Anda di halaman 1dari 9

PENCERNAAN

DAN
PENYERAPAN
KARBOHIDRAT
PADA UNGGAS
Kelompok 1
PENGERTIAN KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah zat organik utama yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan
biasanya mewakili 50 sampai 75 persen dari jumlah bahan kering dalam bahan makanan
ternak. Karbohidrat sebagian besar terdapat dalam biji, buah dan akar tumbuhan. Zat
tersebut terbentuk oleh proses fotosintesis, yang melibatkan kegiatan sinar matahari
terhadap hijauan daun. Hijauan daun merupakan zat fotosintetik aktif pada tumbuh-
tumbuhan. Zat tersebut merupakan molekul yang rumit dengan suatu struktur yang serupa
dengan struktur hemoglobin, yang terdapat dalam darah hewan. Hijauan daun
mengandung magnesium : hemoglobin mengandung besi. Lebih terperinci lagi,
karbohidrat dibentuk dari air (H2O) berasal dari tanah, karbondioksida (CO2) berasal dari
udara dan energi berasal dari matahari. Suatu reaksi kimiawi sederhana yang
memperlihatkan suatu karbohidrat (glukosa) disintesis oleh fotosintesis dalam tumbuh-
tumbuhan adalah sebagai berikut : 6CO2 + 6H2O + 673 cal —-> C6H12O6 + 6 O
PENCERNAAN KARBOHIDRAT
PADA UNGGAS AYAM
 Pencernaan ayam yang memiliki panjang 245 – 255 cm, tergantung pada umur dan jenis unggas memiliki prinsip
pencernaan yang terdiri dari tiga macam yaitu pencernaan secara mekanik (fisik), pencernaan secara kimiawi
(enzimatik) dan Pencernaan secara mikrobiologik yang terjadi di sekum dan kolon.
1. Pencernaan secara mekanik (fisik); Pencernaan ini dilakukan oleh kontraksi otot polos, terutama terjadi di empedal
(gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Pencernaan ini banyak terjadi pada ayam yang dipelihara secara
umbaran sehingga mendapatkan grit lebih banyak daripada ayam yang dipelihara secara terkurung.
2. Pencernaan secara kimiawi (enzimatik); Pencernaan secara kimia dilakukan oleh enzim pencernaan yang
dihasilkan: (1) kelenjar saliva di mulut; (2) enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus; (3) enzim dari pankreas; (4)
enzim empedu dari hati; dan (5) enzim dari usus halus. Peranan enzim-enzim tersebut sebagai pemecah ikatan
protein, lemak, dan karbohidrat.
3.  Pencernaan secara mikrobiologik (jumlahnya sedikit sekali) dan terjadi di sekum dan kolon. Secara umum
pencernaan pada unggas meliputi aspek: digesti yang terjadi pada paruh, tembolok, proventrikulus, ventrikulus
(empedal/gizzard), usus halus, usus besar, dan ceca; absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum)
melalui vili-vili (jonjot usus);
4. metabolisme yang terjadi pada sel tubuh yang kemudian disintesis menjadi protein, glukosa, dan hasil lain untuk
pertumbuhan badan, produksi telur atau daging, pertumbuhan bulu, penimbunan lemak, dan menjaga/memelihara
tubuh pada proses kehidupannya. (Parakkasi, 1990).
Alat pencernaan pada unggas ayam
 Sistem pencernaan adalah penghancuran bahan makanan (mekanis/enzimatis, kimia dan mikrobia) dari bentuk komplek
(molekul besar) menjadi sederhana (bahan penyusun) dalam saluran cerna. Tujuan dari pencernaan itu sendiri adalah untuk
mengubah bahan komplek menjadi sederhana. Dan kegunaanya adalah unuk mempermudah penyerapan oleh vili usus.
 Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan organ asosori. Saluran pencernaan merupakan organ yang
menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh. Saluran pencernaan
terdiri dari 10 bagian antara lain:
1.      Mulut
2.      Esophagus (Kerongkongan)
3.      Crop (Tembolok)
4.      Proventriculus (Lambung kelenjar)
5.      Gizzard (Empedal)
6.      Duodenum
7.      Usus halus (Small Intestine)
8.      Ceca (Usus Buntu)
9.      Rectum (Usus Besar)
10.    Kloaka

 Sementara organ pencernaan tambahan terdiri dari 2 bagian antara lain:

1. pankreas
2. Hati
PENCERNAAN
KARBOHIDARAT PADA
UNGGAS AYAM
 Ayam tidak mempunyai gigi, tetapi mempunyai paruh untuk melumatkan makanannya. Kelenjar air ludah
(salive) ayam sedikit yang mengandung enzyme pitialin (amilase) yang memecah pasti menjadi maltosa
(jamarun, 1980). Biasanya ayam menimbun makanan yang dinamakannya di dalam tembolok, suatu
verikulum (pelebaran) oeshopaghus yang tidak terdapat pada nonruminansia lain. Tembolok tidak
mengandung kelenjar. Di dalam tembolok makanan disimpan dan dilunakan oleh air ludah yang ditelan
bersama makanan dan mungkin terdapat aktifitas jasad renik yang penting di dalamnya. Lamanya
makanan dalam tembolok bergantung pada sifat makannnya. Makanan hewani disinmpan sekitar 8  jam
sedangkan makanan nabati dapat mencapai16-18  jam.
 Makanan yang berasal dari tembolok diteruskan ke proventrikulus (lambung kelenjar) dan ventrikulus
lambung otot. Di dalam lambung tidak terjadi pencernaan karbohidrat yang penting (Tillman dkk. , 1989).
Makanan yang berasal dari lambung masuk ke dalam rempela atau gizzard. Gizzard tidak mengandung
enzim tetapi disini terdapat batu-batuan yang berfungsi untuk memecah makanan (Jamarun, 1990).
Gizzard mempunyai otot-otot yang kuat yang dapat berkontraksi secara teratur untuk menghancurkan
makanan sampai menjadi bentuk pasta yang dapat masuk ke dalam usus halus. Ayam yang diberi
makanan allmash umumnya mempunyai gizzard yang lunak dan kurang berotot dibandingkan dengan
gizzard ayam yang diberi makanan keras atau butiran yang keras, bila grit tidak tersedia.
 Angorodi (1985) menyatakan bahwa setelah makanan yang dihaluskan bergerak melalui gizzard kelekukan
duodenal makan getah pancreatic dikeluarkan dari pancreas kelekukan duodenal. Pada waktu yang
bersamaan, garam empedu alkalis dalam hati yang disimpan dalam kantong empedu dikeluarkan pula ke
dalam lekukan duodenal. Garam empedu menetralisir keasaman isi usus di daerah tersebut dan menghasilkan
keadaan yang alkalis. Tiga macam enzim pencernaan dikeluarkan dalam getah pankreas. Salah satu
diantaranya amylase yang memecah pati ke dalam dysaccarida atau gula kompleks. Apabila makanan melalui
usus kecil maka sukrosa dan enzim yang memecah gula lainnya (maltase) yang dikelurarkan didaerah ini
selanjutnya menghidrolisir atau mencerna senyawa-senyawa gula ke dalam gula-gula sederhana terutama
glukosa. Gula sederhana adalah hasil akhir pencernaan karbohidrat. Pati dan gula mudah dicerna oleh ayam
dan diubah ke dalam glukosa sedangkan pentose dan serat kasar sulit dicerna
 Usus besar ayam sangat pendek jika dibandingkan dengan ternak nonruminansia lainnya, terutama babi dan
rodensia. Bila kenyataan ini dihubungkan dengan jalannya makanan dikolon dan ceacum, diketahui bahwa ada
aktifitas jasat renik dalam usus besar ayam tetapi sangat rendah jika dibandingkan dengan ternak
nonruminansia lainnya. Kenyataannya, sangat diragukan apakah selulosa mengalami hidrolisa dalam usus
besar ini, namun pada petunjuk bahwa hemyselulosa mengalami sedikit hidrolisa (Tillman dkk. , 1989). Saluran
pencernaan pada ayam sedemikian pendeknya dan perjalanan makan yang melalui saluran tersebut begitu
cepatnya sehingga jasad renik mempunyai waktu sedikit untuk mengerjakan karbohidrat yang kompleks.
PENYERAPAN KARBOHIDRAT
PADA UNGGAS AYAM
 Menurut Rizal (2008). Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida, seperti: glukosa, fruktosa, galaktosa dan
mannosa. Glukosa dan galaktosa diserap lebih cepat karena ia menggunakan sistem transport aktif yang terikat
pada protein pembawa (carrier) bersama-sama dengan sodium (Na). Fruktosa dan mannosa diserap lebih lambat
karena menggunakan transport pasif (secara diffusi) yang difasilitasi. Tempat penyerapan utama pada bagian
Jejunum. Sedangkan menurut Widodo Karbohidrase merupakan enzim-enzim yang memecah karbohidrat menjadi
gula-gula yang lebih sederhana. Amilase berfungsi merombak pati menjadi gula-gula yang lebih sederhana.
Oligosakaridase memecah oligosakarida menjadi gula sederhana. Disakarida sukrosa dan maltosa secara
berturut-turut dihidrolisis oleh sukrase dan maltase. Sekresi saliva umumnya mengandung enzim amilase. Pati
yang tidak dirombak dalam proventrikulus oleh amilase air liur, dalam lingkungan netral usus dengan cepat diubah
menjadi maltosa oleh amilase pankreas. Dalam cairan usus mungkin terdapat juga sedikit amilase.
       Sebagian besar penyerapan merupakan suatu proses aktif dan bukan sekedar suatu proses yang pasif. Hal ini
diperlihatkan dari kemampuan sel-sel epitel untuk menyerap secara selektif zat-zat seperti glukosa, galaktosa dan
fruktosa dalam konsentrasi yang tidak sama. Glukosa diserap lebih cepat dari fruktosa, sepanjang epitelnya masih
hidup dan tidak rusak. Akan tetapi, setelah unggas mati, ketiga macam gula sederhana itu akan melintasi mukosa
dengan kecepatan yang sama, karena yang bekerja hanyalah kekuatan fisik dalam bentuk penyerapan pasif.
Glikogen suatu karbohidrat khas hewan, berfungsi sebagai simpanan jangka pendek, yang dapat dipergunakan
secara cepat jika gula yang tersedia dalam darah atau tempat lain telah habis. Glikogen dapat disimpan dalam
kebanyakan sel, terutama dalam sel-sel hati dan otot.
 Pada waktu darah dari saluran pencernaan melewati hati, kelebihan gula yang diserap dari
usus diambil oleh sel hati dan diubah menjadi glikogen. Insulin yang dihasilkan oleh kelompok
sel-sel endokrin pankreas, yaitu pulau Langerhans, mengontrol pengambilan glukosa oleh sel-
sel dan sintesis glikogen. Peningkatan gula dalam darah merangsang sel-sel pankreas untuk
memproduksi insulin. Insulin diangkut melalui darah ke seluruh tubuh tempat hormon ini
merangsang sintesis glikogen dalam sel otot dan hati. Reaksi kebalikannya, yaitu perombakan
glikogen menjadi glukosa diatur oleh enzim pankreas, glukagon, dan oleh epinefrin. Tetapi sel-
sel otot tidak mempunyai enzim untuk mengubah glukosa-6-fosfat menjadi glukosa, sehingga
glikogen otot hanya dapat dipergunakan sebagai penimbunan energi untuk sel otot. Setelah
proses penyerapan melalui dinding usus halus, sebagian besar monosakarida dibawa oleh
aliran darah ke hati. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan
glikogen, oksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa dengan aliran darah
ke bagian tubuh yang memerlukannya. Sebagian lain, monosakarida dibawa langsung ke sel
jaringan organ tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih lanjut.
 Terimakasih