Anda di halaman 1dari 20

CERITA PENDEK (CERPEN) KELAS XI

Dra. ZUHROTUL AINI


SMA NEGERI 1 BANTUR
Kompetensi Dasar

• 3.9 Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam


buku kumpulan cerita pendek

• 4.9 Mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan


unsur-unsur pembangun cerpen.
Pengertian

• Cerpen (cerita pendek) adalah jenis karya sastra berbentuk prosa


dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah
yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas disertai dengan
berbagai konflik dan terdapat penyelesaian atau solusi dari
masalah yang dihadapi.

• Cerita pendek memberikan kesal tunggal atau fokus pada satu


tokoh, mempunyai kurang dari 10.000 kata dan didalamnya
terdapat klimaks (puncak masalah) dan penyelesaian. Cerpen
cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya.
Ciri-ciri Cerpen

• Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.


• Selesai dibaca dengan sekali duduk.
• Bersifat fiktif.
• Hanya mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
• Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
• Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
• Bentuk tulisan yang singkat (lebih pendek dari Novel).
• Penokohan dalam cerita pendek sangat sederhana.
• Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
• Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut
merasakan isi dari cerita pendek tersebut.
Struktur Cerpen

Ada 6 elemen yang membangun teks cerpen sehingga menjadi utuh, 6 struktur cerita pendek
berikut ini:
1. Abstrak: gambaran awal dari cerita yang akan diceritakan, bersifat opsional.
2. Orientasi: berhubungan dengan waktu, suasana, tempat di dalam cerita pendek tersebut.
3. Komplikasi: urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Karakter dan
watak tokoh biasanya terlihat di struktur ini.
4. Evaluasi: konflik yang terjadi dan menuju pada klimaks serta mulai mendapatkan
penyelesaian dari konflik tersebut.
5. Resolusi: pengarang mengungkapkan solusi terhadap masalah yang dialami tokoh dalam
cerpen.
6. Koda: nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari teks cerita pendek oleh pembaca.
Jenis- Jenis Cerpen

Berdasarkan jumlah katanya cerpen dibagi menjadi 3 yaitu:


1. Cerpen mini (flash) adalah cerpen dengan jumlah kata antara
750-1.000 kata.
2. Cerpen yang ideal adalah cerpen dengan jumlah kata antara
3.000-4000 kata.
3. Cerpen panjang, adalah cerpen yang jumlah kata 4000 – 10.000
kata.
Jenis- Jenis Cerpen

Berdasarkan teknik pengarangannya cerpen dibagi menjadi 2 yaitu


1. Cerpen sempurna (well made short-story) adalah teknik penulisan cerpen oleh
pengarang dimana cerpen yang  ditulis hanya terfokus pada satu tema dan
memiliki plot yang sangat jelas, serta ending atau penyelesainya mudah
dipahami. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar
pada realitas (fakta).
2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story) adalah teknik penulisan cerpen
dimana pengarang menulis cerpen dengan tidak terfokus pada satu tema atau
berpencar, susunan plot atau alurnya tidak tertata, serta endingnya
mengambang . Cerpen jenis ini umumnya bersifat kontemporer dan ceritanya
ditulis berdasarkan gagasan atau ide yang orisinil.
Unsur Instrinsik Cerpen

1. Tema: gagasan utama yang menjadi dasar cerita jalannya cerita pendek.
2. Alur/Plot: tahapan urutan jalannya cerita pendek. Mulai dari perkenalan,
konflik, klimaks, penyelesaian.
3. Setting: meliputi latar/tempat, waktu, suasana yang terlihat cerita
pendek.
4. Tokoh: pelaku yang ada dalam cerita pendek. Setiap tokoh mempunyai
watak tersendiri.
5. Amanat: pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen supaya
pembaca dapat menyerap pesan di dalamnya.
Unsur Instrinsik Cerpen

6. Sudut Pandang: cara pandang yang digambarkan oleh pengarang dalam


suatu kejadian yang terjadi dalamnya. Sudut pandangnya:

Sudut pandang orang pertama: Ada pelaku utama dan sampingan.


• Pelaku utama: “aku” akan menjadi pusat perhatian.
• Pelaku sampingan: “aku” muncul hanya muncul dalam pengantar dan penutup cerita.
• Sudut pandang orang ketiga: ada serbatahu dan pengamat.
• Serbatahu: sudut pandang “dia”, pengarang atau narator mengetahui segala hal yang
berhubungan dengan tokoh “dia”.
• Pengamat: pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan
dipikir oleh seorang tokoh.
Unsur Instrinsik Cerpen

7. Penokohan: sifat dari tokoh yang tercermin dari perilaku, sikap, ucapan,


pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita.
Ada 2 mode penokohan:
Metode Analitik: menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerita secara
langsung. Contoh nya: pemalu, penakut, pembohong.
Metode Dramatik: menggambarkan sifat tokoh digambarkan secara tidak
langsung dengan menggambarkan fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.
Unsur Ekstrinsik Cerpen

• Latar Belakang Masyarakat: dapat mempengaruhi terbentuknya jalan cerita


dalam cerpen, misalnya: kondisi politik, ideologi, sosial, dan ekonomi
masyarakat.
• Latar Belakang Pengarang: Latar belakang pengarang memuat tentang
pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah
cerita pendek. Meliputi:
• Biografi: Riwayat hidup pengarang. bisa mempengaruhi pembuatan cerita pendek
melalui pengalaman pribadi.
• Kondisi Psikologis: meliputi mood dan motivasi, kondisi ini sangat mempengaruhi
dengan apa yang akan ditulis dalam cerita.
• Aliran Sastra: berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang.
Fungsi Sastra dalam Cerpen

• Fungsi rekreatif: memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur para


pembaca nya.
• Fungsi didaktif: mengarahkan dan mendidik para pembaca nya karena
nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada didalamnya.
• Fungsi estetis: memberikan keindahan bagi para pembaca nya.
• Fungsi moralitas: mengandung nilai moral sehingga para pembaca nya
dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi diri nya.
• Fungsi relegiusitas: mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan
teladan bagi para pembaca nya.
Kaidah Kebahasaan Cerpen

1. Penggunaan Kata Sifat


• Kaidah kebahasaan cerpen yang pertama adalah penggunaan kata sifat. Jenis kata ini akan
sering digunakan dalam membangun kata dan kalimat untuk membentuk rangkaian cerita.
Para tokoh yang terlibat dalam cerpen sering dideskripsikan kepribadian maupun
penampilan fisiknya menggunakan kata sifat. Contohnya: perawakannya gagah, sosoknya
tinggi, rambutnya memutih, dan lain-lain sebagainya.

2. Penggunaan Kata Keterangan


• Kaidah kebahasaan cerpen yang kedua adalah penggunaan kata keterangan. Dalam sebuah
cerpen, kata keterangan berfungsi untuk mendeskripsikan latar, baik itu latar tempat
maupun latar waktu. Bagi kamu yang suka membaca cerpen, pasti kamu akan temukan
kata-kata keterangan untuk menggambarkan latar tersebut. Contohnya: di kebun teh yang
menghijau, di malam hari yang gelap, dan lain sebagainya.
Kaidah Kebahasaan Cerpen

3. Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung


• Kaidah kebahasaan cerpen yang ketiga adalah terkait dengan penggunaan
kalimat langsung dan tidak langsung. Para penulis cerpen harus piawai
menggunakan dua jenis kata ini, dimana penerapannya sering kita lihat berguna
untuk membangun percakapan dalam cerpen. 

4. Gaya Bahasa
• Kaidah kebahasaan cerpen yang keempat adalah gaya bahasa atau majas.
Cerpen sering juga menggunakan majas untuk memperkaya keindahan cerita.
Paling sering digunakan adalah majas yang memiliki sifat konotasi, misalnya:
mulut terminal, memanggang bus, bajing loncat, pucuk langit, dan sebagainya.
Kaidah Kebahasaan Cerpen

5. Bahasa Tidak Baku


• Kaidah kebahasaan cerpen yang terakhir adalah umumnya menggunakan bahasa
yang tidak baku atau tidak formal. Penggunaan bahasa itu dimaksudkan agar
pembaca bisa lebih akrab dengan cerpen yang dibacanya. 
Langkah-langkah Menulis Cerpen

a. Menentukan Tema
• Tema merupakan sesuatu yang menjiwai sebuah cerita. Tema menjadi dasar dalam
bercerita.Ruh sebuah cerita terletak di dalam tema. Dalam menulis cerita tema harus dihayati
betul oleh penulis.
• Tema-tema yang sering dipakai dalam penulisan cerpen misalnya masalah sosial, keagamaan,
kemiskinan, kesenjangan, perjuangan, percintaan, dan lain-lain. Tema yang paling diminati bagi
kalanan remaja adalah tema percintaan selain tema-tema yang lain.

b. Sudut Pandang
• Dalam menulis cerpen kita harus konsisten dalam menggunakan sudut pandang. Kalau kita
menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama, dari awal sampai akhir cerita harus tetap
menggunakan sudut pandang orang pertama dengan menggunakan sudut pandang aku atau saya
dalam bercerita.
Langkah-langkah Menulis Cerpen

c. Penokohan
• Pengungkapan karakter tokoh dalam cerita harus logis. Pengarang harus dapat
menciptakan gambaran yang tepat untuk watak orang yang ditampilkan. Berawal dari
penciptaan karakter tokoh inilah jalan cerita akan terbentuk.

d. Alur atau plot


• Biasanya karakter tokoh yang dibangun dalam cerita terdiri atas tokoh yang berkarakter
baik dan berkarakter buruk. Di samping itu akan diciptakan pula tokoh yang netral sebagai
penengah ketika terjadi konflik antara tokoh yang berkarakter baik dan tokoh yang
berkarakter buruk.
• Dari konflik yang terjadi inilah jalan cerita atau alur akan dibangun. Alur harus diterapkan
dengan tepat. Alur yang baik akan memberikan kesan mendalam bagi pembaca.
Langkah-langkah Menulis Cerpen

e. Menentukan Judul
• Judul dapat ditulis setelah keseluruhan cerita selesai ditulis. Judul dapat
ditentukan dari bagian yang paling menarik dari cerita itu.
• Pemilihan judul harus menarik bagi pembaca, sebab judul merupakan pintu
gerbang yang dapat pula diibaratkan sebagai sebuah etalase. Dengan
membaca judul pembaca akan membayangkan isinya.
ADA PERTANYAAN.....???

1
5 2

4 3
N ...!!
CE R PE
B ACA
I ME M
MA R