Anda di halaman 1dari 18

Analisis Kualitas

Lingkungan
Syahrina Nurul Hikmah
6411418112/4C
Parameter Kualitas air
Syarat Fisika

Air berkualitas perlu memenuhi beberapa syarat fisika seperti:

• Jernih alias tidak keruh – umumnya disebabkan oleh butiran koloid tanah liat.

• Tidak berwarna dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya pada kesehatan.

• Tawar – apabila secara fisik air memiliki rasa asin, manis atau pahit, dapat diartikan bahwa
air tidak layak konsumsi.
• Tidak berbau – kondisi air yang bau mengindikasikan adanya penguraian
bahan organik oleh mikroorganisme air.

• Suhu normal – memastikan suhu air tidak panas yang kerap disebabkan oleh
pelarutan zat kimia pada saluran pipa dan berujung pada resiko kesehatan. 

• Nilai kandungan Total Dissolve Solid atau disingkat TDS (zat padat) tidak
melebihi 1000 untuk air bersih dan 100 untuk air minum.
• Syarat Kimiawi

Ada pula beberapa syarat kimiawi yang perlu diperhatikan yakni:

• pH (derajat keasaman) – tingkat keasaman pada air umumnya dikarenakan adanya

pelarutan gas oksida (karbon dioksida), sehingga disyaratkan kandungan pH mencapai 6

hingga 8 agar senyawa kimia tidak berubah menjadi racun yang mengganggu kesehatan.

• Besi (Fe) – kondisi air yang memiliki kandungan besi lebih dari 0,1 mg dapat dicirikan

dengan warna air yang cenderung kuning dan rasa khas seperti logam. Hal ini dapat

beresiko pada gangguan dalam tubuh.


• Kesadahan – kesadahan ditimbulkan oleh adanya kandungan sulfat dan karbonat , klorida dan nitrat

dari magnesium, kalsium,  besi dan aluminium. Tingkat kesadahan dalam air dipastikan tidak melebihi

500 mg/l karena dapat menimbulkan terbentuknya lapisan kerak putih pada alat dapur, korosifitas pada

pipa air hingga kondisi perut mual.

• Nitrat dan Nitrit – pencemaran kedua zat ini bersumber dari tanah maupun tanaman, yang apabila

terkandung pada air dalam jumlah berlebihan akan menghalangi aliran oksigen di dalam tubuh.

• Timbal (Pb) – pencemaran air dapat ditimbulkan oleh logam timbal (Pb) yang kemudian memicu resiko

gangguan ginjal, hati, otak hingga kematian sehingga patut untuk dihindari.
• Syarat Mikrobiologi
Memastikan air minum tidak terkontaminasi oleh bakteri E.coli (Escherichia Coli)
yang merupakan bakteri patogen penyebab gangguan pencernaan seperti diare dan
muntaber.

Beberapa Coliform lain yang patut dihindari adalah Salmonella Typhi yang memicu
terjadinya demam typoid (tifus). Bila bakteri ini masuk melalui mulut dan tersebar di
dalam tubuh, hal ini dapat berujung pada gangguan pencernaan yang ditandai dengan
gejala seperti demam, sakit kepala, sakit perut dan penurunan nafsu makan.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2017
TENTANG STANDAR BAKU MUTU KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERSYARATAN
KESEHATAN AIR UNTUK KEPERLUAN HIGIENE SANITASI, KOLAM RENANG, SOLUS
PER AQUA, DAN PEMANDIAN UMUM

• Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi adalah air dengan kualitas tertentu yang digunakan
untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya berbeda dengan kualitas air minum.
• Kolam Renang adalah tempat dan fasilitas umum berupa konstruksi kolam berisi air
yang telah diolah yang dilengkapi dengan fasilitas kenyamanan dan pengamanan baik
yang terletak di dalam maupun di luar bangunan yang digunakan untuk berenang,
rekreasi, atau olahraga air lainnya.
• Solus Per Aqua yang selanjutnya disingkat SPA adalah sarana air yang dapat digunakan
untuk terapi dengan karakteristik tertentu yang kualitasnya dapat diperoleh dengan cara
pengolahan maupun alami.
• Pemandian Umum adalah tempat dan fasilitas umum dengan menggunakan air alam
tanpa pengolahan terlebih dahulu yang digunakan untuk kegiatan mandi, relaksasi,
rekreasi, atau olahraga, dan dilengkapi dengan fasilitas lainnya
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media Air untuk
Keperluan Higiene Sanitasi meliputi:
1. parameter fisik
Kekeruhan (25 NTU) Tidak berbau
Warna (50 TCU) Tidak berasa
Zat pada terlarut/TDS (1000 mg/1) Suhu ( suhu udara ± 3 oC)
2. Biologi
• Tital coliform (50 CFU/100ml)
• E. coli (0 CFU/100ml)
3. Kimia
pH (6,5_8,5 mg/1) Sianida (0,1 mg/1)
Besi (1mg/1) Deterjen (0,005 mg/1)
Fluorida (1,5 mg/1) Pestisida total (0,1 mg/1)
Mangan (0,5 mg/1) Nitrit (1 mg/1)
Nitrat (10 mg/1)
Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi tersebut digunakan untuk
pemeliharaan kebersihan perorangan seperti mandi dan sikat gigi, serta
untuk keperluan cuci bahan pangan, peralatan makan, dan pakaian.
Selain itu Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi dapat digunakan sebagai
air baku air minum.
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air Kolam
Renang meliputi
1. Parameter fisik dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air
Kolam Renang meliputi:
• Tidak berbau
• Kekeruhan (0,5 NTU)
• Suhu (16-40 C)
• Kejernihan (secchi terlihat jelas dari kedalaman 4,572 m)
• Untuk kepadatan, semakin dalam Kolam Renang maka semakin luas ruang yang
diperlukan untuk setiap perenang
2. Parameter biologi dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air
Kolam Renang terdiri dari 5 (lima) parameter. Empat parameter tersebut terdiri dari
indikator pencemaran oleh tinja (E. coli), bakteri yang tidak berasal dari tinja
(Pseudomonasaeruginosa, Staphylococcus aureus dan Legionella spp). Sedangkan
parameter Heterotrophic Plate Count (HPC) mengindikasikan terjadinya pertumbuhan
kembali koloni bakteri heterotrophic.
3. Parameter kimia dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
untuk media air Kolam Renang meliputi:
• pH (7-7,8)
• Alkalinitas (80-200 mg/1)
• Sisa khlor bebas (1-1,5 mg/1)
• Sisa khlor terikat (3 mg/1)
• Total bromine (2-2,5 mg/1) dan sisa bromine (3-4 mg/1)
• Oxidation reduction potencial (720 mV)
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air SPA
meliputi:
1. Parameter fisik dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk
media air SPA terdiri dari:
• Tidak berbau
• Kekeruhan (0,5 NTU)
• Suhu (<40c)
• Kejernihan (secchi di dasar kolam terlihat jelas)
2. Parameter biologi meliputi:
• E.coli (<1 CFU/100ml)
• HPC (<20 CFU/100ml)
• Pseudomonas aeruginosa (<1 CFU/100ml)
• Legionella spp (,1 CFU/100ml)
3. Parameter kimia dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
untuk media air SPA terdiri dari:
• pH (7-7,8)
• Alkalinitas (80-200 mg/1)
• Sisa khlor bebas (1-1,5 mg/1)
• Sisa khlor terikat (3 mg/1)
• Total bromine (2-2,5 mg/1) dan sisa bromine (3-4 mg/1)
• Oxidation reduction potencial (720 mV)
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media air
Pemandian Umum meliputi

1. Parameter fisik
• Suhu (15-35c)
• Indeks sinar matahari (≤3 (4 jam sekitar waktu tengah hari))
• Kejernihan (1,6m secchi diameter 200mm terlihat jelas)
2. Parameter biologi
• Enterococci
• E.coli
3. Parameter kimia
• pH (5-9)
• Oksigen terlarut (≥4 mg/1)
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIC INDONESIA NOMOR
492/MENKES/PER/IV/2010 TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM
Referensi
• http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._32_ttg
_Standar_Baku_Mutu_Kesehatan_Air_Keperluan_Sanitasi,_Kolam_Re
nang,_Solus_Per_Aqua_.pdf
• http://brpamdki.org/teknik/repo/regulasi/PMK-No.-492-ttg-Persyarat
an-Kualitas-Air-Minum.pdf