Anda di halaman 1dari 26

ASPAL ( BITUMEN )

PERTEMUAN KE 13-14
Apa itu Aspal ( Bitumen )
• Menurut ASTM D8 Aspal adalah suatu bahan atau
bentuk padat atau setengah padat berwarna hitam
sampai coklat gelap, bersifat perekat yang akan
melembek dan meleleh bila dipanasi, tersusun
terutama dari sebagian besar bitumen yang
kesemuanya terdapat dalam bentuk padat atau
setengah padat dari alam atau dari hasil pemurnian
minyak bumi atau merupakan campuran dari bahan
bitumen dengan minyak bumi atau derivatnya.
The Asphalt Institute
• Menurut The Asphalt Institute ( bitumen )
adalah suatu campuran dari senyawa-senyawa
hidrokarbon yang berasal dari alam atau dari
suatu proses pemanasan atau berasal dari
kedua proses tersebut, kadang-kadang
disertai dengan derivatnya yang bersifat non
logam yang dapat bersifat gas, cairan,
setengah padat atau padat yang campuran itu
dapat larut dalam karbondisulfida ( CS2 ).
• Jadi aspal dapat didefinisikan sebagai
campuran yang terdiri dari bitumen yang
terdiri dari bitumen dan mineral, yang
banyak digunakan pada konstruksi lapisan
perkerasan lentur ( flexible pavement ),
jalan raya, yang berfungsi sebagai
campuran bahan pengikat agregat karena
mempunyai daya lekat yang kuat, sifat
adhesive, kedap air dan mudah
dikerjakan.
Sifat sifat Aspal
1. Sifat Kimia
2. Sifat Fisis
Sifat Kimia
aspal merupakan suatu bahan terbentuk dari senyawa
hidrokarbon yang berbentuk suspensi koloidal dari asphaltene
didalam media minyak, dimana mengandung senyawa damar
yang mencegah terjadinya penggumpalan dari asphaltene itu
sendiri.
Maka sifat-sifat dari bahan campuran yang ada didalam aspal
atau bitumen itu ialah :
1. Asphaltene merupakan bahan utama untuk memiliki sifat
kekerasan.
2. Damar (resin) menyebabkan adanya sifat lekat serta liat
(ductile).
3. Minyak menyebabkan sifat plastis sampai cair, sehingga aspal
atau bitumen memiliki sifat viskositet dan kelembekkan.
Sifat Fisis
Sifat fisis aspal yang terutama untuk dipakai dalam
konstruksi jalan ialah :
1. Kepekatan (konsistensi)
2. Ketahanan lama atau ketahanan terhadap pelapukan
oleh cuaca.
3. Derajat pengerasan
4. Ketahan terhadap pengaruh air
Didalam praktek mutu dan kegunaan aspal, pada
umumnya ditentukan oleh ke empat sifat tersebut,
meskipun bahwa ratio maltene distribution, terhadap
ketahanan lama tidak diabaikan.
• Aspal yang digunakan untuk material jalan
terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
• aspal alam
• aspal buatan (bitumen)
• ter
Aspal Alam
• Aspal Gunung (Rock Asphalt)ex : Aspal P.
Buton- Aspal Danau (Lake Asphalt)ex : Aspal
Bermudez, Trinidad
Aspal alam ada yang diperoleh di gunung-gunung seperti aspal
di pulau buton, dan ada pula yang diperoleh di pulau Trinidad
berupa aspal danau. Aspal alam terbesar di dunia terdapat di
Trinidad, berupa aspal danau. Indonesia memiliki aspal alam
yaitu di Pulau Buton, yang terkenal dengan nama Asbuton
(Aspal Pulau Buton). Penggunaan asbuton sebagai salah satu
material perkerasan jalan telah dimulai sejak tahun 1920,
walaupun masih bersifat konvensional. Asbuton merupakan
batu yang mengandung aspal. Asbuton merupakan material
yang ditemukan begitu saja di alam, maka kadar bitumen yang
dikandungnya sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi.
Produk asbuton dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :1)
Produk asbuton yang masih mengandung material filler, seperti
asbuton kasar,asbuton halus,asbuton mikro, dan butonite
mastik asphalt.2) Produk asbuton yang telah dimurnikan
menjadi aspal murni melalui proses ekstrasi atau proses kimiawi
Aspal Alam
Aspal Alam di Pulau Buton
• Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat
di Pulau Buton  dan sekitarnya di Provinsi
Sulawesi Tenggara dengan deposit sangat
besar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan
jalan karena disamping mengandung bitumen,
mineralnya pun memiliki kandungan kapur
(CaCO3) yang cukup tinggi yaitu sekitar 70% –
80%. Asbuton mengandung suatu bahan
pengikat (binder) yang berupa bitumen
kualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai
bahan pengikat campuran bahan jalan atau
bahan kontruksi jalan.
Aspal Buatan
• Aspal Buatan :Aspal Minyak Merupakan hasil
destilasio minyak bumi
Aspal Buatan
• dalam proses pembuatan aspal minyak bumi, mula-mula dari
suatu sumur minyak yang masih bercampur pasir dan air.
Minyak bumi disedot keluar, ditempatkan dalam tanki lapangan,
kemudian dialirkan ke gardu pompa untuk selanjutnya dipompa
ke dalam tangki pengilangan Setelah bejana pipa dan bejana
lain dengan pemanasan pada suhu tertentu dalam proses yang
kemudian dihasilkan destilat ringan, destilat sedang, destilat
berat dan destilat residu, dari destilat-destilat ini dalam suatu
prosesing dihasilkan : - Bensin, pelarut ringan - Minyak tanah,
minyak bakar ringan - Minyak diesel - Minyak pelumas
• Dari bahan residu dihasilkan minyak bakar residu. Bahan residu
setelah diproses lagi dihasilkan : aspal padat, semen aspal
dengan penetrasi tertentu Dari aspal residu akan dihasilkan
bahan aspal cair, dialirkan ke instalasi emulsi dihasilkan aspal
emulsi
Aspal buatan berdasarkan bentuknya
• Berdasarkan bentuknya Aspal keras/panas (Asphalt cemen)aspal
yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada suhu ruang
berbentuk padat*) Aspal keras pada suhu ruang (250 – 300 C)
berbentuk padat*) Aspal keras dibedakan berdasarkan nilai
penetrasi (tingkat kekerasannya)*) Aspal keras yang biasa
digunakan :    -  AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi
antara 40 – 50     -  AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi
antara 60 – 79    -  AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan
penetrasi antara 80 – 100    -  AC pen 200/300, yaitu aspal keras
dengan penetrasi antara 200-300*) Aspal dengan penetrasi
rendah digunakan di daerah bercuaca panas, volume lalu lintas
tinggi.*) Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah
bercuaca dingin, lalu lintas rendah.*) Di Indonesia umumnya
digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.
Aspal buatan berdasarkan bentuknya
1. Aspal keras/panas (Asphalt cemen)
aspal yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada
suhu ruang berbentuk padat*) Aspal keras pada suhu ruang
(250 – 300 C) berbentuk padat*) Aspal keras dibedakan
berdasarkan nilai penetrasi (tingkat kekerasannya)*) Aspal
keras yang biasa digunakan :    -  AC Pen 40/50, yaitu aspal
keras dgn penetrasi antara 40 – 50     -  AC pen 60/70, yaitu
aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79    -  AC pen 80/100,
yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100    -  AC pen
200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300*)
Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca
panas, volume lalu lintas tinggi.*) Aspal dengan penetrasi
tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin, lalu lintas
rendah.*) Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi
60/70 dan 80/100.
2. Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)
aspal yang digunakan dalam keadaan dingin dan cair, pada suhu
ruang berbentuk cair*) Aspal cair merupakan campuran aspal keras
dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi*) Pada
suhu ruang berbentuk cair *) Berdasarkan bahan pencairnya dan
kemudahan penguapan bahan pelarutnya, aspal cair dibedakan atas :
1.  RC (Rapid curing cut back )Merupakan aspal keras yang dilarutkan
dengan bensin (premium), RC merupakan curback asphal  yang paling
cepat menguap.        RC cut back asphalt dugunakan sebagai:- Tack
coat (Lapis perekat)- Prime Coat (Lapis resap pengikat)
2.  MC (Medium Curing cut back)Merupakan aspal keras yang
dilarutkan dengan minyak tanah  (Kerosine). MC merupakan cutback
aspal yang kecepatan menguapnya sedang.
3.  SC (Slow Curing cut back)Merupakan aspal keras yang dilarutkan
dengan solar, SC merupakan cut back asphal yang paling lama
menguap.
3. Aspal emulsi (emulsion asphalt)
aspal yang disediakan dalam bentuk emulsi dan
digunakan dalam kondisi dingin dan cair*) Aspal
emulsi adlah suatu campuran aspal dengan air
dan bahan pengemulsi
Emulsifer agent merupakan ion bermuatan listrik (Elektrolit), (+)
Cation ; (-) Annion*)
Emulsifer agent berfungsi sebagai stabilisator*) Partikel aspal
melayang-layang dalam air karena partikel aspal diberi muatan
listrik.
*) Berdasarkan muatan listriknya, aspal emulsi dapat
dibedakan atas ;
1. Kationik,     disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal
emulsi yang     bermuatan arus listrik posirif
2. Anionik, disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal
emulsi yang     bermuatan negatif
3. Nonionik,merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami
ionisasi, berarti        tidak     mengantarkan listrik.*) Yang
umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah
aspal emulsi anionik dan kationik.*)
Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi
dibedakan atas - Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung
sedikit bahan   pengemulsi sehingga pengikatan cepat terjadi.
Digunakan untuk  Tack Coat- Medium Setting (MS), Digunakan
untuk Seal Coat- Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang
paling lambat menguap,    Digunakan Sebagai Prime coat
Aspal Buton
Aspal buton merupakan aspal alam yang berasal dari
•pulau
Buton
buton, Indonesia.Aspal ini merupakan campuran
antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam
bentuk bantuan.Karena aspal buton merupakan bahan
alam maka kadar bitumennya bervariasi dari rendah
sampai tinggi.Berdasarkan kadar bitumennya aspal
buton dibedakan atas  B10, B13, B20, B25, dan B30
(Aspal Buotn B10 adalah aspal buton dengan kadar
bitumen rata-rata 10%)