Anda di halaman 1dari 17

OTITIS EKSTERNA

Oleh :
Andi Anan Qayyum Mudz
Pembimbing :
dr. Mahdi Umar, Sp.THT-KL
Otitis Eksterna
o Otitis Eksterna adalah radang liang telinga bagian luar yang dapat terjadi akut maupun
kronis yang disebabkan oleh bakteri maupun jamur.
o Otitis Eksterna juga sering ditemukan diudara yang hangat dan lembab, dimana kuman
dan jamur mudah tumbuh.
Anatomi Telinga
Epidemiologi
o Setiap tahun, otitis eksterna terjadi pada 4 dari setiap 1000 orang di Amerika Serikat.
o Usia ( puncak insiden 7-12 th, di inggris 65th )
o Laki-laki = perempuan
Etiologi
Bakteri (91% kasus) Jamur

 Pseudomonas species  Aspergillus


 Staphylococcus species  Candida
 Bakteri an-aerob
 Gram-negative
Faktor Predisposisi
o Perubahan pH kulit
o Lingkungan , paparan air (perenang)
o Lokal trauma
o Kanal telinga sempit
o DM
o Infeksi telinga tengah
KLASIFIKASI OTITIS EKSTERNA

Otitis Eksterna Sirkumskripta

Otitis Eksterna Difus


Otitis Eksterna Sirkumskripta
o Infeksi pada folikel rambut yang sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus
o Berawal dari folikulitis dan meluas hingga membentuk abses kecil (furunkel)
o Furunkel berbatas tegas pada 1/3 luar liang telinga
o Biasanya lanjutan dari trauma pada liang telinga akibat dikorek

Gejala : Nyeri telinga yang terlokalisir


Pruritus
Penurunan pendengaran (bila lesi menutup
kanal)
 Tanda
o Furunkel di liang telinga
o Hiperemis, edema
o Nyeri tarik bagian telinga
luar
o Nyeri tekan pada tragus

Lap subkutan  folikel rambut,


gld sebasea, gld seruminosa
Tatalaksana Otitis Eksterna Sirkumskripta
• MAE dibersihkan dengan menggunakan kapas lidi.
• Pemasangan tampon pita ½ cm x 5 cm yang telah dibasahi dengan laruta
n Burowi filtrata pada MAE. Tampon secukupnya, tidak boleh diletakkan
terlalu ke dalam (nyeri/bahaya melukai membran timpani, sulit m
engeluarkan).
• Tampon setiap 2-3 jam sekali ditetesi dengan larutan Burowi agar tetap
basah. Tampon diganti setiap hari. Larutan Burowi dapat diganti dengan
tetes telinga yang mengandung steroid dan antibiotik.
• Pseudomonas  tetes yang mengandung neomycine dan hydrocortisone
• Jamur  tetes telinga larutan asam salisilat 2-5% dalam alkohol 20%.
• Otitis eksterna kronik difus  triamsinolone 0,25% krim/salep atau
dexamethasone 0,1%.
• Antibiotik oral di berikan dengan pertimbangan bila infeksi cukup berat. 8
Otitis Eksterna Difusa (Swimmer’s Ear)
o Penyebab kuman tersering: Pseudomonas aeruginosa
o Faktor Predisposisi  Sering berenang, Iklim hangat dan lembab, Liang telinga sem
pit dan berambut, Adanya eksostosis pada kanal, Trauma atau benda asing pada ka
nal, Serumen prop/tidak adanya serumen, Penggunaan alat bantu dengar, Diabetes
/ immunocompromise
Otitis Eksterna Difusa (Swimmer’s Ear)
o Otalgia terjadi dalam waktu 48 jam
o  Tidak adanya jaringan subkutan dibawah kulit liang
telinga, proses radang akan menyebabkan tekanan yang ku
at pada ujung-ujung saraf
o  Mungkin juga terasa nyeri jika menggerakkan rahang
o Otorea
o Pruritus
o Telinga terasa penuh
o Penurunan pendengaran
o Riwayat telinga kemasukan air
o Riwayat kebiasaan mengorek telinga
Gejala :
o Nyeri tekan pinna dan kanal
o Eritema kanal
o Edema kanal
o Debris purulen
o Pembesaran limfonodi periaurikular dan servikal anterior
Tatalaksana Otitis Eksterna Difus
o Liang telinga dibersihkan dengan hati-hati  dengan H2O2 3%
o Pasang tampon telinga yang telah diolesi dengan antibiotik dan antiseptik secara
berkala tiap 2 hari
o Antibiotika topikal (kombinasi dengan steroid) dipakai secara hati-hati karena dapat
alergi atau mungkin dapat menyebabkan tumbuh jamur yang berlebihan
o Analgetik oral
o Antibiotik oral  untuk kasus berat
Anjuran
1. Tidak mengorek-ngorek telinga dengan cutton bud terlalu sering dan t
erlalu dalam.
2. Tidak mengorek-ngorek telinga dengan jari dan selalu mencuci tangan.
3. Jika berenang gunakan penutup telinga untuk menghindari air yang
masuk.
4. Untuk penderita diabetes agar secara ketat dan rutin melakukan
pengobatan dan pencegahan terhadap komplikasi
Normal Swimmer’s ear