Anda di halaman 1dari 22

Komunikasi Pada Bayi Dan

Anak

II
MAIN MENU

1 2 3
PEMBUKAAAN MATERI PENUTUP

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN - 2017


2 KOMUNIKASI PADA
BAYI DAN ANAK

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN - 2017


PENGERTIAN DARI KOMUNIKASI PADA BAYI DAN ANAK

• Komunikasi adalah kontak atau hubungan atau


penyampaian berita atau penerimaan berita yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
memungkinkan pesan atau berita itu bias diterima
atau dipahami. (Kamus penerbit Gita Media Press.
Kenangan dari TIM PRIMA PENA).
• Komunikasi kesehatan merupakan upaya sistematis
yang secara positif mempengarui praktek-praktek
kesehatan populasi besar.
CONTINUE…….

• Proses berfikir pada anak-anak di mulai dari


yang kongkrit ke fungsional sampai akhirnya
kepada yang abstrak.
• Komunikasi pada anak dapat dilakukan sesuai
dengan tingkat perkembangannya, anatara lain:
1. Masa bayi [0-1 tahun]
2. Masa todller [1-3 tahun] dan prasekolah [3-
5 tahun]
3. Masa usia sekolah [5-12 tahun]
4. Masa remaja [12-18 tahun]
1. Masa Bayi [0-1 tahun]
a. Penglihatan
USIA KETERANGAN
Bayi belum berkembang sempurna
Waktu Lahir
penglihatannya masih kabur
Satu Minggu Anak telah mampu merespons cahaya
Kemampuan koordinasi otot matabayi meningkat
Tiga Bulan sehingga ia mampu melihat objek dengan jelas
dalam jarak relatif jauh.

Bayi telah mampu mengenali objek tertentu dan


Empat Bulan mengikuti gerakan objek tersebut.

Bayi telah mampu mengidentifikasi warna .


sebelumnya, bayi hanya dapat melihat warna
Enam Bulan
hitam putih dan terang gelap serta visus
penglihatannya kurang.
b. Pendengaran
USIA KETERANGAN
Waktu lahir Bayi dikatakan masih tuli
Bayi sudah mampu bereaksi terhadap suara dari
lingkungannya, terlihat pada refleks kedip bayi,
Hari ke-3 sampai hari ke-7
yang terbentuk sebagai reaksi terhadap suara
keras yang tiba-tiba (refleks morro)

Beberapa hari Bayi telah mampu membedakan berbagai suara.

Bayi dapat menghentikan kegiatan


4 - 5 bulan menyusunyahanya untuk mendengar suara
ibunya.
Bayi telah mampu melokalisasi suara, yang
9 bulan dimulai dengan membedakan kata-kata dan
merespons perintah sederhana.
c. Penciuman dan Pengecapan
• Hidung dan lidah merupakan indra yang sudah cukup
peka pada masa bayi, sehingga adakalanya bayi
menolak makanan karena merasa makanan terlalu
asam, pahit, pedas dan sebagainya.
• Bayi lebih menyukai rasa yang manis dan ia akan
mengurangi respons mengisap terhadap rasa asin.
Mereka dapat menentukan bau susu ibunya dan
berespons terhadap bau tersebut dengan menoleh ke
arah ibunya.
d. Perabaan
Kulit bayi cukup peka sehingga sangat
sensitif terhadap segala sentuhan,
tekanan, dan suhu.
e. Wicara

Kemampuan bicara pada tahun pertama muncul dalam tiga bentuk, yang
lebih dikenal sebagai bentuk prawicara (prespeech forms), yaitu : menangis,
merengek, dan gerak-gerik. Tangisan merupakan bentuk komunikasi yang
paling banyak digunakan bayi, yang bertujuan menunjukkan rasa lapar, rasa
sakit (tidak nyaman), kesendirian, atau kondisi sakit.

Sebelum berusia tiga bulan, bayi telah belajar dari pengalaman bahwa
menangis merupakan cara yang paling berhasil untuk menarik perhatian.
Keterampilan komunikasi dengan menggunakan kata yang tidak jelas
dimulai pada usia dua hingga tiga bulan. Gerak-gerik merupakan bentuk
pengganti bahasa (bahasa nonverbal) untuk melengkapi ungkapan yang
ingin disampaikan bayi.
2. Masa Todller [1-3 Tahun] Dan Prasekolah [3-5 Tahun]

• Pada usia ini umumnya anak sudah mampu


berkomunikasi baik secara verbal maupun
nonverbal.
• Anak dibawah usia 5 tahun, hampir semuanya
egosentris, mereka melihat segala sesuatu
hanya berhungan dengan dirinya sendiri dan
hanya dari sudut pandang mereka sendiri.
• Anak tidak dapat membedakan antara fantasi
atau kenyataan
3. Masa Usia Sekolah [5-12 Tahun]
• Anak berusia 5-8 tahun kurang mengandalkan pada
apa yang mereka lihat tetapi lebih pada apa yang
mereka ketahui bila dihadapkan pada masalah baru.
• Mereka butuh penyelesaian untuk segala sesuatu
tetapi tidak membutuhkan pengesahan dari tindakan
yang dilakukan.
• Masa ini anak sudah dapat memahami penjelasan
sederhana dan mampu mendemonstrasikannya.
• Anak perlu diizinkan untuk mengekspresikan rasa takut
dan keheranan yang dialaminya.
4. Masa Remaja [12-18 Tahun]

• Seiring perkembangan fisik, mental, dan psikososial


individu, tugas perkembangan yang harus dilakukan
remaja menjadi lebih kompleks.
• Masa ini merupakan masa transisi dari anak-anak
menjadi dewasa.
• Kadangkala remaja menunjukkan sikap dan
pemikiran yang bertanggungjawab dan dewasa,
namun kadangkala mereka juga menunjukkan sikap
dan pemikiran kekanak-kanakan.
TUJUAN KOMUNIKASI PADA BAYI DAN ANAK

1. Memberi rasa aman kepada bayi dan anak


2. Memenuhi kebutuhan bayi dan anak akan kasih
sayang
3. Melatih bayi mengembangkan kemampuan bicara,
mendengar, dan menerima rangsangan
4. Mempermudah pemberian asuhan keperawatan
STRATEGI/CARA KOMUNIKASI DENGAN BAYI DAN ANAK
1. Nada suara
Bicara lambat dan jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan
yang sederhana
2. Mengalihkan aktifitas
Kegiatan anak yang berpindah-pindah dapat meningkatkan rasa cemas terapis dan
mengartikannya sebagai tanda hiperaktif.
3. Jarak interaksi
Perawat yang mengobservasi tindakan nonverbal dan sikap tubuh anak harus
mempertahankan jarak yang aman dalam berinteraksi
4. Marah
Perawat perlu mempelajari tanda kontrol prilaku yang rendah pada anak untuk
mencegah tempertantrum.
5. Kesadaran diri
Perawat harus mengindari konfrontasi secara langsung, duduk yang terlalu dekat
dan berhadapan.
6. Sentuhan
Jangan sentuh anak tanpa izi dari anak
Cara Berkomunikasi Dengan Tingkat Perkembangan Anak

1. Masa Bayi
Setelah mengetahui tingkat perkembangan indra
pada bayi, barulah dapat disimpulkan jenis
komunikasi yang akan dipergunakan. Komunikasi
dengan bayi dilakukan dengan menggunakan suara,
sentuhan dan belaian, ciuman (taktil) ataupun
gerakan. Rangsang taktil sangat kuat maknanya
bagi bayi untuk meningkatkan rasa aman dan
melindungi bayi serta untuk kedekatan hubungan
2. Masa Toddler Dan Prasekolah
Pada masa ini, anak ingin ditanyai tentang hal-
hal yang telah mereka lakukan. Salah satu barier
komunikasi pada anak ini adalah bahwa sebagian
anak mengalami “stronger anxiety” yaitu bahwa
anak cemas dan takut bila berhadapan dengan
orang tidak dikenal.
Perawat dalam berkomunikasi hendaknya
menggunakan kata-kata yang sederhana, kalimat
pendek, pengulangan kata yang familiar, dan
memberi keterangan yang jelas dan konkret.
3. Masa Usia Sekolah

• Komunikasi yang dilakukan pada masa ini


dikembangkan dalam bentuk verbal dan
nonverbal. Materi komunikasi dikembangkan
sebagai upaya pembelajaran tentang aktivitas
mandiri, tanggung jawab, dan pengembangan
konsep abstrak.
4. Masa Remaja

Masa ini anak berfikir dan berprilaku antara anak dan


orang dewasa. Oleh karena itu pada saat anak mengalami
ketegangan mereka mencari rasa aman yang bisa didapatkan
pada masa kanak-kanak. Perawat harus menghindari sikap
menilai atau menghakimi terhadap apa yang dilakukan.
Apabila remaja berbicara disertai emosional maka cara
terbaik untuk memberikan dukungan (support) adalah
memberi perhatian, memcoba untuk tidak menyela
(interupsi) dan menghindari komentar dan ekspresi yang
menimbulkan kesan terkejut atau mencela.
PRINSIP KOMUNIKASI PADA BAYI DAN ANAK
• Dalam komunikasi pada anak membutuhkan pertimbangan khusus sehingga
perawat dapat mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan anak maupun
dengan keluarga.
• Perawat memberikan perhatian periodik kepada bayi dan anak ketika mereka
bermain untuk  membuat mereka berpartisipasi.
• Perawat memasuki ruang dengan senyum yang lebar dan gerakan tangan tertentu
akan menghalangi terbentuknya hubungan.
• Perawat harus tetap anggun dan tenang, membirkan anak terlebih dahulu
bertindak dalam hubungan interpersonal. Nada suara yang tenang, bersahabat
dan yakin adalah yang terbaik.
• Ketika diperlukan penjelasan atau petunjuk, perwat menggunakan bahasa yang
langsung dan sederhana, harus jujur, membohongi anak dengan mengatakan
bahwa prosedut yang menyakitkan tidak menyakitkan hanya akan membuat
mereka marah.
• Untuk meminimalkan ketakutan dan kecemasan perawat harus selalu dengan
segera mengatakan pada mereka apa yang akan terjadi.
• Menggambar dan bemain adalah cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan
anak.
HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI PADA BAYI DAN ANAK

1. Keterbatasan dalam perkembangan bahasa,


konsep dan pengalaman.
2. Keterbatasan dalam memahami konsep abstrak.
3. Kadangkala kurang atau tidak tanggap dalam
diajak bicara.
4. Ucapan kata tidak jelas.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH