Anda di halaman 1dari 29

PERDARAHAN DAN SYOK

Rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan karena


rudapaksa/kecelakaan atau kambuhnya penyakit.

PERDARAHAN

Perdarahan Terbuka Perdarahan Tertutup


Perdarahan Terbuka
kerusakan dinding pembuluh darah
disertai dengan kerusakan kulit

Jenis Perdarahan Terbuka Ciri-ciri


Perdarahan Nadi •Rusaknya pembuluh nadi
•Keluar memancar
•Sulit dikendalikan
Perdarahan Vena •Rusaknya pembuluh vena
•Keluar mengalir
•Mudah dikendalikan
Perdarahan Kapiler •Rusaknya pembuluh kapiler
•Merembes
•Mudah dikendalikan
Jenis Perdarahan Luar :
Reaksi Alamiah Tubuh
& Efek Perdarahan
• Reaksi alamiah tubuh bila terjadi perdarahan adalah
penyempitan pembuluh darah & pembekuan darah.
Luka yang besar bisa menjadi kendala bagi proses
alamiah ini.
• Perdarahan → kehilangan darah besar → Keseimbangan
tubuh terganggu / SYOK → tidak tertangani =
MENINGGAL.
• Efek perdarahan tergantung dari ukuran fisik penderita,
contoh : penderita dewasa dapat mengalami keadaan
serius jika kehilangan darah hingga 1000 cc, pada anak
cukup 500 cc. Pada bayi, kehilangan darah hingga 150 cc
saja telah bisa mengancam nyawa.
Penatalaksanaan Perdarahan
Luar
• Lakukan prosedur penilaian & teknik perlindungan diri
dari infeksi.
• Kendalikan perdarahan dengan cara :
 Tekan langsung di atas luka.
 Elevasi atau tinggikan daerah cedera.
 Tekan pada titik tekan.
• Cara lainnya :
 immobilisasi dengan atau tanpa bidai.
 Torniket (sebagai alternatif terakhir & hanya pada
kasus tertentu saja)
 Kompres dingin
Teknik Mengendalikan Perdarahan Luar
Teknik lain Mengendalikan
Perdarahan Terbuka
Posisi Beberapa Titik Tekan
Arteri Temporalis

Arteri brakialis

Arteri femuralis

Arteri jaringan lutut


Perdarahan Tertutup (Dalam)
• Penyebab utama biasanya adalah karena benturan
dengan benda tumpul. Penyebab lain adalah luka tusuk
yang bisa membuat cedera organ dalam tubuh dan
perdarahan dalam.
• Karena jaringan kulit tidak rusak → darah tidak tampak
keluar. Kadang tampak hanya mengumpul di bawah
kulit.
• Perdarahan dalam bisa mengancam nyawa karena
adanya kemungkinan kerusakan organ dalam tubuh &
pembuluh darah besar yang mengakibatkan kehilangan
banyak darah dalam waktu singkat.
Lebih baik menganggap penderita mengalami perdarahan dalam daripada
tidak. Penatalaksanaannya tidak akan memperburuk kondisi jika ternyata
penderita tidak mengalaminya.
Indikasi Terjadi Perdarahan
Tertutup
• Cedera pada bagian luar tubuh bisa menjadi
indikasi bahwa bagian dalamnya bisa juga
mengalami cedera.
• Tanda memar di atas alat tubuh penting.
Misalnya terjadi bengkak, perubahan warna,
nyeri & kaku di daerah dada atau perut.
• Nyeri, bengkak, perubahan bentuk di daerah
alat gerak.
• Muntah darah, batuk darah & BAB/BAK
bercampur darah, air mata darah.
• Luka tusuk di batang tubuh.
• Darah/cairan tubuh keluar dari hidung atau
telinga penderita.
• Muncul tanda & gejala syok (akan dibahas
lebih lanjut)
Penatalaksanaan Perdarahan Dalam di
Lapangan
• Baringkan penderita, lakukan prosedur
penilaian & BHD → periksa & jaga ABC.
• Berikan oksigen jika ada
• Rawat sebagai penderita syok.
• Jangan berikan makan atau minum dahulu.
• Tangani cedera atau gangguan lainnya.
• Periksa berkala tanda vital penderita.
• Segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penanganan perdarahan berarti mengendalikannya, bukan
menghentikan sama sekali perdarahannya
Syok & Penyebabnya
• Syok didefinisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi
yang mengakibatkan gangguan penyerapan nutrisi
organ (hipoperfusi), terutama pada organ vital : otak,
jantung & paru-paru serta gangguan oksigenasi
jaringan.
• Penyebab Syok :
 Kegagalan jantung memompa darah, contohnya pada
kasus gagal jantung atau serangan jantung.
 Kehilangan darah dalam jumlah besar. Contohnya pada
kasus perdarahan hebat, dehidrasi, luka bakar & diare.
 Pelebaran (dilatasi) pembuluh darah yang luas sehingga
darah tidak mengisinya dengan baik. Kelainan ini karena
kelumpuhan saraf akibat cedera spinal, infeksi atau
penyakit alergi yang parah (anaphilaktik)
Tanda & Gejala Syok
Meski penyebabnya berbeda, tanda & gejala
syok menunjukan kesamaan, yakni :

• Nadi cepat & lemah.


• Napas cepat & dangkal.
• Kulit pucat, dingin & lembab.
• Mungkin terlihat sianosis pada bibir,
lidah & cuping hidung.
• Pandangan hampa, pupil mata
melebar.
• Perubahan status mental seperti
gelisah & cemas.
• Merasa tidak nyaman & takut, lemah,
pusing, haus, mual yang mungkin
disertai muntah.
Penanganan Syok
• Bawa ke tempat teduh & aman.
• Baringkan terlentang, tinggikan tungkai
± 20-30 cm.
• Longgarkan pakaian.
• Selimuti untuk mencegah kehilangan
panas.
• Tenangkan penderita.
• Pertahankan ABC.
• Beri O2 jika ada.
• Kontrol perdarahan & rawat cedera lain.
• Jangan beri makan dan minum dahulu.
• Periksa tanda vital secara berkala.
• Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Cedera Jaringan Lunak (Luka)
• Cedera jaringan lunak adalah cedera
yang melibatkan jaringan kulit, otot,
saraf atau pembuluh darah akibat suatu
ruda paksa.
• Keadaan ini umumnya dikenal dengan
istilah luka.
• Beberapa penyulit yang dapat terjadi
adalah perdarahan, kelumpuhan serta
berbagai gangguan lainnya sesuai
dengan penyebab dan beratnya cedera
yang terjadi.
Klasifikasi Luka:

LUKA

LUKA
Terbuka: disertai terputusnya jaringan Tertutup:
kulit tidak disertai kerusakan jaringan kulit
Jenis – Jenis Luka
Jenis Luka terbuka :
Jenis Luka
 Luka lecet Tertutup :
 Luka sayat / iris • Memar
 Luka robek • Hematoma
 Luka tusuk (termasuk • Cedera remuk
dalam hal ini luka tembak) tertutup
 Luka sobek (avulsi)
 Luka amputir (amputasi)
 Luka gigitan & sengat
 Cedera remuk terbuka
 Luka bakar
Luka Lecet & Luka Sayat / Iris
Luka Sobek/Avulsi & Luka Robek
Luka Amputir (Amputasi)
Luka memar & Hematoma
Luka Tusuk, luka Tembus
& Luka Gigitan Binatang
Penutup Luka & Fungsinya
• Merupakan bahan yang
diletakkan diatas luka
Fungsi Penutup Luka
• Syarat : daya serap baik, • Membantu
cukup besar untuk
mengendalikan
menutup seluruh
permukaan luka, tidak perdarahan
mudah melekat di luka • Mencegah kontaminasi
(kasa steril) dan bersih.
• Mempercepat
• Jenis
 Penutup luka oklusif
penyembuhan
 Penutup luka tebal • Mengurangi rasa nyeri
Pembalut Luka & Fungsinya
• Bahan yang digunakan Fungsi Pembalut Luka :
untuk mempertahankan • Penekanan untuk
penutup luka membantu mengendalikan
• Pembalut terbuat dari perdarahan
bermacam materi kain, • Mempertahankan penutup
jenisnya a.l : luka pada tempatnya
 Pembalut pita • Menjadi penopang untuk
 Pembalut segitiga bagian tubuh yang cedera
 Pembalut
tabung/tubuler
 Pembalut penekan
Prinsip Penutupan & Pembalutan
Luka
• Penutupan meliputi seluruh permukaan luka.
• Upayakan permukaan luka sebersih mungkin
sebelum menutup luka, kecuali bila luka disertai
perdarahan yang masih mengalir
• Pemasangannya harus memenuhi prinsip aseptik
• Jangan dipasang pembalut sebelum perdarahan
terhenti, kecuali pembalutan penekanan.
• Balutan tidak terlalu kencang/longgar & jangan
biarkan ujung sisa terurai.
• Jangan menutup ujung jari. Bagian itu bisa jadi
petunjuk.
• Bila luka kecil upayakan untuk memperluas daerah
pembalutan
• Untuk anggota gerak balut dari bagian yang jauh
lebih dahulu lalu mendekati tubuh
• Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan
Perawatan Luka Terbuka
• Pastikan daerah luka terlihat.
• Bersihkan daerah sekitar luka.
• Kontrol perdarahan bila ada.
• Lakukan penatalaksanaan syok pada luka
yang parah.
• Cegah kontaminasi lanjut.
• Beri penutup luka & balut bila perlu.
• Baringkan penderita bila kehilangan
banyak darah dan lukanya cukup parah.
• Tenangkan penderita.
• Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Perawatan Luka Tertutup
• Pastikan daerah cedera terlihat.
• Perawatan luka tertutup dilakukan
seperti halnya perdarahan dalam.
• Khusus untuk memar dapat
dilakukan :
 R = rest
 I = ice pack
 C = compressed
 E = elevation
TERIMAKASIH