Anda di halaman 1dari 21

ANALISA FREKUENSI HIDROLOGI

Nama Anggota Kelompok :


1. YUSRIN INNA (20180611014078)
2. HALIK PASO'BO (20180621014009)
3. JHON . H . Y . SIBARANI (20180621014010)
4. EZFAN HIZKIA SIAHAAN (20180611014014)
5. JULMAN PALOBO' (20180611014058)
6. FEBRIAN . J . M . KIRIHIO (20180611014016)
7. FRANSISCO RIANO YAMAN (2019061114016)
8. KHABIB IRSYAD SAPUTRA (2019062014014)
9. MELKY PAYUNG (20180611014062)
10.CHARISMA M. GERSON (2019062014006)
11.WANDA . K . P . SILALAHI (20180611014098)
A. Pengertian Hidrologi
Pengertian hidrologi adalah suatu cabang ilmu Geografi yang mempelajari tentang kualitas air
sekaligus distribusinya diseluruh bumi, dalam hidrologi dipelajari sifat fisika dan kimia air. Hidrologi
juga berhubungan juga dengan sumber daya air dan juga siklus hidrologi, dalam hidrologi dapat
dipelajari tentang perputaran, penyebaran, pergerakan, eksploitasi, pengembangan, dan
menajemen maupun segala hal yang berkaitan dengan air.
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara
terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh
permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika
temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan
jatuh sebagai hujan.

B. Analisa Frekuensi
Analisis frekuensi ini didasarkan pada sifat statistik data kejadian yang telah lalu untuk
memperoleh probabilitas besaran hujan di masa yang akan datang dengan anggapan bahwa sifat
statistik kejadian hujan di masa akan datang akan masih sama dengan sifat statistik kejadian hujan
masa lalu. Frekuensi hujan adalah besaran kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau
dilampaui. Sebaliknya, periode ulang adalah waktu hipotetik dimana hujan dengan suatu besaran
tertentu akan disamai atau dilampaui.
 
Curah Hujan Rencana adalah hujan harian maksimum yang akan digunakan untuk menghitung
intensitas hujan. Curah Hujan Rencana dihitung berdasarkan distribusi atau sebaran curah hujan
harian maksimum selama (minimal)10 tahun berturut – turut.
Analisa Curah Hujan Rencana Analisa Curah Hujan Rencana meliputi:
• Analisa frekuensi curah hujan
• Analisa Pengujian Kecocokan Sebaran
• Analisa Distribusi Curah Hujan Rencana.

1. Analisa Frekuensi Curah Hujan


Menghitung Simpangan Baku (Standar Deviasi) Simpangan Baku adalah besar
perbedaan dari nilai sampel terhadap nilai rata-rata.

Di mana :
S = Deviasi standart
Xi = Nilai varian ke i
𝑋 = Nilai rata-rata varian
n = Jumlah data

a. Menghitung Koefesien Kemencengan/Skewness (CS)


Kemencengan (skewness) adalah suatu nilai yang
menunjukkan derajat ketidak simestrisan dari suatu bentuk
distribusi.
Di mana :
CS = Koefesien Skewness
Xi = Nilai varian ke i
𝑋 = Nilai rata-rata varian
n = Jumlah data &
S = Simpangan Baku.

b. Menghitung Koefisien Kurtosis (CK) Pengukuran kurtosis dimaksud untuk mengukur


keruncingan dari bentuk kurva distribusi, yang umumnya dibandingkan dengan distribusi
normal.

Di mana :
CK = Koefisien Kurtosis
Xi = Nilai varian ke I
𝑋 = Nilai rata-rata varian
n = Jumlah data
S = Simpangan Baku
Contoh 1 Diketahui curah hujan harian maksimum stasiun hujan Ngujung Kota
Batu Malang (Tabel dibawah) dari tahun (1998 – 2007). Hitung Simpangan
Baku, Koefisien Kemencengan, Koefisien Kurtosis, dan koefisien Variasi dari
data dibawah ini.
2. Analisa Pengujian Kecocokan Sebaran.
Analisa Pengujian Kecocokan Sebaran dilakukan untuk menguji kecocokan
(the goodness of fittest test) distribusi frekuensi sampel data terhadap fungsi
distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili
distribusi frekuensi tersebut.

Pengujian parameter yang sering dipakai adalah chi-kuadrat, dan smirnov-


Kolmogorov.

• Chi-Kuadrat (Chi-Square) Uji Chi-kuadrat dimaksudkan untuk


menentukan apakah persamaan distribusi yang akan dipilih
dapat mewakili distribusi statistik sampel data yang dianalisis.
Analisa dapat diterima jika nilai Chi Kuadrat terhitung < Chi-
Kuadrat Kritis
Chi-Kuadrat (Chi-Square)
 
Contoh 2
Berdasarkan data pada soal 1. lakukan uji chi kuadrat untuk
data terebut.
 Smirnov - Kolmogorov
Uji kecocokan smirnof – kolmogorof sering disebut juga uji kecocokan
non parametrik, karena pengujiannya tidak menggunakan distribusi
tertentu.
Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
Urutkan data ( dari besar ke kecil atau sebaliknya dan tentukan
besarnya peluang masing – masing data tersebut.
X1 = P(X1)
X2 = P(X2)
X3 = P(X3), dan seterusnya
 Urutkan nilai masing – masing peluang teoritis dari hasil
pengganbaran data ( persamaan distribusinya ).
X1 = P’(X1)
X2 = P’(X2)
X3 = P’(X3), dan seterusnya

 Dari kedua nilai peluang tersebut, tentukan selisi tersebarnya


antar peluang pengamatan dengan peluang teoritis.
X1 = P’(X1)
X2 = P’(X2)
X3 = P’(X3), dan seterusnya

 Dari kedua nilai peluang tersebut, tentukan selisi tersebarnya


antar peluang pengamatan dengan peluang teoritis.
D = maksimum (P(Xn)-P’(Xn))
Berdasarkan tabel nilai kritis ( Smorlove – Kolmogorov test )
tentukan harga Do.
Tabel nilai kritis Do disamping.
3. Analisa Distribusi Curah Hujan
Analisa distribusi sangat erat hubungannya dengan frekuensi hujan dan periode ulang hujan. Frekuensi
hujan adalah besaran kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampaui. Periode ulang adalah
waktu hipotetik dimana hujan dengan suatu besaran tertentu akan disamai atau dilampaui. Metode analisis
distribusi frekuensi yang sering digunakan dalam bidang hidrologi :

1.Distribusi Normal
2.Distribusi Log Normal
3.Distribusi Log Pearson Type III
4.Distribusi Gumbel

1. Distribusi Normal
2. Distribusi Log Normal
Contoh 4
Berdasarkan data pada soal 2.1. Hitunglah curah hujan rencana
untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun
menggunakan metode distribusi normal dan log normal.
Penyelesaian : Distribusi Normal

Penyelesaian : Distribusi Log Normal


3. Distribusi Gumbel
Distribusi Gumbel atau Distribusi Ekstrim Tipe 1 digunakan
untuk analisis data maksimum, misalnya untuk analisis
frekuensi banjir.
Contoh 5
Berdasarkan data pada soal 1. Hitung curah hujan rencana
untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun
menggunakan metode Gumbel.
4. Distribusi Log Pearson Type III
Distribusi Log Pearson Type III digunakan untuk analisis variabel
hidrologiDengan varian minimum misalnya analisis frekuensi
distribusi dari debit minimum ( low flows ).
 
Contoh 6
Berdasarkan pada soal 2.1. Hitung curah hujan rencana untuk
periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan100 tahun menggunakan
metode Log Pearson III.
Penyelesaian :

Berdasarkan tabel nilai K dilakukan interpolasi untuk


mendapatkan nilai K pada CS 1,29.
C. Tujuan Analisis Frekuensi
Tujuan analisis frekuensi data hidrologi adalah berkaitan dengan besaran atau peristiwa –
peristiwa ekstrim ( hujan, banjir, kekeringan dan sebagainya ) yang berkaitan dengan frekuensi
kejadiannya melalui penerapan distribusi kemungkinan.