Anda di halaman 1dari 19

SEKOLAH FORMAL SEREMONIAL,

KURIKULER, KOKURIKULER,
EKSTRAKURIKULER, SEKOLAH
PRAKTEK TERBAIK

IRDA YUNITA MIRBA


1712040003
PENDIDIKAN FISIKA A
Pengertian Seremonial Formal

Seremonial artinya upacara; bersifat seremoni: karang


taruna banyak terjebak pada kegiatan -- seperti
peringatan HUT RI dan hari besar nasional.
Formal adalah sebuah kata sifat adjektif yang berarti
resmi.
Di sekolah dikenal seremonial-formal yaitu upacara
bendera.Upacara bendera setiap hari Senin
merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan
oleh seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun
swasta. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI
Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi
Pekerti (PBP).
Manfaat Seremonial Formal

Penumbuhan budi pekerti dan karakter


bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan
kebhinekaan. Pada saat pengibaran bendera
merah putih.
Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam setiap
urutan kegiatan/tata upacara bendera. Nilai-
nilai tersebut diantaranya adalah nilai
kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama dan
kekompakan, kekuatan fisik dan mental,
patriotisme (kepahlawanan), dan lain
sebagainya.
Pengertian Kegiatan Kurikuler

Kegiatan kurikuler adalah kegiatan utama


persekolah yang dilakukan dengan
menggunakan alokasi waktu yang telah
ditentukan dalam struktur program. Kegiatan
ini dilakukan guru dan peserta didik dalam
jam-jam pelajaran setiap hari. Kegiatan
kurikuler ini dilakukan untuk mencapai
tujuan minimal setiap mata pelajaran/bidang
studi yang tergolong inti juga khusus.
Pengertian Kegiatan Kokurikuler

Kegiatan Kokurikuler adalah kegiatan di luar


jam pelajaran intrakurikuler. Kegiatan
kokurikuler merupakan kegiatan yang
dilaksanakan di luar jadwal pelajaran sekolah
yang bertujuan untuk menunjang kegiatan
intrakurikuler agar siswa lebih menghayati
pelajaran yang telah diberikan, disamping itu
untuk melatih siswa agar melaksanakan tugas
secara bertanggung jawab.
Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler

 Menurut KBBI menjelaskan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan yang


berada di luar program yang tertulis di kurikulum, seperti pelatihan
kepemimpinan dan pembinaan siswa
 Sesuai dengan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 dijelaskan bahwa
kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh
peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan
kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
 Menurut Suharsimi AK(dalam Suryosubroto) kegiatan ekstrakurikuler
adalah kegiatan tambahan, di luar struktur program yang pada umumnya
merupakan kegiatan pilihan.
 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan
ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam belajar guna
untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,
kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung
tercapainya tujuan pendidikan.
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Melaksanakan
Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya bisa


bermanfaat bagi siswa, baik buat masa kini
maupun masa yang aka datang
2. Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya tidak
membebani bagi siswa
3. Dalam jenis kegiatannya, hendaknya bisa
memanfaatkan lingkungan sekitar, alam, industri,
dan dunia usaha
4. Dalam pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan
yang utama yakni kegiatan intrakurikuler.
Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor


39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan memiliki tujuan sebagai
berikut:
1. Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang
meliputi bakat, minat dan kreativitas
2. Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan
sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari
usaha pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan
3. Meangktualisasi potensi siswa dalam pencapaian potensi unggulan
sesuai bakat dan minat
4. Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak
mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam
rangka mewujudkan masyarakat madani.
Manfaat Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Siswa terlatih dalam satu organisasi


2. Siswa terlatih dalam suatu kegiatan EO (Even
Organizer)
3. Siswa terlatih menjadi seorang pemimpin
4. Siswa terlatih berinteraksi dengan kegiatan luar
sekolah
5. Siswa terlatih mempunyai suatu keterampilan
sebagai benih untuk berkembang ke depan
6. Siswa terlatih menghargai kelebihan orang lain
7. Siswa terlatih menghadapi tantangan yang datang
Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk


mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik
sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka
2. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab
sosial peserta didik
3. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan
menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses
perkembangan
4. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan kesiapan karir peserta didik
Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS),


Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)
2. Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan
penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian
3. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan
bakat olahraga, seni dan budaya, pecita alam, jurnalistik, teater,
teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa
4. Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca
tulis alquran
5. Bentuk kegiatan lainnya
Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler

Menurut Oteng Sutisna (dalam Suryasubroto) prinsip program ekstrakurikuler


adalah:
1. Seluruh murid, guru, dan personil administrasi hendaknya ikut serta dalam
usaha meningkatkan program
2. Kerja sama dalam tim adalah fundamental
3. Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan
4. Proses adalah lebih penting dari pada hasil
5. Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dapat memenuhi
kebutuhan dan minat semua siswa
6. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah
7. Program dinilai berdasarkan sumbangannya pada nilai-nilai pendidikan di
sekolah dan efisiensi pelaksanaannya
8. Kegiatan ini hendaknya sumber-sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran
kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber
motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
Praktik – Praktik Pembiasaan dan Kebiasaan Positif Di
Sekolah

Pembiasaan merupakan upaya praktis dalam


pendidikan dan pembinaan anak. Hasil dan
pembiasaan yang dilakukan seorang pendidik adalah
terciptanya suatu kebiasaan bagi anak didiknya.
Pembiasaan yang dilakukan sejak dini akan membawa
kegemaran dan kebiasaan tersebut menjadi semacam
kebiasaan sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan
dari kepribadiannya.
Macam-Macam Pembiasaan

1. Kegiatan Rutin, yaitu kegiatan kegiatan yang dilakukan


secara reguler dan terus-menerus di sekolah.
2. Kegiatan Spontan, yaitu kegiatan yang dapat dilakukan
tanpa dibatasi oleh waktu, tempat dan ruang
3. Kegiatan Terprogram, yaitu kegiatan yang dilaksanakan
secara bertahap disesuaikan dengan kalender
pendidikan atau jadwal yang telah ditetapkan
4. Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dala bentuk
perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan contoh
Contoh Kebiasaan Rutin

1. Berdoa sebelum memulai kegiatan. Kegiatan ini bertujuan


untuk membiasakan peserta didik berdoa sebelum
memulai segala aktivitas
2. Membaca Asmaul Husna. Kegiatan ini bertujuan untuk
membiasakan peserta didik untuk berdzikir, mengingat
nama-nama Allah
3. Sholat Dhuha bersama-sama, infaq siswa, piket kebersihan
kelas, berdoa di akhir pelajaran, sholat dhuhur bersama-
sama
4. Hormat Bendera Merah Putih. Kegiatan ini bertujuan
untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan bangga sebagai
bangsa pada peserta didik.
Contoh Kegiatan Spontan

1. Membiasakan mengucapkan salam dan bersalaman


kepada guru, karyawan dan sesama siswa
2. Membiasakan bersikap sopan santun
3. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
4. Membiasakan antri
5. Membiasakan menghargai pendapat orang lain
6. Membiasakan minta izin untuk keluar kelas atau
ruangan
7. Membiasakan menolong atau membantu orang lain
Contoh Kegiatan Terprogram

1. Kegiatan class meeting


2. Kegiatan memperingati hari-hari besar nasional
3. Kegiatan karyawisata
4. Kegiatan lomba mata pelajaran seperti olimpiade
matematika, pesona fisika, lomba mading, dll
5. Kegiatan pentas seni akhir tahun
6. Kegiatan kemah akhir tahun pelajaran
Contoh Kegiatan Keteladanan

1. Membiasakan berpakaian rapi


2. Membiasakan datang tepat waktu
3. Membiasakan berbahasa dengan baik
4. Membiasakan rajin membaca
5. Membiasakan bersikap ramah
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai