Anda di halaman 1dari 14

Measurement Theory

Nama Kelompok :

1. Aisyah Natasya Putri (142170034)


2. Vinabilla Ramadhania (142170056)
3. Ana Muslimah (142170121)
Camphell

The assignment of numerals to represent properties of material


system other than number, in virtue of laws governing these
properties.

Steve

Assignment of numerals to object or events according to the


rules

Importance of Suwardjono

Measurement Pengukuran adalah proses pemberian angka-angka/ ;abel


kepada unit analisis untuk mempresentasikan atribut-atribut
yang melekat pada suatu object yang menggambarkan sifat/ciri
yang dikandung objek tersebut
Scales
01
Skala Nominal
Angka Hanya Label
(Skala Bentuk dari Pengelompokkan
Pengukuran)

02
Skala Ordinal
Pemeringkatan antar tingkatan
Jarak antar peringkat tidak diketahui

03
Skala Interval
Memberikan Peningkat
Jarak antar interval diketahui

04
Skala Rasio
Memberikan Peringkat pada Objek
Interval antar Objek diketahui
PENGOPERASIAN SKALA YANG DIIZINKAN
Invarian dalam skala berarti bahwa apapun
metode pengukuran yang digunakan, maka
sistem pengukuran akan menghasilkan
format yang sama dari variabel-variabel yang
digunakan dan pengambil keputusan akan
membuat keputusan yang sama juga.

Tapi hal ini tidak berlaku dalam


akuntansi, setiap sistem yang
berbeda akan berbeda juga variabel-
variabelnya

Pengukuran pendapatan dengan cara


yang berbeda akan menghasilkan
keputusan yang berbeda juga. Metode-
metode pengukuran yang berbeda
tersebut tidak memberikan informasi yang
sama
Perbedaan antara Pengukuran Fundamental, Turunan, dan Formal

• Proses pengukuran sama dengan pendekatan ilmiah pada


teori konstruksi dan pengujian.
• Pertanyaan tentang pengujian teori berhubungan dengan
pertanyaan tentang perbedaan jenis-jenis pengukuran.
• Campbell membaginya kedalam dua jenis yaitu:

Pengukuran Pengukuran
Fundamental Formal
Pengertian Keandalan dan
Ketepatan dalam Pengukuran
• Untuk semua pengukuran
mengandung kesalahan atau
eror.

02
01 Pengukuran Turunan
Menurut Campbell, sebuah pengukuran
turunan merupakan pengukuran yang
bergantung dari pengukuran dua atau
lebih benda lain.
Pengertian Keandalan dan Ketepatan dalam
Pengukuran
(Untuk semua pengukuran mengandung kesalahan atau eror)

SUMBER KESALAHAN:
Operasi Pengukuran tidak tetap
Aturan untuk menetapkan nomor untuk properti tertentu
biasanya terdiri dari satu set operasi. Satu set operasi tidak
dapat dinyatakan secara tepat dan karenanya dapat
diinterpretasikan salah oleh pengukur.

Pengukur

Pengukur mungkin salah menafsirkan aturan, menjadi bias,


atau menerapkan atau membaca instrumen dengan tidak
benar.

Instrumen

Banyak operasi membutuhkan penggunaan alat fisik,


seperti penggaris atau termometer atau barometer, yang
mungkin cacat.
Kesalahan Selanjutnya:

Pengaturan di mana operasi


Lingkungan dilakukan pengukuran dapat
mempengaruhi hasil.

Kesalahan Apa yang harus diukur mungkin tidak


Atribut yang tidak jelas
jelas, terutama jika pengukuran
melibatkan suatu konsep yang tidak
dapat diukur secara langsung.

Hal ini berkaitan dengan distribusi


Resiko dan
pengembalian aset nyata.
Ketidakpastian
PENGUKURAN YANG
AKURAT
 Konsistensi hasil, ketepatan dan keandalan tidak
selalu mengarah pada akurasi

 Akurasi berkaitan dengan seberapa dekat


pengukuran dengan nilai sebenarnya dari pada
pengukuran sifat-sifat, sasaran, kemudian baru
menjelaskannya.

 Permasalahan dalam banyak pengukuran, nilai


sesungguhnya (true value) tidaklah diketahui. 
Pengukuran yang Akurat

Tujuan akuntansi adalah mendapat informasi yang berguna, sehingga akurasi


dalam akuntansi berhubungan dengan hubungan pragmatis dalam hal ini
adalah kegunaan.

Namun para akuntan masih belum satu suara dalam hal standar yang
spesifik dan kuantitatif mengenai kegunaan suatu informasi.

Bagaimanapun pengulangan operasi pengukuran belum memastikan


keakuratan hasil
PENGUKURAN Pengukuran akuntansi masuk dalam kategori pengukuran turunan,
yaitu untuk pengukuran modal dan keuntungan.
DALAM AKUNTANSI

Menurut Standar akuntansi internasional, Laba

01
akuntansi adalah turunan dari perubahan atas
modal dalam suatu periode yang berasal dari
segala aktivitas termasuk kenaikan dan
penurunan nilai wajar aset.

02
Modal adalah turunan dari pengukuran net fair
value dari aset dan kewajiban.

03
Sebelum dikenalkan standar internasional,
pendekatan pengukuran berbeda dengan
sekarang.

Keuntungan tidak diperoleh sampai modal


awal dari biaya historis dipertahankan dan
laba direalisasikan. Sehingga, modal selalu
dinyatakan sebesar harga perolehan dan
perubahan dalam aktiva bersih tidak
04
dianggap sebagai keuntungan.
Maka, kita dapat melihat bahwa laba
turunan sangat tergantung pada
bagaimana kita mengukur modal awal
dan bagaimana kita mengukur biaya
dan alokasi modal.

Kita juga dapat melihat bahwa konsep


penilaian modal dalam akuntansi telah
berkembang dari waktu ke waktu
dengan hasil bahwa kita memiliki
beberapa pengukuran atas modal
secara umum dan konsep laba
Permasalahan bagi auditor

penggunaan fair value menyulitkan auditor


01 karena harus mengumpulkan bukti estimasih
manajemen mengenai fair value

variabilitas dalam tingkat keandalan dan


02 keakuratan pengukuran biaya historis
THANK YOU