Anda di halaman 1dari 20

ETIKA PROFESI DOKTER

Dr. Tangking
• POKOK BAHASAN
- DOKTER
- TUJUAN KODEKI
- KODE ETIK DOKTER
• REFERENSI
- KODEKI 2012
- UU No 39 Tahun 2009 tt Kesehatan

• LO: Menjelasakan tentang:


1. Tujuan
2. Kewajiban umum
3. Kewajiban terhadap pasien
4. Kewajiban terhadap sejawat
5. Kewajiban terhadap diri sendiri
SEHAT
WHO:
“Health is a state of complete physical, mental and social
well-being and not merely the absence of diseases or
infirmity” atau “keadaan yang sempurna baik fisik, mental
maupun sosial, dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau
kelemahan/cacat”

UU No 39 Tahun 2009
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental,
spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis
HAK ATAS KESEHATAN
1. Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan
kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau
2. Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab
menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi
dirinya.
3. Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi
pencapaian derajat kesehatan
4. Setiap orang berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi
tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab
5. Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data
kesehatan dirinya
Pengertian Dokter
Dokter adalah pihak yang mempunyai keahlian
dibidang kedokteran. Pada kedudukan ini dokter
adalah orang yang dianggap pakar dalam bidang
kedokteran.

Dokter adalah orang yang memiliki kewenangan


dan izin sebagaimana mestinya untuk melakukan
pelayanan kesehatan, khususnya memeriksa dan
mengobati penyakit dan dilakukan menururt
hukum dan pelayanan kesehatan.
Tujuan KODEKI
Untuk mengatisipasi atau mencegah
terjadinya perkembangan yang buruk
terhadap profesi dokter.

Agar dokter dalam menjalani


profesinya dapat bersikap profesional.
Kode Etik Dokter
1) Kewajiban secara umum.
Terdiri dari 13 pasal
2) Kewajiban Dokter Terhadap Pasien.
Terdiri dari 4 pasal.
3) Kewajiban Dokter terhadap Teman Sejawat.
Terdiri dari 2 pasal.
4) Kewajiban Dokter Terhadap Diri Sendiri.
Terdiri dari 2 pasal.
Kewajiban dokter secara umum
P1: Sumpah Dokter
Setiap dokter wajib menjunjung tinggi, menghayati
dan mengamalkan sumpah dan atau janji dokter

P2: Standar Pelayanan Kedokteran


Seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan
keputusan profesional secara independen dan
mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran
yang tertinggi.
P3: Kemandirian Profesi
Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang
dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang
mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi
P4: Memuji diri
Setiap dokter wajib menghindarkan diri dari
perbuatan yang bersifat memuji diri
P5: Perbuatan Melemahkan Psikis maupun Fisik.
Tiap perbuatan atau nasihat dokter yang mungkin
melemahkan daya tahan psikis maupun fisik,
wajib memperoleh persetujuan pasien/
keluarganya dan hanya diberikan untuk
kepentingan dan kebaikan pasien tersebut.
P6: Bijak Dalam Penemuan Baru.
Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam
mengumumkan atau menerapkan setiap
penemuan tehnik atau pengobatan baru yang
belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat
menimbulkan keresahan masyarakat maupun Fisik
P7: Keterangan dan pendapat yang valid .
Seorang dokter wajib hanya memberi surat keterangan
dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya
P8: Profesionalisme
Seorang dokter wajib, dalam setiap praktik medisnya,
memberikan pelayanan secara kompeten dengan
kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa
kasih sayang dan penghormatan atas martabat manusia
P9: Kejujuran dan Kebajikan Sejawat
Seorang dokter wajib bersikap jujur dalam berhubungan
dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk
mengingatkan sejawatnya pada saat menangani pasien,
dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau
kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau
penggelapan
P10: Penghormatan hak-hak pasien dan sejawat.
Seorang dokter wajib senantiasa menghormati hak-hak-
pasien, teman sejawatnya, dan tenaga kesehatan lainnya,
serta wajib menjaga kepercayaan pasien.
P11: Pelindung kehidupan.
Setiap dokter wajib senantiasa mengingat kewajiban
dirinya dalam melindungi hidup makhluk insani
P12: Pelayanan Kesehatan Holistik.
Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter wajib
memperhatikan keseluruhan aspek pelayanan kesehatan
(promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif), baik
fisik maupun psikososial-kultural pasiennya, serta berusaha
menjadi pendidik dan pengabdi sejati masyarakat.
P13: Kerjasama
Setiap dokter dalam bekerjasama dengan para pejabat
lintas sektoral di bidang kesehatan, bidang lainnya dan
masyarakat, wajib saling menghormati.
Kewajiban Kepada Pasien
P14: bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan
seluruh keilmuan dan ketrampilannya untuk
kepentingan pasien, yang ketika ia tidak
mampu melakukan suatu pemeriksaan atau
pengobatan, atas persetujuan pasien/
keluarganya, ia wajib merujuk pasien
P15: memberikan kesempatan pasiennya agar
senantiasa dapat berinteraksi dengan keluarga
dan penasihatnya, termasuk dalam beribadat
dan atau penyelesaian masalah pribadi lainnya
Kewajiban Kepada Pasien

P16: Setiap dokter wajib merahasiakan


segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang pasien, bahkan juga
setelah pasien itu meninggal dunia
P17: Setiap dokter wajib melakukan
pertolongan darurat sebagai suatu wujud
tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia
yakin ada orang lain bersedia dan
mampu memberikannya.
Kewajiban Kepada Teman
Sejawat
P18: memperlakukan teman sejawat
sebagaimana ia sendiri ingin
diperlakukan
P19: tidak boleh mengambil alih
pasien dari teman sejawat, kecuali
dengan persetujuan atau
berdasarkan prosedur yang etis
Kewajiban Terhadap Diri
Sendiri
P20: harus memelihara kesehatannya,
supaya dapat bekerja dengan baik
P21: senatiasa mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi
kedokteran/kesehatan
RESUME
• KODEKI bertujuan agar dokter
dalam menjalani profesinya
bersikap profesional
• KODEKI mengatur:
1. Kewajiban dokter secara umum
2. Kewajiban dokter terhadap pasien
3. Kewajiban dokter terhadap teman
sejawat
4. Kewajiban dokter terhadap diri sendiri
Penegakan Kode Etik Dokter
Jika seorang dokter diduga melakukan
pelanggaran etika kedokteran (tanpa
melanggar norma hukum), maka ia
akan dipanggil dan disidang oleh
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran
(MKEK) IDI untuk dimintai
pertanggung jawabannya.
Penegakan Kode Etik Dokter
Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran
Indonesia (MKDI) adalah lembaga yang di
mandatkan untuk didirikan oleh UU No 29
tahun 2004, akan menjadi majelis yang
menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin
profesi kedokteran.
Penegakan Kode Etik Dokter
Sanksi yang diberikan berupa :
Saksi disiplin profesi, dalam bentuk
peringatan hingga kebentuk yang
lebih berat.
Pencabutan hak berpraktik profesi.