Anda di halaman 1dari 14

Imogene King

1. JULASMI EDUWAN
2. MUTIARA
RAHMADANIA
3. TRY MIKA PANIDAH
B.    HUBUNGAN TEORI KING DENGAN
 KEPERAWATAN
1.   Karakteristik Teori
Teori Imogene M. King mengenai pencapaian
tujuan (1981) berasal dari kerangka konsepnya.  Kerangka
kerja King menunjukkan hubungan
system personal (individu), system
interpersonal (kelompok seperti perawat - pasien), dan
system social (misalnya system pendidikan, system
layanan kesehatan).     
 
King memahami model konsep dan teori keperawatan
dengan menggunakan pendekatan system terbuka dalam
hubungan interaksi yang konstan dengan
lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam model
konsep interaksi.
a. System Personal (individu). Untuk
system personal konsep yang relevan adalah
persepsi, diri, peretumbuhan dan
perkembangan, citra tubuh, dan waktu.
1). Persepsi
Persepsi adalah gambaran seseorang
tentang objek, orang dan kejadian- kejadian.
Persepsi berbeda dari satu orang dan orang
lain dan hal ini tergantung dengan
pengalaman masa lalu, latar belakang,
pengetauhan dan status emosi
2). Diri
Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang
berisi benda-benda dan orang lain. Diri adalah
individu atau bila seseorang berkata
“AKU”. Karakteristik diri adalah individu yang
dinamis, system terbuka dan orientasi pada tujuan.
 
3).  Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuh kembang meliputi perubahan sel,
molekul dan perilaku manusia. Perubah ini
biasnya terjadi dengan cara yang tertib, dan dapat
diprediksiakan walaupun individu itu berfariasi,
dan sumbangan fungsi genetic, pengalam yang
berarti dan memuaskan.
4). Citra Tubuh
King mendefinisikan citra diri yaitu
bagaimana orang merasakan tubuhnya dan
reaksi - reaksi lain untuk penampilanya.
 
5). Ruang
Ruang adalah universal sebab semua orang
punya konsep ruang, personal atau subjektif,
individual, situasional, dan tergantung
dengan hubunganya dengan situasi, jarak dan
waktu, transaksional, atau berdasarkan pada
persepsi individu terhadap situasi.
6). Waktu
King mendefisikan waktu sebagai lama antra satu
kejadian dengan kejadian yang lain merupakan
pengalaman unik setiap orang dan hubungan antara
satu kejadian dengan kejadian yang lain
 
b. Sistem Interpersonal
King mengemukakan system interpersonal
terbentuk oleh interkasi antra manusia. Interaksi
antar dua orang disebut DYAD, tiga orang disebut
TRIAD, dan empat orang disebut GROUP. Konsep
yang relefan dengan system interpersonal adalah
interkasi, komunikasi, transaksi, peran dan stress.
1). Interaksi
Interaksi didefinisak sebagai tingkah laku yang
dapat diobserfasi oleh dua orang atau lebih
didalam hubungan timbal balik.
 
2). Komunikasi
King mendefinisikan komunikasi sebagai proses
diman informasi yang diberikan dari satu orang
keorang lain baik langsung maupun tidak
langsung, misalnya melalui telpon, televisi atau
tulisan kata. ciri-ciri komunikasi adalah verbal,non
verbal, situasional, perceptual, transaksional, tidak
dapat diubah, bergerak maju dalam waktu,
personal, dan dinamis
3). Transaksi
Ciri-ciri transaksi adalah unik, karena setiap individu
mempunyai realitas personal berdasarkan persepsi
mereka. Dimensi temporal -spatial, mereka mempunyai
pengalaman atau rangkaian - rangkaian kejadian dalam
waktu.
 
4) . Peran
Peran melibatkan sesuatu yang timbal balik dimana
seseorang pada suatu saat sebagai pemberi dan disat yang
lain sebagai penerima ada 3 elemen utama peran yaitu,
peran berisi set perilaku yang di harapkan pada orang yang
menduduki posisi di social system, set prosedur atau aturan
yang ditentukan oleh hak dan kewajiban yang berhubungan
dengan prosedur atau organisasi, dan hubungan antara 2
orang atau lebih berinteraksi untuk tujuan pada situasi
khusus.
 
5). Stress
Definisi stress menurut King adalah
suatu keadaan yang dinamis dimanapun
manusia berinteraksi dengan
lingkungannya untuk memelihara
keseimbangan pertumbuhan,
perkembangan dan perbuatan yang
melibatkan pertukaran energi dan
informsi antara seseorang dengan
lingkungannya untuk mengatur stressor.
c.  Sistem Social
Merupakan system dinamis yang akan menjaga keselamatan
lingkungan. 
1)             Organisasi
Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas
yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang
dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi.
 
2)             Otoritas
King mendefinisikan otoritas atau wewenang, bahwa wewenang itu
aktif, proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang,
persepsi, nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi, validasi dan
penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang.
 
3)             Kekuasaan
Kekuasaan adalah universal, situasional, atau bukan sumbangan
personal, esensial dalam organisasi, dibatasi oleh sumber-sumber dalam
suatu situasi, dinamis dan orientasi pada tujuan.
4) . Pembuatan Keputusan
Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan
untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan, orang,
universal, individual, personal, subjektif, situasional,
proses yang terus menerus, dan berorientasi pada
tujuan.
 
5) . Status
Status bercirikan situasional, posisi ketergantungan,
dapat diubah.King mendefinisikan status sebagai posisi
seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam
hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi
dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-
hak istimewa, tugas-tugas, dan kewajiban.
Contoh pengaplikasian teori model imogene
king

Kepatuhan minum obat merupakan salah satu


indikator penting dalam keberhasilan pengobatan
suatu penyakit. TB merupakan salah satu penyakit
yang memerlukan pengobatan yang lama, untuk itu
diperlukan suatu pendekatan interaksi dengan pasien,
untuk proses pengobatan. Salah satu teori keperawatan
yang dapat digunakan adalah teori King memahami
model konsep dan teori keperawatan dengan
menggunakan pendekatan system terbuka dalam
hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan,
sehingga King mengemukakan dalam model konsep
interaksi.
Tujuan penelitian untuk menerapkan aplikasi
model keperawatan dari teori model Imogene
King dan penerapannya pada asuhan keperawatan
pada Tn. J. Dalam penelitian ini penulis akan
mengurai laporan kasus/asuhan keperawatan yang
diberikan pada Tn. J dengan mengaplikasikan
teori model Imogene King yang dilaksanakan
selama 1 minggu pada tanggal 15-20 Mei 2017
dengan menggunakan metode proses keperawatan
yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan,
perencanaan, implementasi dan evaluasi asuhan
keperawatan ini. Hasil penelitian ini didapatkan
bahwa teori Imigene King cocok diaplikasikan
pada pasien dengan TB.
Diharapkan penelitian ini dapat
dijadikan sebagai sumber informasi dan
kumpulan materi tentang perilaku
Penderita TB Paru terhadap kepatuhan
dalam hal minum obat sehingga motivasi
kesembuhannya terus ada dan dapat
mencegah resiko penularan penyakit TB
Paru kepada anggota keluarga lainnya,
serta dapat dijadikan objek penelitian
lainnya dari aspek dan sudut pandang yang
berbeda.