Anda di halaman 1dari 30

LUKA BAKAR

SETIAWAN UNIP
Definisi

 Luka bakar adalah luka yang terjadi


akibat sentuhan permukaan tubuh
dengan benda-benda yang
menghasilkan panas (api secara
langsung maupun tidak langsung,
pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik,
maupun bahan kimia, air, dll) atau zat-
zat yang bersifat membakar (asam kuat,
basa kuat).
Penyebab Luka Bakar
Listrik,
Bahan
Air Panas Petir &
Kimia
Radiasi
Api atau Suhu
Ledakan Dingin yg
Bom Tinggi

Sengatan
Matahari (Noer, et, al,
2006)
Patogenesis

 Akibat pertama luka bakar adalah syok karena

kaget dan kesakitan. Pembuluh kapiler yang

terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas

meninggi. Sel darah yang ada di dalamnya ikut

rusak sehingga dapat terjadi anemia


Fase luka bakar

1. Fase Akut /fase syok / fase awal : Fase ini dimulai saat
kejadian sampai penderita mendapat perawatan di Unit
Gawat darurat, pada fase ini penderita mengalami
ancaman ganguan airway (jalan nafas), breathing
(mekanisme bernafas) dan gangguan circulation.
2. Fase sub Akut: Fase ini berlangsung setelah fase syok
berakhir atau paska syok. Masalah yang umum dijumpai
pada fase ini adalah entitas klinis yang disebut Sistim
inflamamatory Response Syndrome (SIRS), yang diikuti
Multi Organ Dysfunction Syndrome (MODS).
3. Fase Lanjut : Penderita sudah di nyatakan sembuh,
tetapi masih tetap di pantau melalui rawat jalan.
Penilaian Derajat Luka Bakar

Luka bakar grade I


 Disebut juga luka bakar superficial

 Mengenai lapisan luar epidermis, tetapi

tidak sampai mengenai daerah dermis.


Sering disebut sebagai epidermal burn
 Kulit tampak kemerahan, sedikit oedem,

dan terasa nyeri.


 Pada hari ke empat akan terjadi

deskuamasi epitel (peeling).


LANJUTAN
Luka bakar grade II
o Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan atas dari dermis
o Kulit tampak kemerahan, oedem dan rasa nyeri lebih berat
daripada luka bakar grade I
o Ditandai dengan bula yang muncul beberapa jam setelah
terkena luka
o Bila bula disingkirkan akan terlihat luka bewarna merah
muda yang basah
o Luka sangat sensitive dan akan menjadi lebih pucat bila
terkena tekanan
o Akan sembuh dengan sendirinya dalam 3 minggu ( bila
tidak terkena infeksi ), tapi warna kulit tidak akan sama
seperti sebelumnya.
Luka bakar Derajat I dan
II
LANJUTAN
 . Luka bakar grade III
o Menyebabkan kerusakan jaringan yang
permanen
o Rasa sakit kadang tidak terlalu terasa
karena ujung-ujung saraf dan pembuluh
darah sudah hancur.
o Luka bakar meliputi kulit, lemak subkutis
sampai mengenai otot dan tulang
Luka bakar Derajat III
Luka bakar Derajat I-III
Penilaian Luas Luka Bakar

 Wallace membagi tubuh atas bagian-bagian


9% atau kelipatan dari 9 yang dikenal
dengan rule of nine atau rule of Wallace.
Dalam perhitungan agar lebih mudah dapat
dipakai luas telapak tangan penderita
sebagai 1% dari luas permukaan tubuhnya
Wallace rule of nines
Luas luka bakar
Anggota Tubuh Prosentasi
 
Kepala dan leher 9%
Lengan 18%
Badan Depan 18%
Badan Belakang 18%
Tungkai 36%
Genetalia/ 1%
Perineum
TOTAL : 100%
(Noer,et al,
Lund and Bowder chart

 Tabel ini mengkompensasi variasi bentuk tubuh


dengan umur, sehingga dapat memberikan
perhitungan luas luka bakar yang akurat pada
anak-anak. Besarnya suatu luka bakar biasanya
dinyatakan sebagai prosentase dari seluruh
permukaan tubuh dan diperhitungkan dari tabel
yang menurut umur
Palmar surface

 Luas permukaan pada telapak tangan pasien


(termasuk jari-jari)secara kasar adalah 0,8% dari
seluruh luas permukaan tubuh. Permukaan
telapak tangan dapat digunakan untuk mengukur
luka bakar yang kecil (<15%>85% luas
permukaan tubuh). Untuk luka bakar dengan
ukuran sedang, pengukuran dengan cara ini tidak
akurat.
Lund and Bowder chart

AREA USIA USIA USIA USIA USIA DEWAS


O 1 5 1O 15 A
TAHU TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
N
SEPARUH 9 8 1/2 6 1/2 5 1/2 4 1/2 3 1/2
KEPALA 1/2

SEPARUH 2 3 1/4 4 4 1/2 4 1/2 4 3/4


SEBELAH 3/4
PAHA

SEPARUH 2 2 1/2 2 3/4 3 3 1/4 3 1/2


SEBELAH 1/2
KAKI
Sebab – Sebab Luka Bakar

 Api
 Luka bakar kontak (terkena rokok, solder
atau alat-alat memasak)
 air panas
 uap panas
 gas panas
 listrik
 semburan panas
 ter
Penatalaksanaan Luka Bakar

Penanganan Triage
Penangganan di
Ruang Emergency
Penanganan di Unit
Luka Bakar
Pemberian
Antibiotika
Penyembuhan Luka
Bakar

Menurut Syamsul hidayat dan Jong (2005), proses


penyembuhan luka bakar terbagi dalam tiga fase
yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase
maturasi. (Syamsul hidayat dan Jong, 2005),
ASUHAN KEPERAWATAN
LUKA BAKAR
Pengkajian

 Identifikasi Pasien: Yang perlu dikaji adalah nama, umur, jenis


kelamin,suku bangsa, agama, pekerjaan, alamat, tanggal MRS,
diagnose medis. (Eviana S Tambunan, 2012)
 Keluhan Utama: Keluhan utama yang dirasakan oleh klien
luka bakar (Combustio) adalah nyeri, sesak nafas. Nyeri dapat
disebabakna kerena iritasi terhadap saraf. Dalam melakukan
pengkajian nyeri harus diperhatikan paliatif, severe, time,
quality (p,q,r,s,t). sesak nafas yang timbul beberapa jam / hari
setelah klien mengalami luka bakardan disebabkan karena
pelebaran pembuluh darah sehingga timbul penyumbatan
saluran nafas bagian atas, bila edema paru berakibat sampai
pada penurunan ekspansi paru. (Eviana S Tambunan, 2012)
Riwayat Penyakit

 Riwayat Penyakit Sekarang: Perlu diketahui mengenai tanggal, jam dan penyebab luka
bakar, pada pasien luka bakar derajat-derajat kerusakan jaringan kulit sampai dermis
dengan keluhan nyeri yang hebat yang terus, menerus pada luka, perasaan panas dan
haus dapat menggunakan aktivitas sehari-hari. (Eviana S Tambunan, 2012)
 Riwayat Penyakit Dahulu: Perlu dikaji tentang riwayat penyakit yang dahulu dan
pasien yaitu seperti penyakit jantung karena pada pasien luka bakar dengan kelainan
jantung memerlukan tindakan khusus seperti resusitasi selain itu penyakit jantung
perlu dikaji riwayat penyakit diabetes militus, karena pasien diabetes militus dengan
luka bakar akan mengakibatkan luka memerlukan perawatan yang lebih lama,
penyakit-penyakit syaraf seperti epilepsi, juga memrlukan perawatan atau
penatalaksanaan khusus pada pasien luka bakar. (Eviana S Tambunan, 2012)
 Riwayat Penyakit Keluarga : Merupakan gambaran keadaan kesehatan keluarga dan
penyakit yang berhubungan dengan kesehatan klien, meliputi : jumlah anggota
keluarga, kebiasaan keluarga mencari pertolongan, tanggapan keluarga mengenai
masalah kesehatan, serta kemungkinan penyakit turunan. (Eviana S Tambunan, 2012)
Pola Fungsi Kesehatan

 Pola Presepsi dan Tata Laksanaan Kesehatan


 Pola Nutrisi dan Metabolisme
 Pola Eliminasi
 Pola Aktivitas LatihanPola Istirahat Tidur
 Pola Presepsi Sensorik dan Penegtahuan
 Pola Presepsi dan Konsep Diri
 Pola Hubungan dan PeranPola Seksual dan
Reproduksi
 Pola Penangulanggan
 Pola Keyakinan dan Tata Nilai
Pemeriksaan Fisik Integument
 Pada luka bakar derajat 1 kerusakan terbatas pada lapisan epidermis dan
superficial. Kulit kering, hiperemik berupa eritem. Nyeri karena ujung –
ujung saraf sensorik teriritasi. (Eviana S Tambunan, 2012)
 Pada luka bakar derajat II: Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian
dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudat, dijumpai bulae,
nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi. Dasar luka berwarna
merah atau pucat, sering terletak lebihh tinggi diatas kulit normal. (Eviana S
Tambunan, 2012)
 Pada luka bakar derajat III: Kerusakan meliputi seluruh tebal dermis dan
lapisan yang lebih dalam. Organ-organ kulit sepeti folikel rambut, kelenjar
keringat, kelenjar sebasea mengelami kerusakan. Kulit yang terbakar
berwarna abu-abu dan pucat, karena kering letaknya lebih rendah
dibandingkan kulit sekitar. Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan
dermis yang dikenal sebagai eskar.. (Eviana S Tambunan, 2012)
Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas b/d nyeri dan edema
2. Penurunan curah jantung b/d perubahan frekuensi jantung
3. Kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan aktif akibat evaporasi
dari daerah luka bakar
4. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d
ketidakmampuan untuk mencerna makanan
5. Gangguan rasa nyaman nyeri b/d (Gejala Terkait Penyakit) cedera jaringan
dan saraf
6. Kerusakan integritas kulit b/d luka bakar karena zat kimia
7. Intoleran aktivitas b/d tirah baring karena edema luka bakar, rasa nyeri
dan kontraktur persendian
8. Risiko ketidakefektifan perfusi ginjal b/d penurunan frekuensi urin
9. Risiko infeksi b/d luas luka bakar (Nanda 2012-2014, Brunner & Suddarth
dkk, 2002)
Intervensi Keperawatan

 Diagnosa Keperawatan:
 Kerusakan integritas kulit b/d luka bakar karena zat kimia. (NANDA
2012-2014)
 Tujuan: Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama
3x24 jam diharapkan pasien dengan kerusakan integritas kulit
dapat teratasi dengan kriteria hasil:
 Kriteria Hasil:
 Integritas kulit yang baik dapat dipertahankan (Sensasi, Elastisitas,
temperature, hidrasi, pigmentasi)
 Menunjukan perfusi jaringan: perifer, ditandai dengan indikator
berikut 1-5 (Ekstrem, berat, sedang, ringan atau tidak ada)
 Menunjukan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan
mencega terjadinya cedera berulang.
 Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembapan kulit
dan perawatan alami. (Judith M. Wilkinson, 2007)
Intervensi Keperawatan

 Observasi luka: lokasi, dimensi, kedalaman luka, karakteristik, warna,


cairan, granulasi, jaringan nekrotik, tanda-tanda infeksi lokal, formasi
traktus
 Rasional: Dengan selalu mengobservasi luka dapat diketahui tingkat
keparahan luka dan bagaimana proses penigkatan kesembuhan pada
luka
 Lakukan teknik perawatan luka dengan steril
 Rasional: Dengan teknik perawatan luka yang steril tidak akan
menambah besar luka dan timbulnya bakteri yang ditimbulkan Karena
perawatan
 Ajarkan pada keluarga tentang luka dan perawatan luka
Intervensi Keperawatan

 Rasional: Agar pasien dan keluarga dapat mengetahui bagaimana


perawatan yang baik dan benar yang seharusnya diterapkan
 Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotik seperti antibiotik
sistemik, antibiotik profilaksis, antibiotic terapeutik
 Rasional: Dengan pemberian antibiotic sesuai dengan dosis yang
dianjurkan dokter maka luka akan perlahan-lahan akan membaik.
(Judith M. Wilkinson, 2007)
SEKIAN
TERIMA KASIH