Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH SEMINAR KASUS

 
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. Y
DENGAN POST OPERASI TUMOR MAMMAE
BILATERAL

OLEH KELOMPOK 1 :

1.ASTERIA DWI FANI,S.Kep


2.DESI ILHAFI,S.Kep
3.MIKE FEBRI WIJAYA,S.Kep
4.HELVENI RUSMITA,S.Kep
5.LENI AGUS,S.Kep
6.IMELDA KEMALIS,S.Kep
LAPORAN KASUS
• A. Identitas Klien
Tanggal pengkajian : 07/02/2020
1. Identitas Klien 2. PenanggungJawab
 
Nama : Nn. Y Nama : Tn. E
Umur : 18 tahun Umur : 39 tahun
Pendidikan : SMA Pekerjaan : Tani
Suku bangsa : Minang Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar Alamat rumah : Simpang Tanjuang
Agama : Islam Nan Ampek
Alamat rumah : Simpang Tanjuang  
Nan Ampek
1. Riwayat Kesehatan Sekarang

Saat dilakukan pengkajian klien post op hari


ketiga atas indikasi tumor mammae bilateral.
Dengan kondisi luka tidak terdapat pus, tidak
ada tanda kemerahan di area luka. Panjang
luka kiri dan kanan 3 cm.

Klien juga mengeluhkan nyeri di area post op.


Nyeri yang dirasakan seperti tertusuk-tusuk di
area payudara kiri dan kanan. Skala nyeri 5
dan klien sudah diberikan terapi analgesik.

Klien juga mengatakan dia malu dengan


kondisinya saat ini.
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
Selama ini klien belum pernah dirawat di
RS. Klien juga tidak mempunyai riwayat penyakit
keturunan seperti DM, Hipertensi, Jantung, dll.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga 


klien mengatakan nenek dan ibnya juga
memiliki riwayat penyakit tumor mammae.
KESEHATAN FUNGSIONAL

ASPEK PSIKOLOGIS
 klien lebih cenderung diam
 Klien merasa ada yang kurang dengan dirinya
setelah menjalani operasi di kedua mammae
Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum
•Kesadaran : compos metis
•Tekanan darah : 101/60 mmhg
•Suhu : 36.6 0C
•Nadi : 61 x/menit
•Pernapasan : 19 x/menit
•Nyeri :
P : nyeri pada luka operasi
Q : terasa tertusuk-tusuk
R : nyeri dirasakan pada kedua mammae
S : Skala nyeri 5 dan klien sudah diberikan terapi analgesik
T : Nyeri hilang timbul
2. Kulit
Kulit bersih warna kuning langsat, tidak ada
jaringan parut, ada luka operasi di kedua
payudara dengan panjang luka 3 cm.

3. Mammae
a)Kedua mammae simetris, putting menonjol,
di atas aerola mammae tertutup kassa.
b)Nyeri tekan pada area luka setelah operasi
DATA PENUNJANG

Leukosit : 9.100
Trombosit : 113.000
Hb : 12,1
TERAPI

INJ CEFOTAXIME 2 X I GR
INJ KETOROLAK 2 X 1 AMPUL
ASAM TRANEKSAMAT
APLIKASI NANDA NOC NIC
PEMBAHASAN
Pengkajian
• Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan, oleh
karena itu di perlukan ketepatan dan ketelitian dalam mengenali
masalah-masalah yang muncul pada klien sehingga dapat
menentukan tindakan keperawatan dengan tepat (Muttaqin.2008).
• Dari hasil pengkajian ditemukan data pasca operasi, terdapat
balutan pasca operasi pada mammae dextra dan sinistra, balutan
kering, klien merasa nyeri pada luka pasca operasi dengan skala
nyeri 5. P = Nyeri luka pasca operasi, Q = terasa tertusuk-tusuk, R =
mammae dextra dan sinistra, S = 5, T = terasa hilang timbul setelah
operasi. Klien juga mengatakan malu dengan kondisinya sekarang.
• Menurut teori Iskandar (2010) terdapat tanda nyeri tekan pada masa
retraksi pada area maymmae, adanya keluhan kedalam
mammae.Tetapi, saat pengkajian kasus pada klien Nn. Y tidak
ditemukan.Hal ini besar kemungkinan karena masih stadium awal,
sehingga tidak semua gejala yang ada pada teori ditemukan pada
kasus Nn. Y.
Diagnosa
• Dalam kasus ini diagnosa keperawatan yang muncul
pada Nn. Y ada 3, tetapi menurut tinjauan teori ada 6
diagnosa. Diagnosa yang tidak muncul adalah
Gangguan Pola Tidur, Hambatan Mobilitas Fisik dan
Resiko Infeksi. Hal ini di karenakan masa tumor yang
masih relatif kecil.
• Diagnosa keperawatan yang muncul setelah dilakuka
tindakan operasi pada Nn. Y yaitu: Nyeri akut,
Kerusakan Integritas Jaringan, dan Gangguan Citra
Tubuh (NANDA NIC NOC, 2015)
• Nyeri akut, merupakan pengalaman sensasi dan emosi yang tidak
menyenangkansecarasubyektifmaupunindividualmengatakan nyeri
itu adalah nyata. Reseptor nyeri terletak pada semua syaraf, kulit
tulang, persendian dinding arteri, membran yang mengelilingi otak,
dan usus (Solehati dan Kosasih,2015).
Pada kasus Nn. Y, nyeri akut terjadi akibat tindakan operasi yang
berupa sayatan di kulit sampai jaringan di bawah kulit yang ada
masa (tumor) sehingga menimbulkan nyeri.

• Kerusakan Integritas Jaringan berhubungan dengan prosedur


bedah(NANDA NIC NOC, 2015). Kerusakan Integritas Jaringan
bisa terjadi pada klien Nn. Y dikarenakan ada luka bekas sayatan
operasi.

• Gangguan Citra Tubuh berhubungan dengankondisi psikologis


klien terkait kondisinya setelah operasi. Mengingat usia klien yang
baru 20 tahun, masalah ini cukup mengganggu kondisi
psikologisnya. Klien mengatakan malu dengan kondisinya saat ini
dan ia merasa tidak percaya diri. Diagnosa tersebut penulis angkat
karena sesuai dengan teori kasus klien Nn. Y. Peranan perawat,
keluarga sangat penting dalam memberikan dukungan dan
meningkatkan kepercayaan diri klien.
PERENCANAAN
Perencanaan intervensi pasca operasi diselesaikan dengan
menggunakan prioritas masalah, sebagai berikut:
• Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisiologis,
menjadi prioritas pertama karena perlu dilakukan tindakan
keperawatan segera pada klien.

Pada diagnosa keperawatan ini penulis menggunakan kriteria


waktu 2x12 jam, dengan maksud nyeri dapat terkontrol dan
teratasi dengan pemberian terapi non farmakologi maupun
dengan terapi farmakologi. Data yang mendukung pada
diagnosa nyeri pasca operasi yaitu dari klien mengeluh nyeri
seperti tertusuk-tusuk pada mammae dextra dan sinistra.
Nyeri ini sifatnya lokal sehingga intervensi keperawatan
keparahan nyeri disesuaikan dengan teori yang ada pada
Nanda Nic-Noc.
• Kerusakan Integritas Jaringan. Faktor
resiko terjadinya kemungkinan infeksi
pada klien pasca operasi adalah kondisi
klien, prosedur operasi, jenis operasi dan
perawatan pasca operasi.
• Gangguan Citra Tubuh. Diagnosa ini
diangkat karena adanya pernyataan klien
yang mengatakan ia malu dengan
kondisinya saat ini.Dan klien juga merasa
tidak percaya diri.
Implementasi
• Tahap ini merupakan pelaksanaan dini rencana tindakan
yang telah ditetapkan dengan maksud kebutuhan klien dapat
terpenuhi dengan optimal.Dalam tahap implementasi
keperawatan ini mengacu pada rencana tindakan yang telah
disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien
sehingga implementasi juga sesuai dengan kebutuhan
klien.Pada kasus Nn. Y tidak semua rencana tindakan bisa
dilaksanakan karena perawat tidak bisa setiap saat berada di
tempat klien. Dalam melaksanakan tindakan keperawatan
kelompok selalu melibatkan peran keluarga dan tim
kesehatan lain.
• Faktor yang mendukung terlaksananya tindakan
keperawatan adalah adanya kerjasama yang baik antara
perawat bangsal dan tenaga kesehatan lain serta klien,
keluarga klien dan sarana prasarana yang ada di rumahsakit.
Evaluasi
•Evaluasi merupakan tahap pengukuran keberhasilan
rencana keperawatan dalam melakukan tindakan
keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien. Ada 2
macam evaluasi yaitu evaluasi proses yang dibuat untuk
mengetahui keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan,
sedangkan evaluasi hasil merupakan keadaan klien sebagai
respon terhadap tindakan yang telah dilakukan dalam kasus
ini. Adapun evaluasi untuk masing-masing diagnosa
keperawatan adalah sebagai berikut:
•Nyeri Akut berhubungan dengan agen cidera
fisiologis/prosedur bedah. Kriteria dan tujuan diagnosa ini
tercapai karena pada evaluasi hasil didapatkan data bahwa
klien mengatakan nyeri yang dirasakan setelah operasi
secara berangsur mulai berkurang.
• Kerusakan Integritas Jaringan berhubungan dengan
prosedur bedah. Kriteria dan tujuan diagnosa ini
tercapai karena pada evaluasi hasil didapatkan data:
tidak terjadi tanda-tandainfeksi pada klien dan pada
luka operasi tidak terjadi tanda-tanda infeksi. Luka
operasi bersih, tidak ada kemerahan di sekitar luka
operasi juga tidak ada rembesan.
• Gangguan Citra Tubuh berhubungan dengan
prosedur bedah. Kriteria dan tujuan diagnosa ini
tercapai karena klien mulai tampak ceria, dan paham
dengan kondisinya saat ini, serta keluarga juga
tampak selalu menyemangati klien.