Anda di halaman 1dari 20

LEUKOPOIESIS

PROSES PEMBENTUKAN
LEUKOSIT

D4 ANKES SEMESTER 3
KELOMPOK 5
0 1. LILLAH MAULIDDIANA

5
(P27834118034)
2. DEVAN ANDHIKA PUTRA PRATAMA
(P27834118035)
NAMA ANGGOTA K 3. SAFIRA FEBRIANNISA
ELOMPOK : (P27834118036)
4. FRISCA CHAIRUNNISA MAULIDYA
(P27834118037)
5. JIHAN AZZAHRA ARSYI
(P27834118038)
6. PRITA SUPRIONO PUTRI
(P27834118039)
7.ALISSA QOTRUNNADA
(P27834118040)
8.PRISMA ANJARLENA
(P27834118041)
LEUKOPOIESIS
Proses Pembentukan Sel Darah Putih (Leukosi
t)
LEUKOPOIESIS 4
Proses Pembentukan dan Pematangan Sel Darah Putih (Leukosit)

• Leukopoiesis adalah proses pembentukan leukosit, yang dirangsang oleh adanya colony stimulating (factor perangsan
g koloni).
• Colony stimulating ini dihasilkan oleh leukosit dewasa.
• Leukosit dibentuk di sumsum tulang terutama seri granulosit, disimpan dalam sumsum tulang sampai diperlukan dalam
sistem sirkulasi.
• Perkembangan dari setiap sel darah putih dimulai dengan terjadinya pembelahan sel batang temopoitik menjadi sel “bl
as”  
a. Mieloblas yang akhirnya berkembang menjadi leukosit granular (granulosit) yaitu eosinofil, neutrofil, dan basofil.  
b. Monoblas berkembang menjadi monosit.
c. Limfoblas akan berkembang menjadi limfosit. 

Leukopoiesis – Kelompok 5
MEKANISME
Leukopoiesis
MEKANISME LEUKOPOIESIS 6

Pembentukan leukosit berawal dari stem cell hemopoetik plipoten dan akan
menjadi stem cell committed. stem cell committed akan membentuk sel dara
h merah dan sel darah putih. pada pembentukan sel darah putih dibagi menj
adi 2 jenis yaitu granulosit dan agranulosit

Leukopoiesis – Kelompok 5
MEKANISME LEUKOPOIESIS 7
Dibagi Menjadi 2 .....

GRANULOCYTOPOIESIS AGRANULOCYTOPOIESIS
Granulopoiesis adalah proses pembentukan A. Monopoiesis
leukosit granular, yang disebut basofil, eosin Sel induk pluripoten → sel induk ( unit pembentuk kol
ofil dan neutrofil. Proses ini memerlukan wa oni granulosit) → monoblas → promonosit, sebagian
ktu 7 sampai 11 hari. Setelah tahap ini, tidak berpoliferasi → monosit yang masuk peredaran
terjadi lagi pembelahan, dan sel mengalami B. Limfopoiesis
pematangan melalui beberapa fase yaitu: m
Limfopoiesis adalah pertumbuhan dan pematangan l
etamielosit, neutrofil batang dan neutrofil se
imfosit. Setelah pematangan, limfosit masuk ke dala
gmen. m pembuluh darah, beredar dengan interval waktu ya
ng berbeda bergantung pada sifat sel, dan kemudian
berkumpul di kelenjar limfatik

Leukopoiesis – Kelompok 5
FUNGSI
Macam – macam Leukosit
10

BASOFIL

NEUTROFIL

LIMFOSIT

MONOSIT

EOSINOFIL
11

LIMFOSIT
Menjaga sistem kekebalan tubuh adalah fungsi sel
darah putih limfosit.
Limfosit T = membasmi virus dan bakteri, sementa
ra limfosit B = membuat zat antibodi yang akan di
gunakan untuk melawan agen penyakit.
LIMFOSIT 1
2

Limfosit B dan Limfosit T

LIMFOSIT - B LIMFOSIT - T
1) Sel B-1 atau sel B CD5, merupakan sel B yang 1) Limfosit T sitotoksit (T CD8), berfungsi dalam menghan
curkan sel yang telah terinfeksi.
ditemukan pada ruang peritoneal dan pleural da
n memiliki kemampuan untuk berproliferasi. 2) Limfosit T penolong (T CD4), berfungsi mengaktifkan li
mfosit T dan limfosit B (yang berperan dalam proses pem
2) Sel B-2 atau sel B konvensional, merupakan s atangan sel B menjadi sel plasma dan aktivasi makrofag).
el B hasil sintesis sumsum tulang yang memenu 3) Limfosit T supresor, berfungsi penghambat kinerja Sel
hi plasma darah dan jaringan sistem limfatik da T penolong dan Sel T sitotoksik sehingga produksi antibo
n tidak memiliki kemampuan untuk berproliferas di berhenti (ibaratnya sebagai rem pada sepeda motor).

i. 4) Limfosit T memori, berfungsi mengingat antigen yang p


ernah masuk ke dalam tubuh. Dengan adanya limfosit T
Sel B berasal dari sel puncak yang berada pada j
memori ini, antigen yang pernah masuk akan mudah dike
aringan hemopoietik di dalam sumsum tulang. nali dan lebih cepat dihancurkan.

Leukopoiesis – Kelompok 5
MONOSIT
berpindah-pindah dari satu jaringan ke jaring
an lainnya di dalam tubuh untuk membersihk
an dan mengangkut sel-sel mati.
Monosit memegang 5 persen dari total komp
onen sel darah putih.
MONOSIT 1
4

Macam – macam Monosit dalam Organ Tubuh

• Makrofag dalah sel pada jaringan yang berasal dari sel darah putih yang disebut monosit. Peran
makrofag adalah untuk memfagositosis seluler dan patogen serta untuk menstimulasikan limfosi
t dan sel imun lainnya untuk merespon patogen.
• Makrofag berasal dari monosit yang terdapat pada sirkulasi darah. Makrofag dapat ditemukan da
lam jumlah besar terutama pada jaringan penghubung, seperti yang terhubung dengan saluran pe
ncernaan, di dalam paru-paru (di dalam cairan tubuh maupun alveoli), dan sepanjang pembuluh d
arah tertentu di dalam hati seperti sel Kupffer, dan pada keseluruhan limpa tempat sel darah yang
rusak didaur keluar tubuh.
• Sel Kupffer, sel Browicz-Kupffer adalah sejenis makrofag yang hanya bermukim pada hati, tepatn
ya pada dinding sinusoid sistem retikuendotelial.
• Sel Kupffer bertugas untuk membersihkan sel hampir mati dan debris dari sirkulasi darah dengan
proses fagositosis dan hasil eksositosis kemudian disekresi ke dalam empedu.

Leukopoiesis – Kelompok 5
BASOFIL
Meningkatkan respons imun non-spesifik ter
hadap patogen.
1 persen dari keseluruhan jumlah sel darah p
utih.
Mengeluarkan zat yang disebut histamine
16

EOSINOFIL
• melawan infeksi mikroorganisme seperti bakteri
dan parasit (cacing).
• Fungsi sel darah putih eosinofil juga berkaitan d
engan respons tubuh atas alergi.
• 1 persen dari total jumlah sel darah putih
17

NEUTROFIL
memiliki komposisi paling banyak (50 % dari total jumlah sel
darah putih).

Merespons bakteri, virus, maupun parasit yang datang meny


erang dengan cara menyerangnya balik.

Mengirimkan informasi kepada sel-sel dalam sistem kekebal


an tubuh lainnya untuk bereaksi terhadap ‘serangan’ agen pe
nyakit.
FAKTOR
Pembentukan Leukosit
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 19

Pembentukan Leukosit .....

• Pada proses infeksi, sel2 endotel, firoblast, adiposit, monosit, makrofag dapat memp
roduksi zat. Zat tersebut yang membuat dapat menstimulasi pertumbuhan sel induk,
sel bakal dan sel darah lain.
• Zat-zat seperti ini disebut faktor perangsang koloni (colony stimulating factor-CSF) d
an faktor pertumbuhan hemopoetik (hemopoetic growth factor-HGF). Peningkatan pr
oduksi leukosit oleh sumsum tulang karena GM-CSF, G-CSF, dan M-CSF.
• Ketiga faktor tersebut merangsang pembentukan granulosit dan monosit terus mene
rus selama ketiga faktor tersebut masih diproduksi oleh makrofag secara masif.

Leukopoiesis – Kelompok 5
THANK YOU

KELOMPOK 5
D4 ANALIS KESEHATAN SEMESTER 3
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA
2019/2020