Anda di halaman 1dari 16

LAWS6095 - Legal Aspect in Economic

Week 01
INTRODUCTION TO INDONESIA LAW
Objectives :
• Definition of Law
• Sources of Law
• The area of Law
• Definition of subjects, objects of law
• Commercial and Private Law
Pengertian Hukum
• Menurut E. Utrecht;
“Hukum adalah himpunan peraturan (perintah-perintah dan
larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat sehingga
harus ditaati oleh masyarakat itu”
• Menurut C.J.T Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto;
“Peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan
tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat
oleh badan-badan resmi yang berwajib. Pelanggaran terhadap
peraturan-peraturan tersebut dikenakan sanksi atau hukuman
tertentu
(Silondae. AA, 2011: 2 & Saliman, 2005: 7-8)
Unsur Hukum

Dari definisi hukum, dapat disimpulkan bahwa


hukum terdiri dari beberapa unsur yaitu :
a. Peraturan mengenai tingkah laku manusia
dalam pergaulan masyarakat
b. Peraturan diadakan oleh bandan-badan resmi
yang berwenang
c. Peraturan bersifat memaksa
d. Memiliki sanksi yang tegas
Tujuan Hukum
Prof. Subekti :
 Hukum mengabdi pada tujuan negara yang pada pokoknya
adalah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada
rakyatnya.
 “Keadilan dan Ketertiban” sebagai syarat pokok untuk
mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan
 Keadilan menuntut bahwa dalam keadaan yang sama tiap
orang harus menerima bagian yang sama pula.
 Hukum harus dapat menjaga keseimbangan antara
keadilan dan ketertiban/kepastian hukum
Tujuan Hukum
Prof. Mr. L.J Van Apeldoorn :
 Tujuan hukum adalah mengatur pergaulan hidup manusia
secara damai. Hukum menghendaki perdamaian
 Perdamaian antara manusia dipertahankan oleh hukum
dengan melindungi kepentingan-kepentingan hukum
manusia tertentu, kehormatan, kemerdekaan, jiwa, harta
benda terhadap siapa yang merugikannya.
Aristoteles :
 Melihat keadilan dalam dua hal : keadilan komutatif dan
keadilan distributif
Sumber – Sumber
Hukum

1. Sumber Hukum Materiil (dalam arti luas) :


Sumber Hukum yang isinya mengikat
masyarakat untuk mematuhinya
dikarenakan sesuai dan bersumber dari
kesadaran hukum yang hidup dalam
masyarakat
mis: situasi ekonomi akan menyebabkan
dibuatnya aturan dalam bidang ekonomi
Sumber – Sumber
Hukum…..(lanjutan)
2. Formal :
Sumber hukum yang mempunyai kekuatan
hukum yang mengikat dan wajib dipedomani
karena cara pembentukannya diterima oleh
masyarakat, al yaitu:
- Undang-undang (statute)
- Kebiasaan (custom)
- Keputusan-keputusan Hakim (jurisprudentie)
- Traktat/perjanjian internasional (treaty), dan
- Pendapat Sarjana Hukum (doktrin).
Pembidangan Hukum

A. Menurut Bentuknya
Dibagi atas :
1) Hukum Tertulis (statute law/written law)
=> Hukum yang dicantumkan dalam berbagai
peraturan perundang-undangan
2) Hukum Tidak Tertulis (Unstatutery Law/Unwritten
Law)
=> Hukum yang masih hidup dalam keyakinan
masy, meskipun tidak tertulis tetapi berlakunya
ditaati oleh masy seperti layaknya peraturan
perundang-undangan. Disebut juga Hukum
Kebiasaan.
Pembidangan
Hukum….(lanjutan)

B. Menurut Waktu Berlakunya


Dibagi atas :
1) Hukum Positif (ius constitutum)
=> Hukum yang berlaku sekarang bagi suatu
masyarakat tertentu dalam suatu negara
atau daerah tertentu
2) Ius constituendum
=> Hukum yang diharapkan berlaku pada
waktu yang akan datang
Pembidangan
Hukum….(lanjutan)

C. Menurut Isinya
Dibagi atas :
1) Hukum Privat (hukum sipil)
=> Hukum yang mengatur hubungan hukum
antara orang yang satu dengan orang yang lain,
dengan menitik beratkan pada kepentingan
perseorangan.
Hukum privat meliputi : Hukum Perdata dan
Hukum Dagang
2) Hukum Publik…….
Pembidangan
Hukum….(lanjutan)
2) Hukum Publik (Hukum Negara)
=> Hukum yang mengatur hubungan antara negara
dengan alat-alat perlengkapan negara dengan
warga negaranya. Antara lain yaitu :
a) Hukum Tata Negara
b) Hukum Administrasi Negara
c) Hukum Pidana
d) Hukum Internasional
e) Hukum Pajak
f) Hukum Perburuhan, dll
Asas-Asas Hukum
LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALIS
Hukum atau perundang-undangan yang lebih khusus mengesampingkan
hukum atau perundang-undangan yang bersifat umum.
Mis: ketentuan mengenai jaminan kebendaan lebih mengutamakan peraturan
tentang jaminan (mis: UUHT, UU Fidusia) dibandingkan dengan KUH Perdata

LEX SUPERIORI DEROGAT LEGI INFERIORI


Peraturan atau hukum yang lebih tinggi tingkatannya mengalahkan hukum
atau peraturan yang lebih rendah tingkatannya (mis: semua undang-undang
dan peraturan perundangan lain tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945)
LEX POSTERIORI DEROGAT LEGI PRIORI
Peraturan yang lahir kemudian mengalahkan peraturan yang telah ada
sebelumnya (dengan syarat peraturan yang lebih baru, tidak lebih rendah
derajatnya dengan peraturan yang lama)
Subyek Hukum
Þ Segala sesuatu yang dapat menjadi pembawa
hak dan kewajiban di dalam hukum, atau
Þ Sesuatu yang menurut hukum dapat memiliki
kewenangan untuk bertindak

Subyek Hukum
Manusia/orang pribadi (natuurlijke persoon)
- Cakap menurut hukum
- Dewasa menurut hukum
- yang sehat rohani/jiwanya
- tidak dibawah pengampuan

Badan Hukum (rechts persoon)


mis: Perseroan terbatas (PT), Yayasan, Koperasi,
Badan hukum publik
Obyek Hukum
Segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum
dan yang dapat menjadi pokok permasalahan dan
kepentingan bagi para subjek hukum

Obyek Hukum
Benda Berwujud,
Segala sesuatu yang dapat diraba dan dilihat dengan
indera manusia, mis : Tanah, Rumah, Mobil, dsb

Benda Tidak Berwujud


Mis: Hak Cipta, Hak Paten, Hak Merek, hak tagih dsb
Thank You