAM MEMBERIKAN
PENYULUHAN
 Menggunakan Bahasa setempat
 Mengambil contoh dari daerah
setempat
 Membahas kasus atau masalah
yang dialami siswa, pencaker
dsb dengan menyamarkan
identitasnya
Boleh ……

 Menyebut instansi yang


direkomendasikan
 Menggunakan catatan sendiri
agar tidak perlu menatap ke layar
proyeksi atau media yg digunakan
( poster ) sehingga terus dpt
bertatap muka dg peserta
Boleh …….

 Berdiri di tempat yg terlihat oleh


semua peserta

 Menampilkan tokoh/figur yg bisa


menguatkan pesan disampaikan
untuk meyakinkan peserta
penyuluhan
“TIDAK BOLEH”
dlm PENYULUHAN
 Menyinggung adat setempat yg
dianggap merugikan
 Tergesa-gesa, tidak cukup waktu
 Menggunakan kata/istilah yg
dalam bahasa setempat bisa
berarti lain, sesuatu yg bersifat
tabu
Tidak Boleh ………

 Mengambil posisi berdiri hanya di


satu sudut sehingga tidak semua
peserta masuk ke dalam lantang
pandang penyuluh

 Membelakangi peserta krn lama


melihat ke layar atau media lain yg
digunakan mis poster
Tidak Boleh ……

 Menampilkan figur yg dpt


menjadi bahan tertawaan/olok-
olok peserta

 Menggunakan media yg tidak


terlihat oleh semua peserta
KOMUNIKASI
DALAM
PENYULUHAN
Pengertian
Komunikasi adalah suatu proses
interaksi dan pertukaran informasi
dari satu individu dengan individu
yang lain dimana melalui proses
tersebut, individu yang satu dapat
mempengaruhi individu yang lain
serta dapat diperoleh suatu
pemahaman bersama.
Proses Komunikasi
Sebagai suatu proses interaksi, komunikasi
sebaiknya dilakukan secara dua arah, serta
melibatkan adanya umpan-balik,

Karena umpan-balik memungkinkan bagi


pengirim pesan mengubah atau memperbaiki isi
pesan, khususnya apabila tujuan pengirim
pesan tidak tercapai, atau pesan yang
diterima meskipun dimengerti dan dilaksanakan
oleh penerima pesan, tetapi hal tersebut
ternyata tidak sesuai dengan apa yang
dimaksud oleh pengirim pesan.
Peran
Komunikasi
 menjalin hubungan interpersonal.
 mencapai pengertian satu sama lain.
 membina kepercayaan.
 mengkoordinir tindakan.
 merencana strategi untuk pencapaian
tujuan.
 membagi pekerjaan.
 melakukan aktivitas kelompok.
 memecahkan masalah secara bersama.
KOMUNIKASI DALAM
PENYULUHAN
INTI KOMUNIKASI :

1. SUMBER/PENGIRIM

2. ISI PESAN

3. MEDIA

4. PENERIMA
 JADI, SETIAP KALI BERKOMUNIKASI,
PERHATIKAN 4 UNSUR DAN CARI
UMPAN BALIKNYA

 KALAU PESAN TIDAK DITERIMA


SEPERTI YANG DIMAKSUD
PENGIRIM, BERARTI ADA
GANGGUAN KOMUNIKASI
DIALOG
(PERCAKAPAN)
 AJAK BICARA, JANGAN OMONG SENDIRI

 TANYA, PERJELAS, JANGAN


TERPERANGKAP PIKIRAN SENDIRI

 BERI MEREKA KESEMPATAN UNTUK


BERTANYA ATAU MENJELASKAN
 BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG
DEWASA PERLU MEMAHAMI ISI PIKIRAN
ORANG DEWASA
 PELAJARI DULU, SIAPA DIA?
 LATAR BELAKANGNYA? (BUDAYA,
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI,
PENDIDIKAN, AGAMA, STATUS
PERNIKAHAN, KELUARGA) SUPAYA TAHU
ATAU DAPAT MEMPERKIRA KAN ISI
PIKIRANNYA
 APAKAH DIA KHALAYAK SASARAN LANGSUNG
ATAU BUKAN? (APAKAH DIA SEBAGAI
PENERIMA PESAN UNTUK DIRINYA SENDIRI
ATAU IA DIHARAPKAN MENYAMPAIKANNYA
KEPADA ORANG LAIN  SIAPA ORANG YANG
AKAN MENERIMA PESAN ITU)

 APA (KIRA-KIRA) PENDAPATNYA TENTANG HAL


YANG DIBICARAKAN? (SETUJU, TIDAK SETUJU,
NETRAL, SANGAT ANTI/KONTRA)

 DAPATKAH LANGSUNG DIAJAK KOMUNIKASI


ATAU SULIT KARENA ADA HAMBATAN YANG
TERKAIT DENGAN ISI PIKIRANNYA?
ISI PIKIRAN ORANG
DEWASA

tidak seperti kanak-kanak 


putih bersih
dewasa beragam, macam-
macam, tergantung asuhan,
pendidikan, pengalaman
ISI PIKIRAN
KANAK-KANAK vs
DEWASA
KANAK-KANAK
 BERSIH
 POLOS
 TERBUKA UNTUK
DIISI DENGAN APA
SAJA
 POLA ASUH,
PENDIDIKAN,
PERGAULAN AKAN
MEMBENTUKNYA
ORANG DEWASA
 BERAGAM
 TERGANTUNG
PERJALANAN YANG
DILALUINYA SELAMA
MASA
PERKEMBANGAN 
SEJAK LAHIR SAMPAI
DEWASA
 ISI PIKIRANNYA PERLU
KITA KENALI DULU
AGAR BISA
BERKOMUNIKASI
1. MENOLAK, SUDAH
PENUH
APA YANG DILAKUKAN ?
 AJAK DIA MELIHAT KEMBALI ATAU
MENINJAU ISI PIKIRANNYA
 SODORKAN PANDANGAN LAIN DARI YANG
SUDAH DIKENALNYA
 KALAU IA SUDAH BISA MELIHAT BAHWA
ADA PANDANGAN LAIN DAN IA TIDAK
BISA BERPEGANG HANYA PADA
PENDAPAT YANG DIYAKININYA SENDIRI,
BARULAH BISA DIAJAK KOMUNIKASI
2. MENUTUP DIRI
KALAU IA MENUTUP DIRI
 CARI TAHU, MENGAPA IA MENUTUP DIRI,
TIDAK MAU MEMBUKA PELUANG BAGI
ORANG LAIN UNTUK MASUK DAN HANYA
MENGIKUTI PIKIRANNYA SENDIRI.
 AJAK DIA AGAR MAU MENDENGAR DULU DAN
TIDAK BERSIKUKUH PADA KEPUTUSANNYA
UNTUK MENUTUP DIRI
 KALAU IA BISA DIAJAK MELIHAT
MANFAATNYA MENDENGAR PENDAPAT LAIN,
BARULAH BISA BERKOMUNIKASI
DENGANNYA.
3. NGGAK LEVEL
MENGAPA DIA MENGANGGAP
TIDAK SEDERAJAT (NGGAK
LEVEL?)
 KEBANGSAWANAN
 KESUKUAN
 PENDIDIKAN: IJAZAH, LULUSAN MANA?
 MEREK YANG DIPAKAI? (TAMPILAN FISIK:
BAJU, SEPATU, TAS, ARLOJI)
 PANGKAT
 SIAPA ANDA? (MENGAPA SAYA HARUS
BERKOMUNIKASI DENGAN ANDA ?
RUNTUHKAN DULU
TEMBOKNYA
 KALAU IA TETAP MEMANDANG RENDAH
MAKA KOMUNIKASINYA TIDAK BISA JALAN

 AJAK DIA UNTUK MELIHAT BAHWA ORANG


LAIN, SIAPAPUN DIA, BOLEH PUNYA
PENDAPAT DAN SIAPA TAHU AKAN DAPAT
MENOLONG MELUASKAN
WAWASAN/MEMPERDALAM PERTIMBANGAN
 (BAGI TUHAN SEMUA ORANG SAMA)
4. SIAPA? (YANG
BICARA)
POSISIKAN DIRI DULU

 APAPUN PERASAAN YANG MUNCUL


TERHADAP PEMBICARA, SEBAIKNYA
DENGAR DULU, SIMAK ISINYA,
JANGAN HANYA KARENA SUDAH
TIDAK SUKA ATAU TIDAK SETUJU
DARI AWAL LALU MENGANGGAP
BICARANYA TIDAK PENTING
5. MELAMUN
 BAGAIMANA MAU
MENDENGAR
KALAU PIKIRANNYA
DIPENUHI OLEH
LAMUNAN
AJAK DIA KELUAR
DARI LAMUNANNYA
DULU, BARU BISA
BERKOMUNIKASI
6. INGAT! INGAT !
 MAU DIBERI TAHU
MALAH TAK PUTUS
MENGINGATKAN,
“MAKANYA, SAYA
BILANG JUGA APA,
BETUL KAN ……”
SURUH DIA DIAM
DULU, KOSONGKAN
ISI PIKIRAN, DAN
MENDENGARKAN
7. PENUH KELUHAN
 APAPUN, POKOKNYA
SAYA INI MEMANG
SUSAH DAN HIDUP
SAYA PALING SUSAH
AJAK KELUAR DARI
ISI PIKIRANNYA
DENGAN MELIHAT
APA YANG SUDAH
DILALUINYA DAN
YANG DIMILIKINYA
8. MENENTANG
 TIDAK SETUJU
 MENGANGGAP
PENDAPATNYA
YANG PALING
BENAR
 MENYEPELEKAN
PENDAPAT
ORANG LAIN
SELALU MENENTANG ?
 BAGAIMANA MAU
MENDENGAR KALAU IA
SELALU MENENTANG
AJAK DIA DIAM DULU,

! MEMBEBASKAN DIRI
DARI ISI PIKIRANNYA
YANG TERISI DENGAN
SIKAP MENENTANG,
TINJAU ATAU BAHAS
SEMUA
TENTANGANNYA
9. SELALU “IDEM”
 YA, BEGITU
 SAMA
 TIDAK, TIDAK ADA

=
YANG PERLU
DIBICARAKAN, SAMA
KOK (DENGAN YANG
LAIN)
AJAK DIA MELIHAT
PADA DIRINYA
SENDIRI AGAR BISA
MENEMUKAN BAHWA
IA TIDAK SAMA
10. POKOKNYA TIDAK
SAMA
 BENTUKNYA BISA SAMA,
BISA LEBIH KASAR, BISA
JUGA LEBIH HALUS DARI
MENENTANG TAPI YANG

# INI LEBIH MENGARAH


PADA PERNYATAAN
BAHWA DIA TIDAK SAMA,
MUNGKIN SETUJU JUGA
TAPI TETAP TIDAK SAMA
 AJAK DIA UNTUK MELIHAT
BAHWA KESAMAAN JUGA
DIPERLUKAN DALAM
KEHIDUPAN BERSAMA,
TIDAK SELALU HARUS
BEDA
11. TANYA TERUS !
ADA 3 MACAM:
a. JIKA KARENA TIDAK
TAHU usahakan
diJAWAB

? b. INGIN MENGUJI 
KALAU TAK PERLU YA
JANGAN MAU
DIUJI/JANGAN DILADENI
c. PAMER, SAYA JUGA
TAHU ATAU SAYA
LEBIH TAHU 
DIAMKAN SAJA
12. SELALU CURIGA
 TIDAK PERNAH ATAU
SUKAR PERCAYA
PADA ORANG LAIN
 PIKIRANNYA SELALU
NEGATIF ATAU
BURUK SANGKA
 AJAK DIA MELIHAT
BAHWA TIDAK SEMUA
ORANG BEGITU,
LIHAT-LIHAT DULU;
WASPADA BOLEH
TAPI JANGAN CURIGA,
APALAGI BERLEBIHAN
13. AGENDA
HARI BERGANTI, LAIN
LAGI
 KEMARIN SAYA
PEMULA
 HARI INI SAYA
JUARA
 ESOK BELUM
TENTU

 MAKA SAYA TIDAK


AKAN TERPAKU
PADA HARI INI
KEMARIN, KINI, ESOK
 KEMARIN ADALAH KEMARIN
 HARI INI ADALAH HARI INI
 ESOK ADALAH ESOK
- KEMARIN SAYA TAHU
- HARI INI BELUM TENTU
- ESOK, APALAGI!
JADI, SAYA PERLU MENYIMAK DULU,
MENDENGAR, MELIHAT
BARU, SESUDAH ITU SAYA PIKIRKAN
LALU SAYA PUN BISA MEMUTUSKAN
PILIH MANA ?
(MANA YANG ‘ENAK’
UNTUK BERKOMUNIKASI?)

TIPE AGENDA!

SAYA DAN DIA HARUS


MENJADI AGENDA
AGAR BISA SALING TERBUKA,
SALING MENDENGAR, BISA
BERTEMU DI SATU TITIK
UNTUK BISA BERSEPAKAT
TENTANG SATU HAL,
TERGANTUNG
KEPENTINGANNYA
ORANG DEWASA, BERAGAM
ISI PIKIRANNYA
(JADI, PELAJARI DULU) 
KOMUNIKASI)
ISI PIKIRAN DAN
KOMUNIKASI EFEKTIF
KOSONGKAN DULU!
 FOKUS PADA POKOK BAHASAN
 BUKAN ANTARA SAYA DAN KAMU,
TAPI PERSOALANNYA ITU APA?

 BARU BISA MENDENGAR, MELIHAT,


MENYIMAK SECARA OBYEKTIF (DATA,
FAKTA) DAN TIDAK TERPERANGKAP
DALAM SUBYEKTIVITAS (PERASAAN
BUKANLAH FAKTA)
BAYANGKAN, KALAU ISI
PIKIRANNYA ….
 AH, POKOKNYA
SAYA TIDAK MAU
LIHAT!
 SAYA TIDAK MAU
BICARA!
 SAYA TAK MAU
DENGAR!
 KOMUNIKASI
PUN BUNTU !!!
KESIMPULAN
BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG
DEWASA, PERLU MEMAHAMI ISI PIKIRAN
ORANG DEWASA
 PELAJARI DULU, SIAPA DIA?
 LATAR BELAKANGNYA? (BUDAYA,
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI, PENDIDIKAN,
AGAMA, STATUS PERNIKAHAN,
KELUARGA)  SUPAYA TAHU ATAU
DAPAT MEMPERKIRAKAN ISI PIKIRANNYA
(LANJUTAN) KESIMPULAN
 APAKAH DIA PENERIMA PESAN UNTUK
DIRINYA? ATAU HANYA PERANTARA? (DAN
SIAPA YANG AKAN MENERIMA PESAN
DARINYA?)
 APA KIRA-KIRA PENDAPATNYA TENTANG
HAL ITU? (SETUJU/TIDAK, NETRAL, SANGAT
ANTI)
 DAPATKAH LANGSUNG DIAJAK KOMUNIKASI
ATAU SULIT KARENA ADA HAMBATAN YANG
TERKAIT DENGAN ISI PIKIRANNYA?
SEBELUM LIHAT
ISI PIKIRAN ORANG LAIN
 LIHAT ISI PIKIRAN
SENDIRI DULU
 TELAAH DIRI, SIAPA
SAYA? (JANGAN-
JANGAN SAYA
PENGHAMBAT
KOMUNIKASI)
 CEK, TANYAKAN
KEPADA YANG
KENAL, BENARKAH
SAYA BEGITU?
SETIAP KALI
 SAYA
MENYAMPAIKAN
PIKIRAN DAN
PENDAPAT SAYA
 SAYA MENERIMA
PIKIRAN DAN
PENDAPAT ORANG
LAIN
 APAKAH SAYA
MEMBUKA DIRI?
DALAM KEHIDUPAN SAYA
 Apakah mudah bagi
saya dan orang lain
untuk saling
berpendapat dan
bersepakat?
 Kalau tidak,
mungkin isipikiran
saya (kami) yang
jadi penghambat
nya!terima kasih
Arti Penting Penyuluhan Jabatan
Dalam Dunia Kerja
 Perbedaan individu baik secara fisik dan
psikis merupakan kondisi alami yang
menyebabkan setiap individu memiliki
kondisi yang tidak mungkin mampu
melaksanakan semua jenis pekerjaan.

 Setiap jenis pekerjaan memiliki


persyaratan yang berbeda, misalnya
untuk jabatan Sales diperlukan
seseorang yang dapat berbicara
”luwes”, mampu mempengaruhi orang
(kemampuan persuasif) dan lain-lain.
LANJUTAN arti penting

 Persyaratan jabatan untuk pekerja


Laboratorium adalah kemampuan analisis,
ketelitian visual dan lain-lain.

 Dengan demikian setiap orang yang akan


bekerja perlu memilih pekerjaan/jenis jabatan
yang akan ditekuninya atau dipangkunya.
Dalam hal ini sangat penting seseorang
mengetahui sebanyak mungkin jenis jabatan
dan prospeknya
Materi Penjab untuk
Persiapan Memasuki Dunia Kerja
 Mengetahui tentang informasi pasar kerja yang tersedia,
 Mengetahui syarat-syarat lowongan pekerjaan yang
dibutuhkan,
 Mengetahui keterampilan yang harus dimiliki untuk mengisi
kesempatan/lowongan pekerjaan/ jabatan tersebut.
 Mengetahui tempat-tempat pelatihan keterampilan dan
bidang/jurusan yang tersedia (BLK, Pelatihan kerja swasta,
dan lembaga lainnya).
 Mengetahui dan memahami prosedur dan mekanisme
membuat lamaran pekerjaan.
 Memiliki informasi mengenai strategi menghadapi
wawancara dan sebagainya.
Materi Penjab
Tentang Informasi Pasar Kerja
 Informasi Pasar Kerja memuat data dan informasi
tentang persediaan, permintaan dan penempatan
tenaga kerja.
 Data persedian tenaga kerja antara lain meliputi
lulusan lembaga pendidikan maupun lembaga
pelatihan pencari kerja.
 Informasi permintaan tenaga kerja adalah data dan
informasi tentang lowongan kerja dan persyaratan
jabatannya.
 Materi informasi pasar kerja yang disusun oleh
penyuluh jabatan harus memuat kondisi pasar kerja
setempat, baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi
dan nasional. Oleh karenanya materi informasi pasar
kerja harus selalu diperbaharui sesuai dengan
perubahan yang terjadi dalam pasar kerja setempat.
Materi Penjab
Tentang INFORMASI JABATAN

 INFORMASI JABATAN merupakan hasil dari


kegiatan Analisis jabatan yang disajikan
dengan berbagai macam dan bentuk sajian,
disesuaikan dengan kebutuhan program
penggunaannya

 Analisis jabatan adalah proses, metoda dan


teknik untuk memperoleh data jabatan,
mengolahnya menjadi informasi jabatan, dan
menyajikannya untuk berbagai kepentingan
program yaitu: kelembagaan, kepersonaliaan
dan ketatalaksanaan.
Analisis jabatan mencakup
kegiatan :
a. mengumpulkan data jabatan
b. mengolahnya menjadi informasi jabatan
c. menyajikannya untuk program-program
tertentu sesuai kebutuhan

 Dengan demikian maka analisis jabatan


akan dapat menghasilkan daftar susunan
jabatan di setiap unit kerja organisasi.
Bentuk Informasi jabatan
 Informasi jabatan dapat disajikan dalam bentuk:
> leaflet (leaflet jabatan yang berisi satu jabatan), atau
> booklet (buku panduan jabatan yang berisi beberapa jabatan)

INFORMASI JABATAN memuat tentang:


 Nama Jabatan

 Pengertian jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang memiliki


persamaan dalam tugas-tugasnya pada suatu organisasi.
 Nama jabatan adalah sebutan untuk memberi ciri dan gambaran
atas isi jabatan, yang berupa sekelompok tugas yang melembaga
atau menyatu dalam satu wadah jabatan.
LANJUTAN INFORMASI JABATAN

 KODE JABATAN
 Dimaksudkan sebagai pembeda dengan
jabatan yang lain, dan untuk
memudahkan dalam pengadmi
nistrasiannya.
 Sedangkan pemberian kode jabatan
untuk bidang usaha atau perusahaan
dapat disusun berdasarkan buku
Klasifikasi Jabatan Indonesia (KJI).
LANJUTAN INFORMASI JABATAN

 LETAK JABATAN
 Pemegang jabatan merupakan pelaku
kegiatan dalam suatu organisasi.
 Yang dimaksud dengan letak jabatan
adalah dimana pemegang jabatan yang
dianalisis itu berada.
 Contoh : Jabatan mekanik, unit kerjanya
dibagian atau seksi bengkel, divisi
produksi dsb.
LANJUTAN INFORMASI JABATAN

 IKHTISAR JABATAN
 Ikhisar jabatan adalah merupakan uraian singkat
yang menggambarkan ruang lingkup tugas
jabatan yang disusun dalam suatu kalimat.
 Untuk jabatan menejerial, penyusunan ikhtisar
tugas disesuaikan dengan tingkatan jabatan
atau tinggi rendahnya jabatan menejerial.
Ikhtisar tugas biasa disebut dengan Job
Summary atau ringkasan uraian tugas atau job
function.
LANJUTAN INFORMASI JABATAN

 URAIAN TUGAS
 Pengertian tugas merupakan komponen yang penting
dalam analisis jabatan, dan merupakn informasi yang
bersifat kualitatif.

 Uraian tugas dapat mencerminkan informasi jabatan


yang lain seperti;
letak jabatan, klasifikasi, tingkatan jabatan, perangkat
yang digunakan, bahan yang digunakan, hasil kerja dan
syarat jabatan yang diperlukan.

 Oleh karena itu uraian tugas erat kaitannya dengan


informasi jabatan yang lain.
LANJUTAN INFORMASI JABATAN
 Sesuai dengan sebutannya, uraian tugas
mempunyai sifat deskriptif dan kualitatif :
 deskriptif artinya bersifat mencandra,
menggambarkan atau menguraikan.

 Kualitatif artinya uraian tugas berbentuk naratif


atau paparan yang secara lahiriah berwujud
susunan kata dan kalimat, maka uraian tugas
bersifat kualitatif,

 Uraian tugas yang baik memenuhi 6 macam


kualifikasi yakni : sistematis, jelas, ringkas, tepat,
taat asas, akurat.
Uraian Kegiatan
 Uraian kegiatan merupakan uraian terinci secara
lengkap atas setiap tugas, yang didalamnya berisi apa
yang sebenarnya dikerjakan, bagaimana cara
mengerjakan, dan mengapa dikerjakan.

 Oleh karena itu bentuk uraian kegiatan akan lebih


nyata mencerminkan penggunaan bahan, perangkat
kerja dan hasil kerja yang diperolehnya.

 Uraian kegiatan disusun dalam bentuk kalimat yang


norma penulisannya sama dengan menyusun uraian
tugas.
Bahan Kerja

 Bahan kerja adalah masukan yang


diproses dengan tindak kerja (tugas)
menjadi bagian hasil kerja. Bahan kerja
dapat berupa:
 Benda berujud misalnya, kayu untuk
menghasilkan mebel

 Benda tak berujud misalnya data, merupakan


bahan kerja pengolah data
Alat dan Perangkat Kerja

 Alat dan Perangkat kerja


adalah mesin, perkakas,
peralatan kerja dan alat kerja
lainnya yang digunakan
untuk memproses bahan
kerja menjadi hasil kerja.
Hasil Kerja
 Hasil kerja adalah produk yang harus dicapai oleh
jabatan.
 Hasil ini dapat berupa :
 benda berujud misalnya masakan hasil kerja
juru masak
 benda tak berujud misalnya jasa kesehatan
hasil kerja seorang dokter

 Untuk jabatan struktural disamping hasilnya;


>hasil dari tugas menejerial misalnya : distribusi
tugas, rencana kerja, petunjuk kerja atau bimbingan
kerja, koordinasian tugas, pengawasan pelaksanaan
tugas dsb.
>juga hasil kerja bersifat teknis dari tugas-tugas
teknis,