Anda di halaman 1dari 61

PERANCANGAN SENSOR DAN SISTEM

ALAT UKUR
SENSOR SUHU
 Berfungsi untuk mengubah
temperatur/suhu menjadi beda
potensial listrik.
TERMOKOPEL
 Thermokopel dibentuk dari dua buah
penghantar yang berbeda jenisnya dan
dililit bersama.
Prinsip Kerja :
 Jika salah satu bagian pangkal lilitan

dipanasi, maka pada kedua ujung


penghantar yang lain akan muncul
beda potensial (emf).
 Tipe-tipe kombinasi logam penghantar
thermokopel:
 Tipe E (kromel-konstantan)
 Tipe J (besi-konstantan)
 Tipe K (kromel-alumel)
 Tipe R-S (platinum-platinum rhodium)
 Tipe T (tembaga-konstantan)
THERMOPILE
THERMISTOR
 Berfungsi untuk mengubah suhu
menjadi resistansi/hambatan listrik
yang berbanding terbalik dengan
perubahan suhu.
RTD (RESISTANCE TEMPERATURE DETECTORS)

 Berfungsi untuk mengubah suhu


menjadi resistansi/hambatan listrik
yang sebanding dengan perubahan
suhu
 RTD terbuat dari sebuah kumparan
kawat platinum pada papan pembentuk
dari bahan isolator. RTD dapat
digunakan sebagai sensor suhu yang
mempunyai ketelitian 0,03 0C dibawah
5000C dan 0,1 0C diatas 10000C.
IC LM 35
 Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi
tegangan tertentu yang sesuai dengan
perubahan suhu.
 Tegangan keluaran rangkaian bertambah 10
mV/0C. Dengan memberikan tegangan
referensi negatif (-Vs) pada rangkaian, sesor
ini mampu bekerja pada rentang suhu -550C
– 1500C. Tegangan keluaran dapat diatur 0 V
pada suhu 00C dan ketelitian sensor ini
adalah ± 10C
SENSOR CAHAYA
 Sensor cahaya berfungsi untuk
mengubah intensitas sinar/cahaya
menjadi konduktivitas/arus litrik.
FOTOVOLTAIC (SOLAR CELL/FOTOCELL)
 Berfungsi untuk mengubah sinar
matahari menjadi arus listrik DC.
Tegangan yang dihasilkan sebanding
dengan intensitas cahaya yang
mengenai permukaan solar cell.
Semakin kuat sinar matahari tegangan
dan arus listrik Dc yang dihasilkan
semakin besar.
FOTOCONDUCTIV
 Berfungsi untuk mengubah intensitas
cahaya menjadi perubahan
konduktivitas. Kebanyakan komponen
ini erbuat dari bahan cadmium
selenoide atau cadmium sulfide.
LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR)
 Berfungsi untuk mengubah itensitas
cahaya menjadi hambatan listrik.
Semakin banyak cahaya yang
mengenai permukaan LDR hambatan
listrik semakin besar
FOTODIODE
 Berfungsi untuk mengubah intensitas
cahaya menjadi konduktivitas dioda
FOTOTRANSISTOR
 Berfungsi untuk mengubah intensitas
cahaya menjadi konduktivitas
transistor
SENSOR TEKANAN
 Digunakan untuk mengubah tekanan
menjadi induktansi.
L = Induktansi (Henry)
0 r N A2
L = --------------- N = Jumlah lilitan
l
A = Luas penampang coil (m2)

0 = Permeabilitas ruang bebas (4 x 10-7 H/m )

r = Permeabilitas relatif bahan inti

l = Panjang coil (m)


LVDT terdiri dari 3 coil yaitu: 1 Primer dan 2
sekunder. Penyaluran arus dari primer ke
sekunder dikendalikan oleh posisi inti
(armature).
Kelebihan sensor LVDT adalah tidak adanya
kontak langsung antara inti dengan coil
sehingga noisnya lebih kecil, ketelitiannya
lebih baik dan umur pemakaiannya lebih
panjang.
Jika inti bergerak ke
arah S1 lebih banyak
fluks yang diterima S1,
sehingga tegangan
induksi S1 naik dan
tegangan S2 turun 
beda voltase E1 – E2.
Jika inti bergerak ke
arah S2 lebih banyak
fluks yang diterima S2,
sehingga tegangan
induksi S2 naik dan
tegangan S1 turun 
beda voltase E2 – E1.
SENSOR GAYA
 Berfungsi untuk mengubah gaya,
beban, torsi dan regangan menjadi
resistansi/hambatan.
 Sensor ini terbuat dari kawat tahanan
tipis berdiameter sekitar 1 mm. Kawat
tahanan yang biasa digunakan adalah
campuran dari bahan konstantan
SENSOR KELEMBABAN
JENIS SENSOR KELEMBABAN
 Capacitive Sensors
 Electrical Conductivity Sensors
 Thermal Conductivity Sensors
 Optical Hygrometer
 Oscillating Hygrometer
CAPACITIVE SENSORS

Dimana :
T  =  ketentuan suhu (dalam K)                  
P  =  adalah tekanan udara basah (dalam
mmHg)                 
Ps =  adalah tekanan saturasi uap air ditemperatur  
(mmHg)                 
H =  adalah kelembaban relative (dalam %)
SENSOR KONDUKTIVITAS ELEKTRIK
SENSOR KONDUKTIVITAS THERMAL
OPTICAL HYGROMETER
OSCILLATING HYGROMETER
SENSOR ALIRAN FLUIDA
JENIS PENGUKURAN
 Pengukuran kuantitas
 Pengukuran laju aliran
 Pengukuran metoda diferensial tekanan
KUANTITAS
 Pengukur gravimetri atau pengukuran
berat
 Pengukur volumetri untuk cairan
 Pengukur volumetri untuk gas
LAJU ALIRAN
Laju aliran Q merupakan fungsi luas
pipa A dan kecepatan V dari cairan
yang mengalir lewat pipa
Q = A.V
V sering tidak merata
Q = K.A.V
PENGUKURAN LAJU ALIRAN
 Pengukuran laju aliran untuk cairan
 jenis baling-baling defleksi
 jenis baling-baling rotasi
 jenis baling-baling heliks
 jenis turbin
 pengukur kombinasi
 pengukur aliran magnetis
 pengukur aliran ultrasonic
 pengukur aliran kisaran (vorteks)
 pengukur pusaran (swirl)
PENGUKURAN LAJU ALIRAN…
 Pengukuran laju aliran gas
 jenis baling-baling defleksi
 jenis baling-baling rotasi
 jenis termal
METODE DIFFERENSIAL TEKANAN

beda luas penampang melintang dari


aliran dikurangi dengan yang
mengakibatkan naiknya kecepatan,
sehingga menaikan pula energi gerakan
atau energi kinetis.
INSTRUMEN

pipa venturi, pipa pitot, orifice plat


(lubang sempit), turbine flow meter,
rotameter, cara thermal, menggunakan
bahan radio aktif, elektromagnetik, ultar
sonic dan flowmeter gyro
ORIFICE PLATE
P1 P2

Aliran
fluida

P1 > P 2
2g
Q  KA2 P1  P2

KEUNTUNGAN UTAMA DARI ORFICE PLATE

1. Konstruksi sederhana
2. Ukuran pipa dapat dibuat persis sama
dengan ukuran pipa sambungan.
3. Harga pembuatan alat cukup murah
4. Output cukup besar
KEKURANGAN
1. Jika terdapat bagian padat dari aliran fluida,
maka bagian padat tersebut akan terkumpul
pada bagian pelat disisi inlet.
2. Jangkauan pengukuran sangat rendah
3. Dimungkinkan terjadinya aliran Turbulen
sehingga menyebabkan kesalahan pengukuran
jadi besar karena tidak mengikuti prinsip aliran
Laminer.
4. Tidak memungkinkan bila digunakan untuk
mengukur aliran fluida yang bertekanan rendah.
PIPA VENTURI
KEUNTUNGAN

1.Partikel padatan masih melewati alat


ukur
2. Kapasitas aliran cukup besar
3. Pengukuran tekanan lebih baik
dibandingkan orifice plate.
4. Tahan terhadapa gesekan fluida.
KEKURANGAN

1. Ukuran menjadi lebih besar


2. Lebih mahal dari orifice plate
3. Beda tekanan yang ditimbulkan
menjadi lebih kecil dari orifice plate
FLOW NOZZLE
KELEBIHAN

1. Masih dapat melewatkan padatan


2. Kapasitas aliran cukup besar
3. Mudah dalam pemasangan
4. Tahan terhadap gesekan fluida
5. Beda tekanan yang diperoleh lebih
besar daripada pipa venturi
6. Hasil beda tekanan cukup baik karena
aliran masih laminer
PIPA PITOT

1
p0  pstat  V 2 , ( Bernoulli )
2
V  2( p0  pstat ) / 
V  C 2( p0  pstat ) / 
APLIKASI PIPA PITOT
 Mengukur kecepatan pada pesawat
(airspeed)
 Altimeter pesawat
 Mengukur tekanan fluida pada wind
tunnel (terowongan angin)
ROTAMETER
TURBINE FLOW SENSORS
CARA TERMAL
 Anemometer kawat panas
 Teknik perambatan panas
 Teknik penggetaran
HOTWIRE
PERAMBATAN PANAS

Sensor suhu Sensor suhu


Elemen pemanas

T1 T2 T1 < T2
Aliran
fluida
FLOWMETER RADIO AKTIF
Sumber radiasi
netron

Aliran

Detektor mendeteksi muatan


ion akibat radiasi
FLOWMETER ELEKTROMAGNETIS

Lintasan ion positif


Medan magnet arah
+
meninggalkan kita

Elektroda
Aliran logam
fluida

_
Lintasan ion negatif
FLOWMETER ULTRASONIC
Ultra sonic
Tx - Rx

Ultra sonic
Tx - Rx