Anda di halaman 1dari 10

Sinergi Perencanaan di tingkat

Kelurahan
Penyelengaraan Pengembangan Kawasan
Permukiman di Perkotaan • Pengembangan
• Pengembangan
infrastruktur
perkotaan yang
menunjang
pengembangan
perkotaan yang sudah
Pengembangan Kota
ada maupun
pembangunan Layak Huni dan
Pembangunan inkubasi kota baru
kawasan permukiman
Perkotaan baru dalam rangka
membentuk struktur
ruang
• Infrastruktur
memenuhi standar
pelayanan (kualitas &
Penyelenggaraa Kawasan kuantitas)
n Permukiman Kota Tanpa
Pengembangan Perkotaan Kumuh, layak
Kawasan huni &
belum layak berkelanjutan
Permukiman
Perkotaan
huni • Pencegahan dan
Peningkatan kualitas
terhadap
permukiman kumuh
untuk meningkatkan
Pembangunan mutu kehidupan dan
penghidupan
Kawasan Permukiman
Kawasan Perkotaan Tanpa
masyarakat untuk
Permukiman mencegah tumbuh Kumuh
dan berkembangnya
permukiman kumuh
baru
Perencanaan yang baik

1 Terintegrasi dengan sistem kota

2 Terkoneksi sistem jaringan dalam kawasan

Terkoneksi sistem jaringan antar


3 kawasan/lingkungan
Terkoneksi sistem jaringan antar kelurahan
4
Terkoneksi sistem jaringan skala kawasan
5 dengan sistem kota
Perbedaan Kedudukan Kelurahan dan Desa
• Desa memiliki otonomi yang lebih luas dibandingkan
dengan Kelurahan, sesuai ketentuan perundang-
undangan yang ada (UU Desa dan UU Pemda)
• Desa leluasa dalam menyusun Visi sedangkan Kelurahan
tidak
• Visi Desa merujuk langsung kepada RPJMD
• Visi Kelurahan mengikuti Visi dan Misi yang dimuat
dalam Renstra Kecamatan
• Kecamatan adalah dinas/OPD (Organisasi Perangkat
Daerah) sejajar dengan Dinas-dinas lainnya
• Desa memiliki RPJM Desa, Perencanaan Kelurahan
termuat dalam Renstra Kecamatan
Langkah-langkah Integrasi RPLP ke dalam Renstra
Kecamatan

Renja Kec menggantikan RKP Kelurahan menurut UU no 23 Tahun 2014


Sinergi Perencanaan meliputi :
Aspek Permukiman dalam Sistematika RPJM Desa
dan Renstra Kecamatan
Fungsi RPLP dalam Renstra Kecamatan
• RPLP membuat RPJMDesa dan Renstra
Kelurahan lebih berorientasi Spatial
• Rencana Kegiatan dalam RPJMDesa dan
Renstra Kelurahan menjadi :
– berbasis ruang,
– dilengkapi dengan peta skala 1: 5000
dan
– telah didelienasi GPS memuat
Sistem Informasi Geografis
(Geographic Information System-GIS.
GIS adalah sistem informasi khusus
yang mengelola data yang memiliki
informasi spasial (bereferensi
keruangan).
• Setiap Rencana Kegiatan dilengkapi peta
dan terhubung dengan jaringan
kab/kota seperti jaringan jalan, drainase,
air limbah, air minum, sanitasi, dst...