Anda di halaman 1dari 21

PRINSIP FISIKA DALAM KEPERAWATAN

(BIOMEKANIKA DAN BIOLISTRIK)


DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK 3
ANGGOTA:
RITA AMELIA
HUSNUL HAFIFA
ASMAUL HUSNA
WINDY SEPRYTA TUPALANGI
SILVA RUSLI PUTRI
DHEA ANNASTASYA
NATANEL LEHA
KHETRIN PINKHAN JAMLEAN
CHRISYE YESSIA YESSMANSIA
YULIANA AINUSI
MUKSIN ALHAMID
DOSEN PENGAMPUH: IRWANSYAH S.Kep, MSN.
A. DEFINISI BIOMEKANIKA
Mekanika adalah salah satu cabang ilmu yang
mempelajari gerakan dan perubahan bentuk
suatu materi yang di akibatkan oleh
gangguan mekanik yang disebut gaya.
KONSEP BIOMEKANIKA DALAM
KONSEP KEPERAWATAN
1. Pengaturan posisi
2.traksi
3.Kesegarisan tubuh
4. Mekanika tubuh
MACAM-MACAM POSISI

1. Posisi Fowler
Pengertian
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi
atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi
pernapasan pasien.

Tujuan
a.       Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi.
b.      Meningkatkan rasa nyaman
c.       Meningkatkan dorongan pada diafragma sehingga  meningkatnya ekspansi dada
dan ventilasi paru
d.      Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh akibat posisi yang menetap
Indikasi
a.       Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan
b.      Pada pasien yang mengalami imobilisasi
2.        Posisi sim
Definisi :
Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau kekiri, posisi ini dilakukan
untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat melalui anus
(supositoria).
Tujuan :
a.       Mengurangi penekanan pada tulang secrum dan trochanter mayor
otot pinggang
b.      Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi
c.       Memasukkan obat supositoria
d.      Mencegah dekubitus
Indikasi :
a.       Untuk pasien yang akan di huknah
b.      Untuk pasien yang akan diberikan obat melalui anus
3. Posisi dorsal recumbent
Definisi :
Pada posisi ini pasien berbaring terlentang dengan kedua lutut flexi
(ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Posisi ini dilakukan
untuk merawat dan memeriksa genetalia serta pada proses persalinan.
Tujuan :
Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan
punggung belakang.
Indikasi :
a.       Pasien yang akan melakukan perawatan dan pemeriksaan
genetalia
b.      Untuk persalinan
Posisi Litotomi
Definisi :
Posisi berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan
menariknya keatas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa
genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.
Indikasi :
Untuk ibu hamil
Untuk persalinan
Untuk wanita yang ingin memasang alat kontrasepsi
Posisi trendelenburg
Definisi :
Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala
lebih rendah dari pada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk
melancarkan peredaran darah keotak.
Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur khusus
b.      Selimut
Indikasi :
a.       Pasien dengan pembedahan pada daerah perut
b.      Pasien shock
c.       Pasien hipotensi.
Posisi Genu pectrocal/ Knee chest
Definisi :
Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada
menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk
memeriksa daerah rectum dan sigmoid.
Tujuan :
Memudahkan pemeriksaan daerah rektum, sigmoid, dan vagina.
 
Indikasi :
Pasien hemorrhoid
Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan vagina.
Posisi Supinasi
Pengertian
Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar
tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.
Tujuan
Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi penyembuhan
terutama pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.
Indikasi
Pasien dengan tindakan post anestesi atau penbedahan tertentu
Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma.
Posisi orthopeneic
Pengertian
Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang
sejajar dada, seperti pada meja.
Tujuan
Memudahkan ekspansi paru untuk pasien dengan kesulitan bernafas yang
ekstrim dan tidak bias tidur terlentang atau posisi kepala hanya bias pada
elevasi sedang.
Indikasi
Pasien dengan sesak berat dan tidak bias tidur terlentang.
Posisi pronasi
Pengertian
Pasien tidur dalam posisi telungkup Berbaring dengan wajah menghadap
kebantal.
Tujuan
Memberikan ekstensi  maksimal pada sendi lutut dan pinggang
Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut.
Indikasi
Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan
Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung.
 
POSISI LATERAL
Pengertian
Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar
berat tubuh berada pada pinggul dan bahu.
Tujuan
1.      Mempertahankan body aligement
2.      Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
3.      Meningkankan rasa nyaman
4.      Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat
posisi yang menetap.
Indikasi
1.      Pasien yang ingin beristirahat
2.      Pasien yang ingin tidur
3.      Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi lama
4.      Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi.
2.TRAKSI

Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan


berat atau alat lain untuk menangani
kerusakan atau gangguan pada tulang dan
otot.
MACAM-MACAM TRAKSI
 Manual Traksi yaitu traksi yang di tarik secara
manual oleh tangan seperti pada pemasangan gips 
 Skin Traksi atau traksi kulit yaitu menarik bagian
tubuh di mana traksi tersebut menempel pada
bagian kulit atau dimana terjadi akibat beban
menarik tali, spon karet atau bahan kanvas yang
di lekatkan pada kulit. Traksi kulit ini biasanya di
gunakan bila daya tarik yang di perlukan kecil.
 Traksi skelet dipasang langsung pada tulang.
Metode traksi ini digunakan paling sering untuk
menangani fraktur femur, tibia, humerus dan
tulang leher.
3.KESEGARISAN TUBUH
Kesegarisan tubuh atau postur merupakan
istilah yang sama dan mengacu pada posisi
sendi,tendon,ligamen dan otot selama
berbaring.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESEGARISAN TUBUH
1. Status kesehatan
2. Emosi
3. Nutrisi
4. Faktor sosial
5. Gaya hidup
6. Perilaku dan nilai-nilai
4. MEKANIKA TUBUH
Mekanika tubuh adalah usaha mengkoordinasi
sistem muskuloskeletal dan saraf sehingga
individu dapat bergerak ,mengangkat
,duduk,berdiri dan berbaring atau melakukan
aktifitas sehari-hari dengan sempurna
B.BIOLISTRIK
Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap
manusia yang bersumber dari ATP(adenosine
tri posphale) dimana ATP ini dihasilkan oleh
salah satu energi yang bernama mithokondria
melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga
merupakan fenomena sel.sel-sel mampu
menghasilkan potensial listrik yang
merupakan lapisan tipis muatan positif pada
permukaan luar dan lapisan tipis muatan
negatif pada permukaan dalam bidang
batas/membran.
KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN
YANG TIMBUL PADA TUBUH MANUSIA
1. Sistem syaraf dan neuron
2. Konsentrasi ion di dalam dan diluar
kelistrikan
3. Kelistrikan syaraf
4. Perambatan potensial aksi
5. Kelistrikan sinapsis dan neuroyal juction
kelistrikan otot jantung
6. elektroda
SEKIAN DAN TERIMA KASIH