Anda di halaman 1dari 72

SUBDIREKTORAT KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN


DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

MENUJU
KOTA
LAYAK HUNI
Te l a a h a s p e k p e r a t u r a n p e n d u k u n g K o t a L ay a k H u n i

• Akses air minum yang aman dan terjangkau bagi semua • Meningkatkan kualitas permukiman kumuh
• Akses ke sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata • Perencanaan dan pengelolaan pemukiman manusia yang
untuk semua partisipatif, terpadu dan berkelanjutan
• Meningkatkan kualitas air • Melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam
• Meningkatkan efisiensi penggunaan air • Mengurangi dampak perkembangan kota terhadap
• Mengimplementasikan manajemen SDA terpadu lingkungan, khususnya pada kualitas udara dan pengelolaan
• Melindungi dan memulihkan ekosistem yang berhubungan limbah
dengan air • Akses universal pada ruang terbuka hijau
• Memperluas kerja sama internasional terkait air dan sanitasi • Mendukung hubungan ekonomi, sosial dan lingkungan yang
• Mendukung dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam positif
meningkatkan pengelolaan air dan sanitasi
AM AN AT VI SI U MP U P R 2030

2017-2019 2020-2024 2017-2019


BENDUNGAN

1 MULTIFUNGSI
untuk memenuhi kapasitas
tampung
Kapasitas tampung
57,75 m3/c/th
Anggaran Rp 306 T
Kapasitas tampung
68,11 m3/c/th
Anggaran Rp 577 T
Kapasitas tampung
120 m3/c/th
Anggaran Rp 1.423 T

120m3/kapita/tahun

JALAN 99%
VISIUM PUPR

Jalan Mantap 94% Jalan Mantap 97% Jalan Mantap 99%

2 Jalan Tol 824 KM Jalan Tol 1.500 KM Jalan Tol 2.000 KM


2030

MANTAP yang terintegrasi Jalan Baru 1.320 KM


Jembatan Baru
Jalan Baru 2.500 KM
Jembatan Baru
Jalan Baru 3.000 KM
Jembatan Baru
antarmoda dengan memanfaatkan 39.000 M 60.000 M 70.000 M
sebanyak-banyaknya material local Anggaran Rp 183 T Anggaran Rp 330 T Anggaran Rp 448 T
dan menggunakan teknologi recycle Investasi Rp 200 T Investasi Rp 243 T Investasi Rp 390 T

3 100% SMART
LIVING
78% Air Minum
27.000 Ha Kumuh
75% Sanitasi
Anggaran Rp 45 T
88% Air Minum
17.000 Ha Kumuh
85% Sanitasi
Anggaran Rp 128 T
100% Air Minum
0 Ha Kumuh
100% Sanitasi
Anggaran Rp 170 T
(Hunian
3
Cerdas)
5,4 Juta Backlog
5 Juta Backlog MBR 3 Juta Backlog MBR
MBR
Pembangunan Pembangunan
Pembangunan
3,9 juta unit 4,88 juta unit
Sumber: Permen PUPR No. 26/PRT/M/2017 tentang Panduan 2, 76 juta unit
Anggaran Rp 780 T Anggaran Rp 1.220 T
Pembangunan Budaya Integritas di Kementerian PUPR Anggaran Rp 414 T
Te l a a h a s p e k p e r a t u r a np e n d u k u n gKo t a L ay a k H u n i
PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN PERKOTAAN

RPJPN 2005-2025 RPJPN 2025-2045 KOTA MASA DEPAN


INDONESIA: KOTA
BERKELANJUTAN

100% indikator Kota Hijau


dan Berketahanan Iklim
100% Indikator Standar dan Bencana terpenuhi di
Pelayanan Perkotaan (SPP) semua kota
terpenuhi sesuai dengan Kota
Layak Huni, Aman, Nyaman

2015 2025 2035 2045

Pemenuhan Standar Pelayanan Perkotaan (SPP), melalui:


1 Indikator Kota Layak Huni dan berkelanjutan, Kota Hijau, Kota cerdas dan berdaya saing.

100% perkotaan memenuhi


2 Perwujudan Sistem Perkotaan Nasional (SPN)
fungsinya

3 100% indikator tata kelola kota berkelanjutan terwujud di seluruh kota.


I N D I K A T O R K O TA L AYA K H U N I

Most LiveableCityIndex
I N D I K A T O R K O TA L AYA K H U N I
KEY FINDINGS:
KO TA = T I D A K N YA M A
N? • Rata-rata indeks nasional (62/100) pada tahun 2015 menunjukkan m a s i h b a n y a k w a r g a k
o t a y a n g m e r a s a t i d a k n y a m a n tinggal di kotanya
• Rata-rata indeks nasional (62/100) pada survey MLCI tahun 2015 m e n u r u n
d i b a n d i n g k a n s u r v e y M L C I 2 0 1 4 (63/100)
• 7 K o t a t e r m a s u k To p T i e r C i t i e s : Solo, Palembang, Balikpapan, Denpasar,
Semarang, Tangerang Selatan, Banjarmasin.
TEKNOLOGI
TARGET
KOTA LAYAK INFRASTRUKTUR
NEGARA MENJADI
HUNI DEVELOPER
PEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN SESUAI DENGAN
TEMA KAWASAN YANG
MENDUKUNG SUSTAINABLE
PERATURAN PEMBANGUNAN YANG
BERPIHAK PADA SEMUA LAPISAN
MASYARAKAT
PERAN CIPTA KARYA DALAM MEWUJUDKAN KOTA LAYAK HUNI

RUANG TERBUKA

PENGATURAN YANG
JELAS UNTUK
MENYEDIAKAN
PERUMAHAN BAGI MBR

KOTA BANGUNAN YANG


LAYAK RAMAH
LINGKUNGAN
HUNI
MENGURANGI
PERKERASAN

JAMINAN
PENSIUN
KUALITAS
DESTINASI
WATERFRONT
YANG BAIK
Sumber: 10 Qualities of A Great Waterfront
(Project for Public Spaces)
1
Bangunan sekitar Bangunan yang ada di sekitar harus
mendukung aktivitas yang terjadi di
mendukung penggunaan ruang publik tersebut. Idealnya harus
ada bangunan mixed use yang
ruang publik terhubung antara kegiatan indoor dan
outdoors

Berlin, Jerman Labuan Bajo, NTT

Disediakan tenda-tenda kuliner untuk mendukung waterfront

New Jersey, USA Labuan Bajo, NTT


Epicentrum Walk, Jakarta
2
Aktivitas yang terus berkembang sepanjang tahun akan
Aktivitas dapat terjadi menuai manfaat besar bagi masyarakat dan ekonomi.
Masyarakat dapat menikmati ruang publik pada malam

sepanjang hari hari dengan adanya event dan pencahayaan baik


membuat masyarakat merasa nyaman dan aman.

Clarke Quay, Singapore

Teras Cikapundung, Bandung


Meguro River, Japan
3
Desain
Fleksible
Waterfront yang baik mampu beradaptasi terhadap
berbagai perubahan baik perubahan pengguna
maupun perubahan waktu.
Contoh: pembuatan panggung yang dapat dibongkar-
pasang, penyediaan tempat untuk menyimpan meja
dan kursi yang dapat mudah berpindah
n Antonio Riverwalk, Texas, USA
4
Fasilitas dengan Waterfront yang baik menyediakan fasilitas
desain yang kreatif yang meningkatkan kenyamanan dan
kebahagiaan. Penempatan bangku atau
dan nyaman tempat sampah yang tepat dapat membuat
perbedaan dalam cara orang beraktivitas.

Open Space In Hafencity, Hamburg Germany Paprocany Lake Shore Redevelopment, Poland
City of Enschede in Netherlands
Toronto, Canada
Epicentrum, Jakarta
Taman Balai Kota, Bandung
5
Mudah diakses oleh Karakter dan pengalaman berada di waterfront
dapat lebih menarik bila lokasi dapat mudah
dicapai dengan cara lain selain dengan
berbagai moda kendaraan pribadi. Pengguna akan merasa
(Perahu, Sepeda, dan Berjalan Kaki) lebih nyaman ketika ruang publik tidak
padat oleh kendaraan dan tempat parkir

Sava Promenada at the Belgrade,


Serbia
6 Menonjolkan
Identitas Lokal
Waterfront yang baik biasaya terdapat pada kota yang
benar-benar berorientasi pada air. Kota Venice dan
Stockholm terdefinisi berdasarkan waterfront-nya,
penduduk dan pengunjung secara alami berpusat
kesana. Penonjolan identitas menciptakan keunikan
tersendiri dan menjadi
ciri khas dari waterfront tersebut.

Melaka Waterfront,
Malaysia
Melaka Waterfront,
Malaysia Kali Besar,Kota Tua Jakarta

Copenhagen, Denmark Vienna, Austria


Khlong Lat Mayom Floating Market, Bangkok
Thailand

7
Air itu sendiri menjadi asset utama dan menjadi pusat aktivitas.
Air menjadi Aktivitas bisa berupa tur dengan perahu, memancing,
berenang, kayaking, dll. Hal-hal tersebut bisa mengarahkan

atraksi utama kepada aktivitas tematik seperti festival kapal, pasar ikan, toko
umpan dan pancing, dan pertunjukan di atas panggung apung
Sungai Martapura,
Banjarmasin
Kalimas, Surabaya
Surabaya
Manajeme

8
Manajemen adalah hal yang paling esensial agar waterfront

n yang sudah baik tetap terjaga. Berbagai pihak yang terlibat


seperti pemerintah, pemilik property, pedagang, dan komunitas
dapat menjalin kemitraan dalam pemeliharaan. Pihak-pihak ini
yang Baik dapat menyelenggarakan berbagai aktivitas dan event tahunan
sehingga waterfront akan tetap ramai sepanjang tahun

Waterfire, Rhode Island , USA


SUBDIREKTORAT KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN
DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

RUANG
TERBUKA
H IJAU
RUANG TERBUKA HIJAU
Berhubungan langsung dengan alam
merupakan komponen penting dalam
membentuk kota yang sehat.

Sumber: Urban Green Spaces, World Health


Organization

Colorado, USA
Dekat dengan
Penduduk West Virginia, US
Dapat dijangkau dalam
radius 300m
(5 menit berjalan kaki)

Los Angeles, US
RTH Beragam
Fungsi

Teras Cikupundung, Bandung


Memfasilitasi berbagai
aktivitas untuk seluruh
kelompok masyarakat

Hamburg, Germany
Desain
Sederhana Tianjin Garden, China
Mendukung kenyamanan pengguna
dengan furnitur taman yang aman
dan lengkap (tempat sampah,
lampu, toilet, dll)

Taman Badak, Bandung


Memperhatikan
Kebutuhan
Pemeliharaan

Taman Harmoni, Surabaya


Menggunakan material
dan tumbuhan yang
mudah dirawat

Taman Balai Kota Bandung


Berpikir
kreatif

Kursi Tali, Indonesia


Mexico
SUBDIREKTORAT KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN
DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

RESILIENT

CITY
Kota Berketahanan
Kota Berketahanan / Resilient City adalah kota
dengan kapasitas individu, masyarakat,
institusi, bisnis, dan sistem dari sebuah kota
yang dapat bertahan, beradaptasi, dan
tumbuh terhadap tekanan yang terus menerus
serta guncangan besar yang dihadapi.

Sumber: 100 Resilient Cities


CITY
RESILIENCE
FRAMEWOR
K
1
Permukiman terintegrasi memungkinkan berfungsinya
Transit Oriented semua jenis kegiatan bisnis, sosial dan budaya
berlangsung sepanjang hari dengan input energi yang
Development sangat rendah untuk transportasi dan logistik, sehingga
meningkatkan ketahanan lingkungan.

Shanghai Greenland Center, China


2
Moda transportasi alternatif seperti berjalan,
Mengutamakan bersepeda, dan transit menghasilkan lingkungan
perkotaan yang lebih berkelanjutan dan mampu
Pejalan Kaki meningkatan kualitas hidup penduduk.

Vancouver, Canada
3
Pedestrian dan transportasi massal tidak
Transportasi Massal hanya meningkatkan kualitas hidup
penduduk namun juga mendukung
peningkatan ekonomi dan sosial.

Luxemburg
4
Kota tangguh akan memusatkan energi dan
Ruang Terbuka sumber daya untuk melestarikan, meningkatkan,
dan menciptakan kawasan yang kuat, sebagai
Publik komponen penting dari struktur lingkungan dan
identitas komunitas.

Copenhagen, Denmark
Bentuk Citra
Kawasan
Kota yang sukses meliputi tempat-tempat
yang ramai dan menonjol dengan identitas
kawasan yang kuat, yang merupakan bagian
integral dari kehidupan masyarakat seperti
taman, plaza, halaman, bangunan sipil,
pelestarian bangunan tua, jalan-jalan umum,
dll.

Venice, Italia
5
Permukiman tangguh harus mampu
menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari
Komunitas yang terjangkau dalam jarak berjalan kaki
(radius 500 m), lebih dari jarak tersebut
Lengkap diperlukan transit.

Vancouver, Canada
6
Melindungi keanekaragaman hayati yang ada
Integrasi Sistem seperti spesies asli/langka, lahan basah,
kanopi pohon, konektivitas, dll diperlukan
Alami untuk mengamankan sistem alam yang sehat.

New York Central Park


7
Infrastruktur Kota dan lingkungan yang tangguh mampu
meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan
Industrial yang keselamatan dari sistem teknis dan industrial
(manufaktur, transportasi, komunikasi, limbah,
Terintegrasi dll.)

Xuzhou Industrial Park, China


8
Kota tangguh akan berkembang menghasilkan
Sumber Daya sumber daya yang dibutuhkan penduduk dalam
jarak dekat (radius 200 km), seperti pangan,
Lokal energi, rekreasi, menejemen limbah, dll.

GREAT (Groundwater Recovery


Enhancement and Treatment)
Program, Oxnard, California
New Orleans, USA
9 Melibatkan
Komunitas
Pengembangan kota yang tangguh
membutuhkan partisipasi aktif dari anggota
masyarakat.
0
Kesiapan Sistem Keadaan fisik, sosial dan ekonomi yang sehat
pada kota tangguh berhubungan langsung
Infrastruktur dan dengan kemampuan kota untuk bertahan
menggunakan sistem infrastruktur dan
Keselamatan keselamatan khususnya pada saat bencana.

Fire Hydrant and Tornado Warning


System
Oklahoma, Japan
Sistem
Infrastruktur dan
Keselamatan
Sistem infrastruktur seperti pasokan air
minum tenaga listrik, dll sedangkan sistem
keselamatan jiwa seperti polisi, proteksi
kebakaran, sistem peringatan dini, serta
layanan tanggap darurat dan sistem
pendukungnya.
Gedung Evakuasi
Sebagai tempat berlindung masyarakat pada
saat terjaddi bencana
Aceh
Bantul, Yogyakarta
Gedung Evakuasi
Tak hanya sebagai
museum, bangunan ini juga
berfungsi sebagai tempat
Museum Tsunami,
perlindungan dari ancaman
Aceh
tsunami
1 Sistem
Operasional
Bangunan
Tangguh
Pembangunan perkotaan dengan
memperhatikan tipe dan bentuk bangunan
yang mampu mengurangi biaya servis serta
limbah lingkungan.

Zero Carbon Building, Hongkong


Shenzhen, China

SPONGE CITY
SPONGE CITY

Konsep tersebut lebih menekankan pada


pengaturan siklus hidrologi air serta
menyiasati agar air hujan dapat
dimanfaatkan dengan baik.

Seperti spons, pada konsep ini kota


diharapkan dapat menyimpan cadangan
air lebih. Penyimpanan air hujan
dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
banjir permukaan & menyediakan
cadangan air saat kemarau
serta dapat menjadi tindakan pencegahan
dalam menghadapi kekeringan.

Sumber : CHAN, F.K.S., Land Use Policy (2018)

Shenzhen, China
Sistem Drainase

Taman & RTH

Hujan & penyerapan air Permukiman


permukaan
Jalan Raya

Pengurangan dampak
kekeringan

Sekaligus menjadi tempat


penyimpanan dan
penjernihan air

Outlet air perkotaan


KONSEP SPONGE CITY
Sumber : CHAN, F.K.S., Land Use Policy (2018)
1
Penerapan atap
hijau/green
rooftop di
gedung
perkantoran,
pusat
perbelanjaan,
dsb

Park Royal Hotels, Singapore


2 Penggunaan green rooftop di setiap
rumah

Shenzhen, China
3
Penggunaan material jalan
yang memiliki daya serap
tinggi

Jakarta, Indonesia
4
Pemasangan tanki penangkap air hujan yang bisa
digunakan untuk menyiram kebun, mencuci
kendaraan, dsb

Surabya, Indonesia
5
Menyediakan RTH, yang berfungsi sebagai taman
saat musim kemarau dan penampung air saat
musim hujan
Musim panas

Musim hujan

Shenzhen, China
6
Membangun kolam buatan/embung di tengah kota,
yang multifungsi sebagai salah satu komponen
sistem air perkotaan sekaligus destinasi wisata baru

Embung Kledung, Temanggung


7 Bio-sengkedan dan sempadan sungai yang hijau

Bishan Park, Singapore


8 Prinsip infrastruktur drainase
perkotaan

Tabel Evaluasi dari komponen drainase perkotaan


Fungsi Target Biaya Kemampuan Nilai
menyaring Estetika
Menyim Menye Mengurangi Pemurnian Meningkatkan Volume Puncak Kontrol Konstruksi Pemeliharaan Sedimen (%)
pan Air rap Air limpasan Air kualitas LimpasanLimpasa Polusi
lingkungan air n air

Perkerasan Rendah Rendah Cukup


yang mampu
meresap air
Atap hijau Tinggi Sedang Baik
Kolam Bio- Baik
Sedang Rendah
Detensi
Kolam Tinggi Sedang Baik
Buatan
RTH Tinggi Sedang Baik
multifungsi
Taman Hujan Rendah Rendah
Bio-Sengkedan Rendah Rendah Baik
Sempadan Rendah Rendah Cukup
Hijau

Sumber: Kementerian Permukiman dan Pengembangan Kota-Desa, China 2014


TERIMA KASIH