Anda di halaman 1dari 17

Ustilago maydis

Oleh:

Thania Ayu Pramesty (180342618029)


Karakteristik dan Morfologi Ustilago maydis
Karakteristik dan Morfologi Ustilago maydis

Ustilago maydis adalah cendawan penyebab


penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut).
Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam
siklus hidupnya dapat terjadi dalam dua bentuk,
yaitu membentuk sel khamir dan membentuk
miselium.

Ustilago maydis tumbuh dalam bentuk sel khamir


haploid selama fase saprofit namun berubah
Gambar 1. Morfologi Ustilago maydis
menjadi miselium bersel diploid pada fase pada Mikroskop.
menginvasi atau menginfeksi sel inang. Sumber: Stalpers (2008).
Klasifikasi Ustilago maydis
Klasifikasi Ustilago maydis

Kingdom : Fungi
Phylum : Basidiomycota
Class : Ustomycetes
Ordo : Ustilaginales
Family : Ustilaginaceae
Genus : Ustilago
Species : Ustilago maydis

Gambar 1. Morfologi Ustilago maydis


pada Mikroskop.
Sumber: Stalpers (2008).
Gejala Klinis Ustilago maydis
Penyambungan Autokatalitik dari Prekursor rRNA

Gejala terutama terdapat pada tongkol. Biji-biji yang


terinfeksi mambengkak, membentuk kelenjar (gall,
cecidia). Semula kelenjar berwarna putih, tetapi setelah
jamur yang terdapat didalamnya membentuk spora
(teliospora), kelenjar berwarna hitam, dengan kulit yang
jernih. Dengan semakin membesarnya kelenjar-kelenjar
itu, maka dapat kemungkinan menjadi pecah dan spora
jamur yang berwarna hitam berhambur keluar.

Meskipun agak jarang, kelenjar kemungkinan bisa


terdapat pada batang, daun, dan bunga jantan. Faktor
yang mendukung perkembangan penyakit gosong Gambar 2. Penyakit Gosong Bengkak
pada Jagung (Corn Smut).
bengkak pada jagung (corn smut) ini adalah curah hujan
Sumber: Stalpers (2008).
yang tinggi dan angin yang kencang. Pupuk Nitrogen
yang berlebihan pun bisa meningkatkan keparahan
penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut) ini.
Reproduksi dan Siklus Hidup Ustilago maydis
Penyambungan Autokatalitik dari Prekursor rRNA

Patogen ini melakukan reproduksi dengan cara seksual


(generative) dan aseksual (vegetative). Secara seksual
menghasilkan spora. Apabila kondisi habitat
sesuai, Ustilago maaydis memperbanyak diri dengan
memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora
aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan
tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan
tumbuh menjadi jamur dewasa.  Reproduksi secara
aseksual  melalui kontak gametangium dan konjugasi.
Kontak gametagium mengakibatkan terjadinya singami,
yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi
dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami
(peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah
kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi,
inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak
melebur dan membentuk dikarion.
Penyambungan Autokatalitik dari Prekursor rRNA

Siklus hidup Ustilago maydis biasanya


dimulai dengan pertumbuhan tabung
konjugasi kemudian terjadi fusi antara
sporidia yang sesuai. Selanjutnya,
miselium dikariotik akan menginvasi
tanaman yang dilanjutkan dengan
pembentukkan teliospora.

Saat teliospora telah matang maka dapat


terjadi germinasi dan pembentukkan
promiselium. Kemudian, terjadi
pembelahan meiosis yang menghasilkan
sporidia dan diperbanyak dengan proses
pembelahan (budding) (Tjahjadi, 1989).
Gambar 4. Siklus Hidup Ustilago maydis.
Sumber: Stalpers (2008).
Pengendalian
Pengendalian

Sumber inokulum atau sumber penular adalah tempat dari mana inokulum
atau penular itu berasal dan sesuai dengan urutan penularannya dibedakan
menjadi sumber penular primer, sumber penular sekunder, sumber penular
tersier dan seterusnya (Tjahjadi, 1989).

Selama perkembangan penyakit dapat kita kenal beberapa peristiwa yaitu :


1. Inokulasi adalah jatuhnya inokulum pada tanaman inangnya.
2. Penetrasi dalah masuknya patogen ke dalam jaringan tanaman inangnya.
3. Infeksi adalah interaksi antara patogen dengan tanaman inangnya.
4. Invasi adalah perkembangan patogen di dalam jaringan tanaman inang.
Pengendalian

Strategi pengendalian dengan mengurangi inokulum awal meliputi taktik


yang terdiri dari avoidan, esklusi, eradikasi, proteksi, resisten, dan terapi
(Sinaga, 2003).
• Bentuk avoidan yaitu dengan menanam jagung dengan
memperhatikan waktu penanaman yang tepat dimana disesuaikan
dengan waktu perkembangan Ustilago maydis yang menyebabkan
gosongnya tanaman jagung. Selain penentuan waktu tanam yang
tepat pemilihan lahan juga perlu diperhatikan misalnya tidak
menanam pada lahan yang sudah terjangkit pathogen ini atau
memilih lahan yang mempunyai jumlah inokulum yang rendah atau
karena faktor lingkungan tidak sesuai untuk infeksi. Cara lain untuk
mengendalikan dari taktik avoidan ini adalah memilih lingkungan yang
cocok pada tanaman jagung tetapi menciptakan lingkungan yang
tidak disukai pathogen ini misalnya  Mengubah pH tanah agar tidak
sesuai dengan kebutuhan pathogen (Sinaga, 2003).
Pengendalian

• Taktik esklusi adalah mengurangi inokulum awal yang berasal dari


luar tanaman. Sebelum pathogen terbawa oleh benih tanaman
jagung yang berasal dari luar harus diperiksa guna mengurangi
inokulum yang sudah ada agar tidak terbawa masuk oleh benih
(Sinaga, 2003).
• Taktik eradikasi adalah mengurangi produksi inokulum awal
dengan memusnahkan atau membuat tidak aktif sumber inokulum
awal dapat melakukan pembersihan lahan dari penyakit yang akan
ditanamani jagung agar penyebab penyakit tidak dapat berkembang
pada lahan, membuang sumber yang dapat membawa inokulum
masuk ke lingkungan pertanaman, dan memusnahkan inang
alternatif dari pathogen ini sebelum ditanami jagung (Sinaga, 2003).
• Proteksi adalah taktik melindungi tanaman terhadap serangan yang
menyebabkan penyakit seperti pemberian fungisida pada benih
jagung yang akan ditanam agar tidak dapat terinfeksi karena
terhalang oleh fungisida (Sinaga, 2003).
Pengendalian

• Resisten yaitu taktik yang dilakukan untuk membuat ketahanan


tanaman terhadap infeksi awal dengan aplikasi racun atau
penghalang infeksi lainnya baik dari awal maupun akhir agar tanaman
tidak dapat di infeksi oleh patogen. Tindakan resistensi akan lebih
baik bila dilakukan sejak awal (Sinaga, 2003).
• Terapi tanaman adalah taktik perlindungan tanaman dengan
mencegah pathogen menginfeksi benih, biasanya dilakukan dengan
terapi panas, terapi kimia atau kultur meristem untuk memproduksi
benih bebas penyakit atau bagian vegetatif tanaman bebas penyakit
(Sinaga, 2003).
Thank You
elements
www.animationfactory