Anda di halaman 1dari 54

PERAWATAN LUKA DAN

PRAKTEK PEMASANGAN
BANDAGE
dr Prasaja, M.Kes
For D3 OT’s
Definisi Luka
 Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh
yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul,
perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau
gigitan hewan[Hidayat, 2007].

 Menurut Koiner dan Taylan luka adalah terganggunya


(disruption) integritas normal dari kulit dan jaringan di
bawahnya yang terjadi secara tiba-tiba atau
disengaja, tertutup atau terbuka, bersih atau
terkontaminasi, superficial atau dalam.
KLASIFIKASI LUKA

Tindakan Thd Luka


L
u
k
a

d
i
s
e
n
g
a
j
a

(
I
n
t
e
n
t
A natomi Kulit
PProrossePenyembuhan
Proses ess Luka
PPeennyyeemmbubuhhaann
LLuukaak
Proses
Proses Penyembuhan
Penyembuhan Luka
Luka
Respon Fase destruktif Fase proliferative Fase
inflamasi akut maturasi
Pembersihan
Mencakup jaringan yang mati Pada Saat Mencakup
hemostasis, dan yang pembuluh re-epitelisasi,
pelepasan mengalami darah baru, konstraksi
histamine, devitalisasi oleh yang luka, dan
mediator lain leukosit diperkuat oleh reorganisasi
dari sel-sel polimorfonuklear jaringan ikat, jaringan ikat
yang rusak, dan makrofag.
dan migrasi menginfiltrasi
sel darah putih luka
Proses penyembuhan luka
KESEMBUHANLUKA,FASERADANG
KESEMBUHANSEKUNDER,JARINGANGRANULASI
Proses penyembuhan luka
Proses Pembekuan Darah

Trombosit Trombokinase /
Tromboplastin

Protrombin Trombin

Fibrinogen Fibrin
KLASIFIKASI PENYEMBUHAN LUKA

Penyembuhan Intensitas Primer


Luka diusahakan bertaut, biasanya
dengan bantuan jahitan

Penyembuhan Intesitas Sekunder


Penyembuhan luka tanpa ada bantuan
dari luar (mengandalkan antibodi)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENYEMBUHAN LUKA

Faktor Patofisiologi umum


Faktor Intrinsik
Faktor Ekstrinsik
Faktor Lokal
Faktor Psikososial
Faktor-faktor patofisiologi Umum
Sejumlah kondisi medis berhubungan dengan
buruknya penyembuhan Luka
Kelambatan penyembuhan luka terjadi akibat
kurang tersedianya substansi-substansi yang
diperlukan untuk proses penyembuhan luka,
seperti oksigen, asam amino, vitamin, dan
mineral
Penurunan daya tahan terhadap infeksi
Faktor-faktor yang dapat
memperlambat penyembuhan
1. Faktor yang ada hubungannya dengan pasien
(intrinsik), seperti:
 Kondisi-kondisi yang kurang
pada tempat luka menguntungkan
 Kondisi medis yang dapatmenyebabkan
lingkungan sekitar yang buruk
2. Faktor-faktor dari luar (ekstrinsik), seperti:
 Seperti pengelolaan luka yang kurang tepat
 Efek-efek terapi lainnya tidak
yang menguntungkan
Faktor-faktor lokal yang
merugikan pada tempat luka

 Kurangnya suplai darah dan pengaruh hipoksia


 Dehidrasi
 Eksudat berlebihan
 Turunnya temperature
 Jaringan nekrotik, krusta yang berlebihan,
dan benda asing
 Hematoma
 Trauma dapat berulang
Faktor-faktor Psikososial

Mempengaruhi penyembuhan Kedekatan


hubungan antara pikiran dan tubuh

Perilaku
positif dari para pegawai terhadap
pengobatan, ternyata berperan penting
dalam proses penyembuhan
Penatalaksanaan luka yang tidak
tepat
 Gagalmengkaji luka secara akurat dan gagal
mengidentifikasi masalah-masalah yang
menyebabkan terlambatnya penyembuhan
 Teknik pembalutan luka yang kurang
hati- hati
 Pemilihan produk-produk perawatan luka
yang kurang sesuai
Penatalaksanaan luka yang tidak
LaLannj
tepat
ujutatann
Mengganti tatacara sebelum
mempunyai cukup waktu
pembalutan
untuk tersebut efektif
balutan menjadikan
 Gagal membuat penyembuhan
gagal mengevaluasi
gambaran efektivitas
dan program
pengobatan
Perilaku negatif terhadap penyembuhan
Balutan yang ideal

Memilih balutan yang paling sesuai


Diperlukan pengetahuan terperinci tentang
karakteristik, penggunaan, kontraindikasi, dan
kewaspadaan yang paling sesuai
Masalah pemilihan balutan dipersulit
oleh beberapa faktor
 Produk-produk yang kelihatannya sama
 Pabrik pembuatnya dapat merekomendasikan
tipe-tipe produk yang berbeda
 Percobaan klinis yang luas dan komparatif
 Pengaruh tradisi terapeutik
 Adanya tanggung-jawab yang tidak jelas
 Sifat ekonomi
 Produk-produk baru memasuki pasaran setiap
saat
Balutan luka yang berbau busuk
 Luka yang berbau busuk sangat mengganggu
bagi pasien, sehingga menyebabkan isolasi
sosial menyangkut dirinya sendiri, hilangnya
nafsu makan dan depresi

Mengobati infeksi penyebab bau, hendaknya


obat-obat sederhana yang lain tidak dilupakan,
seperti menggati linen tempat tidur
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan balutan
 Letak luka atau kesulitan pemasangan balutan
Ukuran luka
Frekuensi penggantian balutan yang diperlukan
pertimbangan kenyamanan dan kosmetika
 Dimana dan oleh siapa balutan tersebut akan
diganti
Tersedianya balutan dengan ukuran yang
diperlukan
Membersihkan luka
Uuntuk membantu dalam proses penyembuhan
 Seperti pada luka bakar dengan ketebalan
penuh atau abrasi luas yang terkontaminasi
tanah, butiran pasir mungkin perlu dilakukan
debridemen di kamar operasi di bawah anestesi
umum
 Saat membersihkan luka gunakan sarung tangan
KOMPLIKASI SPESIFIK ADANYA LUKA

 Hemorrhage (Perdarahan)
Meningkatnya nadi, meningkatnya pernafasan,
Menurunnya tekanan darah, lemah, pasien
mengeluh kehausan.
 Infeksi
luka memerah, bengkak, nyeri, jaringan sekitar
mengeras, leukosit meningkat.
 Dehisence
(tepi sulit/tidak dapat menyatu)
 Eviceration
(menonjolnya organ-organ tubuh bagian dalam ke
arah luar melalui incisi)
TINDAKAN PERAWATAN TERHADAP
LUKA
 Perawatan Luka Bersih
Prosedur perawatan yang dilakukan pada luka bersih
(tanpa ada pus dan necrose), termasuk didalamnya
mengganti balutan.

 Perawatan Luka Kotor


Perawatan pada luka yang terjadi karena tekanan
terus menerus pada bagian tubuh tertentu sehingga
sirkulasi darah ke daerah tersebut terganggu.
Perawatan Luka Bersih
Tujuan :
 Mencegah timbulnya infeksi.
 Observasi perkembangan luka.
 Mengabsorbsi drainase.
 Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis.

Indikasi :
 Luka bersih tak terkontaminasi dan luka steril.
 Balutan kotor dan basah akibat eksternal
ada rembesan/ eksudat.
 Ingin mengkaji keadaan luka.
 Mempercepat debridemen jaringan nekrotik.
Perawatan Luka Kotor (decubitus)

Tujuan :
Mempercepat penyembuhan luka.

Mencegah meluasnya infeksi.


Mengurangi gangguan rasa nyaman
bagi pasien maupun orang lain.
Prosedur Perawatan Luka

1. Menyiapkan alat
2. Menyiapkan Pasien
– Perkenalkan diri
– Jelaskan tujuan
– Jelaskan prosedur perawatan pada pasien
– Persetujuan pasien
1. Tekhnis pelaksanaan
PERALATAN

Alat Steril Alat Tidak Steril


Pincet anatomi 1 Gunting pembalut
Pinchet chirurgie 1 Plaster

Gunting Luka (Lurus) Bengkok/ kantong plastik


Kapas Lidi Pembalut

Kasa Steril Alkohol 70 %


Kasa Penekan Betadine 10 %
(deppers) Bensin/ Aseton
Mangkok / kom Kecil 
Kasa penekan
(deppers)
Prosedur Pelaksanaan
Jelaskan prosedur perawatan pada pasien.
Tempatkan alat yang sesuai.
Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
(mengurangi transmisi pathogen yang berasal dari
darah). Sarung tangan digunakan saat memegang
bahan berair dari cairan tubuh.
Buka pembalut dan buang pada tempatnya serta
kajilah luka becubitus yang ada.
Bersihkan bekas plester dengan bensin/aseton (bila
tidak kontra indikasi), arah dari dalam ke luar.
Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%.
Lanj njuu
Prosedur Pelaksanaan
tatann
Buanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor
tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan.
Bersihkan luka dengan H2O2 / savlon.
Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dan keringkan.
Olesi luka dengan betadine 2 % (sesuai advis dari dokter)
dan tutup luka dengan kasa steril.
Plester verban atau kasa.
Rapikan pasien.
Alat bereskan dan cuci
tangan.
Catat kondisi dan
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Cermat dalam menjaga kesterilan
 Peka terhadap privasi pasien

 Saat melepas atau memasang balutan,


perhatikan tidak merubah posisi drain atau
menarik luka.
 Alat pelindung mata harus dipakai bila terdapat
resiko kontaminasi okuler seperti cipratan mata
BANDAGE/MEMBALUT
DAN
PENATALAKSANAAN
KASUS DENGAN
BANDAGE
Definisi Membalut

Membalut adalah tindakan untuk


menyangga atau menahan
tubuh agar tidak bergeserbagian
atau
berubah dari posisi
dikehendaki yang
Tujuan Pembalutan
 Mempertahankan bidai dan kasa penutup
 Imobilisasi, dengan menunjang bagian tubuh
yang cedera dan menjaga agar bagian tubuh
yang cedera tidak bergerak
 Sebagai penekan untuk menghentikan
pendarahan dan menahan pembengkakan
 Mempertahankan keadaan asepsis
Tipe Bentuk Pembalut
1.
1. Plester biasanya dipergunakan
untuk menutup luka yang telah
diberi antiseptik.
2. 2. Pembalut pita/gulung dapat
dibuat dari kain katun, kain kasa,
flannel ataupun bahan elastik.
3. Mitela merupakan kain segitiga
3. sama kaki dengan panjang kaki
90 cm, terbuat dari kain mori.
Tipe B entuk Pembalut
Lanjuta
n
 Funda adalah kain segitiga sama kaki yang
sisi kiri dan kanannya dibelah 6 – 10 cm
tingginya dari alas, sepanjang kurang lebih
1/3 dari panjang alas dan sudut puncaknya
dilipat ke dalam.
 Platenga merupakan pembalut segitiga yang
dibelah dari puncak sampai setengah
tingginya.
Beberapa Teknik Penggunaan Pembalut
Pita
 Balutan sirkuler (spiral bandage)
 Balutan pucuk rebung reverse
(spiral bandage)
 Balutan angka delapan (figure of eight)
 Balutan rekurens (recurrent bandage)
Cara membalut dengan mitella

 Salah satu sisi mitella dilipat 3-4 cm sebanyak 1-3 kali.


 Pertengahan sisi yang telah terlipat diletakkan di luar
bagian yang akan dibalut, lalu ditarik secukupnya dan
kedua ujung sisi itu diikaitkan.
 Salah satu ujung lainnya yang bebas ditarik dan dapat
diikatkan pada ikatan diatas, atau diikatkan pada
tempat lain atau dapat dibiarkan bebas, hal ini
tergantung tempat dan kepentingannya.
Membalut Dada
Menggendong Lengan
Membalut Sendi Siku
Membalut Sendi Lutut
Membalut pergelangan tangan
Membalut Tumit Dan Dan Pergelangan
Kaki
Kesimpulan
Perawatan luka bertujuan untuk mencegah
infeksi dari masuknya mikroorganisme ke dalam
kulit dan membran mukosa
Manfaatnya untuk membantu pasien dalam
penyembuhan luka, memperoleh rasa
nyaman dan membantu pasien mendapatkan
kembali fungsi normal
Kesimpulan
LaLannj
ujutatann
Pada saat melakukan perawatan
luka bersih dan kotor harus
men guasai ilmu pengetahuan
keter juga ampilan klinis
Kesimpulan
LaLannj
ujutatann
Tujuan pemasangan Balut dan bidai
merupakan pertolongan pertama pada Luka dan
patah tulang akibat kecelakaan atau trauma.
Perhatikan prosedur dan tata cara pada saat

melakukan pembalutan
Semoga Bermanfaat