Anda di halaman 1dari 37

Laporan

Kasus
IMUN
TROMBOSITOPENI
PURPURA

Oleh :
Waode Siti Rahayu Fathanah, S.Ked

Pembimbing :
dr. Hasniah Bombang, M.Kes, Sp.A
Identitas Pasien

Nama : An. M.Z.S


Tanggal Lahir : 08 Maret 2010
Umur : 8 Tahun 11 Bulan
Jenis kelamin : Laki-laki
BBL : 2800 kg
PBL : 48 cm
BB : 27 kg
TB : 137 cm
Agama : Islam
Alamat : Jalan Sultan Hasanudin No. 142
C Kendari
No. RM : 56 71 XX
Anamnesis

Keluhan utama : Bercak perdarahan dikulit

Anamnesis terpimpin :

Pasien masuk dengan keluhan bercak perdarahan pada paha


dan didada sejak 3 hari SMRS. Bercak perdarahan dikulit
timbul secara tiba-tiba. Bercak perdarahan dikulit kemudian
menyebar keseluruh tubuh yaitu pergelangan kaki kanan,
pergelangan kaki kiri, pergelangan tangan kanan dan kiri,
dan punggung, leher dan pada bagian mata. Diameter
bercak perdarahan dikulit kurang lebih 3 cm, tidak beraturan
dan berwarna biru keunguan. Nyeri tekan pada perdarahan
kulit (-). Keluhan lain:demam (-), mual (-), muntah (-), nyeri
ulu hati (-), dan batuk (-). BAB dan BAK kesan normal.
Anamnesis
Riwayat Penyakit Riwayat Riwayat penyakit Riwayat Imunisasi
Dahulu Alergi keluarga
Keluhan yang sama Makanan (-) Dlm Keluarga Imunisasi dasar
(-), Riwayat sembuh Obat-obatan tidak ada yang lengkap (+)
dari penyakit cacar 2 (-) megalami
hari SMRS penyakit yang
sama

Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat


Perkembang Kehamilan Kelahiran pemberian
an ASI

Sesuai Umur Sehat, kunjungan Lahir spontan, ASI sampai


antenatal rutin ke cukup bulan, umur 1 tahun 6
posyandu, dibantu oleh bulan
hipertensi dalam bidan di RS.
kehamilan (-)
Pemeriksaan fisik
KU : Sakit sedang/Gizi cukup/Composmentis
Pucat : (+) Sianosis : (-)
Tonus : Baik
Ikterus : (-) Turgor : Baik
Edema : (-)

Antropometri
BB : 27 Kg TD : 100/70mmHg
TB : 137 cm P : 28x/menit
LILA : 18 cm N : 89x/menit
LK : 52 cm S : 36,50C
LD : 63 cm
LP : 54 cm
Pemeriksaan fisik
Kepala : Normocephal Bibir : Pucat (+), kering (-)
Muka : Simetris kanan dan kiri Lidah : Kotor (-), Tremor (-)
Rambut : Berwarna hitam, tidak Faring : Hiperemis (-)
mudah dicabut Sel Mulut : Perdarahan gusi (-),
Ubun-ubun besar : Tertutup gusi bengkak (+)
Telinga :Otorhea (-), Serumen (-) stomatitis (-)
Gigi :2212 2122 Caries: (-)
2212 2122
Mata :Konjungtiva anemis (+/+) Tenggorok : Hiperemis (-)
Sklera ikterik (-/-) Tonsil : T1/T1, Hiperemis (-)
Perdarahan konjungtiva (+/+) Leher : Pembesaran KGB (-)
Hidung :Epistaksis (-), rinore (-)
napas cuping hidung (-)
Pemeriksaan fisik
Jantung
PP : Ictus cordis tidak tampak
PR : Ictus cordis
. teraba, thrill
(-)
PK : Pekak
Batas kiri : ICS IV Linea
MCV (S)
Batas kanan: Linea
parasternalis (D)
PD : BJ I/II murni regular
Paru Abdomen
.
PP: simetris kiri dan kanan, retraksi . PP : Datar, ikut gerak
(-) nafas
PR: Massa (-), Nyeri Tekan (-) PD : peristaltik (+)
Krepitasi (-) normal
PK: Sonor kedua lapangan paru PK : Timpani (+)
PD: Vesikuler +/+ PR : Asites (-), Nyeri
Rhonki -/- tekan (-), hepatomegali
Wheezing -/- (-), spleenomegali (-)
Pemeriksaan fisik
Kulit : Ekimosis (+) purpura (+) peteki (-)
Kelenjar Limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar getah
bening
Alat kelamin : Kelainan (-)
Anggota Gerak : Kelainan (-)
Tasbeh : (-)
Col. Vertebralis : skoliosis (-)
KPR : +/+
APR : +/+
Refleks Patologis : Babinski (-)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
RESUME
Anak laki-laki usia 8 tahun, masuk rumah sakit (MRS) dengan
keluhan utama (KU) bercak perdarahan dikulit sejak 3 hari SMRS.
Awalnya bercak perdarahan timbul pada regio femoris proximal
dextra et sinistra, dan thorax, kemudian menyebar pada regio
pedis dextra et sinistra, regio regio antebrachialis dextra et
seinistra, regio dorsum vertebrae sinistra dan pada
subkonjungtiva. Diameter bercak perdarahan kurang lebih 3 cm,
tidak beraturan dan berwarna merah kecoklatan dan
beberapaberwarna biru keunguan. Keluhan lain seperti demam
(-), nyeri ulu hati (-), mual (-), muntah (-), dan batuk (-). BAB dan
BAK kesan normal. Riwayat penyakit dahulu dengan keluhan
yang sama (-), tetapi sebelum keluhan bercak perdarahan dikulit
pasien baru sembuh dari penyakit cacar air 2 hari sebelumnya.
Riwayat pengobatan (-). Riwayat keluhan yang sama dalam
keluarga (-).
RESUME

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien Sakit sedang/Gizi


cukup/Composmentis. Terdapat perdarahan konjungtiva (+/+). Bibir pucat (+), gusi
bengkak (+), Ekimosis (+), purpura (+), Pada pemeriksaan penunjang didapatkan Hasil
pemeriksaan darah rutin didapatkan WBC 8,65 x 103/uL, RBC 4.65 x 106/uL, HGB 12,0
g/dL, HCT 34.6%, dan PLT 4 x 103/uL. Hasil pemeriksaan apusan darah tepi :
Trombositopenia suspek kausa infeksi virus dd/ITP.
 
Diagnosis Differential
Kerja
Imun Diagnosis
- Leukemia
Trombositopeni - Anemia
Purpura (ITP) Aplastik
Anjuran Pemeriksaan
0 Bone Marrow Puncture
2

0 Faktor Koagulasi Darah


3

Penatalaksanaan
R/ :
IVFD RL 20 tpm
Meylprednisolon 60 mg/iv/24 jam
Cendo lyteers drops 3 x 2 tetes ODS
Edukasi
1. Menjelaskan kepada orang tua pasien bahwa ITP dapat sembuh spontan
sekitar 4-8 minggu.
2. Menganjurkan pasien untuk istirahat total
3. Menganjurkan konsumsi makanan bergizi
4. Memberitahu kepada orang tua pasien jika pasien mengalami perdarahan
spontan seperti mimisan, perdarahan gusi, dll agar segara ke fasilitas
layanan kesehatan.
Follow Up
29/01/202 S: Bercak perdarahan dikulit (+), demam (-) Instruksi dokter:
0 O: KU : Sakit sedang, CM - IVFD RL 20 tpm
11.00 Status Gizi : cukup
- Metil prednison 60 mg/iv/24
WITA BB : 27 Kg
  TD : 100/70 mmHg jam
N : 90x/m - Cendo lyteers drops 3 x 2
P : 24x/m tetes ODS
S : 36,5 °C
Subconjungtival bleeding (+), bibir pucat (+), - Awasi tanda vital dan
gusi bengkak (+), ekimosis (+), purpua (+) manifestasi perdarahan
BB : 27 kg
Pemeriksaan penunjang : Darah Rutin

A : ITP

A : ITP
Follow Up
30/01/202 S : Bercak perdarahan dikulit (+), demam (-) Instruksi dokter:
0 O: KU : Sakit Sedang, CM - IVFD RL 20 tpm
11.30 Status Gizi : cukup
TD : 90/70 mmHg - Metil prednison 60 mg/iv/24
WITA
  N : 106x/m jam
P : 28x/m - Cendo lyteers drops 3 x 2
S : 37,1°C
tetes ODS
Subconjungtival bleeding (+), bibir pucat (+), gusi bengkak
(+), ekimosis (+), purpura (+) - Awasi tanda vital dan
BB : 27 kg manifestasi perdarahan
A: ITP
Follow Up
31/01/202 S: Bercak perdarahan dikulit (+), perdarahan gusi (-), Instruksi dokter:
0 demam (-) - IVFD RL 20 tpm
11.00 O: KU : Sakit sedang, CM
Status Gizi : cukup - Metil prednison 60 mg/iv/24
WITA
  TD : 100/70 mmHg jam
N : 88x/m - Cendo lyteers drops 3 x 2
P : 24x/m
tetes ODS
S : 36,5°C
Subconjungtival bleeding (+), bibir pucat (+), gusi bengkak - Awasi tanda vital dan
(-), ekimosis (+) manifestasi perdarahan
BB : 27 kg

A: ITP
Follow Up
01/02/202 S: Bercak perdarahan dikulit (+), perdarahan gusi (-), Instruksi dokter:
0 demam (-)
11.00 O: KU : Sakit sedang, CM Aff Infus
WITA Status Gizi : cukup Pasien boleh pulang
  TD : 100/70 mmHg
N : 92x/m
P : 24x/m
S : 36,5°C
BB : 27 kg
Subconjungtival bleeding (+), bibir pucat (-), gusi bengkak
(-), ekimosis (+) berkurang, purpura (+) berkurang
Pemeriksaan penunjang : Darah Rutin

A : ITP
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Gangguan autoimun yang ditandai dengan trombositopenia yg
menetap (angka trombosit darah perifer kurang dari
150.000/mL) akibat autoantibodi yang mengikat antigen
trombosit menyebabkan destruksi premature trombosit dalam
sistem retikuloendotel terutama di limpa.

Idiopatik

Imun
Epidemiologi
Insidensi ITP pada anak
antara 4,0-5,3 per ITP akut umumnya terjadi
100.000 pada anak-anak umur 2-6
tahun.

usia 2- 4 thn, d/ 7-28% anak-anak dengan ITP


insiden 4-8 kasus per akut berkembang menjadi
100.000 kronik.
anak /tahun
Insidens ITP kronis pada anak
diperkirakan 0,46 per
100.000 anak per tahun..
80%-90% anak dengan ITP menderita episode perdarahan
akut akan pulih dalam beberapa hari atau minggu
PATOFISIOLOGI
Gambaran Klinis
ITP Akut ITP Kronik

• Lebih sering dijumpai pada anak- • Onset ITP kronik tidak menentu
anak • Riwayat perdarahan sering dari ringan
• Jarang pada umur dewasa hingga sedang
• Onset penyakit biasanya • Infeksi dan pembesaran lien jarang terjadi
mendadak • Memiliki perjalanan penyakit yang
• Self-limiting fluktuatif.
Diagnosis
Anamnesis Pemeriksaan Fisis Pemeriksaan Penunjang

• Onset yang tiba-tiba • Petekiae • Darah Rutin


• Purpura atau Ekimosis • Purpura • Apusan Darah Tepi
• Menoragia • Ekimosis • Bone Marrow Puncture
• Riwayat imunisasi • Epistaksis • Faktor Koagulasi Darah
• Riwayat terinfeksi virus • Perdarahan gusi • CT Scan
• Faktor risiko lain yang dapat • Perdarahan saluran
menyebabkan cerna
trombositopenia
Steroid
.

Tata Imunoglobuli
n intravena
Laksan (IVIG)

a Rituximab

Spleenektom
i
Prognosis
80

70
Sekitar 83% anak
60 mengalami remisi
50 spontan dan 89% anak
dapat sembuh
40
sempurna.
30

20 Lebih dari 50% pasien


10
membaik dalam waktu
4-8 minggu, dan sekitar
0
A B C D E F 2% pasien
meninggal.
ANALISIS KASUS
KASUS TEORI
Pasien Anak laki-laki umur 8 tahun masuk Menurut teori bahwa ITP biasanya timbul
dengan keluhan bercak perdarahan mendadak seperti pada anak ini
paha dan didada sejak 3 hari SMRS. Bercak yang mengalami keluhan bercak
perdarahan dikulit timbul secara tibatiba. perdarahan pada kulit yang mendadak.
Bercak perdarahan dikulit kemudian Penelitian
menyebar keseluruh tubuh yaitu Yomi dkk (RSCM 2007) mendapatkan bahwa
pergelangan kaki kanan, pergelangan kaki gambaran klinis ITP adalah lebih
kiri, pergelangan tangan kanan dan kiri, sering pada anak laki-laki (1,9 : 1) dan
punggung, leher dan pada bagian mata. komplikasi perdarahan yang paling sering
Diameter bercak perdarahan dikulit kurang adalah petekia (89 % kasus).
lebih 3 cm, tidak beraturan berwarna
merah kecoklatan dan berwarna biru
keunguan. Nyeri tekan pada perdarahan
kulit (-). Keluhan lain: demam (-), mual (-),
muntah (-), nyeri ulu hati (-), dan batuk
(-). BAB dan BAK kesan normal
KASUS TEORI
Riwayat penyakit dahulu berupa keluhan Perjalanan penyakit anak ini sesuai dengan
yang sama (-), sebelum timbul bercak teori yang menyatakan bahwa ITP lebih
merah dikulit, 2 hari sebelumnya pasien sering dijumpai pada anak-anak, jarang
baru sembuh dari penyakit cacar air pada umur dewasa, onset penyakit
(varicella). biasanya mendadak, riwayat infeksi
mengawali terjadinya perdarahan berulang,
sering dijumpai eksantem pada anak-anak
(rubeola dan rubella) dan penyakit saluran
napas yang disebabkan oleh virus
merupakan 90% dari kasus pediatrik
trombositopenia imunologik. Virus yang
paling banyak diidentifikasi adalah varicella
zooster dan Epstein barr. Pada teori, dari
anamnesis dapat ditemukan tanda dan
gejala
dari ITP yaitu bercak perdarahan dikulit
serta onset yang tiba-tiba.
KASUS TEORI
Pada pemeriksaan penunjang dilakukan Sesuai dengan tepri bahwa pada kasus ITP
pemeriksaan darah rutin dan ditemukan Pemeriksaan darah rutin biasanya
trombositopenia. Juga dilakukan didapatkan trombositopenia. Pemeriksaan
pemeriksaan apusan darah tepi yang apusan darah tepi menunjukkan jumlah
menunjukkan jumlah trombosit berukuran trombosit berukuran normal yang rendah,
normal yang jumlahnya menurun, kadang-kadang juga trombosit raksasa
sedangkan eritrosit dan leukosit memiliki (giant plalets), sedangkan eritrosit, leukosit
morfologi normal. dan retikulositbiasanya memiliki
morfologi normal
.
KASUS TEORI
Pada kasus ini anak ini memiliki kadar Sesuai dengan teori pengobatan
trombosit 4.000/ µL. Untuk pengobatan dengan kortikosteroid diberikan bila:
pada kasus ini adalah pemberian Perdarahan mukosa dengan jumlah
methylprednison 60 mg/iv/24 jam. trombosit <20.000/ µL.
Thank You
Insert the Sub Title of Your Presentation
Shapes IMAGES

D
D
D
Fully Editable Icon Sets: A

You can Resize without


losing quality
You can Change Fill
Color &
Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com
Fully Editable Icon Sets: B

You can Resize without


losing quality
You can Change Fill
Color &
Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com
Fully Editable Icon Sets: C

You can Resize without


losing quality
You can Change Fill
Color &
Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com