Anda di halaman 1dari 41

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

a. Masalah Kesehatan Akibat Konsumsi


Rokok
1) Karakteristik Asap Rokok
2) Penyakit Terkait Konsumsi Rokok

b. Pencegahan dan Upaya Berhenti


Merokok
1) Perlindungan Terhadap Paparan asap
Rokok
2) Peningkatan Kewaspadaan
Masyarakat Akan Bahaya Produk
Rokok
3) Upaya Layanan Berhenti Merokok

1
Karakteristik Asap Rokok

Asap rokok
mengandung 4000
zat kimia dan 43
diantaranya 2
Akibat merokok pada
kesehatan manusia

PENYAKIT
TERKAIT
KKONSUM
SI ROKOK

United States Department of Health


and Human Services. How tobacco
smoke cause disease : The biology
and behavioral basis for smoking-
attributable disease rockville:
Department of Health and Human
Services, Centers for Disease
Control and Prevention, National 3
Center for Chronic Disease
Perlindungan Terhadap
Paparan Asap Rokok
Kawasan Tanpa Rokok
adalah ruangan atau area yang
dinyatakan dilarang untuk kegiatan
merokok atau kegiatan memproduksi,
menjual, mengiklankan, dan/
mempromosikan produk tembakau.

Tujuan untuk melindungi perokok pasif


dari bahaya asap rokok, memberikan
lingkungan yang bersih dan sehat dan
meningkatkan kesadaran bahaya asap
rokok.
Selain itu rumah tangga juga harus
menerapkan kawasan rumah tanpa
rokok, untukmelindungi seluruh
anggota keluarga terhadap paparan 4
asap rokok, dengan melarang semua
Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat
akan Bahaya Rokok

• Peraturan Menteri
Kesehatan nomor 28
tentang Pencantuman
Informasi dan Peringatan
Kesehatan Bergambar
pada Kemasan Rokok.
• Meningkatkan
pengetahuan masyarakat
tentang bahaya merokok
terhadap kesehatan diri
sendiri maupun orang
lain atau lingkungan
sekitarnya.

5
Upaya Layanan Berhenti Merokok

• Upaya Layanan Berhenti Merokok (UBM) di


fasilitas kesehatan tingkat pertama
(FKTP)melalui :
– Peningkatan kapasitas petugas kesehatan
dalam dan menyediakan sarana dan
prasarana layanan Berhenti Merokok di FKTP
– Peningkatan kapasitas guru dalam melakukan
skrining dan konseling Berhenti Merokok bagi
siswa.

• Selain itu Kementerian kesehatan telah


menyediakan layanan berhenti merokok
(Quitline) melalui telepon tanpa bayar
(hotline) di 0800-177-6565

6
Upaya Layanan Berhenti Merokok

• Sebagai pembina keluarga sehat,


wajib menjelaskan bahaya merokok
dan paparan asap rokok bagi
kesehatan kepada seluruh anggota
keluarga yang menjadi binaannya dan
menganjurkan anggota keluarga yang
merokok untuk berhenti merokok dan
menginformasikan layanan berhenti
merokok di FKTP dan FKRTL serta
layanan QUITLINE yang tersedia.

7
Manfaat Upaya Berhenti Merokok

1. Kesehatan
 Risiko Kematian akan menurun
 Memberikan Usia Harapan Hidup Panjang
MANFAAT BERHENTI MEROKOK
MULAI MANFAAT
BERHENTI
MEROKOK
20 Menit Tekanan darah, Denyut Jantung dan Aliran Darah Tepi Membaik.

Hampir semua nikotin dalam tubuh sudah di metabolisme Tingkat CO di


21 Jam dalam darah kembali normal.

Nikotin mulai tereliminasi dari sistem, indra pengecap dan penciuman


24 – 48 Jam mulai membaik Sistem kardiovaskular meningkat baik.

Sebagian besar metabolit nikotin dalam tubuh sudah hilang Fungsi


perasa/pengecap dan pembau jauh lebih membaik.Sistem kardiovaskular
5 Hari terus meningkat baik.

Risiko infeksi pada luka setelah pembedahan berkurang secara bermakna.


Fungsi silia mulai recovery dan fungsi paru membaikNafas pendek dan
2 Minggu - batuk-batuk berkurang.
3 Bulan
MANFAAT BERHENTI MEROKOK
MULAI BERHENTI MANFAAT
MEROKOK

1 Tahun Risiko penyakit jantung koroner setengah setelah


1 tahun berhenti dibandingkan tetap merokok.

5 Tahun Resiko stroke menurun pada level yang sama seperti orang tidak
pernah merokok.

10 Tahhun –
Risiko kanker paru kurang dari setengahnya. Semua penyebab
15 Tahun mortalitas dan risiko penyakit jantung koroner menurun pada level
yang sama seperti orang tidak pernah merokok.

Sumber : PDPI
2. Mento-Sosial

Hasil penelitian di luar negeri (USA dan Inggris)


bahwa, mantan perokok lebih dihormati
dibandingkan perokok.
 Di Indonesia dengan pemberian
penghargaan berupaSertifikat, PIN dan
Plakat ( Sumatera Barat, Walikota Padang
Panjang)
3. Ekonomi
Di Indonesia pengeluaran untuk rokok menjadi
pengeluaran nomor dua setelah padi-padian
yang besarnya rata-rata 10,4% atau 4 kali lipat
lebih besar daripada pengeluaran untuk
membeli daging, telur dan susu.
Pengeluaran untuk rokok 3 kali lebih tinggi
dari biaya pendidikan (3,2%), dan hampir 4
kali lebih besar daripada biaya kesehatan
(2,7%).
Upaya Berhenti Merokok

1. Identifikasi awal
2. Evaluasi dan support motivasi
3. Terapi berhenti merokok
4. Follow up
Prinsip-prinsip Upaya
berhenti merokok
1. IDENTIFIKASI AWAL

a. Identifikasi profil perokok


b. Identifikasi ketergantungan nikotin
c. Identifikasi tingkat motivasi
Identifikasi Status Klien
IDENTIFIKASI TIPE KLIEN STRATEGI

Klien yang mau berhenti Bantu dengan langkah 4T


merokok (Modifikasi 5A’s dan ABC)
Klien yang belum ingin Tingkatkan motivasi klien
berhenti merokok (Contoh: dengan wawancara /
konseling motivasional)
Klien yang baru berhenti
merokok Lanjutkan kegiatan berhenti
Merokok
Klien yang tidak pernah
merokok Berikan “selamat”
Jaga pola hidup bebas dari
rokok
c. Test untuk Ketergantungan Nikotin

Item Pilihan Respon Point


1. Berapa lama setelah bangun tidur anda merokok?  dalam 5 menit 3
 6-30 menit 2
 30-60 menit 1
 setelah 60 menit 0
2. Apakah anda mengalami kesulitan untuk menahan  ya 1
0-5ditempat-tempat
diri dari merokok ketergantungan rendah
yang dilarang?  tidak 0
6-10 ketergantungan sedang
3. 11-15
Waktu Rokok pada ketergantungan
saat kapan berat  pagi hari
yang paling susah 1
ditinggalkan?  waktu lain 0

4. Berapa jumlah batang rokok yang dihisap setiap  ≤10 0


hari?  11-20 1
 21-30 2
 ≥31 3
5. Apakah merokok lebih banyak selama beberapa  ya 1
jami setelah bangun tidur dibanding waktu lain?  tidak 0

6. Apakah tetap merokok apabila tidak sehat dan  ya 1


pada saat bed rest?  tidak 0
Menilai tingkat motivasi

• Simpel :
Pasien ditanyakan mengenai berapa besar motivasi
untuk berhenti merokok dengan skala angka “0 “
sampai “10”

0 = Tidak ada motivasi sama sekali


10 = Sangat termotivasi/motivasi sangat tinggi
Prinsip-prinsip upaya2. Evaluasi dan dukungan motivasi
berhenti merokok

• Semua tahapan terdapat proses pembicaraan


penting yaitu menelaah sejauh mana pasien
termotivasi untuk tetap berhenti merokok.
• Apabila tingkat motivasi seseorang yang
rendah/kurang maka diperlukan dukungan
motivasi.
• Dukungan motivasi juga diperlukan dari
anggota keluarga atau orang terdekat
Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008
Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.
Pendekatan motivasi
1. Ungkapkan Empati
– Gunakan pertanyaan open ended untuk menggali informasi
– Dengarkan pasien untuk memahami
2. Bangun ketidaksukaan/ ketidaksesuaian
– Tekankan kepada pasien mengenai ketidaksesuaian kebiasaan pasien merokok
dengan suatu nilai, tujuan, harapan dari program
– Tekankan pada kalimat yang mengundang komitmen dari pasien
– Bangun dan perdalam komitmen yang sudah dibuat.
3. Menghadapi penolakan
– Potong pembicaraan dan alihkan perhatian jika terdapat tanda-tanda
penolakan dari pasien
– Nyatakan empati.
– Tanyakan kepada pasien untuk memberikan informasi penunjang lain.
4. Dukungan motivasi saat follow up
– Jika perokok berhasil melakukan pantangan
– Jika perokok melakukan penyimpangan dari program
– Jika perokok merokok kembali setelah 2-3 minggu program
Prinsip-prinsip Upaya
berhenti merokok 3. Penatalaksanaan / terapi

Terapi nonfarmakologi Terapi farmakologi


1. Self help 1. Terapi pengganti nikotin
2. Brief advice
3. konseling (Nicotine Replacement
a. Individu Therapy/ NRT)
b. Kelompok
c. Konseling melalui telepon
2. Bupropion SR
4. Terapi perilaku 3. Varenicline tartrate
5. 5. Terapi pelengkap
a. Hipnoterapi Kombinasi terapi baik terapi
b. Akupuntur nonfarmakologi dan farmakologi
c. Akupresure telah terbukti bermakna memberikan
tingkat keberhasilan yang lebih baik
dibandingkan terapi tunggal.

Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008


Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.
CARA BERHENTI MEROKOK
Cara 1:
BERHENTI SEKETIKA
• Hari ini anda masih merokok, besok anda
berhenti sama sekali. Untuk kebanyakan
orang, cara ini yang paling berhasil. Untuk
perokok berat, mungkin dibutuhkan bantuan
medis untuk mengatasi efek ketagihan
Cara 2: PENUNDAAN
• Menunda saat mengisap rokok pertama, 2 jam setiap hari dari hari
sebelumnya. Jumlah rokok yang dihisap tidak dihitung. Misalnya
kebiasaan menghisap rokok pertama rata-rata 07.00 pagi, berhenti
merokok direncanakan dalam 7 hari. Maka rokok pertama ditunda
waktunya, yaitu :
Hari 1 : jam 09.00
Hari 2 : jam 11.00
Hari 3 : jam 13.00
Hari 4 : jam 15.00
Hari 5 : jam 17.00
Hari 6 : jam 19.00
Hari 7 : jam 21.00 – terakhir
Cara 3 : PENGURANGAN
• Jumlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur
dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan.
Misalnya rata-rata menghisap 28 batang rokok per hari. Berhenti
merokok direncanakan dalam 7 hari.
Hari 1 : 24 batang
Hari 2 : 20 batang
Hari 3 : 16 batang
Hari 4 : 12 batang
Hari 5 : 8 batang
Hari 6 : 4 batang
Hari 7 : 0 batang
LANGKAH DAN TEKNIK KONSELING BERHENTI MEROKOK SATU - TUJU

SA Sambut kedatangan klien dengan memberi salam dan


berikan perhatian (mulai menciptakan hubungan yang baik).

T Tanyakan kepada klien untuk menjajagi pengetahuan,


perasaan dan kebutuhan klien terkait dengan bahaya merokok
bagi kesehatan.
U Uraikan informasi yang sesuai dengan masalah klien
TU Bantu klien untuk memahami keadaan dirinya serta
permasalahannya dan menetapkan alternatif pemecahan
masalah.
J Jelaskan lebih rinci konsekuensi dan keuntungan dari setiap
alternatif pemecahan masalah.
U Ulangi beberapa informasi penting dan ingatkan bila klien
harus melakukan kunjungan ulang atau rujuk ke tempat
pelayanan lain bila diperlukan.
Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur
Umur Karakter Pendekatan
Remaja - Perspektif jangka - Hindari nasehat menakut-
pendek nakuti (penyakit)

- Merasa merokok - Fokus pada dampak


bukan adiksi langsung rokok (nafas bau,
gigi/jari kuning)
- Alasan: Sosialisasi
dan Penampilan - Tegaskan akibat nikotin & CO
pada prestasi olahraga

- Jelaskan iklan rokok yang


tidak jujur

1. http://www.stop-smoking-tips.com/dangers-smoking-passive-smokers.html

2. http://thescooponsmoking.org/xhtml/faq.php
Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur
Umur Karakter Pendekatan
20–30 - Banyak baru - Dukung quitter untuk cepat
thn berumahtangga berhenti → efek buruk dari
merokok bersifat kumulatif
- Mulai sadar - Jelaskan dampak buruk rokok
dampak buruk pada perokok pasif
rokok
- Jelaskan bahaya rokok pada
- Ingin berhenti, janin
tapi ketagihan

- Ingin berhenti
karena
akan/sudah hamil
1. http://www.stop-smoking-tips.com/dangers-smoking-passive-smokers.html

2. http://thescooponsmoking.org/xhtml/faq.php
Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur

Umur Karakter Pendekatan


31–40 - Responsif terhadap - Tekankan pentingnya
thn bantuan berhenti kualitas hidup yang baik

- Risau akan efek - Jelaskan :


gejala putus nikotin a) Gejala putus nikotin →
sementara & dapat diatasi
- Sudah pernah b) Sakit → kronis
mencoba berhenti →
gagal - Kegagalan adalah sukses
yang tertunda → perlu
terus mencoba

1. Fiore MC, et al. US Department of Health and Human Services. Public Health Service. June 2000.
2. Foulds J, et al. Expert Opin Emerg Drugs. 2004;9:39–53. 3. Grandes G, et al. Br J Gen Pract. 2003;53:101–107.
Cth Pendekatan Konseling sesuai Kelompok Umur

Umur Karakter Pendekatan

> 40 - Berpendapat tak - Simpatik terhadap logika


thn masalah, karena mereka
sudah lama merokok
- Tegaskan manfaat
- Sudah sering berhenti merokok pada umur
mencoba → gagal berapapun
terus
- Jelaskan bahwa relaps
adalah umum → usaha terus
mencoba adalah penting

1. Fiore MC, et al. US Department of Health and Human Services. Public Health Service. June 2000.
2. Foulds J, et al. Expert Opin Emerg Drugs. 2004;9:39–53. 3. Grandes G, et al. Br J Gen Pract. 2003;53:101–107.
Wawancara Motivasional
• Untuk memahami tahapan perubahan
perilaku pada klien
• Prinsip:
Ekspresikan Empati
Menghindari argumentasi
Dukungan keyakinan diri
Tahapan Perubahan Perilaku

1. Tahap prokontemplasi
( Belum berpikir sama sekali)
 Mendidik klien mengenai efek adiksi, perilaku dan bahayanya
2. Tahap Kontemplasi
(Mulai berpikir bahwa merokok menimbulkan masalah)
Beri dukungan, umpan balik (konfrontasi dengan ramah ,
humor)
3. Tahap Preparation/persiapan
(Mau dan siap berhenti merokok)
 Membantu upaya berhenti merokok, identifikasi hambatan,
rencanakan berhenti merokok.
4. TahapAksi
(Sudah berhenti merokok)
 Penguatan komitmen klien

5. Tahap pemeliharaan /Maintenance


(Tetap tidak merokok)
 Mengenali ketidaknyamanan yang dialami klien
selama melakukan upaya berhenti merokok

6. Kekambuhan (Relaps)
(gagal)
- membantu menghadapi ambivalensi, mengevaluasi
komitmen dan hambatan yang ada.
Prinsip-prinsip upaya
berhenti merokok 4. Tindak lanjut / follow up

1. Menilai apakah sudah berhasil berhenti merokok atau seberapa


besar sudah dapat mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi.
2. Menilai kendala utama apabila belum berhasil.
3. Menilai motivasi dan memberikan dukungan motivasi.
4. Menilai withdrawal effect yang timbul dan cara mengatasinya.
5. Mengevaluasi efek samping obat (bila mendapatkan obat).
6. Memberikan terapi tambahan jika diperlukan sesuai hasil evaluasi
penyebab belum berhasil berhenti merokok misalnya terapi perilaku,
hipnoterapi dan lain-lain.
7. Mengecek beberapa parameter (seperti berat badan, kadar CO udara
ekspirasi, tekanan darah dan lain-lain)

Nardini S, European Respiratory Monograph 42, 2008


Fiore MC, Treating tobacco use and dependence, 2008
Haora MoHM. Guidelines for smoking cessation, New Zealand: 2002.
Penanganan
withdrawal effect
• Penanganan withdrawal
effect seringkali
membutuhkan konsultasi
dengan spesialis

Susanto AD.. Medicinal 2010; 2(IX):26-31.


Nicotine withdrawal symptoms. http://www.helpwithsmoking.com/nicotine-withdrawal.php
LANGKAH-LANGKAH BERHENTI MEROKOK

 Dalam berbagai pedoman umumnya mengenal istilah


pendekatan 5A’s yaitu Ask, Advice, Assess, Assist dan
Arrange untuk membantu seseorang berhenti
merokok.
 Meskipun begitu ada beberapa pedoman lain yang
memperkenalkan pendekatan ABC yaitu Ask, Brief
advice dan Cessation support. Pada prinsipnya kedua
pendekatan tersebut sama dalam upaya membantu
berhenti merokok.
 Modifikasi dari kedua pendekatan tersebut di
Indonesia diperkenalkan istilah pendekatan 4T yaitu
Tanyakan, Telaah, Tolong dan nasihati serta Tindak
Lanjut dalam membantu kegiatan berhenti merokok.
Garis besar langkah pendekatan 4 t

Tanyakan  Tanyakan tipe klien, profil perokok,


Apakah klien merupakan seorang perokok tingkat adiksi/ ketergantungan nikotin
atau bukan? dan tingkat motivasi untuk berhenti
merokok.
 Identifikasi dan dokumentasi setiap
perkembangan upaya berhenti
merokok setiap pertemuan.

Telaah  Perlu dipastikan klien memiliki


Nilai keinginan klien untuk berhenti keinginan untuk berhenti merokok atau
merokok tidak, bila tidak maka diperlukan suatu
konseling motivasi.
 Nilai sampai manakah tahap keinginan
klien ntuk berhenti merokok apakah
pada tahap prekontemplasi,
kontemplasi, siap, tindakan dan
pemeliharaan.
LANJUTAN 4 t
Tolong dan nasehati  Gunakan pendekatan secara personal,
Anjurkan klien untuk berhenti merokok kuat, jelas untuk menganjurkan klien
berhenti merokok.

 Untuk klien yang berniat berhenti


merokok, berikan konseling agar klien
dapat berhenti merokok
 Susun waktu kapan berhenti
merokok akan di mulai, target
minimum adalah 2 minggu
 Berikan informasi cara/metode
untuk berhenti merokok seperti
berhenti langsung, atau bertahap.

 Beritahu keluarga dan orang


sekitar bahwa kita akan berhenti
merokok dan mintalah dukungan
dan pengertian mereka
Tolong dan nasehati LANJUTAN 4 t  Antisipasi hambatan yang akan
muncul. Biasanya hambatan paling
Anjurkan klien untuk berhenti merokok besar akan terjadi pada minggu
pertama yakni gejala putus nikotin
(withdrawal effect)

 Untuk klien yang belum berniat untuk


berhenti merokok, tingkatkan
motivasi dan upayakan intervensi
lanjut sehingga klien di masa yang
akan datang akan berhenti merokok
 Wawancara / konseling
motivasional

Tindak lanjut  Untuk klien yang berusaha untuk


berhenti merokok, maka susunlah
Menyusun rencana untuk menindak jadwal untuk konsultasi rutin/berkala
lanjuti terapi yang sudah dilakukan misalnya satu minggu atau 2 minggu
sekali
LANJUTAN 4 t
Tindak lanjut  Pada pertemuan berikutnya lakukan
penilaian antar lain :
Menyusun rencana untuk menindak
lanjuti terapi yang sudah dilakukan  Tingkat keberhasilan berhenti
merokok
 Tingkat motivasi
 Kendala yang timbul
 Gejala withdrawal effect dan
penanganannya
 Penilaian parameter klinis (seperti
berat badan, kadar CO udara
ekspirasi, tekanan darah dll).

 Untuk klien yang tidak ingin berhenti


merokok untuk saat ini, perkenalkan
mengenai ketidaktergantungan rokok dan
dan tingkatkan motivasi klien untuk
berhenti merokok pada kunjungan klien
berikutnya
LANJUTAN 4 t

Tindak lanjut • Jika diperlukan rencanakan


Pertimbangan tambahan terapi terapi tambahan untuk berhenti
jika ada, atau merujuk ke fasilitas merokok dengan merujuk ke
kesehatan lanjutan jika 3 bulan fasilitas pelayanan kesehatan
belum berhasil berhenti merokok lanjut.